Fitri Hartanto
Staf pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Undip Semarang

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Perkembangan Bahasa Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-3 Tahun Hartanto, Fitri; Selina, Hendriani; H, Zuhriah; Fitra, Saldi
Sari Pediatri Vol 12, No 6 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.692 KB) | DOI: 10.14238/sp12.6.2011.386-90

Abstract

Latar belakang.Kemampuan bahasa merupakan salah satu indikator perkembangan kognitif anak. Deteksi dini masalah perkembangan anak sangat menentukan keberhasilan dalam memaksimalkan plastisitas otak pada kompensasi penyimpangan perkembangan.Tujuan.Mengetahui pengaruh perkembangan bahasa terhadap perkembangan kognitif anak usia 1-3 tahun.Metode. Penelitian potong lintang pada kunjungan pasien Poliklinik Tumbuh Kembang Anak RS Dr. Kariadi Semarang, usia subjek 1-3 tahun. Kriteria inklusi keterlambatan bicara, gizi baik, tidak memiliki kelainan kongenital, gangguan neurologi, dan gangguan pendengaran. Dilakukan pemeriksaan kemampuan bahasa dengan Denver II kemudian ditentukan DQ (developmental quotients)menggunakan CAPUTE scale. Untuk menentukan gangguan pendengaran dilakukan konsultasi dengan Bagian THT dan pemeriksaan BERA. Datadianalisissecara statistik dengan uji-t.Hasil.Didapatkan kasus (n=36) dan kontrol (n=36), jumlah sampel laki-laki pada kasus 77.8%. Pada kelompok kontrol rerata DQ CAT(cognitive adaptive test)91,4 (SD+5,6),CLAMS (clinical linguistic & auditory milestone scale)90,1 (SD+6,1) sedangkan pada kasus rerata DQCAT82,7 (SD+6,7),CLAMS57,9 (SD+11,2). Hasil Uji-tdidapatadjustedR20,415 (p=0,000).Kesimpulan.Terdapat pengaruh perkembangan bahasa terhadap perkembangan kognitif pada anak usia 1-3 tahun
Pengaruh Intervensi Konseling Feeding Rules dan Stimulasi Terhadap Status Gizi dan Perkembangan Anak di Posyandu Kabupaten Jayapura Darwati, Darwati; Mexitalia, Maria; Hadiyanto, Soemedi; Hartanto, Fitri; Nugraheni, S.A.
Sari Pediatri Vol 15, No 6 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.78 KB) | DOI: 10.14238/sp15.6.2014.377-84

Abstract

Latar belakang. Kesulitan makan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan gagal tumbuh dan keterlambatan perkembangan anak.Tujuan. Mengkaji dampak intervensi (konseling gizi dengan metode feeding rules dan stimulasi) terhadap status gizi dan perkembangan anak di Posyandu Kabupaten Jayapura.Metode. Penelitian quasi experiment pre post test group dilakukan pada anak usia 6-24 bulan dengan kesulitan makan, di 6 Posyandu Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura. Konseling dengan metode feeding rules dan stimulasi dengan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) selama 4 bulan (Agustus-Desember 2012), diberikan oleh kader Posyandu terlatih kepada ibu /pengasuh dan anaknya. Status gizi setelah intervensi diukur berdasarkan skor WAZ (Weight for Age z-score), HAZ (Height for Age z-score), dan WHZ (Weight for Height z-score) sedangkan perkembangan diukur dengan data skor KPSP (kuesioner pra skrining perkembangan) diuji dengan menggunakan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon.Hasil. Subyek berjumlah 119 anak (58,8% laki-laki), 83,2% di antaranya mengalami kesulitan makan kategori inappropriate feeding practice. Peningkatan bermakna skor WAZ -0,59 (SB 0,93) menjadi -0,45 (SB 0,66) (p=0,010), HAZ -0,59 (SB 1,01) menjadi -0,49 (SB 0,83) (p=0,021), dan WHZ -0,38 (SB 0,94) menjadi -0,28 (SB 0,77) (p=0,014), dan skor KPSP dari 8,76 (SB 1,00) menjadi 9,11 (SB 0,72) (p=0,002) antara sebelum dan sesudah intervensi.Kesimpulan. Terdapat peningkatan secara bermakna status gizi dan perkembangan pada anak dengan kesulitan makan usia 6-24 bulan setelah diberikan konseling gizi dengan metode feeding rules dan stimulasi SDIDTK selama 4 bulan di Posyandu.
Hubungan antara Gangguan Tidur dengan Gangguan Mental Emosional Anak Usia 4-6 Tahun di Semarang Lukmasari, Adriana; Hartanto, Fitri; Bahtera, Tjipta; Muryawan, Muhammad Heru
Sari Pediatri Vol 18, No 5 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.5.2017.345-9

Abstract

Latar belakang. Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar untuk mendukung tumbuh kembang anak. Diagnosis dini gangguan tidur masih asing bagi orang tua karena pengetahuan tentang kualitas tidur yang kurang. Gangguan tidur dikaitkan dengan regulasi emosional otak.Tujuan. Menentukan hubungan antara gangguan tidur dan mental emosional pada anak usia 4-6 tahun di Semarang.Metode. Penelitian cross sectional pada anak usia 4-6 tahun sekolah taman kanak-kanak di Kota Semarang dari bulan April-Mei 2016 berdasarkan kriteria inklusi. Cluster sampling dilakukan dalam seleksi mata pelajaran. Gangguan skala tidur untuk anak sleep disturbances scale for children (SDSC) digunakan sebagai alat skrining, sementara perkembangan emosi dan tingkah laku anak digunakan SDQ. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS 22, chi-square, dan Fisher exact dengan signifikansi p<0,05.Hasil. Didapat 208 subyek dengan prevalensi gangguan tidur 73,6%. Terdapat hubungan yang signifikan dari gangguan tidur dengan jumlah SDQ skor (RP 2,3, IK95%: 1,1-4,7; p=0,02), skor emosional (RP 2,7, IK95%: 1,3-5,5; p=0,003) dan melakukan skor (RP 1,8, IK95%: 1,1-2,8; p=0,005). Tidak terdapat hubungan yang signifikan dari gangguan tidur pada hiperaktif, masalah dengan teman sebaya, dan perilaku prososial. Kategori pendapatan orang tua, tingkat pendidikan ibu, dan jenis kelamin tidak terbukti sebagai faktor perancu.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara gangguan tidur dan masalah mental emosional dalam 4-6 tahun anak.
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN ORGANISASI DENGAN REGULASI DIRI PADA REMAJA : STUDI KASUS DI SMA N 2 NGAWI Anggareni, Rhea Auliya; Hartanto, Fitri
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Adolescent is development process from children to adult. Self regulation is one of component adolescent development. The school environment is one of the factors that influence self regulation, in this environment student can follow the activities of the organization.Aim : The aim of this study was to determine the relationship between the organization's participation and self regulation in adolescents.Methods : The method of this study was an observational research with cross sectional approach, began from March to July 2015. Subjects were the students in SMA N 2 Ngawi. SRQ (Self Regulation Questionnaire) and the organization's questionnaire validating before were used to collect data. Data was analyzed by Chi-square testResults : The number of respondents were 80 students, consist of 46 respondent who actively participated in the organization and 34 respondents who are not actively participated in the organization. Students who actively participated in the organization of 21.7% has a good self regulation, 65.3% intermediate and 13% low, while students who do not actively participated in the organization of 8.8% has a good self regulation, 53% intermediate and 38.2% low. The value of probability the relationship between the participation of organizations and self regulation was 0,021 (p <0.05).Conclusion : There is a significant correlation between an organization's participation in self-regulation.
MASALAH MENTAL REMAJA DI KOTA SEMARANG Hartanto, Fitri; Selina, Hendriani
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2010:MMI VOLUME 44 ISSUE 3 YEAR 2010
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.904 KB)

Abstract

Adolescent mental problems in the city of Semarang Background: The gap between the child's physical, social and psychological in adolescence can cause mental problems in the form of emotional disturbance, behavior, resistant and depression. No data on the distribution of mental problems among adolescents in Semarang.Methods: Descriptive study with cross sectional approach conducted on 578 Junior High School Students who are spread in 5 Junior High School in Semarang. SDQ (the strength and difficulties questionnaire) measure tool were used in assessing their mental status, which is presented in a descriptive narrative.Results: In the domain of prosocial are 8.0% abnormal and 14.5% borderline, hyperactive domain are 4.9% abnormal and 5.9% borderline, emotional domain are 18.5% abnormal and 9.1% borderline, the domain of behavior are 13.9% abnormal and 15.7% borderline, and the domain of peer group are 3.8% abnormal and 20.6% borderline.Conclusion: The result of the assessment of mental problems adolescents in Semarang got emotional problems 18.5%, behavior 13.9%, the total difficulties 9.1%, 8.1% prosocial, hyperactivity 4.9%, and peer group 3.8%.ABSTRAKLatar belakang: Kesenjangan yang terjadi antara perkembangan fisik, sosial dan psikologik pada masa remaja dapat menyebabkan masalah mental berupa gangguan emosi, perilaku, serta depresi. Belum ada data tentang distribusi masalah mental pada remaja di Kota Semarang.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan belah lintang dilakukan terhadap 578 pelajar SLTP yang tersebar pada 5 SLTP di wilayah Semarang. Alat ukur SDQ (the strength and difficulties questionnaire) dipakai dalam menilai status mental mereka yang disajikan dalam narasi deskriptif. Hasil: Pada ranah prososial didapatkan 8,0% abnormal dan 14,5% borderline, ranah hiperaktif 4,9% abnormal dan 5,9% borderline, ranah emosi 18,5% abnormal dan 9,1% borderline, ranah perilaku 13,9% abnormal dan 15,7% borderline, dan ranah peer group 3,8% abnormal dan 20,6% borderline. Simpulan: Hasil penilaian masalah mental remaja di Kota Semarang didapatkan masalah emosi 18,5%, perilaku 13,9%, total difficulties 9,1%, prososial 8,1%, hiperaktif 4,9%, dan peer group 3,8%.
DETEKSI DIINI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS : AUTISM DAN HIPERAKTIF hartanto, fitri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11342.617 KB)

Abstract

Berkaitan dengan tema yang diangkat pada seminar ini yaitu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak sejak dini dalam rangka mewujudkan keberlanjutan (sustainability) maka kita sebagai masyarakat pemberi pelayanan kesehatan harus lebih memahami apa yang disebut konsep deteksi dini, stimulasi dan intervensi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Disetiap permasalahan pertumbuhan dan perkembangan seorang anak didalam masa emasnya (golden periode) apabila dilakukan deteksi dini maka intervensi lebih dini masalah tersebut dapat dilakukan sehingga dapat dicegah suatu gangguan atau setidak tidaknya gangguan yang terjadi tidak menjadi berat. Intervensi atau stimulasi menggunakan prinsip plastisitas otak yang optimal terjadi selama dalam periode emas masa kehidupan manusia dimana 80 persen pertumbuhan dan perkembangan sel otak di usia 0-3 tahun.
The Effect of Service Quality, Campus Ecology, and Self-Efficacy on Students’ Satisfaction in Anaa Specialist Education Program, Diponegoro University Semarang Hartanto, Fitri; Rusdarti, Rusdarti; Yanto, Heri; Purwanti, Asri
The Journal of Educational Development Vol 7 No 2 (2019): June 2019
Publisher : The Journal of Educational Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jed.v7i2.31865

Abstract

Student satisfaction is an important indicator of the quality of higher education and is a measure of the service quality of its customers. Student satisfaction with their educational institutions also depends on the situation of the campus environment created for the convenience of the students. The main objective of this study is to obtain empirical evidence regarding the impact of service quality, campus ecology, and self-efficacy on the satisfaction level of the students of ANAA Specialist Education Program, Diponegoro University (PPSA UNDIP) Semarang. The population of this study was 125 specialist students of UNDIP and the students were chosen to be selected as samples using random sampling techniques. Data was drawn using a questionnaire; the data were analyzed using the SPSS and the Lisrel 8.54 program. The results of the study show that (1) service quality significantly affected self-efficacy and student satisfaction; (2) campus ecology has a significant effect on self-efficacy of 75.69% and on student satisfaction by 43.56%; (3) service quality and campus ecology together have a significant effect on student self-efficacy; (4) service quality, campus ecology, and self-efficacy together also have a significant effect on the satisfaction of the students of PPDSA UNDIP Semarang. Service quality and campus ecology are antecedent variables of self-efficacy and the three variables are determinants of the satisfaction of the students at the institution.