Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan Indonesia

PENINGKATAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN OLEH MAHASISWA MELALUI PERAN PEMBIMBING KLINIK Suryani, Lilis; Handiyani, Hanny; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.46 KB) | DOI: 10.7454/jki.v18i2.412

Abstract

Pembimbing klinik sangat berperan dalam proses pembelajaran mahasiswa yang melaksanakan tindakan langsung kepada pasien di rumah sakit, namun peran pembimbing masih belum optimal dalam memberikan pembimbingan yang menjamin keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan peran pembimbing klinik dengan pelaksanaan keselamatan pasien oleh mahasiswa di rumah sakit. Responden penelitian sebanyak 196 mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Keperawatan yang terdiri dari program Ners, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan. Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang. Analisis regresi logistik menyampaikan ada hubungan bermakna antara peran pembimbing klinik dengan pelaksanaan keselamatan pasien yang dilaksanakan oleh mahasiswa setelah dikontrol dengan jenis pendidikan (p= 0,02; CI= 1,19?3,71). Rekomendasi antara lain peran pembimbing klinik perlu ditingkatkan dalam  pelaksanaan keselamatan pasien oleh mahasiswa. Abstract The Improvement of Student?s Behavior in Patient Safety towards Clinical Instructor?s Role. Clinical instructor has an important role in student?s learning process in implementing direct intervention toward patient within the hospital. The purpose of this study is to determine thecorrelation between the role of clinical instructor and patient safety implementation by the student in hospital. This is descriptive correlational method which is recruited 196 students in their final year in Stikes as respondents. These respondents were studying in bachelor nursing, diploma nursing and diploma in midwifery program. The study used cross sectional design. The result by regression logistic shows significant correlation between the role of clinical instructor and patient safety implementation by the student where education as a confounding factor were controlled (p= 0,02; CI= 1,19?3,71). It is recommended that increase for clinical instructor in patient safety and implementation of patient safety by students. Keywords: clinical instructor role,  patient safety, student
PENURUNAN RISIKO KAMBUH DAN LAMA RAWAT PADA KLIEN STROKE ISKEMIK MELALUI RENCANA PEMULANGAN TERSTRUKTUR Pemila, Uke; Sitorus, Ratna; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13, No 3 (2010): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.449 KB) | DOI: 10.7454/jki.v13i3.251

Abstract

AbstrakPenelitian tentang pengaruh rencana pemulangan terstruktur klien stroke iskemik dalam menurunkan faktor risiko kekambuhan, lama rawat, dan peningkatan status fungsional telah dilakukan di sebuah RS di Bukittinggi. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan sampel 43 orang (20 kelompok intervensi dan 23 kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan faktor risiko kekambuhan (p= 0,00; ?= 0,05 ), lama rawat (p= 0,02; ?= 0,05) antara kelompok intervensi dan kelompok control setelah diberikan rencana pemulangan, namun belum dapat mengubah status fungsional klien (penilaian Barthel Index). Rencana pemulangan terstruktur pada klien stroke iskemik dapat menurunkan faktor risiko kekambuhan dan lama rawat. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam penatalaksanaan stroke iskemik di rumah sakit maupun di rumah (home care). Penelitian lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh sistem dukungan klien dalam upaya mencegah kekambuhan, komplikasi, dan meminimalkan kecacatan pada klien stroke. AbstractA research to examine the effect of structured discharge planning for the ischemic stroke patients in decreasing the recurrence risk factors and length of stay, and improving functional status has been conducted in a hospital in Bukittinggi. This quasiexperimental research included 43 subjects (20 subjects as the intervention group and 23 subjects as the control group). The findings of the study demonstrated that there is difference in recurrence risk factors (p= 0.00, ?= 0,05 ) and length of stay (p= 0,02; ? =0,05) but no difference in functional status (measured by Barthel Index) between two groups. This finding showed that structured discharge planning has significant effect to reduce recurrence of risk factors and length of stay of the ischemic stroke patients. This study can be an evidence to be incorporated in the ischemic stroke nursing care in the hospital as well as home care. Further, it is recommended to examine the patien?s support system on reducing stroke recurrence, complication, and disability.
PERBANDINGAN PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN HEMIPARESE MELALUI LATIHAN ROM UNILATERAL DAN BILATERAL Cahyati, Yanti; Nurachmah, Elly; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.754 KB) | DOI: 10.7454/jki.v16i1.18

Abstract

Hemiparese pada klien stroke dapat menyebabkan klien mengalami berbagai kecacatan. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk latihan yang dinilai efektif untuk mencegah terjadinya kecacatan. Latihan ROM bisa dilakukan dengan pendekatan bilateral yang dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan unilateral training. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perbandingan latihan ROM unilateral dan bilateral terhadap kekuatan otot pasien hemiparese akibat stroke iskemik. Penelitian menggunakan desain Quasi Experiment pre dan post test design. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari kelompok intervensi I dan intervensi II. Evaluasi penelitian dilakukan pada hari pertama dan ketujuh. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan otot meningkat pada kedua kelompok intervensi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok intervensi (p= 0,018, ?= 0,05 ). Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan latihan ini secara terprogram dalam menangani pasien stroke dengan hemiparese perlu dilakukan.
PENURUNAN PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN SKIZOPRENIA DENGAN ASSERTIVENESS TRAINING Wahyuningsih, Dyah; Keliat, Budi Anna; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.061 KB) | DOI: 10.7454/jki.v14i1.57

Abstract

Perilaku kekerasan adalah perilaku mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Ini menjadi alasan utama klien dirawat dirumah sakit. Salah satu terapi klien dengan perilaku kekerasan yaitu Assertiveness Training. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengaruh Assertiveness Training terhadap perilaku kekerasan pada klien skizoprenia. Desain penelitian ini kuasi eksperimen prepost tes with control group. Sampel sebesar 72, diambil secara random sampling. Perilaku kekerasan meliputi respon perilaku,sosial dan fisik diukur melalui observasi, serta kognitif dengan kuesioner. Perbedaan perilaku kekerasan dianalisis dengan t test.Hasil penelitian menunjukkan perilaku kekerasan pada respon perilaku, kognitif, sosial dan fisik pada kelompok yang mendapatkanAssertiveness Training dan terapi generalis menurun secara bermakna (p= 0,00, ?= 0,05). Assertiveness Training terbuktimenurunkan perilaku kekerasan klien Skizoprenia. Penelitian tentang penerapan Assertiveness Training pada kasus selainperilaku kekerasan diperlukan untuk melengkapi informasi tentang manfaat terapi ini.
PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PERNAPASAN DAN FUNGSI PARU MELALUI SENAM ASMA PADA PASIEN ASMA Sahat, Camalia S.; Irawaty, Dewi; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.303 KB) | DOI: 10.7454/jki.v14i2.316

Abstract

AbstrakPasien asma mengalami bronchospasme dan bronchokontriksi yang dapat menyebabkan penurunan fungsi pernapasan. Penelitianbertujuan mengidentifikasi pengaruh senam asma terhadap peningkatan kekuatan otot pernapasan dan fungsi paru pasien asmadi perkumpulan senam asma. Desain penelitian yaitu kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol. Sampel berjumlah 50pasien, diambil dengan purposive sampling, dan terdiri atas kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkanhubungan antara senam asma terhadap peningkatan kekuatan otot pernapasan (p= 0,0005; ?= 0,05) dan fungsi paru (p= 0,0005;?= 0,05) pasien asma di perkumpulan senam asma, setelah dikontrol berat badan dan tinggi badan. Rekomendasi agar senamasma menjadi program intervensi keperawatan pada manajemen asma untuk meningkatkan kekuatan otot pernapasan dan fungsiparu pasien asma.Kata Kunci: Fungsi paru, kekuatan otot pernapasan, pasien asma, senam asmaAbstractPatients with asthma have bronchospasm and bronchoconstriction that can cause a decrease in respiratory function. Theresearch aims to identify the effect of exercise asthma to increased respiratory muscle strength and pulmonary function inasthma patients with asthma. The study design is a pretest-Post test Control Group design. Samples numbered 50 patients,taken with purposive sampling, and consists of intervention and control groups. The results of the study, there is a relationshipbetween exercise asthma to increased respiratory muscle strength (p= 0.0005; ?= 0.05) and pulmonary function (p= 0.0005;?= 0.05) in patients with asthma, after controlling weight and height. Recommendations for exercise asthma into nursingintervention program on asthma management to improve respiratory muscle strength and lung function of asthma patients.Keywords: Asthma gymnastic, breathe muscle power, lung function, patient with asthma
PENURUNAN RESPON NYERI AKUT PADA BAYI PREMATUR YANG DILAKUKAN PROSEDUR INVASIF MELALUI DEVELOPMENTAL CARE Herliana, Lia; Wanda, Dessie; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 3 (2011): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.138 KB) | DOI: 10.7454/jki.v14i3.310

Abstract

AbstrakNyeri merupakan stimulus yang dapat merusak perkembangan otak bayi prematur. Developmental care merupakan salahsatu strategi untuk mengurangi respon nyeri akibat prosedur invasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdevelopmental care terhadap respons nyeri akut pada bayi prematur yang dilakukan prosedur invasif. Penelitian menggunakanrancangan quasi experimental non equivalent control group, before and after design, dengan jumlah sampel 42bayi prematur terdiri dari 21 responden sebagai kelompok kontrol dan 21 sebagai kelompok intervensi yang dipilih denganteknik sampling accidental sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil ada perbedaan selisih skor respons nyeri akutantara kelompok yang diberikan developmental care dan kelompok kontrol (p= 0,000; ?= 0,05), developmental caremenurunkan skor nyeri sebesar 2,05 poin. Developmental care perlu diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan padabayi prematur. Penelitian lanjutan tentang pengaruh developmental care terhadap perkembangan bayi prematur pada dariaspek kognitif, bahasa, dan motorik perlu dilakukan.Kata kunci: bayi prematur, developmental care, respons nyeri akutAbstractPain is a stimulus that can damage the developing brains of premature babies. Developmental care is one strategyin reduce pain caused by invasive procedure. The objective of this research was to determine the effects of developmentalcare on acute pain response in premature babies who had been performed invasive procedure. This study used quasiexperimentresearch design non equivalen control group, before and after design, involving 42 sample consisted of 21premature babies in both control and intervention groups, technical sampling used accidental sampling. This studyfounded that there was a significant difference in change score of acute pain response between on intervention andcontrol groups (p= 0.000; ?= 0.05), developmental care decreased 2,05 point of pain scores). Developmental care wasrecommended to be applied in nursing care for premature babies. Further research on effect developmental care ondevelopment of premature babies influence cognitive, languanges, and motor skills aspects need to be designed .Keywords: premature babies , developmental care, acute pain response
PEMBERIAN DIET FORMULA 75 DAN 100 MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA GIZI BURUK RAWAT JALAN Sulistiyawati, Sulistiyawati; Rustina, Yeni; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.191 KB) | DOI: 10.7454/jki.v15i3.22

Abstract

AbstrakGizi buruk balita masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Tujuan penelitian menjelaskan pengaruh pemberian dietformula 75 dan 100 terhadap berat badan balita gizi buruk rawat jalan. Desain penelitian quasi experimental pre-post test withcontrol group dengan teknik total sampling, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompokkontrol. Analisis yang digunakan adalah uji chi squere, paired t-test, independent t-test, uji ancova. Uji statistik menunjukkanperbedaan bermakna berat badan balita gizi buruk rawat jalan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi dankontrol (p= 0,00; ?= 0,05). Peningkatan berat badan kelompok intervensi lebih besar daripada kelompok kontrol. Puskesmasdiharapkan menindaklanjuti hasil penelitian sehingga mencapai target berat badan balita gizi buruk rawat jalan sesuai standar.Kata kunci: gizi buruk, rawat jalan, diet formula 75 dan 100AbstractMalnutrition in children is still a serious problem in Indonesia. This study aimed to describe the influence of diet formulas 75and 100 to the body weight of under five years old malnutrition outpatient. Research design was quasi experimental pre-posttest with control group. Total sampling technique was used to involve 15 respondents as intervention group and 15 respondentsas control group. Data was analyzed using chi square, paired t-test, independent t-test, and ancova test. Thet results show thatthere were significant differences in the body weight before and after treatment in the intervention group and control group(p= 0.00; ?= 0.05). The improvement of body weight on intervention group is greater than the control group. Public healthcenters are expected to follow up the results of this study as to reach the target of body weight of children under five yearsmalnutrition outpatients according to the standard.Keywords : malnutrition, outpatient, formula diet 75 and 100
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN NAPZA PADA REMAJA DI BALAI PEMULIHAN SOSIAL BANDUNG Tambunan, Roselina; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12, No 2 (2008): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.069 KB) | DOI: 10.7454/jki.v12i2.202

Abstract

AbstrakPerilaku penggunaan NAPZA pada remaja meningkat tajam tiap tahunnya dan menimbulkan berbagai dampak kesehatan. Tujuan penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional ini adalah mengetahui hubungan faktor individu dan lingkungan dengan perilaku penggunaan NAPZA pada remaja di Balai Pemulihan Sosial Bandung. Data dikumpulkan dengan kuesioner dari 72 responden yang sedang mengikuti program rehabilitasi Therapeutic Community. Hasil penelitian menunjukkan faktor individu dengan sub variabel keingintahuan, keinginan diterima kelompok, mengikuti kecenderungan, mencari kenikmatan serta faktor lingkungan dengan sub variabel keluarga tidak harmonis dan kontrol sosial berhubungan dengan perilaku penggunaan NAPZA dengan nilai p < 0,25. Sub variabel determinan dengan perilaku NAPZA adalah keingintahuan, mencari kenikmatan, dan keluarga tidak harmonis nilai r = 0,548 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dan koefisien determinasi (r²) sebesar 0,301 menjelaskan variasi variabel perilaku penggunaan NAPZA pada remaja sebesar 30,1% sehingga dapat dikatakan ketiga variabel memiliki hasil yang cukup baik untuk menjelaskan variasi perilaku penggunaan NAPZA pada remaja. Sub variabel paling besar hubungannya dalam menentukan perilaku penggunaan NAPZA pada remaja adalah variabel keluarga tidak harmonis dengan nilai B 1,272. Keluarga dan remaja menjadi fokus intervensi dalam pencegahan perilaku penggunaan NAPZA pada remaja melalui pemberdayaan keluarga, promosi kesehatan, dan pencegahan masalah kesehatan. AbstractDrug abuse case in adolescent is significantly increased every year. This study was aimed to find the relationship between individual and environmental factor with the drug abuse in adolescent at a Social Rehabilitation Center in Bandung. This correlative-descriptive research was conducted on a cross sectional design involving 72 responders who were joining the Therapeutic Community program. The data was collected through a questionnaire. This study indicated that the individual factors with the sub variables curiosity, group acceptance, following trend, getting pleasure and the environmental factors including non-harmonic family and social control were related to the use behavior of NAPZA with the p value < 0,25. The determinant sub variable of drug abuse which were curiosity, getting pleasure, and non-harmonic family showed strong relationship with the r-value 0,548 (r2 = 0,301). Non-harmonic family had the highest B value (1,272) which also showed the closest relationship with the drug abuse behavior in adolescent. Family and adolescent are the focus of intervention to prevent the drug abuse behavior in adolescent by a preventive and health promotive actions.
PENURUNAN ANSIETAS MELALUI LOGOTERAPI KELOMPOK PADA PENDUDUK PASCA-GEMPA DI KABUPATEN KLATEN Sutejo, Sutejo; Keliat, Budi Anna; Hastono, Sutanto Priyo; Helena C.D, Novy
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.214 KB) | DOI: 10.7454/jki.v14i2.317

Abstract

AbstrakAnsietas merupakan salah satu gangguan mental emosional yang dapat disebabkan karena pengalaman traumatis sepertibencana alam di Kabupaten Klaten. Melalui logoterapi diharapkan dapat membangkitkan optimisme seseorang dalam menghadapimasa depan. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pengaruh logoterapi kelompok terhadap ansietas penduduk pascagempa.Penelitian dilakukan terhadap 42 responden kelompok intervensi dan 42 responden kelompok kontrol. Metode penelitian yaituquasi experimental pre-post test with control group dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan adalahuji chi squere, dependent, independent sample t-test, regresi linier ganda. Hasil uji statistik menunjukkan self evaluasi danobservasi terdapat perbedaan yang bermakna terhadap respon yang ditimbulkan dari ansietas (p= 0,00, ?= 0,05). Rekomendasipenelitian diutamakan kepada Puskesmas agar memfasilitasi penerapan logoterapi kelompok dalam mengatasi ansietas.Kata kunci: ansietas, bencana, dampak psikologis, logoterapi kelompokAbstractAnxiety is one of the emotional mental disorders can be caused by traumatic experiences such as natural disasters in Klatenregency. The therapy arrouses their optimism about the future with any obstacles. The research?s goal was to explain the effectof group logotherapy to minimize clients anxiety post disasters. They were 42 respondents as intervention group and theothers control group. The research?s method used quasi experimental pre-post test with control group and sampling wassimple random. Analyze by Chi-square, dependent and independent sample t-test, and double linear regression. The resultsshowed that based on self evaluation and observation there was significance anxiety responses caused by anxiety (p= 0.00,?= 0.05). This research recommended that the public health should facilitate the application of group logotherapy to reduceanxiety.Keywords: anxiety, disaster, group logotherapy, psychological impact