Articles

Found 3 Documents
Search

Dimensi Moral dalam Bentangan Filsafat dan Teori Hukum Haryadi, Slamet
KEADILAN PROGRESIF Vol 3, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Expressing justice in law reality will never can penetrate sense of justice because life of construction have by modern life consequence which is materialistis and tend to do not want to strain after, paradigm of Positivism in the form of " modern law" legal of Menampakan character Positivistik. Moralitas to guide to action in role of judge, suggesting to human being to discontinue, to taking, revise and reorganize peran-2 which forming society in culture which is capitalist and materialistis and also not give assessment. Moral ideally earn critical merefleksi [of] problem punish which not be answered by modern law. To this is moral study become important discourse punish us is not platitude again. In Paradigm of Konstruktivisme which carrying Postmodernisme as resistance in philosophy of hermeneutika in the reality have trajectory with paradigm of Aristotellian about how its law [of] law, which both for giving justice.
Rancang Bangun Simulator Landing Gear Dengan Sistem Pneumatic Sunarto, Sunarto; Haryadi, Slamet; Rivansyah, Alif; Bungaran, Andreas
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landing gear/roda pesawat adalah penopang utama pesawat pada waktu parkir, lepas landas atau pada waktu mendarat. Untuk menjelaskan cara kerja sistem extension dan retraction landing gear harus melihat pesawat secara langsung dan memerlukan waktu yang lama karena harus melalui tahap aircraft jacking (pengangkatan pesawat), maka untuk memperjelas proses pengajaran diperlukan alat yang berfungsi memperagakan landing gear tersebut. Meresponi hal tersebut, maka dibuat rancang bangun yang bertujuan untuk membuat simulator nose landing gear pesawat dengan sistem pneumatic sehingga dosen / instruktur yang mengajarkan materi tentang Aircraft System terkhusus pada bagian sistem landing gear pesawat dapat lebih jelas dalam menerangkan materi tersebut, dan juga untuk mempercepat pemahaman mahasiswa tentang sistem landing gear pesawat. Simulasi ini menggunakan tenaga pneumatic karena bebannya kecil dan lebih murah dibandingkan menggunakan tenaga hydraulic dan juga dapat mengurangi resiko ketika terjadi kegagalan saat dioperasikan. Simulator ini dikontrol dengan mikrokontroler arduino mega 2560 dan arduino uno dengan sensor ultrasonic, switch toggle dan push button sebagai masukannya. Dari hasil identifikasi landing gear pesawat yang asli dan mempelajari sistem nya pada manual dan buku pedoman lain, maka dilakukan perancangan simulator nose landing gear dengan sistem pneumatic ini untuk membantu proses belajar mahasiswa.
REINTERPRETASI TINDAK PIDANA KORUPSI SUAP OLEH PENEGAK HUKUM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Haryadi, Slamet
al-'adalah Vol 12, No 1 (2015): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v12i1.233

Abstract

Abstract: Reinterpretation Bribery by Law Enforcement Officers in the Islamic Law Perspective. For the corruptors, was found guilty of causing the state financial loss is a big problem. There is no way for him to avoid legal sanctions unless the bribes to law enforcement officers. In contrast for law enforcement officers, bribes have personal material benefit. such conditions it is understandable difficulty of bribery corruption can be revealed and brought to justice. Bribery corruption prevention efforts, requires critical reflection to understanding the law enforcement officers are bound corruption bribery. Efforts to re interpret the essence of bribery corruption as a tort is an issue of fundamental importance for the Islamic Law of view point. Legal action officials just oriented to material gain through bribery bribery, essentially as an act of inconsistency in the eradication of corruption. In religion contrary to the principles of Islamic morality. Therefore, consistency in the perspective of Islamic Lawbecome a common understanding of law enforcement officers to emulate and embody the principles akhlakul karimah like, trustworthy, honest and fair in the eradication of corruption bribery in the institution. Abstrak: Reinterpretasi Tindak Pidana Korupsi Suap oleh Penegak Hukum dalam Perspektif Hukum Islam. Bagi para koruptor yang telah menyebabkan kerugian keuangan negara merupakan permasalahan besar. Tidak ada cara lain baginya menghindar dari sanksi hukum kecuali dengan melakukan suap kepada aparat penegak hukum. Sebaliknya bagi aparat penegak hukum, korupsi suap telah memberikan keuntungan material secara pribadi. Dalam kondisi ini bisa dipahami sulitnya perbuatan suap dapat terungkap dan diajukan ke pengadilan. Usaha pencegahan korupsi suap, membutuhkan refleksi kritis terhadap pemahaman aparat penegak hukum yang terkait korupsi suap selama ini. Upaya menafsirkan kembali hakikat korupsi suap sebagai perbuatan melawan hukum merupakan persoalan penting dari titik pandang hukum Islam. Tindakan hukum aparat yang hanya berorientasi mendapatkan keuntungan material melalui suap pada hakikatnya sebagai tindakan inkonsistensi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam Islam bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Oleh karena itu, konsistensi dalam perspektif hukum Islam menjadi landasan aparat penegak hukum untuk memberantas tindak pidana korupsi di institusinya.