Articles

Found 10 Documents
Search

PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI PENYEDIA PROTEIN HEWANI MELALUI BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL DI DESA CIPACING, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Zidni, Irfan; Andriani, Yuli; Hasan, Zahidah; BSN, Setiawan
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.214 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.20010

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan kegiatan perikanan bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga sebagai upaya penyediaan protein hewani melalui budidaya ikan pada kolam terpal. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan sejak September hingga November 2018 bertempat di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan instalasi kolam terpal, dan pedampingan. Jenis ikan air tawar yang dibudidayakan pada kolam terpal yaitu benih ikan lele ukuran 5-7 cm sebanyak 100 ekor/kolam terpal dengan jumlah total kolam terpal di Desa Cipacing sebanyak 15 buaH. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Cipacing memiliki potensi lahan pekarangan yang luas yang dapat dioptimalisasikan untuk kegiatan perikanan serta memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah para pengurus karang taruna dan pengurus RW di Desa Cipacing. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai teknik budidaya ikan lele dan pemasangan kolam terpal. Selanjutnya dilakukan pendampingan proses pemeliharaan ikan termasuk kegiatan pemberikan pakan, serta pengelolaan kualitas air secara baik dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Cipacing dapat memproduksi ikan lele skala berkelanjutan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk skala rumah tangga.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI CEKDAM KAMPUS UNIVERSITAS PADJADJARAN Pradana, Muhammad Surya Fajar; Hasan, Zahidah; Nurruhwati, Isni; Herawati, Heti
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 23 November 2018 hingga 5 Februari 2019, pengambilan sampel plankton dan pengukuran parameter fisik kimiawi dilakukan secara insitu di Cekdam Unpad serta identifikasi plankton dilakukan secara exsitu di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Unpad. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Sampling plankton dilakukan secara purposive sampling dengan 6 kali ulangan pada 4 stasiun yang telah ditentukan berdasarkan kondisi perairan yaitu stasiun 1 berada pada bagian inlet, stasiun 2 dan 4 berada pada bagian kanan dan kiri mewakili bagian tengah, serta stasiun 3 berada pada bagian outlet. Hasil penelitian ditemukan 23 genus plankton yang terbagi dalam 20 genus fitoplankton yang tergolong dalam 7 kelas dan 3 genus zooplankton yang tergolong dalam 2 kelas. Kelimpahan rata-rata terbesar fitoplankton yaitu Peridinium dari kelas Dinophyceae sebesar 223 ind/L, sedangkan zooplankton adalah Nauplius dari kelas Crustaceae sebesar 13 ind/L. Secara keseluruhan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad didominasi oleh 3 genus dari kelompok fitoplankton yaitu Peridinium, Chlorella, dan Navicula. Nilai rata-rata indeks dominansi Simpson fitoplankton berkisar antara 0,28 ? 0,35, sedangkan untuk zooplankton berkisar antara 0,76 ? 0,81. Nilai indeks keanekaragaman Simpson untuk fitoplankton berkisar antara 0,65 ? 0,72, sedangkan unntuk zooplankton berkisar antara 0,10 ? 0,24.Penelitian ini dilaksanakan pada 23 November 2018 hingga 5 Februari 2019, pengambilan sampel plankton dan pengukuran parameter fisik kimiawi dilakukan secara insitu di Cekdam Unpad serta identifikasi plankton dilakukan secara exsitu di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Unpad. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Sampling plankton dilakukan secara purposive sampling dengan 6 kali ulangan pada 4 stasiun yang telah ditentukan berdasarkan kondisi perairan yaitu stasiun 1 berada pada bagian inlet, stasiun 2 dan 4 berada pada bagian kanan dan kiri mewakili bagian tengah, serta stasiun 3 berada pada bagian outlet. Hasil penelitian ditemukan 23 genus plankton yang terbagi dalam 20 genus fitoplankton yang tergolong dalam 7 kelas dan 3 genus zooplankton yang tergolong dalam 2 kelas. Kelimpahan rata-rata terbesar fitoplankton yaitu Peridinium dari kelas Dinophyceae sebesar 223 ind/L, sedangkan zooplankton adalah Nauplius dari kelas Crustaceae sebesar 13 ind/L. Secara keseluruhan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad didominasi oleh 3 genus dari kelompok fitoplankton yaitu Peridinium, Chlorella, dan Navicula. Nilai rata-rata indeks dominansi Simpson fitoplankton berkisar antara 0,28 ? 0,35, sedangkan untuk zooplankton berkisar antara 0,76 ? 0,81. Nilai indeks keanekaragaman Simpson untuk fitoplankton berkisar antara 0,65 ? 0,72, sedangkan unntuk zooplankton berkisar antara 0,10 ? 0,24.
FITOREMEDIASI LIMBAH BUDIDAYA IKAN KOI (CYPRINUS CARPIO) DENGAN BEBERAPA TANAMAN SAYURAN DALAM SISTEM RESIRKULASI AKUAPONIK Budi Utami, Try Setiani; Hasan, Zahidah; Syamsuddin, Mega Laksmini; Hamdani, Herman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya ikan koi (Cyprinus carpio) secara intensif menghasilkan limbah yang dapat menurunkan kualitas air. Untuk memperbaiki kualitas air tersebut, salah satunya dengan cara fitoremediasi menggunakan tanaman sayur seperti kangkung (Ipomoea aquatica) selada (Brasssica rapa chinensis, selada dan pakcoy (Brassica rapa chinensis). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pengaruh penerapan kangkung, selada dan pakcoy sebagai agen fitoremediator terhadap limbah budidaya ikan koi (Cyprinus carpio) dalam sistem resirkulasi akuaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2018 di Green house Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor sedangkan uji kualitas air dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan dengan 3 perlakuan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kualitas air, produktivitas tanaman, kelulushidupan ikan (SR). Data hasil penelitian dianalisis secara ANOVA dan dideskripsikan dengan membandingkan pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman pakcoy efektif dalam mereduksi amonia dengan rata-rata penurunan terbesar 32,0347% serta tanaman selada mereduksi nitrat rata-rata sebesar 12,7369% dan fosfat justru mengalami rata-rata kenaikan konsentrasi sebesar 122,5603% pada tanaman pakcoy. Selain itu, integrasi tanaman sayur dalam system akuapionik ini mampu memberikan kondisi lingkungan yang layak untuk budidaya benih ikan koi sehingga menghasilkan nilai survival rate tertinggi yaitu sebesar 100%.
Kelimpahan Plankton di Waduk Cirata Provinsi Jawa Barat Nurruhwati, Isni; Hasan, Zahidah; Sahidin, Asep
Jurnal Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.83 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan plankton di Waduk Cirata. Penelitian dilakukanselama 11 bulan dari Bulan Maret 2015 sampai dengan Bulan Februari 2016. Pengambilan sampel dilakukandi tiga stasiun yaitu inlet, tengah dan outlet Waduk Cirata. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan StasiunI rata-rata 16,646x103 ind/l dan Stasiun II kelimpahan rata-rata 13,384x103 ind/l dan Stasiun III 11,742x103ind/l. Pada Stasiun 1 ditemukan dengan jumlah taxa tertinggi berkisar antara 16-20 taxa. Sedangkan jumlahtaxa paling rendah ditemukan pada stasiun III dengan kisaran jumlah 14-18 taxa. Kelimpahan totalfitoplankton berkisar 11,052x103-15,692x103 ind/l, sedangkan kelimpahan total zooplankton berkisar 684–962 ind/l. Berdasarkan hasil pengukuran kelimpahan plankton di Waduk Cirata tersebut masih dalamkelimpahan sedang.Kata kunci: Kelimpahan, Plankton, Waduk Cirata
EFEKTIVITAS BERBAGAI MEDIA TANAM UNTUK MENGURANGI KARBON ORGANIK TOTAL PADA SISTEM AKUAPONIK DENGAN TANAMAN SELADA Firdaus, Muhamad Rakhman; Hasan, Zahidah; Gumilar, Iwang; Subhan, Ujang
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuaponik adalah konsep pengembangan bio-integrated farming system, yaitu suatu rangkaian teknologi yang memadukan antara teknik budidaya perikanan dan teknik pertanian hidroponik. Air dari proses budidaya ikan yang masuk ke dalam wadah pemeliharaan tanaman akan digunakan kembali sebagai sumber air pada proses budidaya ikan. Air tersebut mengandung banyak bahan organik sehingga perlu diperhatikan dalam pengelolaan kualitas air budidaya. Karbon merupakan penyusun utama bahan organik. Bahan organik tersebut dapat diukur menggunakan pendekatan uji karbon organik total. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse, Komplek Kolam Percobaan Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor selama empat minggu. Percobaan dilakukan untuk menetapkan efisiensi media tanam terbaik dalam menurunkan konsentrasi karbon organik total di media air budidaya dan membuat pertumbuhan tanaman selada lebih baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan dan empat kelompok. Media tanam yang diuji adalah batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 3:1, batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 1:3, seluruhnya batu apung, serta seluruhnya arang sekam. Pengamatan dilakukan pada minggu ke-0, 1, 2, 3 dan 4 selama empat minggu. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi karbon organik total, amonia total, oksigen terlarut, pH, suhu, tinggi tanaman dan bobotnya, serta panjang ikan dan bobotnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa media tanam seluruhnya arang sekam memberikan hasil penurunan karbon organik total yang lebih baik dibandingkan seluruhnya batu apung hingga minggu kedua penelitian dan media tanam ini perlu diganti setiap dua atau tiga minggu sekali sejak penyemaian untuk mendapatkan produktivitas tanaman yang tinggi. Media tanam seluruhnya arang sekam memberikan pertambahan tinggi dan bobot selada terbaik yaitu masing-masing sebesar 18,6 cm dan 115,2 gram.  
PEMANFAATAN TEKNOLOGI AERASI BERBASIS ENERGI SURYA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS AIR DAN MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA DI KJA WADUK CIRATA Hasan, Zahidah; -, Masjamir; -, Iskandar
Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memecahkan salah satu masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA), yaitu rendahnya konsentrasi oksigen terlarut, yang secara langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan yang dibudidayakan termasuk ikan nila yang saat ini semakin banyak dibudidayakan di Waduk Cirata.  Rendahnya oksigen terlarut akan menyebabkan rendahnya laju pertumbuhan yang tentunya akan menurunkan produktivitas KJA. Dalam penelitian ini diujicobakan pemberian aerasi dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi.  Aplikasi teknologi aerasi dilakukan mengingat beberapa hasil penelitian menunjukkan konsentrasi oksigen pada petak-petak KJA terutama pada malam hari relatif rendah (di bawah konsentrasi optimal).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solar cell dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk menggerakan aerator sebagai pemasok oksigen pada lokasi-lokasi KJA dalam meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan pertumbuhan ikan nila yang dibudidayakan. Teknologi aerasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari bisnis budidaya ikan dalam KJA dan mendukung ketahanan pangan berbasis protein ikan di Jawa Barat.  Konsentrasi oksigen terlarut pada KJA yang diaerasi berkisar antara 5,3-7,3 mg/L sedangkan di KJA yang tidak diaerasi berkisar antara 5,2-6,1 mg/L.  Pertumbuhan ikan nila pada KJA yang diberi aerasi tumbuh 495 %, sedangkan yang tidak diberi aerasi sebesar 130 %.   Kata kunci: KJA, aerasi, tenaga surya, ikan nila, Waduk Cirata  
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SITU CISANTI KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Hasan, Zahidah; Syawalludin, Iqbal Nur; Lili, Walim
Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang struktur komunitas plankton di Danau Cisanti Kabupaten Bandung, Jawa Barat Indonesia telah dilakukan pada bulan Mei 2009 sampai Juni 2009 selama musim hujan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampling plankton dilakukan pada lima stasiun dengan enam kali ulangan setiap tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton terdiri dari 46 genus dan zooplankton 10 genus. Bacillariophyceae memberikan kontribusi tertinggi pada kepadatan fitoplankton dan Diatoma merupakan genus yang utama. Kepadatan zooplankton Sementara tertinggi diberikan oleh Crustaceae dengan Cyclops sebagai genus yang utama. Indeks Simpson berkisar 0,305-0,616, untuk fitoplankton dan 0,468-0,746 untuk zooplankton. Sementara indeks keanekaragaman berkisar 0,384-0,695 untuk fitoplankton dan 0,254-0,532 untuk zooplankton. Berdasarkan struktur komunitas dan nutrisi plankton (NO3-dan PO4-3) konsentrasi di waduk Cisanti dikategorikan sebagai mesotrophic cenderung eutrophic.
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN LAYUR (Trichiurus sp) DI PERAIRAN PANGANDARAN, JAWA BARAT Firmansyah, Teguh; Hasan, Zahidah; Afrianto, Eddy; Apriliani, Izza M
Jurnal Airaha Vol 7 No 01: Juni 2018
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fishing activity by catching gill nets by Pangandaran fishermen is using traditional methods inherited by ancestors especially in determining fishing ground such as seeing the color of water surface, small ripple, fish jump, the presence of foam, and see the existence of birds. Such activities make fishing activities less than optimal because the level of uncertainty is high and will impact on high operational costs such as the use of fuel wasted and trip time becomes longer. Knowledge of fishing zones is essential for fishing activities because by knowing potential fishing areas will result optimal catch and reduced effort. Information about potential fishing areas can be obtained through analysis of the distribution of a-chlorophyll in water. The research was doing from October to November 2017. The research used survey method with 7 experimental fishing activities in Pangandaran Waters. From the results of this activity can known that category distribution of fishing ground catchment area in Pangandaran spread from medium to potential category.
Growth of different strains of three fishes and water spinach ( Ipomoea reptans Poir) based aquaponic Hasan, Zahidah; Andriani, Y.; Dhahiyat, Y.; Sahidin, A.; Rubiansyah, M. R.
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17, No 2 (2017): June 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.747 KB) | DOI: 10.32491/jii.v17i2.357

Abstract

This study aims to determine the growth of fish (Nile tilapia, North African catfish, and goldfish) which cultured along with water spinach in aquaponics system. The study was conducted at the Laboratory of Aquaculture, Ciparanje, Facul-ty of Fisheries and Marine Sciences, Padjadjaran University from February to April 2016. The experiment was designed using a completely randomized design with 5 treatments and 3 replicates. Treatment A: positive control, water spinach grown on soil and compost fertilizer, Treatment B: negative control, water spinach grown on soil without compost fertilizer, treatment C: aquaponics Nile tilapia and water spinach, Treatment D: aquaponics North African catfish and water spinach, and treatment E: aquaponics goldfish and water spinach. The measured parameters in this study were fish growth and water spinach growth include stem height, number of leaves, biomass as well as water quality included nitrates, ammonia and phosphates. The results showed that the highest fish growth, obtained in combination of catfish and water spinach with growth of 7.8±1.18 grams and the highest water spinach growth obtain in koi cultured with water spinach with average biomass 30.40±5.59 grams. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pertumbuhan tiga jenis ikan (lele, nila, dan koi) yang dipelihara bersama de-ngan kangkung darat dalam sistem akuaponik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Budi daya Perikanan, Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dari bulan Februari hingga April 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perla-kuan dan diulang empat kali. Perlakuan A: kontrol positif, tanaman kangkung darat ditanam menggunakan tanah dan pupuk kompos; perlakuan B: kontrol negatif, tanaman kangkung darat ditanam menggunakan tanah tanpa menggunakan pupuk kompos; perlakuan C: akuaponik dengan ikan nila dan tanaman kangkung darat; perlakuan D: akuaponik dengan ikan lele dan tanaman kangkung darat, dan perlakuan E: ikan koi dan tanaman kangkung darat. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah pertumbuhan bobot ikan, dan pertumbuhan kangkung yang meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan biomassa panen serta kualitas air yang mencakup nitrat, ammonia, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot ikan tertinggi diperoleh pada kombinasi lele dan kangkung darat dengan pertumbuhan sebe-sar 7,8±1,18 g dan pertumbuhan tanaman kangkung tertinggi diperoleh pada pemeliharaan bersama koi yang mengha-silkan biomassa sebesar 30,40±5,59 g.
APPLICATION OF CHITOSAN AS ANTIBACTERIAL FOR PANGASIUS FILLET AT LOW TEMPERATURE STORAGE Damayanti, Windi; Rochima, Emma; Hasan, Zahidah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 19 No. 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.337 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v19i3.15104

Abstract

AbstractThis research were to obtain the optimal concentration of chitosan as an antibacterial material wich had the longest of storage period of pangasius fillet at low temperature storage (5-10oC). The method used is an experimental method with a completely randomized design, four treatments and three replications. Pangasius fillet was soaked with chitosan 0%, 1%, 2% and 3% for 3 minutes, then packed with styrofoam and plastic wrap and stored at low teperature. The observation were made on day 1st, 3rd, 5th, 6th ,7th, 9th,10th, 11th and 12th. The parameters observed total bacterial colonies, the degree of acidity (pH), weight loss, and antibacterial activity of chitosan using disc diffusion methods. The conclusion of research was that the 2% chitosan is optimal concentration for pangasius fillet storage at a low temperature until day 11th, with a total 6.7 X105 cfu/g of bacterial colonies, pH 6.67 and total 6,78 % of weight loss.Chitosan also has a higher antibacterial capability against Escherichia coli (Gram negative bacteria) than Staphylococcus aureus and Bacillus subtilis (Gram positive bacteria).