Rum Hastuti
Chemistry Departement of Science and Mathematic Diponegoro University Jl. Prof. Soedartho, SH., Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Tembalang Semarang

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH JENIS MINERAL LEMPUNG TERHADAP KUALITAS GENTENG KERAMIK Taslimah, Taslimah; Wibisono, Roy; Sriyanti, Sriyanti; Hastuti, Rum
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2691.475 KB) | DOI: 10.14710/jksa.5.2.11-14

Abstract

Telah dilakukan penelitian jenis mineral dan komposisi kimia bahan baku genteng Soka Kebumen dan Mateseh Kendal serta uji sifat fisik genteng dari bahan baku tersebut. Analisis dilakukan dengan metoda difraksi sinar-X dan spektrofotometer serapan atom, uji sifat fisik genteng meliputi susut kering, susut bakar, kuat tekan dan peresapan air. Disimpulkan bahwa lempung Soka Kebumen terdiri dari monmorionit, kaolinit, anortit dan kwarsa sedang lempung Mateseh Kendal terdiri dari haloisit dan anortit. Jenis mineral lempung yang berbeda menghasilkan kualitas genteng yang berbeda. Genteng Soka Kebumen dengan campuran pasir kualitasnya paling baik.
PENGARUH H2SO4 PADA PVA YANG DIMODIFIKASI PADA CAMPURAN BIOMASSA TONGKOL JAGUNG-BULU AYAM SEBAGAI ADSORBEN CAMPURAN LOGAM PB2+ DAN CU2+ Fatmawati, Sitta Noor; Hastuti, Rum; Haris, Abdul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.704 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.50-56

Abstract

Penelitian tentang pengaruh H2SO4 pada PVA yang dimodifikasi pada campuran biomassa dari tongkol jagung - bulu ayam sebagai adsorben untuk campuran ion Pb2+ dan Cu2+ telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh data mengenai pembuatan adsorben dari tongkol jagung - bulu ayam sebelum dimodifikasi PVA dengan asam sulfat A1 dan setelah modifikasi A2. Serta untuk menentukan kapasitas adsorpsi, konstanta kesetimbangan adsorpsi, energi adsorpsi dan pengaruh kompetisi campuran ion Pb2+ dan Cu2+. Adsorben yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR dan BET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PVA dengan asam sulfat pada biomassa dari tongkol jagung - bulu ayam efektif untuk menurunkan kadar campuran ion Pb2+ dan Cu2+. Hal ini dikarenakan penambahan PVA dengan asam sulfat dapat memperbesar pori-pori adsorben dari tongkol jagung - bulu ayam serta menambah gugus aktif OH. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil analisis BET yang menunjukkan  kenaikan luas permukaan sebesar 43,42%, rata-rata pori sebesar 79,55% dan total volume pori 2,5 kali lebih besar dibandingkan adsorben A1.
PENGKAYAAN ALKOHOL CIU BEKONANG DENGAN METODE DESTILASI ADSORPTIF MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM DAN SILIKA GEL Fibriari, Ira; Gunawan, Gunawan; Hastuti, Rum
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.199 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.79-83

Abstract

Pemakaian energi dalam sektor transportasi di dunia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk. Untuk mengimbangi tingkat permintaan sumber energi yang ada, terutama minyak bumi, salah satu bahan bakar alternatif yang dibutuhkan adalah etanol. Namun, dengan adanya peralihan menggunakan bahan bakar alternatif tersebut menyebabkan kebutuhan alkohol di beberapa negara meningkat sehingga perlu pemanfaatan alkohol seefektif mungkin. Ciu Bekonang merupakan minuman tradisional khas Solo dari fermentasi tetes tebu yang mempunyai kadar alkohol masih rendah, yaitu ±30% yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik dan hanya digunakan sebagai minuman keras. Penelitian yang dilakukan akan mengkaji pengkayaan alkohol dari Ciu Bekonang secara destilasi adsorptif menggunakan zeolit alam dan silika gel sebagai adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destilasi adsorptif menggunakan zeolit alam dan silika gel sebagai adsorben mampu meningkatkan kadar etanol dari Ciu Bekonang, diperoleh kemurnian etanol tertinggi dengan zeolit alam dan silika gel berturut-turut adalah 76% dan 91,61%. Penggunaan silika gel sebagai adsorben lebih efektif dan selektif menyerap air daripada zeolit alam.
EKSTRAKSI DAN UJI KESTABILAN PIGMEN BETASIANIN DALAM KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SERTA APLIKASINYA SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL Yulianti, Hera; Hastuti, Rum; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.433 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.3.84-89

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah makanan yang belum dimanfaatkan dan dapat dijadikan sebagai sumber pigmen merah alami karena mengandung pigmen betasianin. Pigmen betasianin dapat diaplikasikan sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak pigmen betasianin dalam kulit buah naga dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80% lalu ekstrak pigmen betasianin yang diperoleh diaplikasikan sebagai pewarna tekstil dengan proses pencelupan. Ekstrak pigmen betasianin dianalisis menggunakan spektrometri visible dan dilakukan uji kestabilan pigmen betasianin terhadap temperatur dan pH. Uji kestabilan terhadap temperatur dilakukan dengan variasi temperatur 25°C, 40°C, 60°C, 80°C and 100°C, sedangkan uji kestabilan terhadap pH dilakukan dengan variasi pH 2.5; 3.5; 4.5; 5.5; 6.5; 7.5; 8.5 and 9.5. Ekstrak yang diperoleh diuji kestabilannya dengan perlakuan pemanasan dan dipaparkan sinar matahari kemudian dilakukan penguapan pelarut dan ekstrak dapat diaplikasikan pada kain dengan metode mordanting dan pencelupan langsung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ekstrak pigmen betasianin dengan rendemen 3,735%. Ekstrak pigmen betasianin paling stabil pada temperatur 25°C dan pada pH 4,5. Ekstrak yang diperoleh stabil terhadap pemanasan dan paparan sinar matahari serta dapat diaplikasikan terhadap kain. Pigmen betasianin menimbulkan warna yang dapat menempel pada kain dengan baik.
PERAN ADSORBEN SELULOSA TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) DENGAN POLIVINIL ALKOHOL (PVA) UNTUK PENYERAPAN ION LOGAM TIMBAL (PB2+) Martina, Dewi; Hastuti, Rum; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.29 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.77-82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peran adsorben selulosa tongkol jagung (Zea mays) dengan polivinil alkohol (PVA) untuk penyerapan ion logam timbal (Pb2+). Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi adsorben tongkol jagung (TJ) dan tongkol jagung-PVA (TJ-PVA) serta menentukan kemampuan adsorben terhadap penyerapan logam Pb2+. Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan, karakterisasi adsorben TJ dan TJ-PVA serta penentuan kemampuan menyerapan ion Pb2+ pada variasi waktu kontak 10-150 menit, konsentrasi 5-20 ppm, dan pH 1-6. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya gugus utama selulosa yaitu OH. Hasil GSA menunjukkan adanya kenaikkan luas permukaan sebesar 21,57%, penurunan diameter pori rata-rata sebesar 68% dan penurunan volume pori total sebesar 60,30%. Adsorpsi Pb2+ terbaik oleh adsorben TJ diperoleh pada waktu kontak 90 menit, konsentrasi 5,79 ppm dengan Pb2+ teradsorpsi sebesar 83,37%, dan pH 5. Sedangkan untuk adsorben TJ-PVA, adsorpsi terbaik terjadi pada waktu kontak 60 menit, konsentrasi 5,79 ppm dengan Pb2+ teradsorpsi 66,88%, dan pH 5. Dapat disimpulkan bahwa adsorben TJ-PVA dapat digunakan sebagai adsorben ion logam.
PENGARUH H2SO4 PADA PVA DALAM MODIFIKASI TONGKOL JAGUNG-BULU AYAM SEBAGAI ADSORBEN CAMPURAN LOGAM PB(II) DAN CD(II) Utami, Resti Puteri; Hastuti, Rum; Khabibi, Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.458 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.44-49

Abstract

Adsorben tongkol jagung-bulu ayam termodifikasi PVA-H2SO4 telah berhasil dibuat dengan mencampurkan tongkol jagung, adsorben bulu ayam, PVA-H2SO4 dan gluteraldehid sebagai agen pengikat silang. Adsorben dikarakterisasi menggunakan gas sorption analysis (GSA) dan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Adsorpsi dilakukan pada pH 5 dengan variasi waktu kontak dan konsentrasi melalui metode perendaman. Hasil analisis FTIR mengindikasikan bahwa penambahan H2SO4 pada PVA tidak menunjukkan adanya spekta gugus fungsi baru. Sedangkan hasil analisis GSA menunjukkan bahwa adsorben termodifikasi PVA-H2SO4 mempunyai sifat fisik permukaan yang lebih baik dibandingkan dengan adsorben tanpa modifikasi. Kapasitas adsorpsi maksimum dari model isoterm Langmuir pada adsorben tongkol jagung-bulu ayam termodifikasi PVA-H2SO4 adalah lebih besar yaitu 9,199 mg/g untuk Pb2+ dan 6,752 mg/g untuk Cd2+ dibandingkan adsorben ayam tanpa modifikasi dengan kapasitas adsorpsi maksimum untuk Pb2+ dan Cd2+ masing-masing adalah 8,613 mg/g dan 5,862 mg/g.
KAJIAN METODE ELEKTROFOTOKATALISIS, ELEKTROLISIS DAN FOTOKATALISIS PADA DEKOLORISASI LARUTAN ZAT WARNA REMAZOL BRILLIANT ORANGE 3R YANG MENGANDUNG ION LOGAM CU2+ Febriyani, Arthias Cita; Hastuti, Rum; Haris, Abdul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.417 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.1.7-12

Abstract

Limbah cair industri tekstil mengandung zat warna dan logam berat. Remazol brilliant orange 3R dan logam tembaga merupakan zat warna dan logam berat yang banyak terdapat pada limbah tekstil. Pembuangan limbah cair tekstil tanpa pengolahan limbah terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran lingkungan perairan. Metode elektrolisis, fotokatalisis dan elektrofotokatalisis merupakan metode yang dapat digunakan dalam penanganan limbah tekstil. Pada penelitian ini akan dibandingkan ketiga metode tersebut untuk dekolorisasi larutan zat warna remazol brilliant orange 3R yang mengandung ion logam Cu2+ serta mengetahui pengaruh keberadaan ion logam Cu2+ dan penyinaran lampu UV-C terhadap dekolorisasi zat warna remazol brilliant orange 3R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrofotokatalisis merupakan metode yang paling efektif karena mampu mendekolorisasi remazol brilliant orange 3R hingga 98,43% dan menurunkan konsentrasi ion logam Cu2+ hingga 99,35%. Keberadaan ion logam Cu2+ dan penyinaran lampu UV-C meningkatkan dekolorisasi zat warna remazol brilliant orange 3R.
PENGARUH PENAMBAHAN PVA-SULFONASI PADA TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM PB2+ Winda, Devika Tesnar; Hastuti, Rum; Haris, Abdul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.673 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.1.31-36

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan PVA-sulfonasi pada tongkol jagung (Zea mays) sebagai adsorben ion logam Pb2+. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan adsorben tongkol jagung (A1) maupun adsorben tongkol jagung-PVA sulfonasi (A2) dan mendapatkan data efektivitas adsorben dalam menyerap ion logam Pb2+. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah adsorpsi dengan parameter waktu kontak 10-150 menit, konsentrasi 5-20 ppm, dan pH 1-6 . Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan dan karakterisasi adsorben A1 dan A2 serta aplikasi untuk mendapatkan data efektivitas adsorben. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya gugus utama selulosa yaitu OH dan BET menunjukkan adanya kenaikkan luas permukaan sebesar 13%, penurunan rata-rata pori dan penurunan total volume pori sebesar 83% dan 81%. Adsorpsi Pb2+oleh adsorben A1 kondisi terbaik terjadi pada waktu kontak 90 menit, konsentrasi 20 ppm dengan persentase berat Pb teradsorpsi 83%, dan pH 6. Sedangkan pada adsorben A2 terbaik terjadi pada waktu kontak 30 menit, konsentrasi 20 ppm dengan persentase berat Pb teradsorpsi 100%, dan pH 6. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adsorben A2 dapat digunakan sebagai adsorben ion logam Pb2+.
PENGARUH PENAMBAHAN POLIVINIL ALKOHOL PADA BIOMASSA TONGKOL JAGUNG-BULU AYAM SEBAGAI ADSORBEN CAMPURAN ION LOGAM TEMBAGA DAN KROMIUM Nurmalasari, Dahlia; Hastuti, Rum; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.28 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.18-23

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan polivinil alkohol pada biomassa dari (tongkol jagung)-(bulu ayam) sebagai adsorben campuran ion logam tembaga dan kromium telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan adsorben (tongkol jagung)-(bulu ayam) (A1), adsorben (tongkol jagung)-(bulu ayam) termodifikasi polivinil alkohol (A2) dan karakter dari adsorben yang dihasilkan serta menentukan kapasitas adsorpsi dari adsorben. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa adanya penambahan gugus OH pada adsorben (A2). Sementara hasil BET menunjukkan bahwa adsorben (A2) mengalami penurunan luas permukaan dan total volume pori sebesar 39,83% dan 21,89%, sedangkan rata-rata ukuran pori mengalami kenaikan sebesar 29,54%. Kemampuan adsorben A1 maupun A2 terhadap penyerapan campuran ion logam tembaga dan kromium waktu kontak terbaik adalah pada 120 dan 90 menit dengan konsentrasi terbaik (1:1) yaitu 30 ppm. Kapasitas adsorpsi maksimum oleh adsorben A1 maupun A2 untuk ion logam tembaga masing-masing sebesar 2,02.10-3 mol g-1 dan 2,49.10-3 mol g-1, sedangkan untuk ion logam kromium sebesar 1,49.10-3 mol g-1 dan 1,63.10-3 mol g-1.
PENGARUH LIGAN NH3 PADA PENGAMBILAN LOGAM TEMBAGA DARI SERPIHAN SISA PRODUKSI KUNINGAN KABUPATEN PATI SECARA ELEKTROLISIS Hermayanti, Santi; Widodo, Didik Setiyo; Hastuti, Rum
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.111 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.54-57

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ligan NH3 pada pengambilan logam tembaga dari serpihan sisa produksi kuningan Kabupaten Pati secara elektrolisis. Serpihan sisa produksi kuningan mengandung logam mayor yakni tembaga(Cu), seng(Zn), dan logam minor yakni Timbal(Pb), dan Timah (Sn). Penambahan ligan tertentu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas endapan. Penelitian ini meliputi 3 langkah, yaitu destruksi serpihan sisa produksi kuningan, elektrolisis dan analisis dengan AAS. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan hasil destruksi serpihan kuningan yang diencerkan 1000 kali. Variabel penelitian ini adalah waktu elektrolisis yaitu 30, 60, 90, dan 120 menit pada sampel tanpa dan dengan penambahan NH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat endapan 19,54 mg tanpa ligan NH3 dan 20,58 mg dengan ligan NH3 pada waktu elektrolisis 120 menit. Kemurnian endapan tembaga pada waktu elektrolisis 30 menit pada sampel tanpa penambahan NH3 adalah 62,80% dan dengan penambahan NH3 72,46%.