Titik Haryati
Program Studi PPKn FPIPSKR UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS MUATAN NILAI KARAKTER DALAM BUKU TEKS PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SMP KELAS VIII Haryati, Titik; Khoiriyah, Nor
Jurnal Pendidikan Karakter No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi April 2017, TH. VII, No.1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15493

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis muatan nilai-nilai karakter dalam buku teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP Kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah buku teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP kelas VIII. Unit analisis dalam penelitian ini adalah muatan nilai karakter yang tersebar dalam semua bagian buku. Pengumpulan data dengan analisis secara cermat dan pencatatan tentang muatan nilai karakter yang ada dalam buku teks. Pemeriksaan keabsahan data berdasarkan validitas semantik dan reliabilitasnya adalah reliabilitas interrater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan nilai-nilai karakter kebangsaan yang dikembangkan oleh Kemendikbud dalam buku teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP kelas VIII disajikan pada tiga bagian yaitu (1) pada bagian pendahuluan terdiri atas kalimat motivasi, ilustrasi gambar, (2) bagian inti terdiri atas uraian materi pelajaran, tugas individu, dan tugas kelompok, dan (3) bagian penutup terdiri atas refleksi, uji kompetensi, penilaian afektif, dan praktik kewarganegaraan. Kata Kunci: nilai karakter, buku teks, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan THE ANALYSIS OF CHARACTER VALUES IN PANCASILA AND CIVICS EDUCATION TEXTBOOK FOR VIII GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL Abstract: The purpose of this study is to analyze the content of character values in Pancasila and Civics Education Textbook for VIII grade Junior High School. The research method uses content analysis with qualitative approach. The sources of the data research are the Pancasila and Civics Education textbooks for VIII grade Junior High School. The unit of analysis in this study is the content of the character values spread in all parts of the book. While the data collection using a careful analysis and recording the content of the character values in the text book. The validity of the data is based on semantic validity, while the reliability is the interrater reliability. The result of the research shows that the content of the Nationality character values which have been developed by the Ministry of National Education and Culture in Pancasila and Civics Education textbook for VIII grade Junior High School is presented in three parts: (1) The introduction consists of motivation sentences, picture illustration; (2) the core section consists of a description of the subject matter, individual tasks, and group tasks; (3) the closing section consists of reflections, competency tests, affective judgments, and civic practices. Keywords: Character value, textbook, Pancasila and Civics Education.
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Ambarwati, Narendra Duhita Tri; Abdullah, Ghufron; Haryati, Titik
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i2.5393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh keterampilan manajemen kepala sekolah terhadap komitmen organisasi guru. (2) mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi guru. (3) mengetahui pengaruh keterampilan manajemen kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama sama terhadap komitmen organisasi guru TK di Kecamatan Tembalang Semarang.Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 211 guru yang tersebar di 64 sekolahan dengan sampel sebanyak 138 yang dipilih secara proporsional random sampling. Uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas data dan uji regresi menggunakan program SPSS for Windows 21.Hasil penelitian menunjukkan (1) Keterampilan manajerial dipersepsikan cukup terampil dengan dimensi terkuat keterampilan hubungan manusiawi, dan besarnya pengaruh keterampilan manajemen kepala sekolah terhadap komitmen organisasi guru sebesar 48,0% (2) Kepuasan kerja dipersepsikan cukup puas dengan dimensi terkuat atasan (pimpinan) dan besarnya pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi sebesar 62,7%  (3) Komitmen organisasi dipersepsikan cukup baik dengan dimensi terkuat komitmrn afektif dan besarnya pengaruh keterampilan manajemen kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi sebesar 63,0% dengan persamaan regresi ? = 21,628 + 0,303 X1+ 0,694 X2.
Teaching Social Sciences through Ethnophotography Suciptaningsih, Oktaviani Adhi; Haryati, Titik
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i2.4841

Abstract

Curriculum 2013 requires teachers to be more creative in compiling teaching materials which are innovative, varied, exciting, contextual, and in accordance with learners’ needs to achieve learning objectives. This research aims at developing IPS materials for VII graders of Junior High School (SMP) based on ethnophotography. This study used Research and Development design (R & D). The results were analyzed by qualitative analysis technique. The results show that most social studies (IPS) teachers have not yet developed the IPS materials for VII graders of SMP which is relevant to the environmental conditions. The ethnophotography was used to determine the development of IPS materials by photographing/taking pictures of each regional potential to be used as supporting material in IPS materials. Through ethnophotography, the students would be more interested and easier to learn the material, and at the same time, they learn a variety of region’s potential. In conclusion, the IPS material based on ethnophotography can be used as one of the ways to develop teaching materials to get more effective and efficient learning because students can easily understand the material through the photographs displayed in the teaching materials because the photographs show a variety of things around it.
PELATIHAN PENULISAN BUKU AJAR BAGI GURU PKn SMA SE KOTA SEMARANG Haryati, Titik; Ginting, Rosalina; Widodo, Suwarno; Aryaningrum, Kiki; Kumoro, Bambang
E-DIMAS Vol 2, No 01/Maret (2011): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract There are still a few handouts created by the teachers. In fact, teachers feel lazy to make a handout to succeed their teaching and learning process, especially civic teachers who are still low in understanding how to make and design their own handout. A handout is an instrument that teachers supposed to writing it. By writing a handout, teacher can explore his material based on the problems faced in the class. That is way; the Team thought that we need to give them something to train them in writing their own teaching handout. This community service was given to civic teachers of senior high school who has the important role in tranfering knowledge about civic subject. This activity had some sessions, there were; lecturing, discussion, questions answer and feedback. It hopes that by understanding the way in designing a teaching handout, they will be encouraged to make their own handout to support their teaching learning process in the classroom.   Key words : a teaching handout, a civic subject  
KEPEMIMPINAN DAN KONTEKS PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Ginting, Rosalina; Haryati, Titik
CIVIS Vol 2, No 2/Juli (2012): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada prinsip pengelolaannya, baik sekolah maupun perguruan tinggi sama-sama membutuhkan penjaminanmutu sebagai tolok ukur untuk menilai keberhasilan atau kegagalannya. Lembaga pendidikan yang bermutu dapatterwujud apabila didukung oleh pemimpin yang paham tentang manajemen karena salah satu aspek terpentingmempengaruhi kualitas pendidikan adalah kepemimpinan dan manajemen mutu.Kepemimpinan itu adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentuuntuk tujuan bersama. Artinya terjadi proses interaksi antara pemimpin, yang dipimpin, dan situasi. Kepemimpinanseyogianya melekat pada diri pemimpin dalam wujud kepribadian (personality), kemampuan (ability), dankesanggupan (capability) guna mewujudkan kepemimpinan bermutu atau Total Quality Management (TQM).Secara umum dapat dinyatakan bahwa kunci mutu pendidikan nasional terletak pada mutu pendidikan(sekolah) dan kunci mutu sekolah terletak pada mutu kegiatan belajar mengajar di kelas. Mutu kegiatan belajarmengajar pada akhirnya diukur dari mutu hasil belajar yang dicapai siswa. Peningkatan kualitas belajar siswamerupakan sebuah upaya kolektif dan tanggung jawab bersama dari semua komponen yang ada di sekolah dimanadalam pencapaiannya diperlukan kemampuan, kemauan, dan komitmen yang tinggi.Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah memiliki tanggung jawab yang tinggi dan penuh, secara langsung dalammembangun komitmen dan bekerja sama dengan semua komponen-komponen di sekolah dalam upayapengembangan mutu pendidikan tersebut. Kepala Sekolah sebagai pemimpin mempunyai potensi menciptakan visidan menterjemahkannya kedalam kenyataan serta berperan sebagai kekuatan sentral dalam menggerakkankehidupan sekolah, juga memahami tugas dan fungsi dalam mengembangkan mutu pendidikan.Upaya untuk mewujudkan kepala sekolah yang handal dan berkualitas, seyogyanya dapat dilakukan pengelolaantenaga kependidikan dengan penerapan prinsip – prinsip manajemen sumber daya manusia (Human ResourceManagement), dengan harapan akan dapat meningkatkan mutu pendidikan.Kata kunci : Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Kepala Sekolah.
PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN (PROJECT CITIZEN) Haryati, Titik; Rochman, Noor
CIVIS Vol 2, No 2/Juli (2012): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan tema Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui PraktikBelajar Kewarganegaraan (Project Citizen) ini dilatarbelakangi adanya kenyataannya bahwa masalah yangdihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan (PKn). Rumusan masalah penelitian ini adalah “Apakah dengan Praktik BelajarKewarganegaraan (Project Citizen), dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan?”.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan Project Citizen, dapat meningkatkan kualitaspembelajaran PKn. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 3Semarang, dengan variabel input: kualitas pembelajaran sebelum menggunakan model Project Citizen; variabelproses: kegiatan penerapan model Project Citizen; dan variabel output: kualitas setelah menggunakan modelpembelajaran Project Citizen. Metode pengumpulan data : observasi, tes, dokumentasi. Teknik analisis datadengan pendekatan kualitatif dan teknik deskriptif prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Citizen dapat meningkatkan kualitaspembelajaran PKn di Kelas VIII D SMP Negeri 3 Semarang. Kualitas pembelajaran PKn sebelum penggunaanmodel pembelajaran Project Citizen yaitu 52 % (kurang baik), namun setelah penggunaan model pembelajaranProject Citizen meningkat menjadi 81 % (sangat baik). Kesimpulan dengan menggunakan model pembelajaranProject Citizen dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 3 Semarang dengan rata-ratapeningkatan kualitas pembelajaran sebesar 29 %, namun masih ada kendala dan hambatan antara lainketerbatasan waktu, minimnya biaya serta keterbatasan tenaga pengajar dan siswa. Saran untuk guru PKn SMPNegeri 3 Semarang hendaknya menerapkan model pembelajaran Project Citizen dengan memperhatikan danmenyesuaikan kondisi, sarana prasarana dan fasilitas yang ada, serta diharapkan mampu memberi solusi dalammengatasi kekurangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan, Project Citizen
REFORMASI BIROKRASI PUBLIK DI INDONESIA Ginting, Rosalina; Haryati, Titik
CIVIS Vol 1, No 2/Juli (2011): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya demokrasi yang kental dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Akan tetapi, pemerintahan pascareformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik. Kurangnya komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. Sebagian masyarakat memberikan cap negatif terhadap komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi. Ironisnya, sebagian masyarakat Indonesia saat ini, justru merindukan pemerintahan Orde Baru yang dianggap dapat memberikan kemapanan kepada masyarakat, walaupun hanya kemapanan yang bersifat semu. Untuk itu reformasi birokrasi merupakan solusi yang sangat mendasar dengan melakukan perubahan, baik mind set, maupun culture set penyelenggara negara dari mental yang bersifat mengawasi, mengontrol dan menguasai masyarakat (colonial paradigm), menjadikan penyelenggaraan negara (birokrasi) yang pro kepada good public service serta tata kelola pemerintahan yang dapat meminalisir terjadinya tindakan KKN baik pada tingkat suprastruktur dan infrastruktur penyelenggara Negara, dan penegakan supremasi hukum. Kata kunci : Reformasi, Birokrasi, Publik.
PENGEMBANGAN MODEL PENGELOLAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER INTERGRATIF PROGDI PPKn FPIPSKR UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Haryati, Titik; Widodo, Joko; Masrukhi, Masrukhi; Haryono, Haryono
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, kurikulum harus dikelola secara kooperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pengelolaan kurikulum pendidikan karakter integratif Progdi PPKn FPIPSKR UPGRIS. Penelitian ini merupakan penelitian awal, yakni untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan kurikulum pendidikan karakter integratif Progdi PPKn FPIPSKR UPGRIS, sehingga menggunakan metode kualitatif. Alat pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisa menggunakan tahapan menurut Spreadley dan teknik validitas data menggunakan teknik triagulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Progdi PPKn FPIPSKR UPGRIS sudah mengintegrasikan nilai-nilai karakter, tetapi hal tersebut belum nampak pada silabus, RPP, kontrak perkuliahan maupun pelaksanaan KBM di kelas. Untuk itu diperlukan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada kurikulum  progdi PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengembangkan model pengelolaan kurikulum pendidikan karakter intergratif. Kata kunci: Model, Pengelolaan Kurikulum, Pendidikan Karakter Integratif
PELATIHAN PENULISAN BUKU AJAR BAGI GURU PKn SMA SE KOTA SEMARANG Haryati, Titik; Ginting, Rosalina; Widodo, Suwarno; Aryaningrum, Kiki; Kumoro, Bambang
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2011): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v2i1.100

Abstract

Abstract There are still a few handouts created by the teachers. In fact, teachers feel lazy to make a handout to succeed their teaching and learning process, especially civic teachers who are still low in understanding how to make and design their own handout. A handout is an instrument that teachers supposed to writing it. By writing a handout, teacher can explore his material based on the problems faced in the class. That is way; the Team thought that we need to give them something to train them in writing their own teaching handout. This community service was given to civic teachers of senior high school who has the important role in tranfering knowledge about civic subject. This activity had some sessions, there were; lecturing, discussion, questions answer and feedback. It hopes that by understanding the way in designing a teaching handout, they will be encouraged to make their own handout to support their teaching learning process in the classroom. ?é?á Key words : a teaching handout, a civic subject ?é?á
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2010-2014 Hidayat, Fajar Nur; Haryati, Titik
Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Economics Development Analysis Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v5i2.14909

Abstract

Untuk mengetahui apakah Kabupaten Pekalongan sudah efektif atau efisien dalam pengelolaan retribusi daerahnya maka penulis melakukan penelitian terhadap tingkat efektifitas dan efisiensi serta bagaimana gambaran kendala dalam pemungutannya dan potensi yang mampu dikembangkan.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif kuantitaf dan jenis data yang digunakan berupa data time series (periode 2010-2014) dan data wawancara (berupa kuisioner dan wawancara mendalam).Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat efektifitas yang baik dan kurangnya efisien dalam pengelolaan retribusi daerah. Implementasi pemungutan retribusi masih banyak ditemukan hambatan dalam pelaksanaannya serta masih kurangnya potensi retribusi daerah yang dapat digali dengan baik.Pemerintah Kabupaten Pekalongan diharapkan mampu meningkatkan target anggaran, juga memperketat/selektif dalam pengeluaran biaya retribusi serta pengelolaan pemungutan dilakukan secara tegas dan trasparan. Pemerintah Kabupaten juga harus mengevaluasi dan mendorong sektor retribusi yang berkembang dan terbelakang. To find out if Pekalongan have been effective or efficient in the management of a local levy, the authors conducted a study of the effectiveness and efficiency as well as how the image of the constraints in the collection and the potential that is able to be developed. The analytical method used in this research is using quantitative descriptive analysis and the type of data used in the form of time series data (2010-2014) and the interview data (in the form of questionnaires and in-depth interviews). Results from the study showed a good level of effectiveness and a lack of efficient management levies. Implementation of fee collection are still many obstacles in its implementation and the lack of potential retribution that can be explored properly. Pekalongan regency government is expected to increase the budget targets, also tighten / selective in expenses levy and collection management is done explicitly and transparently. District government should also evaluate and encourage the sector that is developing and underdeveloped retribution.