P.K. Dewi Hayati
Plant Breeding section, Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture, Andalas University. Kampus Unand Limau Manih, Padang-25163 Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI HIBRIDA DAN KEMAMPUAN DAYA GABUNG BEBERAPA GALUR INBRED JAGUNG DI LAHAN MASAM HAYATI, P.K. DEWI; PRASETYO, T.; SYARIF, A.
Jurnal Agroteknologi Vol 4, No 2 (2014): Februari 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v4i2.1136

Abstract

Planting maize hybrid varieties tolerant to acid soils offers an alternative strategy for improving maize productivity in acid soils. The objectives of this study were to evaluate and select maize hybrids for high yield potential in acid soils. Fifteen single maize hybrids derived from a 6 x 6 diallel cross, six parental inbred lines and two chek varieties were evaluated in Ultisol at UPT Farm, Andalas University. The evaluations were carried out in a RCB design with three replications. Several hybrids had high yielding potential in acidic soils as the hybrids produced higher yield compared to Sukmaraga as a tolerant check variety. The results from combining ability analysis showed the preponderance  of non-additive gene actions in the control of yield in acid soils. The hybrids performed high and significant specific combining ability and also higher mid-parent and better parent heterosis, indicating that the heterosis breeding may be rewarding. Hence, it is suggested that these promising hybrids should be further tested before it is released as new hybrid varieties.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NAGARI PERSIAPAN GIRI MAJU, KABUPATEN PASAMAN BARAT DENGAN INOVASI DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN JAGUNG Hayati, P.K. Dewi; Efendi, Siska; Rahmi, Ira Desri; Saputra, Rafki
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 3: September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.187 KB) | DOI: 10.25077/bnm.1.03.1-14.2018

Abstract

Jagung merupakan tanaman sela utama bagi kebun sawit yang sedang peremajaan dan diharapkan menjadi sumber pendapatan utama sebelum tanaman sawit menghasilkan. Transfer teknologi budidaya jagung di lahan sawit ditujukan pada peningkatan hasil produksi jagung tanpa merugikan tanaman utama serta tetap mempertahankan produktivitas lahan dan lingkungan. Peningkatan pendapatan juga dapat dilakukan melalui upaya peningkatan nilai tambah biji jagung menjadi berbagai produk makanan. Kegiatan KKN-PPM yang berlangsung di kanagarian Persiapan Girimaju, kecamatan Luhak Nan Duo kabupaten Pasaman Barat dari bulan Juni hingga Agustus 2018 ini bertujuan untuk mentransfer teknologi produksi jagung yang ramah lingkungan dan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan nilai tambah jagung menjadi berbagai produk makanan dan olahan lainnya. Hasil yang diperoleh dari kegiatan KKN ini adalah (1) masyarakat mampu menerapkan teknologi produksi jagung yang disinergikan dengan peternakan sapi, (2) terjadi peningkatan efisiensi produksi jagung melalui introdusir mesin pemipil jagung, (3) masyarakat mampu menghasilkan variasi produk makanan berbasis jagung dan (4) terbentuknya UMKM baru di nagari. Hasil analisis statistik mengunakan skala Likert memberikan nilai indeks 0.99 terhadap dampak/manfaat KKN, menunjukkan bahwa kegiatan KKN-PPM dikategorikan sangat sukses dan memberikan manfaat kepada masyarakat nagari, dan memberikan nilai indeks 0.95 pada pelaksanaan KKN, menunjukkan bahwa pelaksana KKN-PPM memiliki kompetensi yang cukup dan kesesuaian ilmu dengan program yang dijalankan.
Effect Of Seed Hydration-Dehydration Integrated With Rhizobacteria On Viability And Vigor Of Deteriorated Soybean Seed Hayati, P.K. Dewi
JERAMI Indonesian Journal of Crop Science Vol 1 No 1 (2018): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.549 KB) | DOI: 10.25077/jijcs.1.1.25-31.2018

Abstract

Soybeans undergo rapid deterioration due to its chemical composition and unfavourable storage conditions. The objective of the research was to determine the length period of seed hidration and dehydration which is integrated with rhizobateri to viability and vigor of deteriorated soybean seed.  A completely randomized design with four replicates were used in this experiment. Seeds were treated with varied combination of hydration period in a rhizobacteria suspension and followed by dehydration time.  Data were analysed using the F-test and significant differences were further tested with Least Significant Difference at the 5% level. Results showed that the hydration and dehydration period of seeds in a rhizobacteria suspension improved viability and vigor of seed which have 59.5% initial germination percentage. The improvement was 12.28%, 0.56, 25.4% and 1.4 days for standard germination test, vigor index, first count test percentage and T50, respectively. The hydration for 60 minutes followed by dehydration for 60 minutes gave the best results on seed viability and vigor.
PENGEMBANGAN KAMPUNG DURIAN DI BATU BUSUAK, KELURAHAN LAMBUNG BUKIT, KOTA PADANG Hamid, Hasmiandy; Hayati, P.K. Dewi; Sutoyo, Sutoyo; Swasti, Etti; Zainal, Aprizal; Prasetyo, Teguh B Budi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2(Jul-Des) (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang 25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh, Kotamadya Padang merupakan salah satu sentra produksi buah durian di kota Padang. Pada saat musim besar atau panen raya (in season) yang bisa berlangsung selama 1 bulan, produksi durian yang dihasilkan dari Batu Busuk diperkirakan mencapai 250–400 ton selama satu musim sedangkan pada musim panen “salek” atau panen kedua diperkirakan mencapai 150–250 ton.Walaupun nama durian Batu Busuk sudah terkenal dan banyak dicari oleh pencinta durian pada saat musim durian, namun demikian hingga kini belum ada upaya untuk mengangkat durian Batu Busuk sebagai buah identitas atau ikon kota Padang selain dari bengkuang. Juga belum ada upaya mengangkat daerah Batu Busuk sendiri sebagai kampung durian yang tidak hanya menghasilkan buah durian yang dijual keluar daerah, namun juga memiliki berbagai produk olahan hasil durian. Upaya yang dilakukan baru sejauh pemberian bantuan bibit durian oleh pemerintah daerah. Langkah awal untuk mengangkat nama durian Batu Busuk adalah membenahi identitas varietas durian Batu Busuk, karena sampai sekarang karakteristik dari durian Batu Busuk yang sesungguhnya tidak jelas. Tanaman yang sudah dikarakterisasi juga perlu diperbanyak agar kedepan, buah yang dihasilkan oleh kelurahan Batu Busuk adalah buah dengan karakter unggul tertentu. Masyarakat atau petani yang menanam durian juga perlu memiliki keahlian memperbanyak durian unggulnya. Penerapan ipteks yang akan dilakukan pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan beberapa metode antara lain penyuluhan dan diskusi grup, demonstrasi dan pelatihan perbanyakan vegetatif melalui teknik sambung baik sambung pucuk (topgrafting)dan sambung matatunas(okulasi) serta demplot pembibitan durian. Kata Kunci: Karakteristik Durian Ungggul, Pendaftaran Varietas, Teknologi Tepat Guna, Teknik Sambung
DISEMINASI TEKNOLOGI SAMBUNG PUCUK PADA ALPUKAT GIRI MAJU DI KABUPATEN PASAMAN BARAT Hayati, P.K. Dewi; Efendi, Siska; Irawan, Retno
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alpukat Giri Maju merupakan salah satu varietas alpukat unggul lokal dari nagari Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat yangdirekomendasikan untuk didaftarkan sebagai varietas unggul nasional. Teknologi pucuk (top grafting) dilakukan pada tanaman alpukat dengan tujuan terutamaadalah untuk mendapatkan tanaman anakan yang memiliki karakteristik kualitas tanaman buah yang sama dengan induknya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi sambung pucuk pada masyarakat Giri Maju agar keunggulan karakter kultivar alpukat Giri Maju dapat dipertahankan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan KKN-PPM Universitas Andalas tahun 2018 pada empat mitra kelompok tani. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi, demonstrasi dan pelatihan menyambung. Kuesioner evaluasi diberikan pada 32 orang responden yang mengikuti kegiatan yang dipilih secara acak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diseminasi teknologi sambungpucuk sangat bermanfaat bagi petani dengan tingkat manfaat sebesar 98% dan sangat dibutuhkan oleh oleh sebagian besar masyarakat (95%). Kegiatan diseminasi teknologi sambung pucuk alpukat mendorong masyarakat untuk semakin membudidayakan alpukat (83%) dan mengembangkan alpukat unggul Giri Maju 
TRANSFER TEKNOLOGI SAMBUNG MENGGUNAKAN ANAKAN (Root-sucker) SEBAGAI BATANG BAWAH UNTUK PROPAGASI TANAMAN KESEMEK DI BATU BAGIRIEK ALAHAN PANJANG Hayati, P.K. Dewi; Sutoyo, Sutoyo; Herawati, Netti; Suliansyah, Irfan; Marta, Nini; Kuswandi, Kuswandi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3a (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.546 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.3.11-17.2018

Abstract

Persimmon, kesemek, buah kaki atau manggih hutan dalam bahasa minang adalah berbagai sebutan untuk buah yang dihasilkan oleh tanaman pohon  Diospyros kaki Thunb.  Buah kesemek mengandung berbagai nutrisi penting, anti toksik dan bahkan anti kanker. Kesemek merupakan tanaman sub tropika sehingga di Indonesia kesemek hanya beradaptasi pada ketinggian ± 1400 mdpl, seperti Alahan Panjang. Petani biasanya menggunakan anakan untuk perbanyakan, namun akibatnya tanaman membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah, lebih dari 8 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi sambung pucuk menggunakan anakan (root-sucker) sebagai batang bawah (root-stock) sebagai upaya untuk mendapatkan perbanyakan kesemek secara cepat dan tanaman cepat berbuah. Mitra kegiatan ini adalah kelompok tani Harapan Baru yang berada di Batu Bagiriek Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat dari bulan Oktober hingga Desember 2016. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan grafting. Hasil kegiatan adalah petani meningkat pengetahuannya tentang manfaat buah kesemek, teknik budidaya dan pasca panen serta mampu melakukan grafting atau penyambungan pada kesemek menggunakan root-sucker (anakan) sebagai batang bawah. Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan analisis Likert, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memiliki nilai indeks 92, menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan bermanfaat atau berhasil mentransfer pengetahuan dan juga keterampilan kepada petani.
Pengembangan Durian Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang Hamid, Hasmiandy; Hayati, P.K. Dewi; Sutoyo, Sutoyo; Swasti, Etti; Zainal, Aprizal; Prasetyo, Teguh Budi; Santoso, Panca Jarot
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.134 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.45-51.2018

Abstract

ABSTRAK: Kampung Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh merupakan salah satu sentra produksi buah durian di Sumatera Barat.Walaupun nama durian Batu Busuk sudah terkenal dan banyak dicari oleh pencinta durian pada saat musim durian, namun belum ada upaya untuk mengangkat durian Batu Busuk untuk bisa dikenal lebih luas. Langkah awal untuk mengangkat nama durian Batu Busuk adalah membenahi identitas varietas durian Batu Busuk, karena sampai sekarang karakteristik dari durian Batu Busuk yang sesungguhnya tidak jelas.Tanaman yang sudah dikarakterisasi juga perlu diperbanyak agar kedepan, buah yang dihasilkan oleh kelurahan Batu Busuk adalah buah dengan karakter unggul tertentu. Masyarakat atau petani yang menanam durian juga perlu memiliki keahlian memperbanyak durian unggulnya. Penerapan ipteks yang dilakukan pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan beberapa metode antara lain penyuluhan, demonstrasi aplikasi dan demplot pembibitan durian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat Batu Busuk mengenai arti penting pendaftaran varietas durian. Kegiatan demplot pembibitan durian dan demonstrasi teknik sambung meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai propagasi durian. Kata kunci: Durian ungggul, Pendaftaran varietas, Teknologi tepat guna, Teknik sambung Development of Durian Batu Busuak, Lambung Bukit Village, Padang CityABSTRACT: Batu Busuk area, Lambung Bukit Village, Pauh Subdistrict, is one area of the centers of durian fruit production in West Sumatra. Although the Batu Busuk durian is already well-known and is sought after by durian lovers during the durian season, there is no attempt to lift the Batu Busuk durian to be known more widely. The first step to lifting the Batu Busuk durian is to fix the varieties identity of the Batu Busuk durian because until now the characteristics of the real Batu Busuk durian are not clear. Plants that have been characterized also need to be propagated so that in the future, the fruit produced by the Batu Busuk village is a fruit with certain superior characters. The community or farmers who plant durian also need to have the expertise to increase their superior durian. The application of science and technology conducted in community service activities uses several methods including counseling, demonstrations of applicationand demonstration plots of durian nurseries. The results of the activity showed the extension activities conducted succeeded in increasing the knowledge of the Batu Busuk community regarding the importance of registering durian varieties. The activities of the durian nursery demonstration plot and demonstration of connection techniques can increase the knowledge and skills of the community regarding the propagation of durian.Keywords: Superior durian, Varieties registration, Appropriate technology, Connection technique
Diseminasi Teknologi Sambung Pucuk pada Alpukat Giri Maju di Kabupaten Pasaman Barat Hayati, P.K. Dewi; Efendi, Siska; Irawan, Retno
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.201 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.25-31.2018

Abstract

ABSTRAK: Alpukat Giri Maju merupakan salah satu varietas alpukat unggul lokal dari nagari Persiapan Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat yang direkomendasikan untuk didaftarkan sebagai varietas unggul nasional. Teknologi sambung pucuk (top grafting) dilakukan pada tanaman alpukat dengan tujuan terutama adalah untuk mendapatkan tanaman anakan yang memiliki karakteristik kualitas tanaman dan buah yang sama dengan induknya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi sambung pucuk pada masyarakat Giri Maju agar keunggulan karakter kultivar alpukat Giri Maju dapat dipertahankan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan KKN-PPM Universitas Andalas tahun 2018 pada empat mitra kelompok tani. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi, demonstrasi dan pelatihan menyambung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diseminasi teknologi sambung pucuk sangat bermanfaat bagi petani dengan tingkat manfaat sebesar 98% dan sangat dibutuhkan oleh oleh sebagian besar masyarakat (95%). Kegiatan diseminasi teknologi sambung pucuk alpukat mendorong masyarakat untuk semakin membudidayakan alpukat dan mengembangkan alpukat unggul Giri Maju.Kata kunci: Alpukat, Pendaftaran Varietas, Sambung Pucuk, Diseminasi Teknologi Dissemination of Top Grafting Technology on Girimaju Avocado in Kabupaten Pasaman Barat ABSTRACT: Giri Maju’s avocado is one of the local avocado cultivars which is recommended to registered as a superior variety. This cultivar is derived from Nagari Persiapan Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Top grafting technology is applied on avocado with the objective mainly to obtain progenies that have characteristics which are similar with those of their maternal parents. The aim of activity was to disseminate top grafting technology to community in Giri Maju, hence the superiority of that cultivar could be maintained. The dissemination activities were adopted as KKN-PPM activities that have been conducted on four farmer communities in 2018. Methods of activities include community learning, demonstration of grafting techniques and training. Results of the activities are the farmers gain knowledge and skill to graft avocado. Based on statistical test using Likert analysis, the transfer technology have benefits and are useful (98%), and are needed (95%) by the community. The grafting activities encourage the community to be more intensive in cultivating avocado from Giri Maju.Keywords: Avocado, Variety Registered, Top Grafting and Technology Dissemination
MENINGKATKAN KERAGAMAN GENETIK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) MELALUI MUTASI IRRADIASI GAMMA Yelni, Gusni; Syarif, Zulfadly; Kasim, Musliar; Hayati, P.K. Dewi
Jurnal Sains Agro Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.431 KB) | DOI: 10.36355/jsa.v4i2.283

Abstract

Physical mutation methods can be used to enhance the character of local varieties of garlic. Gamma irradiation mutation is a good technique for assembling new, vegetatively propagated varieties because the cells are still actively dividing. The aim is to obtain information about the genetic diversity and parentage of certain garlic clones and to determine the level of changes in the gamma.The system used by several Scopus journals, sciencedirect and other sciences that I read is distinct from the gamma irradiation mutations process. The gamma rays used come from the Co-60 or Cs-137 radio nuclides. The dose of the unit is measured in gray (Gy) and is equivalent to 1 J / kg. One kGy= one thousand gy. Rad dose units previously used, where 100 rad= 1 Gy or 1 krad= 10 Gy. And the arbitrary Random Amplification of Polymorphic DNA RAPD. Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD) is the dominant marker capable of displaying good polymorphism and can be used to determine genetic diversity and molecular-level relationships among specie.There are important differences in mutations. In morphological, physiological, biological and chemical properties, plant genetic changes occur. Changes can survive as a result of mutations and can develop properly. Normal cells will disappear and mutant cells will develop further, resulting in a new plant appearance. Keywords; garlic clones, mutation induction, gamma rays, and mutagens ABSTRAKPerbaikkan karakter varietas lokal bawang putih bisa dilakukan dengan metode mutasi fisik. Mutasi Iradiasi gamma merupakan teknik yang tepat untuk merakit keragaman baru yang diperbanyak secara vegetatif,  karena sel-selnya masih aktif membelah. Tujuannya untuk memperoleh informasi tentang keragaman dan kekerabatan genetik beberapa klon bawang putih, dan mengetahui tingkat perubahan karakterirtik tanaman bawang putih akibat mutasi irradiasi gamma.Metodenya mutasi iradiasi gamma yang digunakan dari beberapa jurnal Scopus, sciencedirect dan sains lainnya yang saya dibaca berbeda-beda. Sinar gamma yang dipakai berasal dari nuklida radio Co-60 atau Cs-137. Satuan dosis diukur dengan gray (Gy) dan sepadan dengan serapan 1 J/kg. Satu kGy=1000 Gy. Sebelumnya digunakan satuan dosis rad, dimana 100 rad=1 Gy atau 1 krad=10 Gy.  dan marka molekuler Random Amplification of Polymorphic DNA RAPD. Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD) merupakan marka dominan yang mampu menunjukkan polimorfisme baik dan bisa digunakan untuk mengetahui keragaman genetik dan hubungan antar spesies pada level molekuler.Mutasi memberikan variasi yang bermanfaat. Perubahan genetik tanaman terjadi pada karakter morfologi, fisiologi, anatomi, dan  kimia. Berubahan akibat mutasi dapat bertahan dan bisa berkembang dengan baik. Sel-sel normal akan menghilang dan sel mutan akan terus berkembang menghasilkan penampilan baru pada tanaman.Kata kunci; klon bawang putih, induksi mutasi, sinar gamma, dan mutagen