Hasri Hasri
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam , Universitas Negeri Makassar - Makassar, Indonesia.

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

STUDY OF THE EFFECT OF ETHANOL ADDITION AND SOLUTION HEATING ON THE DETERMINATION OF AMMONIA IN WATER BY INDOPHENOL BLUE METHOD Hasri, Hasri; Mudasir, Mudasir
Indonesian Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.21920

Abstract

The effect of ethanol addition and solution heating on the analytical performance of the determination of ammonia in water by indophenol blue method was studied. The addition of ethanol and solution heating was intended to overcome the problem of reproducibility and sensitivity ussually found in the determination of ammonia by indophenol blue method which is carried out in 100 % aqueous media. The determination of ammonia was done indirectly by reacting ammonia in the sample with hypochloride and phenol using nitroprussida as catalyst to yield blue color-intense chromophore of indophenol. The chromophore was then detected by UV-Visible spectrophotometer. The proposed method was applied for the determination of ammonia in various samples of river water located in Yogyakarta and Makassar.             Results of the study showed that ethanol addition into analytical solution and solution heating enhanced the formation of indophenol blue. The optimal heating was achieved after 90 minutes of mixing. In ethanol/water medium (50/50, v/v), indophenol blue exhibited maximum absorbance at 648 nm. The analytical performance of ammonia determination by indophenol blue method in this medium is as followed: detection limit = 0.03 ppm, relative standard deviation (RSD) = 2.50 % and the calibration curve was linear in the concentration range of 0.0 - 0.4 ppm with correlation coefficient (r) = 0.9968. Results of ammonia determination in various samples of river water showed that the highest concentration of ammonia (2.421 ppm) was found in Tallo river, Makassar, while the lowest (0.359 ppm) was shown by the river near SGM factory, Yogyakarta.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJARMATEMATIKA SISWA KELAS VIIA SMPN 1 KALAENA KECAMATAN KALAENA KABUPATEN LUWU TIMUR Susilowati, Susilowati; Aswad A, Muhammad Hajarul; Hasri, Hasri
Al-Tadib Vol. 11 No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v11i1.911

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang valid dan efektif untuk meningkatkan kreativitas belajar matematika siswa kelas VIIA SMPN 1 Kalaena Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Model pengembangan yang digunakan adalah mengadopsi model 4D Thiagarajan Sammel yang terdiri dari 4 tahap yakni Define, Design, Develop, dan Disseminate. Karena keterbatasan waktu penelitian, maka tahapan yang dilakukan hanya sampai pada tahap Develop. Pengumpulan data dilakukan kepada 33 orang siswa di kelas VIIA SMPN 1 Kalaena dengan mengujicobakan LKS. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa LKS, lembar observasi aktivitas siswa, dan penyebaran angket terkait respon siswa. Berdasarkan hasil analisis valdiitas diperoleh bahwa LKS dinyatakan valid. Berdasarkan lembar observasi aktivitas siswa, LKS juga dinyatakan efektif untuk diterapkan. Hasil angket mengenai respon siswa menyebutkan bahwa 81,39% siswa setuju dengan penerapan LKS dalam pembelajaran di kelas. Kreativitas siswa juga mengalami peningkatan dari 6,7% - 15,15% menjadi 15,15% - 45,46%. Penelitian ini menemukan bahwa LKS yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid dan efektif dan dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas belajar matematika siswa kelas VIIA SMPN 1 Kalaena Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Kata Kunci: Kreativitas Belajar Matematika; Pengembangan LKS.
BIODEGRADASI ZAT WARNA ACID ORANGE 7 MENGGUNAKAN ENZIM JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) Amiruddin, Achmad; Hasri, Hasri; Sudding, Sudding
Jurnal Kimia Riset Vol 3, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.105 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v3i1.8901

Abstract

Synthetic dyes is most be usedin the textile industry because it is stable, easy to obtain, and cheap,the waste, however,is difficult to degrade, so it can cause contaminants in the waters and disrupt the aesthetics of water bodies. One of the alternative and environmentally-friendly methods that can be used to degrade dyestuff waste prior to discharge into the waters is by utilizing microorganisms as degrading agents. Therefore, this study aims to determine the ability of P.ostreatus fungus enzymes in degrading acid orange dyes 7 based on the variation of degradation time. The results showed that P.ostreatus fungus enzyme was able to degrade the orange acid 7 until 59.36%  Keywords: degradation, acid orange 7, white oyster mushroom (P.ostreatus)
ADSORPSI PEWARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN ADSORBEN KITOSAN SULFAT BEAD DARI LIMBAH KULIT UDANG Hasri, Hasri; Enre, Alimin; Sulfikar, Sulfikar
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.683 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2128

Abstract

Pembuatan dan pemanfaatan kitosan sulfat beadasal limbah udang sebagai adsorben zat warna methyl orange  dan diuji kemampuanadsorpsinya terhadap zat warna methyl orange. Karakterisasi kitosan dan kitosan sulfat beads menggunakanFourier Transform Infra-Red Spectrophotometer (FTIR), dengan derajad deasetilase 89%.Optimasi adsorpsi  kitosansulfat beads terhadap methyl orange digunakan beberapa parameter: panjang gelombang , variasi pH, variasi waktu interaksi dan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan sulfat beads optimum mengadsorpsi methyl orange pada pH 4 , waktu interaksi60 menit, kapasitas adsorpsi sebesar 18 mol/g dengan panjang gelombang maksimum pada 554,2 nm. Mengikuti persamaan isoterm Langmuir dengan R2 = 0,995. Kemampuan kitosan sulfat beads  mengadsorpsi zat warna methyl orange karena memiliki gugus fungsi utama amin-sulfat dan hidroksil.
Studi Kritis Pemikiran Pemikir Islam Kontemporer Hasri, Hasri
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol 1, No 1 (2016): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/joiem.v1i1.427

Abstract

Perkembangan pemikiran Islam kontemporer yang luar biasa saat ini, sesungguhnya, dapat diklasifikasikan dalam 5 model kecenderungan. Pertama, fundamentalis yaitu model pemikiran yang sepenuhnya percaya pada doktrin Islam sebagai satu-satunya alternatif bagi kebangkitan Islam dan manusia. Kedua, tradisionalis (salaf) yaitu model pemikiran yang berusaha berpegang pada tradisi-tradisi yang telah mapan. Bagi mereka, segala persoalan umat telah diselesaikan secara tuntas oleh para ulama terdahulu. Ketiga, reformis yaitu model pemikiran yang berusaha merekonstruksi ulang warisan budaya Islam dengan cara memberi tafsiran baru. Menurut mereka, Islam telah mempunyai tradisi yang bagus dan mapan. Keempat, postradisionalis yaitu model pemikiran yang berusaha mendekonstruksi warisa Islam berdasarkan standar modern. Kelima, moderinis yaitu model pemikiran yang hanya mengakui sifat rasional-ilmiah dan menolak kecenderungan mistik. Menurutnya, tradisi masa lalu sudah tidak relevan, sehingga harus ditinggalkan. Karakter utama gerakannya adalah keharusan berpikir kritis dalam soal keagamaan dan kemasyarakatan. Mereka ini biasanya banyak dipengaruhi cara pandang marxisme. Meski demikian, mereka bukan sekuler.
BLENDING KITIN - ASPERGILLUS NIGER UNTUK ADSORPSI ION LOGAM CU(II) Hasri, Hasri; Oktariani, Rizky
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v16i1.4549

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan blending biomassa Aspergillus niger-kitin, untuk mempelajari kemampuan adsorpsi terhadap ion logam Cu(II). Studi diawali dengan pembuatan kitin dan produksi biomassa Aspergillus niger. Selanjutnya dilakukan blending. Karakterisasi adsorben hasil blending menggunakan FTIR, analisis sebelum dan setelah adsorpsi menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben blending biomassa Aspergillus niger - kitin optimum, pH 4, waktu interaksi 60 menit, konsentrasi awal 200 mgL-1. Laju adsorpsi 1,528 menit-1. Kapasitas adsorpsi 6,73x10-4 molg-1. Energi adsorpsi sebesar 18,321 kJmol-1. Disimpulkan bahwa interaksi ion logam Cu(II) dengan adsorben adalah fisiosorpsi.Kata kunci: Biomassa Aspergillus niger, Kitin, Adsorpsi, Ion Logam Cu(II)ABSTRAKBlending has been done Aspergillus niger biomass-chitin, to study the adsorption ability of the metal ions Cu (II). The study begins with the manufacture of chitin and biomass production of Aspergillus niger. Furthermore, the blending. Blending adsorbent characterization using FTIR results, analysis before and after adsorption using SSA. The results showed that the adsorbent blending Aspergillus niger biomass - the optimum chitin, pH 4, the interaction time of 60 minutes, the initial concentration of 200 mgl-1. Adsorption rate of 1,528 min-1. 6,73x10-4 adsorption capacity molg-1. Adsorption energy of 18.321 kJmol-1. It was concluded that the interaction of metal ions Cu (II) with an adsorbent is fisiosorpsi.Keywords: Aspergillus niger biomass, Chitin, Adsorption, Cu (II) Metal Ion
PENENTUAN PH OPTIMUM GEL METASILIKAT SEKAM PADI SEBAGAI MEDIA TUMBUH KRISTAL TUNGGAL KALSIUM TARTRAT TETRAHIDRAT (CAC4H4O6.4H2O) FR, Yunanda; Putri, Suriati Eka; Hasri, Hasri; Ramdani, Ramdani
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v20i2.13640

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum sintesis gel metasilikat sekam padi sebagai media tumbuh kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT). Tahapan penelitian ini meliputi preparasi sampel, pembentukan gel metasilikat, sintesis kristal CaTT dan karakterisasi gel metasilikat. Abu sekam padi yang digunakan mengandung SiO2 sebesar 98,45% berpotensi untuk membentuk filtrat natrium silikat (Na2SiO3). Filtrat natrium silikat direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) menghasilkan gel metasilikat pada pH 5,00; 5,25; 5,50; 5,75 dan 6,00. Supernatan kalsium klorida (CaCl¬2) berdifusi ke dalam gel membentuk kristal CaTT berwarna putih jernih sebanyak 0,2649 g pada pH optimum 5,25. Analisis gugus fungsi gel metasilikat menggunakan spektroskopi FTIR memberikan serapan yang khas untuk gugus fungsi ?OH pada 3400,05 cm-1 dan 920,05 cm-1, gugus fungsi C=O pada 1622,13 cm-1 dan C-O pada 1346,31 cm-1, serta gugus Si-O-Si pada 1064,71 cm-1. Karakterisasi gel metasilikat menggunakan XRD mengindikasikan bahwa struktur gel metasilikat hasil sintesis tersusun atas garam Na2C4H4O6.2H2O, senyawa SiO2 dan C-grafit. Berdasarkan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan karakterisasi menggunakan XRD, dapat disimpulkan bahwa sekam padi berpotensi untuk dijadikan gel metasilikat sebagai media tumbuh kristal tunggal CaTT. Kata kunci: Sekam padi, Natrium Silikat, Gel metasilikat, Kalsium tartrat tetrahidrat ABSTRACT The aims of this study was to determine the optimum pH of metasilicate gel rice husk as medium to grow single crystal of calcium tartrate tetrahydrate (CaC4H4O6.4H2O). This research was carried out inseveral stage namely sample preparation, metasilicate gel synthesis, crystal CaTT synthesis, and metasilicate gel characterization. Rice husk ash that used content SiO2 of 98.45 %, it was potential to be a sodium silicate filtrate. Filtrate of sodium silicate was reacted with tartrat acid (C4H6O6) and produce metasilicate gel with pH 5,00; 5,25; 5,50; 5,75 and 6,00. The supernatant of calcium chloride (CaCl¬2) diffuse into the gel and formed the clear white crystal CaTT as much as 0,2649 g at the optimum pH 5,25. Analysis of functional groups of metasilicate gel by FTIR provides the specific absorption of ?OH group at 3400.05 cm-1 and 920.05 cm-1, C=O group at 1622.13 cm-1 and C-O group at 1346.31 cm-1, and the Si-O-Si group at 1064.71 cm-1. Characterization of gel metasilicate by XRD indicated that metasilicate gel produced formed on Na2C4H4O6.2H2O, compound of SiO2 and C-Grafit. Based on the analysis of functional groups by FTIR and characterization by XRD, it was concluded that the rice husk was potentially to be a sources of metasilicate gel as medium to grow single crystal of CaTT. Keywords: Rice Husk, Sodium Silicate, Gel metasilicate, Calcium tartrate tetrahydrate
KANDUNGAN LIKOPEN BUAH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM L.) TERHADAP WAKTU DAN SUHU PEMANASAN Hasri, Hasri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v16i2.4555

Abstract

ABSTRAKEkstraksi buah tomat menggunakan campuran etanol, heksana dan aseton. Untuk  mengetahui kandungan likopen sebagai produk intermediet yang memiliki banyak manfaat untuk dijadikan bahan baku industri.  Variabel temperatur (80, 100, 120, 140, 160oC) dan waktu pemanasan (5, 10, 15) menit. Penentuan kadar likopen menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstraksi likopen adalah suhu 100?C dan 5 menit. Likopen  terekstrak sebesar 0,0001531g/100mL.Kata Kunci: Likopen, Buah Tomat, Ekstraksi, Spektrofotometri UV-VIS ABSTRACTExtraction of tomato fruit using the mixture of ethanol, hexana and aceton. The purpose of this study was to obtain lycopene as an intermediate product that has many benefits to be used as industrial raw materials. The variable of temperature (80, 100, 120, 140, 160)oC, and heated of time (5,10,15) minutes. The concentration of lycopene using the UV-VIS spectrophotometric. The results of this study indicate that the optimum condition of lycopene extraction using temperature of 100oC and 5 minutes. lycopene is extracted by 0,0001531g/100mL.Key Word: Lycopene, Tomatos, Extraction, UV-VIS spectrophotometric
SINTESIS NANOPARTIKEL KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT MENGGUNAKAN METODE GELASI IONIK Risnawati, Risnawati; M, Mohammad Wijaya; Hasri, Hasri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v19i2.12773

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel kitosan menggunakan metode gelasi ionik. Tahapan sintesis meliputi: pembuatan larutan kitosan 0,2% menggunakan asam sitrat 5%, sintesis Nanopartikel Kitosan dengan Na-TPP sebagai pengikat silang, dilanjutkan dengan uji kestabilan nanopartikel menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil sintesis nanopatikel dikarakterisasi menggunakan FT-IR, PSA dan uji kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi nanopartikel kitosan-TPP tetap stabil selama penyimpanan 1 hari dan setelah freeze drying diperoleh serbuk berwarna putih dengan kadar air sebesar 7,25%. Hasil Karakterisasi FT-IR mengindikasikan bahwa sintesis nanopatikel telah terbentuk, hal ini dapat dilihat terjadinya pergeseran puncak serapan gugus fungsi sebelum dan setelah terbentuk nanopartikel kitosan. Hasil analisis PSA diperoleh ukuran partikel sebesar 7270,9 nm. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa sintesis nanopartikel kitosan dapat dilakukan dengan metode gelasi ionik dengan kestabilan selama satu hari. Kata kunci: Gelasi ionik, Kitosan-TPP, Nanopartikel ABSTRACT This experiment aimed to synthesize of chitosan nanoparticles using ionic gelation method. Synthesis stages include: preparation of 0.2% chitosan solution using 5% citric acid, synthesis chitosan nanoparticles with Na-TPP as crosslinker, followed by a test of the stability of the nanoparticles using UV-Vis spectrophotometer. The results of synthesis nanopaticles were characterized using FT-IR, PSA and test water content. The results showed that the nanoparticles of chitosan-TPP suspension remained stable for 1 day storage time and after freeze drying obtained in the form white powder with a water content of 7.25%. Characterization of FT-IR results indicate that the synthesis nanopaticles been formed, it can be seen a shift of the absorption peak of functional groups before and after the formation of chitosan nanoparticles. PSA analysis results obtained that particle size at 7270.9 nm. Based on this it was concluded that synthesis of chitosan nanoparticle can be performed with ionic gelation method with stability during one day. Keywords: Gelasi ionic, Chitosan-TPP, Nanoparticles
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TIPE TGT DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 3 WATANSOPPENG (STUDI PADA MATERI POKOK IKATAN KIMIA) Safar, Sutra; Hasri, Hasri; Sudding, Sudding
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v19i1.6640

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa Kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TGT. Populasinya adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng yang terdiri dari enam kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas X3 sebagai kelas eksperimen I yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas X6 sebagai kelas eksperimen II yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan jumlah siswa masing-masing 23 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah ?Posttest Only Design?. Variabel bebasnya adalah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan pembelajaran kooperatif tipe TGT dan variabel terikatnya yaitu hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas Jigsaw pada posttest yaitu 72,15 dengan standar deviasi 12,17 dan kelas TGT yaitu 65,34 dengan standar deviasi 11,14. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 2,0841. Pada taraf signifikan ? = 0,05 dengan dk = 44 diperoleh t(0,025,44) = 2,0154. Oleh karena, thitung tidak terletak diantara ?t(0,025,44) dan +t(0,025,44), maka H1 diterima dan H0 ditolak, bearti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TGT di kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng pada Materi Pokok Ikatan Kimia.Kata Kunci: Jigsaw, TGT, Hasil Belajar,Ikatan Kimia. ABSTRACTThis comparison research aimed to investigate the differences of learning outcomes of Class X student SMA Negeri 3 Watansoppeng taught by using of Jigsaw and TGT types of cooperative learning. The population are all class X of SMA Negeri 3 Watansoppeng which consists of 6 classes, while the sample are Class of X3 is a sample as experiment I class which was taught by Jigsaw Type and Class of X6 as experiment II class which was taught by TGT Type of Cooperative Learning Model, the student amount of 23 participants, respectivly. The study design was "Posttest Only Design". The analysis showed the average value of student learning outcomes Jigsaw class in posttest is 72,15 with 12,17 of deviation standard and TGT class, 65,34 with 65,34 of deviation standard. The results of hypothesis values obtained at tcount = 2,0841. ? = 0.05 significance level with df = 44 obtained table = 2,0154, therefore, tcount is not located between  -t(0,025,44)  and +t(0,025,44). It?is meant the H1 hypothesis is accepted and H0 is rejected. However, the conclusion there is difference outcomes learning taught by Jigsaw and TGT types of cooperative learning model of X class student of SMA Negeri 3 Watansoppeng on the subject matter of the chemical bond.Keywords: Jigsaw, TGT, Learning Outcomes, Chemical Bond.