Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL ASPEK TOPOGRAFI MENGGUNAKAN CITRA DEMSRTM SEBAGAI DASAR PERENCANAAN JALAN ( 12-16 ) Hasan, Arfan; Herius, Andi; Indrayani, Mrs. Indrayani; Prabudi, Darma
PILAR Vol 13, No 2 (2018): Pilar: September 2018
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.282 KB)

Abstract

Aspek topografi merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan galian dan timbunan.  Mengingat perlunya dipertimbangkan aspek topografi yaitu faktor ketinggian permukaan dari muka laut dalam perencanaan jalan maka perlu ditemukan suatu metode untuk memudahkan penentuan ketinggian permukaan tanah dari muka laut.  Pengukuran ketinggian yang dilakukan secara manual tentunya membutuhkan biaya dan waktu yang sangat besar.  Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian yang menganalisis ketinggian secara spasial menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra Digital Elevation Model (DEM) SRTM (Shuttle Radar Topography Mission), sehingga didapatkan klasifikasi ketinggian yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam perencanaan jalan.  Metode yang digunakan dalam pengklasifikasian ketinggian adalah metode intrpolasi dari hasil overlay peta ruang terbuka dengan citra DEMSRTM.  Dari hasil analisis didapatkan persentase perbandingan hasil klasifikasi ketinggian terhadap kontur adalah 9,359 % dan terhadap topografi adalah 8,139 %, hal ini menunjukkan bahwa metode interpolasi dapat digunakan dalam pengklasifikasian ketinggian dengan menggunakan peta DEMSRTM.
Comparison Analysis of CBR Value Enhancement of Soil Type in Swamp Area by Addition of Fly Ash Indrayani, Indrayani; Herius, Andi; Hasan, Arfan; Mirza, Ahmad
Science and Technology Indonesia Vol 3 No 2 (2018): April
Publisher : ARTS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.339 KB) | DOI: 10.26554/sti.2018.3.2.73-76

Abstract

Roads was built on swamp areas should be consider the condition of the base soil, since the characteristics of the soil in swamp areas have always inundated and have a low soil carrying capacity (Subagyo, 2006).  One of effort that could be done to improve the existing soil condition was used fly ash as a material for soil stabilization (Indera et al, 2016; Mina et al, 2016). This study was conducted to analyze the enhancement of CBR value on various soil types in swamp area by the addition of fly ash. Testing on the values of index properties, compaction, and CBR values was done in laboratory base on ASTM and AASHTO standars.  The test results show that the type of soil at the location of the sampling is silty or clay gravel and sand, clay soil, and silty soil.  The reduction of optimum water content  after the addition of fly ash is the highest decrease of  20.92%. While the highest increase of dry content weight after the addition of fly ash was 0.904 gr / cm3. An enhancement in the value of CBR by the addition of 20% fly ash in the study area, however the increase magnitude depends on the existing soil types, ie 7.99% in the silty or clay gravel and sand, 6 - 8% in the clay soil and 0,22 - 5% on silty soil. This indicates that the addition of fly ash was the optimum used on the type of clay soil.
BATU KAPUR BATURAJA SEBAGAI FILLER PADA LAPIS ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) CAMPURAN PANAS Hamdi, Hamdi; Hasan, Arfan; Sudarmadji, Sudarmadji
PILAR Vol 11, No 1 (2015): PILAR 05032015
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.454 KB)

Abstract

Daerah Baturaja merupakan  kawasan penghasil batu kapur yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan tersedianya batu kapur yang berlimpah, peneliti mencoba menggunakannya sebagai bahan pengisi (filler) alternatif  dalam campuran aspal beton. Tujuan dari pemanfaatan filler batu kapur Baturaja ini untuk meningkatkan kemampuan suatu perkerasan aspal dalam mendukung beban lalu-lintas yang dapat diindikasikan dari properties campuran yang dihasilkan.Penelitian ini menggunakan aspal AC Pen 60/70 produk Pertamina dengan nilai kadar sesuai spesifikasi Bina Marga yaitu 4,5%, 5%, 5,5%, 6% dan 6,5% dan dengan variasi kadar filler 1%, 2% dan 3%, untuk memperoleh komposisi campuran Laston Binder Course (AC ? BC) yang paling baik. Pelaksanaan penelitian ini dalam pengujian campuran dilakukan dengan menggunakan metode Maeshall Test. Hasil pengujian Marshall di laboratorium disimpulkan bahwa; pada kadar aspal optimum (KAO) filler batu kapur 3% didapat nilai yang paling bagus yaitu sebesar 5,75 % dengan nilai Stabilitas  sebesar 2020 kg, Marshall Quotient (MQ)  sebesar 570 kg/mm, Rongga Dalam Agregat (VMA) sebesar 17 %, Rongga Dalam Campuran (VIM) sebesar 3,9 %, Kelelehan (Flow) sebesar 3,63 mm, Rongga Terisi Aspal (VFA) sebesar 77 % dan nilai kepadatan sebesar 2,362 gr/cc. Filler tersebut dapat digunakan sebagai alternatif campuran AC-BC pada perkerasan Laston.
THE EFFECT OF ADDITION ON PUMICE AND FIBER ON COMPRESSIVE AND FLUXURAL STRENGTH PRECAST LIGHTWEIGHT CONCRETE Indrayani, Indrayani; Herius, Andi; Hasan, Arfan; Mirza, Ahmad
Science and Technology Indonesia Vol 5 No 1 (2020): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2020.5.1.14-17

Abstract

Most of the construction uses concrete as the main building material because concrete has many advantages compared to other materials. Concrete has a high enough weight, various attempts were made to reduce the weight of the concrete for example using lightweight aggregates or concrete made without sand or concrete made hollow Innovations in the development of precast lightweight concrete are urgently needed at this time to support the development of development that is being carried out by the government. From the studies that have been carried out on lightweight concrete and fiber concrete, this research will develop the results of previous studies, namely by combining lightweight concrete and fiber concrete to obtain precast lightweight concrete. This research was conducted to find out how much influence the use of pumice and and fiber on compressive strength and flexural strength of precast lightweight concrete. Variations in the addition of a mixture of pumice with aggregate are divided into 4  comparisons, namely 0: 100, 20: 80, 40: 60, 60: 40, where each mixture is added 0.1% fiber from the volume of concrete, then printed in cube and beam molds.  Compressive tests were carried out on the cube and flexural tests were carried out on beams. From the test results was obtained that the addition of pumice to the concrete mixture can cause a decrease in compressive strength of the concrete from 202 kg/cm2 to 129 kg/cm2 whereas with the addition of fiber there is an increase in flexural strength is 24.48 kg/cm2. The specific gravity obtained is 1.664 gr/cm3 so this concrete can be classified into lightweight concrete.
Addition Effect of Petrasoil Additive Material on CBR Value of Soil in Swamp Areas Herius, Andi; Indrayani, Indrayani Indrayani; Hasan, Arfan; Mirza, Ahmad
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol 3 No 2 (2019): June
Publisher : ARTS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.899 KB) | DOI: 10.26554/ijems.2019.3.2.67-70

Abstract

Some road construction projects use petrasoil additive to increase soil stabilization, one of then is the Improvement of Tabarfane-Hokmar (Chemical Petrasoil) Road Project in Aru Selatan Timur District, Aru Islands. To obtain the influence of petrasoil aditive material as soil stabilization in swamp areas, a research is needed. petrasoil additives that powder shape are dissolved in water with 3 variations, namely 500 liters, 750 liters, and 1000 liters of water. Tests which carried out include compaction testing, index properties, and CBR. The results showed that the addition of petrasoil mixture with water without being combined with other added ingredients could lead to increasingly unstable soil conditions where the soil water content increased and the dry weight of the soil diminished, meaning that soil density decreases, and the CBR value of soil decreases.
APLIKASI TEKNOLOGI REMOTE SENSING TERHADAP SEBARAN JARINGAN JALAN DI KOTA PALEMBANG Mirza, Akhmad; Herius, Andi; Hasan, Arfan; Indrayani, Indrayani
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.924 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.2.66-74.2019

Abstract

Pendataan jaringan jalan di Kota Palembang diperlukan untuk mendapatkan panjang jaringan jalan yang ada di Kota Palembang, khususnya panjang jaringan jalan pada setiap kecamatan yang ada di kota Palembang. Hal ini dilakukan untuk mendukung pemerintah kota dalam pengambilan keputusan terhadap pembangunan infrastruktur jalan di kota Palembang. Pengambilan keputusan dalam menentukan pembangunan infrastruktur jalan dapat dilakukan dengan membandingkan indeks aksesibilitas wilayah pada setiap kecamatan yang ada. Nilai indeks aksesibilitas dihitung dengan membandingkan panjang jalan terhadap luas wilayah, semakin tinggi indeks aksesibilitas maka panjang ruas jalan semakin tinggi dan demikian pula sebaliknya. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknologi remote sensing dengan memanfaatkan citra Landsat 8 yang diunduh dari USGS Landsat 8 Product. http://landsat.usgs.gov. Selanjutnuya dilakukan pengolahan terhadap citra sehingga dapat digunakan dalam menginterpretasi keberadaan jaringan jalan yang ada di kota Palembang dan membaginya per kecamatan. Dengan menggunakan teknologi remote sensing  ini pendataan sebaran jaringan jalan dapat lebih efektif dan efisien. Hasil analisa menunjukan bahwa indeks aksesibilitas jalan tertinggi adalah pada Kecamatan Ilir Barat I yaitu sebesar 14,11, sedangkan terendah pada Kecamatan Gandus, yaitu sebesar 1,88. Dari rata-rata nilai indeks aksesibilitas jalan yang diperoleh maka keberadaan jaringan jalan di kota Palembang masuk dalam katagori tinggi yaitu sebesar 5,73.