Articles

STATUS HARA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA MERBANG KECAMATAN BELITANG HILIR KABUPATEN SEKADAU Firmanto, Dunstan Ardi; Riduansyah, Riduansyah; Hayati, Rita
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara tanah dan rekomendasi pemupukan N, P dan K pada tanah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Merbang Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau dengan luas lokasi 6 ha. Metode yang digunakan adalah dengan pengambilan sampel tanah di lapangan, pengambilan sampel tanah menggunakan sistem diagonal, satu titik pengamatan atau satu blok mewakili 1,2 ha, sehingga terdapat 5 blok dalam 6 ha, masing-masing blok terdapat 5 titik sehingga terdapat 25 titik, kedalaman pengambilan sampel tanah adalah 0-30 cm, pengambilan sampel tanah komposit menggunakan bor tanah sedangkan sampel tanah utuh menggunakan ring sampel, selanjutnya sampel tanah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis. Variabel pengamatan adalah reaksi tanah (pH), nitrogen (N) total tanah, fosfor (P) tersedia, kalium dapat ditukarkan (K-dd), bobot isi (BI), kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon (C) organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah (masam), kandungan N total tanah tergolong rendah, kandungan P tersedia tergolong sangat rendah sampai rendah, kandungan K-dd tergolong rendah, bobot isi tergolong tinggi sampai sangat tinggi, kejenuhan basa tergolong rendah sampai sedang, KTK tergolong rendah dan C organik tergolong rendah. Pada lokasi penelitian perlu penambahan unsur hara N, P dan K dengan pemberian pupuk Urea, SP-36 dan KCL serta pemberian kapur untuk menaikan pH tanah dan pemberian bahan organik.   Kata kunci : status hara, kelapa sawit, rekomendasi pemupukan.
ARTIKEL KARYA ILMIAH IDENTIFIKASI KESUBURAN LAHAN SAWAH PASANG SURUT PADA DUA JENIS TANAH DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH NAZIPIN, ISMAIL; HAYATI, RITA; ALHADAD, ABDUL MUJIB
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesuburan dan rekomendasi pemupukan lahan sawah pasang surut pada dua jenis tanah di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. Penelitian dilakukan di Desa Bukit Batu  Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, dengan luas sawah pasang surut 46,83 ha dan luas sawah pasang surut di lokasi penelitian 6 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Parameter pengamatan Muka Air Tanah, Uji Pirit, Tekstur Tanah, Bobot Isi, pH tanah, C-Organik, N-total, P-total, P-tersedia, K-total, K-dd, KTK, KB, Salinitas, Fe-dd dan Rekomendasi Pemupukan.            Hasilanalisis sifat kimiatanah menunjukan bahwa Reaksi tanah (pH) di lokasi 1 dan 2 tergolong masam berkisar antara 4,84-5,39, C-organik tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,88-1,39%, dengan kandungan N-total tergolong rendah berkisar antara 0,11-0,16%, P-total tergolong rendah sampai sedang berkisar antara 13,40-21,88 mg/100g, P-tersediatergolong rendah, sedang sampai tinggi berkisar antara 14,66-35,32 ppm, K-totaltergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 4,57-12,71 mg/100g, K-tersedia tergolong sangat rendah sampai sedang berkisar antara 0,05-0,29 cmol/kg, KTK tergolong rendah berkisar antara 6,80-10,71 cmol/kg, KB tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 19,57-28,56%, Salinitas berkisar antara 1,09-1,42 mS/cm tergolong rendah dan Fe-dd berkisar antara 40,13-61,08 ppm tergolong tinggi sampai sangat tinggi.            Rekomendasi pemupukanLokasi 1A 264,39 kg Urea/ha, 1B 187,84 kg Urea/ha, 1C 264,26 kg Urea/ha. pupuk P (1A dan 1B) 150 kg SP-18/ha dan lokasi 1C 200 kg SP-18/ha. Pupuk KCl Lokasi 1A 271,41 kg KCl/ha dan Lokasi 1 (A dan B) 50 kg KCl/ha.Untuk Lokasi 2A 263,26 kg Urea/ha, 2B 262,03 kg Urea/ha, 2C 261,13 kg Urea/ha. Pupuk P (A,B, dan C 150 kg SP-18/ha), pupuk KCl (A dan B) 50 kg KCl/ha dan lokasi 2C 50,27 kg/ha. Kata kunci: Kesuburan, Lahan Sawah, Pasang Surut, Sungai Kunyit.
UJI KUALITAS AIR AKIBAT BEKAS PENAMBANGAN BAUKSIT DI SUNGAI TAPAH DESA PARIT TIMUR KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Maritha, Tera; Hayati, Rita; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertambangan bauksit merupakan sektor yang telah lama digalakkan di daerah Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang khususnya. Isu pertambangan yang dihubungakan dengan kualitas lingkungan sangat perlu diperhatikan dan dipertimbangkan untuk menjamin keseimbangan antara pemenuh kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Kegiatan pertambangan bauksit selain meningkatkan pendapatan dan perluasan lapangan kerja serta tumbuhnya pusat-pusat perekonomian, dilain pihak penambangan bauksit juga merupakan kegiatan yang dapat mengubah bentang alam sehingga menyebabkan kerusakan dan kemerosotan lingkungan hidup termasuk menghasilkan limbah tailing yang berbahaya bagi mahluk hidup. Penambangan bauksit di Sungai Tapah Desa Parit Timur Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas air Sungai Tapah yang terdapat di Desa Parit Timur Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Tapah di Desa Parit Timur Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang secara fisik dan kimia akibat pertambangan bauksit. Pengukuran kualitas air yang dilakukan yaitu pengukuran karakteristik fisik dan pengukuran karakter kimia air, karakter fisik air meliputi debit aliran,  suhu, kecerahan, TDS dan TSS, sedangkan karakteristik kimia air meliputi COD, pH, DO, timbal (Pb), besi (Fe), tembaga (Cu) dan mangan (Mn). Parameter penelitian ini mengacu pada air kelas II  berdasarkan PP No. 82 Tahun  2001. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses kegiatan pertambangan bauksit yang berada di sekitar Sungai Tapah dapat mengurangi kualitas air di sungai tersebut dikarenakan beberapa parameter seperti, COD, pH dan timbal (Pb) telah melebihi ambang batas air kelas II berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Kata Kunci : Kualitas Air, Pertambangan Bauksit.
STUDI STATUS HARA KALSIUM DAN MAGNESIUM UNTUK TANAMAN PADI PADA LAHAN SAWAH DI DESA SEBENTE KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG Mawar, Supriadi; Gafur, Sutarman; Hayati, Rita
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) pada tanah, rekomendasi umum hara Ca dan Mg untuk  menunjang produksi padi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan Desa Sebente 5 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 5 petak sawah yang berbeda-beda, dalam satu petak sawah di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem diagonal dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), Ca-dd, Mg-dd, C-Organik Tanah, Tekstur, Kejenuhan Basa, Kapasitas Tukar Kation. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam sampai masam, kadar kalsium (Ca) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar magnesium (Mg) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, rendah sampai sedang, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah,tinggi sampai sangat tinggi, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong rendah, sedang sampai tinggi.
IDENTIFIKASI KESUBURAN TANAH ALLUVIAL PADA PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI DESA LINGGA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Nobertus, NOBERTUS; Hayati, Rita; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet merupakan komoditas yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama peralatan rumah tangga yang merupakan bahan bakunya dari karet, seperti sol sepatu, kursi, selang, sikat, ember, pelapis kabel, ban, dan beranekaragam manfaat karet dalam kehidupan sehari-hari lainnya. Luas perkebunan karet secara umum di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2008 adalah sebesar 32.145,1 ha dengan total produksi 11.140 ton dengan produktivitas 346,5 kg/ha/tahun dan pada tahun 2009 produksinya mengalami penurunan menjadi 10.958,7 ton, dengan produktivitas 340,9 kg/ha/tahun. Luas perkebunan karet di Kecamatan Sungai Ambawang sendiri adalah 13.001,4 ha dan merupakan terluas di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah produksi sebesar 6.305,3 ton dengan produktivitas 484,9 kg/ha/tahun (BPS Kabupaten Kubu Raya 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, rekomendasi umum hara N, P dan K untuk menunjang pertumbuhan dan produksi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya dengan luas umum kebun karet di Desa Lingga 500 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 2 umur tanaman yang berbeda-beda, dalam satu lokasi di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem grid dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), N-Total Tanah, P tersedia, K dapat dipertukarkan, C-Organik Tanah, Kapasitas Tukar Kation, Calsium tersedia, Magnesium, Natrium, Kejenuhan Al, Bobot Isi, Kedalaman Pirit, Warna Tanah Kedalaman Muka Air Tanah dan Drainase. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam, Kadar nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar fosfor (P) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kadar kalium (K) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, magnesium (Mg) tersedia pada lokasi penelitian tergolong sangat sendah sampai rendah, natrium (Na) pada lokasi penelitian tergolong rendah, Kejenuhan Alumunium (Al) pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kedalaman sufidik dilokasi penelitian tergolong sangat dalam, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong sedang, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, dan status kesuburan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah.Kata kunci :Status Hara, Tanaman Karet, Kesuburan Tanah.
PENGARUH PEMBERIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA TANAH GAMBUT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN FAMILI BRASSICACEAE DAN AKUMULASI LOGAM TIMBAL (PB) Handayani, Maradeta Cristy; Hayati, Rita; -, Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan abu terbang (fly ash) pada tanah gambut untuk memperbaiki kesuburan tanah sebagai media tumbuh tanaman sayur-sayuran sangat potensial, karena jumlah fly ash yang cukup banyak serta keberadaan lahan kritis yang cukup luas. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian abu terbang (fly ash) pada tanah gambut terhadap produksi tanaman famili Brassicaceae dan akumulasi logam timbal (Pb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fly ash pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah. Hasil penelitian mengindikasikan juga bahwa tanaman aman untuk di konsumsi karena pemberian fly ash pada tanah gambut tidak berpengaruh terhadap kadar logam timbal (Pb) pada tanaman famili Brassicaceae. Kata Kunci : Abu terbang (Fly Ash), tanah gambut, logam timbal(Pb) dan BrassicaceaeUtilization of fly ash on peat soil to improve fertility of soil as a growing medium vegetable crop potential, because the amount of fly ash are pretty much as well as the existence of critical area is quite extensive. This study to determine the effect of fly ash on peat soil to the plant family Brassicaceae production and metal accumulation of lead (Pb). The results showed that administration of fly ash on peat soils to increase soil pH. The results also indicate that the plant is safe for consumption because of the provision of fly ash on peat soil had no effect on levels of lead metal (Pb) in the plant family Brassicaceae. Keywords : Fly ash, peat soil, metal lead (Pb) and Brassicaceae
STATUS HARA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA MERBANG KECAMATAN BELITANG HILIR KABUPATEN SEKADAU Firmanto, Dunstan Ardi; Riduansyah, Riduansyah; Hayati, Rita
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara tanah dan rekomendasi pemupukan N, P dan K pada tanah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Merbang Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau dengan luas lokasi 6 ha. Metode yang digunakan adalah dengan pengambilan sampel tanah di lapangan, pengambilan sampel tanah menggunakan sistem diagonal, satu titik pengamatan atau satu blok mewakili 1,2 ha, sehingga terdapat 5 blok dalam 6 ha, masing-masing blok terdapat 5 titik sehingga terdapat 25 titik, kedalaman pengambilan sampel tanah adalah 0-30 cm, pengambilan sampel tanah komposit menggunakan bor tanah sedangkan sampel tanah utuh menggunakan ring sampel, selanjutnya sampel tanah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis. Variabel pengamatan adalah reaksi tanah (pH), nitrogen (N) total tanah, fosfor (P) tersedia, kalium dapat ditukarkan (K-dd), bobot isi (BI), kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon (C) organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah (masam), kandungan N total tanah tergolong rendah, kandungan P tersedia tergolong sangat rendah sampai rendah, kandungan K-dd tergolong rendah, bobot isi tergolong tinggi sampai sangat tinggi, kejenuhan basa tergolong rendah sampai sedang, KTK tergolong rendah dan C organik tergolong rendah. Pada lokasi penelitian perlu penambahan unsur hara N, P dan K dengan pemberian pupuk Urea, SP-36 dan KCL serta pemberian kapur untuk menaikan pH tanah dan pemberian bahan organik.   Kata kunci : status hara, kelapa sawit, rekomendasi pemupukan.
KAJIAN FERMENTASI DAN SUHU PENGERINGAN PADA MUTU KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) Hayati, Rita; Yusmanizar, .; Mustafril, .; Fauzi, Harir
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT A study on the Fermentation and drying temperature in cacao quality was carried out. From result of research was fermentation 8 day at temperature 60 0C representing best treatment from all treatment. However accelerate drying the higher content 1.32%/hours and the decrease amount equal to 0.39%/hours. The best colour of quality cacao was produced using the fermentation (8 day) and drying temperature (40 0C). It met the standard attributes rating the higher the texture was fermentation (4 day) and drying temperature (60 0 C). However the fermentation 6 day and drying temperature 60 0C with high panelist acceptance. Keywords: Fermentation, temperature, drying, cacao  ABSTRAK Kajian fermentasi dan suhu pengeringan terhadap mutu kakao telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi 8 hari pada suhu 60 0C merupakan perlakuan terbaik dari semua perlakuan. Namun laju pengeringan lebih tinggi 1,32%/jam dan jumlah penurunan sebesar 0,39%/ jam. Warna terbaik kualitas kakao yang diproduksi menggunakan fermentasi (8 hari) dan suhu pengeringan (40 0C), tetapi nilai atribut tertinggi adalah atribut tekstur  yang ditemukan pada fermentasi (4 hari) dan suhu pengeringan (60 0C), bagaimanapun penerimaan panelis tertinggi didapati pada perlakuan  fermentasi 6 hari dan suhu pengeringan 60 0C. Katakunci: Fermentasi, temperatur, pengeringan, kakao.
EFFECT OF LEAF EXTRACT SIRIH (PIPER BETLE L.) AND ON FUTURE SOAKING TIME FRESHNESS OF FLOWERS ROSE (ROSA SINENSIS L.) Wahyuni, Devi; Hayati, Rita; Nurhayati, .
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 5, No 2 (2015): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rose (Rosa sinensis L.) is one commodity florikulture important as a component in agribusiness systems and as an ornamental plant. Roses as an ornamental plant has two types, namely roses for the garden and roses for cut flowers. Cut flowers are marketed must have a good quality. One aspect of the desired quality is the life of a cut flower freshness long. Age freshness of cut flowers can be done by granting long soaking solution which is natural as a preservative. This study aims to get the right composition of the soaking solution between betel leaf extract, citric acid and sugar to prolong the freshness of roses. Results showed that betel leaf extract very significant effect on the diameter of the roses in full bloom at 2, 6, 8, and 10 DAT (Days After Treatment), 8 and 10 flower sepals DAT, the index rose florescence 8 and 10 DAT, the index kelayuan rose 6.8 and 10 DAT and organoleptic (color), real influence on organoleptic (texture) and had no significant effect on the diameter of flowers in full bloom 4 DAT, petal number 2, 4, 6, 8 and 10 DAT, sepals index flower 2, 4 and 6 DAT, and florescence index rose2, 4 and 6 DAT. The best treatment is found in the treatment of betel leaf extract 200 g / L of water. Soaking time no real effect on the diameter of roses in full bloom, the number of petals, sepals index, the index rose florescence, indexes wilted roses and organoleptic (color and texture). Soaking time is best found in the soaking time of 9 days. There is a significant interaction between treatment betel leaf extract and soaking time on indexes sepals on 10 DAT and florescence index rose at 4 DAT.
KAJIAN FRAKSI AIR TERIKAT PRIMER, SEKUNDER DAN TERTIER DALAM KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) Hayati, Rita
Jurnal Agrista Vol 14, No 2 (2010): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2010
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study of The Primary bound Water Fraction, Secondary and Tertiery in Coconut (Cocos nucifera L.)ABSTRACT. Critical moisture and water activity of coconut (Cocos nucifera L.), were analyzed for the first and second critical points of transition among the primary, secondary and the tertiery  bound water fraction in the coconut. It was found out that the first critical points of moisture content and water activity were Mp of 5.22% db and ap of 0.30 respectively. The second ctitical points were water content Ms 12.4% db and water activity as 67% respectively. Coconut sample in the primary bound water fraction (represented by moisture content at 5.22% db), was stable in colour and appearance, but slightly rancid due to molecular mobility of the liquid oil content. The sample in the secondary bound water fraction (represented 12.4% db), has a colour change to darker brown, and in the tertiary bound water fraction (represented 90.5% db), mold growth appeared on the 12 days storage. Coconut indicated and Intermediate Moisture Food (IMF), because limited shelf life for few days at room temperature.