Tengku Hartati
Unknown Affiliation

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGELOLAAN SANGGAR CUT NYAK DHIEN DALAM MENGEMBANGKAN KEBUDAYAAN ACEH (CUT NYAK DHIEN ATELIER MANAGEMENT IN DEVELOPING ACEH CULTURES) Hartati, Tengku
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atelier is one of container in developing and preserving region cultures. This atelier aim is to preserving and developing region cultures by guiding and traditional art training to young generation. Its decrease and increase are depend on the human resource quality and others supporting means. Management knowledge is needed in atelier managing in order to get the maximal aim. This research aim is to know Cut Nyak Dhien atelier management in developing Aceh culture which relate to planning, implementation, organization, and supervision at Cut Nyak Dhien atelier Banda Aceh. This research uses qualitative approach with descriptive analysis method. The data collecting technique was done by interview, observation, and documentation study. The research subjects are atelier head, trainer, manager, and Cut Nyak Dhien atelier’s elements. The research output shows: (1) Cut Nyak Dhien Atelier planning involve atelier head, trainer, and atelier managers. The program planning is according to its need and atelier aim. (2) In applying atelier program, the head, trainer, managers, and elements always have coordination. (3) Organizing is done with gather and arrange all resource which is needed include the human resource. (4) Supervision is done directly and indirectly by the head and Cut Nyak Dhien atelier coordinator. Keyword: atelier management and cultures development
MAKNA SIMBOLIK PADA PERLENGKAPAN MANOE PUCOK DI DESA PALAK HULU KECAMATAN SUSOH Sari, Permata; Selian, Rida Safuan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.658 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian yang berjudul “Makna Simbolik pada perlengkapan Manoe Pucok di desa Palak Hulu Kecamatan Susoh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apakah makna simbolik pada perlengkapan Manoe Pucok di Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh. Peneliti ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik pada perlengkapan Manoe Pucok di Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh, sumber data penelitian adalah ketua PKK dan pengrajin adat di Desa Palak Hulu dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Palak Hulu dan objeknya adalah makna simbolik yang terkandung pada perlengkapan Manoe Pucok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlengkapan Manoe Pucok di Desa Palak Hulu terdiri dari kerajinan Nyiu (Buah Biluluk jantan dan batina, Kari-kari, Rajo Baselo, Pucuk Rebung, Jari Sipasen dan Lipatan Tikar), air Limau dan bahan Peusijuek. Makna simbolik dari Buah Biluluk jantan dan betina (menyatukan antara pengantin laki-laki dan perempuan), Kari-kari (pengantin harus siap menghadapi kehidupan rumah tangga yang baru), Rajo Baselo (kerajaan), Pucuk Rebung (supaya bisa membimbing keturunannya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat lainnya), Jari Sipasen (kehormatan), Lipatan Tikar (kemuliaan). Air Limau mengandung makna kebersihan dan kesucian dan bahan Peusijuek mempunyai makna supaya pasangan pengatin baru (suami istri) hidup bersama dengan rukun dan damai.Kata kunci: makna, simbol, Manoe Pucok
BENTUK PENYAJIAN TARI RAMPHAK DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Junanda, Ferdi; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.322 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Ramphak di sanggar Rampoe Banda Aceh” mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian tari Ramphak dalam acara pertunjukan atau hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Ramphak di sanggar Rampoe Banda Aceh. Sumber data dalam penelitian ini adalah koordinator sanggar Rampoe (Zulkifli), penari sanggar Rampoe Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Ramphak dikembangkan oleh Yusri Sulaiman pada tahun 2006 yang ditarikan oleh 8 orang penari wanita dan empat orang penari pria. Tarian ini memiliki 31 gerakan yaitu 15 gerak wanita,15 gerak pria dan 1 gerak bersama. Gerak yang terdapat pada tari ini adalah gerak-gerak cuplikan dari beberapa tari tradisional di Aceh, seperti tari saman, ratoeh duek, laweut dan seudati.Tari Ramphak diiringi dengan syair Aceh yang dilantunkan oleh syeh. Tari Ramphak termasuk ke dalam tari pertunjukan yang berfungsi sebagai hiburan semata. Kata Kunci: bentuk, penyajian, tari Ramphak
PROSES PENCIPTAAN TARI SILONGOR DI SMP NEGERI 2 SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Ernita, Mulia; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.673 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Proses Penciptaan Tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue”. Rumusan masalahnya adalah bagaimanakah proses penciptaan dan bagaimanakah bentuk penyajian tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Proses Penciptaan dan Bentuk Penyajian Tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriftif. Data penelitian ini bersumber dari seniman dan pencipta tari Silongor. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penciptaan tari Silongor melalui beberapa tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Tari Silongor ditarikan oleh 6-10 orang penari wanita, rata-rata umur penari sekitar 10-15 tahun. Tarian ini memiliki 14 ragam gerakan dan ada dua kali pengulangan gerak pada setiap gerakannya, 15 jenis pola lantai. Musik pengiring pada tarian ini menggunakan rekaman lagu daerah Simeulue yang berjudul Silongor. Tata rias yang digunakan yaitu rias cantik dan sederhana dengan menggunakan mahkota seperti paru burung Silongor. Tata busana menggunakan baju dan celana berwarna coklat dengan desain yang sangat sederhana serta kain yang dibentuk menyerupai sayap burung. Tempat pertunjukan tarian ini dapat ditampilkan di pentas arena dan prosenium Tarian ini ditarikan pada acara-acara hiburan dan dapat dinikmati bagi semua kalangan.Kata Kunci: proses penciptaan, bentuk penyajian, tari Silongor.
NOTASI TARI MEUGROB DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Zuhra, Nanda Putri; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.865 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, “Notasi Tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie”. Mengangkat masalah bagaimanakah notasi tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk menotasikan tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitain deskriptif, yang mana data dituliskan dengan sebenar-benarnya berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah ureung tuha gampong, Geuchik, Sekdes, ketua Meugrob, penari Meugrob serta masyarakat Gampong Pulo Lueng Teuga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan panduan observasi, panduan wawancara, serta kamera digital untuk mengambil gambar dan video tari Meugrob tersebut untuk mendapatkan data yang lengkap dan valid. Data diolah dan dianalisis dengan cara reduksi data, data display serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Meugrob memiliki sepuluh ragam gerakan yaitu Tienggong (jongkok), Sinthop (hentak), Tiekui (merundukkan), Chep-Chep (hentak-hentak), Grietan  Apui (kereta api), Meugiek-Giek (saling berpelukan), Moto Teng (mobil teng), Meuayon (berayun), Meulienggong-Lienggong (meliak-liuk), Meugiek Sira Meuwet (berpelukan sambil berputar). Kata Kunci: Notasi, tari, Meugrob    
FUNGSI DAN PENYAJIAN TARIAN RATOH DUEK PADA SANGGAR SENI SEULAWEUET Husna, Nurul; Kurnita, Taat; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.479 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek  pada Sanggar Seni Seulaweuet” mengangkat masalah Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Fungsi Dan Penyajian Tarian Ratoh Duek  Pada Sanggar Seni Seulaweuet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif  dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pelatih dan penari  Ratoh Duek Pada Sanggar Seni Seulaweuet. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyajian Tarian Ratoh Duek  Pada Sanggar Seni Seulaweuet meliputi gerak, iringan berupa syair, pola lantai, dan tata rias busana, serta pentas pertunjukan. Secara  keseluruhan Fungsi Penyajian Tarian Ratoh Duek adalah sebagai media untuk memperkenalkan tarian Aceh di kancah Nasional dan sebagai sarana hiburan serta sarana pertunjukan untuk dapat dipertontonkan pada suatu acara atau pentas seni lainnya dan dapat menciptakan sebuah kesinambungan sosial  dalam masyarakat. Kata Kunci: fungsi, penyajian, tarian Ratoh Duek
BENTUK PENYAJIAN TARI ZAPIN PEKAJANG DI SANGGAR BUANA KOTA BANDA ACEH Suraya Tiba, Dara Ananda; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.085 KB)

Abstract

penyajian tari Zapin Pekajang di Sanggar Buana Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Zapin Pekajang di Sanggar Buana Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyajian tari Zapin Pekajang di sanggar buana Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan pelatih sanggar buana. Objek dalam penelitian ini adalah tari Zapin Pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Zapin Pekajang termasuk ke dalam tari tradisional dari Johor, Malaysia. Penggunaan unsur gerak pada tarian ini tidak terlalu banyak, tarian ini cenderung menggunakan pola lantai yang beragam. Tari Zapin Pekajang ini berasal dari salah satu kampung yang berada di Johor. Tarian ini menceritakan bagaimana perjalanan pemuda-pemudi yang ingin mendapatkan pasangan hidup mereka. Tari ini memiliki 3 ragam gerak, yaitu ragam gerak Dua, Tiga dan lima. Di dalam ragam gerak terdapat pembatas antara ragam gerak satu dengan ragam gerak lainnya yang disebut dengan kopak. Tari ini memiliki 20 pola lantai dan 8 orang penari diantaranya 4 penari pria dan 4 penari wanita. Tata rias yang digunakan pada tari Zapin Pekajang adalah tata rias cantik. Tata busana yang digunakan pada tari Zapin Pekajang adalah busana adat Melayu seperti celana hitam, baju Melayu lengan panjang dan songket. Bentuk sanggul yang digunakan sama seperti sanggul Aceh pada umumnya dengan perlengkapan hiasan kepala berupa mahkota dan bunga. Properti yang digunakan adalah bunga telur. Tarian ini tidak menggunakan musik langsung, melainkan audio. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian zapin ini adalah gambus, rebana, gendang dan marwas. Kata kunci: Bentuk penyajian, tari Zapin Pekajang   
TEKNIK DASAR BERMAIN GITAR ELEKTRIK DI SEKOLAH MUSIK PRODIGY CONSERVATORY OF MUSIC DI KOTA BANDA ACEH Ardian, Eko; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.406 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Teknik Dasar Bermain Gitar Elektrik di Sekolah Prodigy Conservatory of Music Kota Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik dasar gitar elektrik yang diajarkan pengajar di sekolah musik prodigy conservatory of music. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik-teknik dasar bermain gitar elektrik pada sekolah musik Prodigy Conservatory of Music Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan tahap-tahap untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran teknik dasar gitar elektrik di Sekolah musik prodigy conservatory of music, dasar bermain gitar elektrik, pengenalan gitar elektrik melakukan dasar bermain gitar elektrik pengenalan gitar elektrik melakukan dasar penjarian strumming, picking, menggunakan pick gitar elektrik, fingering jari kiri serta melakukan teknik gitar elektrik teknik Slide, hammer on, teknik pull of dan tapping.Kata kunci: teknik dasar, bermain gitar elektrik, sekolah musik Prodigy Conservatory of Music
PENYAJIAN TARI KREASI TURUN KU AIH AUNEN PADA SANGGAR KERENEM PIRAK KABUPATEN GAYO LUES Pradita, Ardi; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.367 KB)

Abstract

ABSTRAK                         Penelitian ini tentang “Penyajian Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen pada Sanggar Kerenem Pirak Kabupaten Gayo Lues”. Menyangkut masalah bagaimana penyajian tari dan makna gerak Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyajian tari dan makna gerak Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriftif. Data bersumber dari koreografer serta pelatih di sanggar Kerenem Pirak Kabupaten Gayo Lues tentang Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen. Pengumpulan data yang digunakan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mereduksi, display  dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen bercerita tentang kegiatan rutin seberu (Anak Gadis) zaman dahulu mengambil air dari telaga yang dibuat di pinggir sungai. Tari ini ditarikan oleh 7 orang penari wanita yang menggunakan properti Coran (Bambu) dan Labu (kendi). Tarian ini memiliki 13 gerak yang diiringi dengan Canang dan Gegedem, serta syair yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi. Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen ditampilkan di atas panggung proscenium, dengan tata rias cantik dan busana yang digunakan adalah busana kerawang Gayo Lues dengan Aksesoris berupa Genit Rante, Topong, dan Kupang. Gerak Tari Kreasi Turun Ku Aih Aunen ini memiliki makna dan ada juga yang tidak memiliki makna. Gerakan yang memiliki makna diantaranya gerak salam, gerak Berketibung dan gerak Mulawi. Kata kunci: penyajian, makna, tari kreasi Turun Ku Aih Aunen
EKSISTENSI BUDAYA ALEE MEUNARI DI DESA ALUE BATEE KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Ayuni, Ida; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.651 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eksistensi Budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee Kecamatan Arongan Lambalek Meulaboh Kabupaten Aceh Barat”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian tentang budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee ini menunjukkan bahwa budaya Alee Meunari telah ada sejak tahun 1840-an namun beberapa tahun setelahnya, budaya ini mulai pudar dan jauh dari eksistensinya. Kemudian tahun 2013, budaya Alee Meunari dibangkitkan kembali oleh H.T. Alaidinsyah mantan Bupati Aceh Barat. Sejak tahun 2013, budaya Alee Meunari terlihat eksistensinya dan berkembang hingga ke tingkat nasional sampai saat ini. Budaya Alee Meunari ditampilkan dalam acara adat, penyambutan tamu, acara pemerintahan, acara daerah, pesta perkawinan, dan acara lainnya. Budaya Alee Meunari dimainkan oleh 7 orang dengan memegang kayu Waru kering yang panjangnya beragam dari 3-5 meter. Penelitian mengenai budaya Alee Meunari membuktikan bahwa budaya Alee Meunari masih eksis dan berkembang di Aceh Barat dan faktor yang mempengaruhi eksistensinya yaitu kemauan masyarakat dalam melestarikan dan kebijakan kalangan masyarakat yang terus menempatkan Alee Meunari sebagai adat dalam berbagai kegiatan di Aceh Barat. Hal ini terlihat dari intensitas penampilan Alee Meunari dari tahun 2013 sampai 2017 semakin meningkat.Kata Kunci: eksistensi, budaya, Alee Meunari