rini hazriani
Fakultas Pertanian Universitas Tanjungura Pontianak

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN JAGUNG DI DESA GALANG KECAMATAN SUANGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH CANDRA, ANJI; Hazriani, Rini; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi hasil panen tanaman jagung pada lahan gambut Desa Galang perlu di identifikasi melalui evaluasi kesesuaian lahan, karena pada tahun 1999 pernah di tanam, namun tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor menghambat tanaman jagung, untuk menentukan kelas kesesuaian lahan gambut aktual dan potensial dan merekomendasikan pemupukan tanaman jagung di desa Galang, kabupaten Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Penelitian dimulai dari bulan Maret 2016 sampai Juni 2016 dengan luas area ± 50 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian untuk tanaman jagung sesuai marginal (S3) dengan faktor penghambat yaitu retensi hara dan media perakaran (N2-rf). Kesesuaian lahan gambut perlu diberikan rekomendasi pengelolaan lahan termasuk pengelolaan saluran dan drainase, pemadatan tanah gambut, rekomendasi pengapuran maupun pemberian amelioran dengan lumpur laut dan rekomendasi pemupukan. Unsur hara tanah dapat ditingkatkan di mana N dan K, pada tanah gambut dilakukan pemupukan yaitu untuk Urea (193,82 kg / ha) dan KCL (163,22 kg / ha) dan  SPT 2: Urea (194,67 kg/ha), KCL (119,86 kg/ha). Kata kunci : Evaluasi Kesesuaian Lahan Gambut, Jagung, Desa Galang.
IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA LAHAN ALUVIAL YANG DITANAMI JERUK SIAM DI DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS ENY, ENY; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk siam merupakan anggota dari kelompok jeruk keprok yang memiliki nama ilmiah Citrus nobilis. Nama jeruk siam karena jeruk ini berasal dari Siam (Thailand), yang di negara asalnya disebut Som Kin Wan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jeruk sangat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Status hara yang terendah akan mengendalikan proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium pada lahan Aluvial yang ditanami jeruk siam di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Parameter penelitian meliputi: reaksi tanah (pH), nitrogen total tanah, fospor tersedia, kalium tersedia, kalsium tertukar, magnesium tertukar, C-organik, rasio C/N, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), dan bobot isi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian pH termasuk dalam kriteria sangat masam, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Kadar nitrogen (N) total dalam tanah pada  masing-masing lokasi penelitian masuk dalam kriteria sedang, kadar fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat tinggi, dan kadar kalium (K) pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai rendah. Berdasarkan hasil analisis tanah pada lokasi penelitian, maka diperoleh rekomendasi sebagai berikut: Unsur hara P tersedia di dalam  tanah pada lokasi penelitian termasuk sangat tinggi, sehingga tidak perlu dilakukan rekomendasi pemupukan P. Rekomendasi pemupukan N (Urea) dan K (KCl) pada masing-masing lokasi penelitian  untuk 1 kali pemupukan  yaitu  lokasi A= 195,51 kg/ha dan 570,64 kg/ha; lokasi B = 206,33 kg/ha dan 634,8 kg/ha; lokasi C = 202,72 kg/ha dan 649,31 kg/ha; lokasi D = 196,70 kg/ha dan 801,03 kg/ha. Rekomendasi pengapuran dolomit pada lokasi penelitian untuk 1 kali pengapuran, yaitu lokasi A = 1.770 kg/ha, lokasi B = 1.850 kg/ha, lokasi C = 1.310 kg/ha, dan Lokasi D = 890 kg/ha.Kata Kunci : Unsur hara, Jeruk, Rekomendasi pemupukan dan pengapuran
IDENTIFIKASI KADAR HARA N, P DAN K PADA JARINGAN TANAMAN JERUK SIAM DI TANAH ALUVIAL DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS NURANI, CATUR; SUSWATI, DENAH; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar hara dalam jaringan tanaman menunjukan kadar hara aktual yang diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar unsur hara N, P, dan K dalam jaringan tanaman jeruk siam pada umur 4 tahun. Lokasi penelitian terdiri dari 4 lokasi penelitian yaitu lokasi A luas 1 hektar, lokasi B luas 2 hektar, lokasi C luas 0,5 ha dan lokasi D dengan luas 0,5 ha. Lokasi penelitian terletak di lahan aluvial Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Parameter penelitian meliputi; kadar hara N, P dan K jaringan tanaman jeruk siam. Hasil analisis kadar nitrogen total jaringan tanaman pada lokasi A  2,71%, lokasi B 2,84%, lokasi C 2,64%, lokasi D yaitu 2,26%, lokasi A, B dan C termasuk dalam kriteria optimum, sedangkan lokasi D termasuk dalam kriteria kahat. Hasil analisis fosfor total jaringan tanaman pada lokasi A 0,17%, lokasi B 0,20%, lokasi C 0,16% dan lokasi D 0,17%, semua lokasi penelitian termasuk dalam kriteria optimum. Hasil analisis kadar kalium total lokasi A 0.43%, lokasi B 0.6%, lokasi C 0.69%, lokasi D 0.53%, semua lokasi penelitian termasuk dalam kriteria kahat. Kata Kunci : Jeruk, Kadar Hara Jaringan Daun Tanaman
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L) DI DESA SOTOK KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU Arif, Kristoforus; KRISNOHADI, ARI; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK :Evaluasi kesesuaian merupakan bagian dari proses perencanaan tataguna tanah. Inti evaluasikesesuaian lahan adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan yangakan diterapkan, dengan sifat ? sifat atau kualitas yang dimiliki oleh lahan yang akan digunakan.Lahan yang akan di evaluasi terletak di Desa Sotok Kecamatan Sekatam Kabupaten Sanggau.Parameter penelitian meliputi: keadaan lingkungan, sifat fisika dan kimia. Kondisi linggkungan yangdiamati meliputi bentuk wilayah dan topografi, iklim, periode banjir, bahaya banjir, tinggi genangan,tata guna lahan, dan vegetasi. Sifat fisik tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, kedalamanmuka air tanah, kedalaman efektif, struktur tanah dan konsentrasi tanah. Sifat kimia tanah yangdianalisis di laboratorium, meliputi pH, KTK, N-total, P, K, C-Organik, Na, kejenuhan Al dankejenuhan basa. Hasil penilitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat satu peta tanah(SPT) yaitu Typic Eutrudepts yang mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3 ? nr, eh, n atausesuai marjinal dengan faktor pembatas KTK, C-organik, N total dan bahaya erosi. Rekomendasipengelolaan terdiri dari pemberian bahan organik sebagai pupuk dasar. Pembuatan teras harusmembentuk kemiringan 100-150. Pembuatan saluran drainase dengan lebar 100cm, dalam 100cm danjarak antara saluran berfariasi tiap 200m-500m. Pemupukan N dilakukan untuk meningkatkan S3menjadi S1 sedangkan pemupukan K dilakukan untuk meningkatkan S2 menjadi S1.Kata Kunci : Evaluasi Lahan, Kakao
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2005-2015 PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI SEPAUK BAGIAN TENGAH KABUPATEN SINTANG KOKO, YOHANES; HAZRIANI, RINI; KRISNOHADI, ARI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada Sub-daerah aliran sungai (DAS) Sepauk bagian tengah pada umumnya berupa hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian serta areal terbuka yang disebabkan oleh penambangan. Berdasarkan hal ini, untuk mendeteksi perubahan penggunaan lahan dengan cepat dan akurat maka digunakan penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografis (GIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai dengan 2015 dan mengetahui kecenderungan perkembangan arah perubahan penggunaan  lahan. Hasil penelitian berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 tahun 2015 menggunakan kombinasi band 653 terdapat konversi perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah. Hasil verifikasi lapangan yang dibandingkan dengan hasil interpretasi citra satelit. Citra satelit Landsat 8 memiliki ketelitian 88%. Penggunaan lahan Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai 2015 mengalami alih fungsi lahan dengan luas 4.201,19 ha (20,86%) dari total luas Sub DAS Sepauk bagian tengah yaitu 20.142,06 ha. Jenis penggunaan lahan yang mengalami perubahan terbesar adalah hutan lahan kering sekunder dengan luas 1.971,85 ha. Pada tahun 2015 terdapat konversi penggunaan lahan menjadi perkebunan yang memiliki luas 2.863,85 ha, dan ini merupakan alih fungsi lahan hutan, lahan kering sekunder dan pertanian lahan kering bercampur semak, serta permukiman yang memiliki luas 40,59 ha. Berdasarkan prediksi, produksi padi dari ladang Sub DAS Sepauk bagian tengah dengan memanfaatkan luas lahan kering bercampur semak seluas 13.815,35 ha, maka diperoleh produksi padi ladang yaitu 26.525,47 ton.   Kata kunci : Identifikasi dan Pemetaan, Perubahan Penggunaan Lahan, Sub DAS Sepauk
COASTAL SEDIMENT UTILIZATION TO UPTAKE P, K NUTRIENTS AND THE YIELD OF CORN (ZEA MAYS L.) PLANT ON TAILINGS MEDIA Maspuroh, Siti; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maize (Zea mays L.) is agricultural commodity that many has benefits for human and animals life. Increase of corn in production can be land through expansion (extension) with the former to land use Gold Mining Without Permission (GMWP) KalBar who reached 4922.3 ha and was expected to grow continue each years. Gold mined of land (tailings) has a pH of soil and low on nutrients that it can support the growth and of corn plants. Coastal sediment containing P, K, Ca, Mg and Na nutrients were high as to increase the pH of soil, adding nutrients and base saturation. This research was conducted to determine the effect coastal sediment to uptake P, K nutrients and the yield of corn on tailings media. Design to this research is Completely Randomized Design treatment that consist of 7, 3 replicated and 2 sets of plant. Dose of coastal sediment on treatment is no treatment (L0), 140 g/polybag (L1), 280 g/polybag (L2), 420 g/polybag (L3), 560 g/polybag (L4), 700 g/polybag (L5) and 860 g/polybag (L6). Parameters observed is uptake P, K and on top dry weight of plant and dry weight per plant. The yield indicate general of coastal sediment can increase the yield maize of crop is 6,8 ton/ha compared to control.   Keyword : Corn, coastal sediment, tailings
STUDI KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PANGKAL BARU KECAMATAN TEMPUNAK KABUPATEN SINTANG Yulianto, Yulianto; Gunawan, Joni; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.261 KB)

Abstract

Studi Kesuburan Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Yulianto (1) Joni Gunawan dan Rini Hazriani (2) (1)Mahasiswa (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada beberapa tipe penggunaan lahan yaitu lahan Karet, Padi, Palawija, Semak belukar dengan metode survey lapangan kemudian dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu yang diperlukan kurang lebih 4 bulan dimulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyajian hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang dengan variabel pengamatan yaitu pH, C Organik, N Total, P Tersedia, P Total, K dd, K Total, Ca, Mg, KTK, KB. Upaya untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah dilokasi penelitian maka diambil 8 sampel tanah pada setiap penggunaan lahan kemudian tanah tersebut dikompositkan menjadi 1 sampel tanah selanjutnya dianalisis di Laboratorium. Hasil analisis di Laboratorium menunjukkan beberapa sifat kimia tanah pada lokasi penelitian memiliki kandungan dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Hal ini disebabkan oleh pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam sampai sangat masam. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya rekomendasi pengelolaan berupa pengapuran pada setiap pengguanan lahan dan kapur yang digunakan adalah kapur Dolomit [CaMg(CO3)2] karena daya netralisir dan kandungan Ca dan Mg nya lebih tinggi dibandingkan jenis kapur lainnya. Kapur yang dibutuhkan untuk tanaman karet adalah 1,67 ton Ca(MgCO3)2/ha dan tanaman palawija adalah 1,97 ton Ca(MgCO3)2/ha. Sedangkan kebutuhan pupuk N dalam pupuk Urea untuk tanaman karet 223,18 kg Urea/ha, tanaman padi 237,48 kg Urea/ha, tanaman palawija 283,29 kg Urea/ha. Kebutuhan pupuk P dalam pupuk SP36 untuk tanaman karet 124,17 kg SP36/ha, untuk tanaman padi 57,6 kg SP36/ha, untuk tanaman palawija 127,06 kg SP36/ha. Kebutuhan pupuk K dalam pupuk KCl untuk tanaman karet 196,57 kg KCl/ha, untuk tanaman padi 99,22 kg KCl/ha, untuk tanaman palawija 99,69 kg KCl/ha. Kata Kunci : Kesuburan Tanah, Status Hara, Penggunaan Lahan, Desa Pangkal Baru
HUBUNGAN KETERSEDIAAN HARA PADA TANAH ULTISOLS DENGAN LINGKAR BATANG DAN BERAT LATEKS DI KEBUN KARET RAKYAT KABUPATEN MEMPAWAH Anto, Anto; Hazriani, Rini; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.421 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar unsur hara tanah yang ditanami tanaman karet serta untuk mengetahui hubungan kadar unsur hara tanah yang berpengaruh terhadap lingkar batang dan berat lateks. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 3 Agustus sampai 17 Oktober 2017 di Desa Benuang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan metode survey dengan menentukan sampel tanaman karet yang berumur 15 tahun yang dikelompokkan dalam tiga tingkatan. Ketiga tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan lateks yang dihasilkan dan pengukuran diameter batang. Tingkatan yang dimaksud adalah Baik=diameter batang >22cm berat lateks 120 gr/pohon/hari, Sedang=diameter batang 16?22cm berat lateks 60?120 gr/pohon/hari, Jelek=diameter batang <16cm berat lateks 60 gr/pokok/hari. Unsur hara yang diamati dalam penelitian ini adalah N, P, K, Ca, Mg. Hasil penelitian menunjukan  N, P, KTK, KB, pH, C-organik memberikan pengaruh terhadap berat lateks dan K, Ca, Mg, bobot isi tidak memberikan pengaruh terhadap berat lateks. N, P, K, Mg, KTK, KB, pH, C-organik memberikan pengaruh terhadap lingkar batang Ca, dan bobot isi tidak memberikan pengaruh terhadap lingkar batang.Kata Kunci: Lingkar Batang, Lateks, Ultisol, Unsur Hara, Karet.    
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA SEBENTE KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG WAHYUNI, TRI; SUSWATI, DENAH; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi sawah (Oryza sativa.L) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat Indonesia. Menanam padi sawah sudah menjadi tradisi umum bagi sebagian besar petani di Indonesia, yang pada mulanya banyak diusahakan di pulau Jawa.  Namun, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan menanam padi di sawah. Produksi padi sawah di Kabupaten Bengkayang  sebesar 124,157 ton/ha per tahun, terdiri dari 101,735 ton pertahun padi sawah dan 22,422 ton padi ladang.  Luas panen 39,139 Ha, dengan produktifitas padi tahun 2015 sebesar 31,72 Kwintal/Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status ketersediaan unsur hara N, P, K pada tanah sawah di Desa Sebente, dan menghitung rekomendasi pemupukan N, P dan K untuk meningkatkan produksi padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan 2 Ha.  Waktu penelitian 3 bulan, dimulai dari persiapan sampai penyajian hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode sistem diagonal dan metode wawancara, untuk pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0-20 cm, pengambilan sampel tanah komposit diambil 4 petak sawah yang berbeda. Parameter pengamatan adalah reaksi tanah (pH), N total, P tersedia tanah, K tersedia tanah, dan C-Organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam, C-Organik  pada lokasi penelitian sangat rendah sampai dengan tinggi, nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sedang, Fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sangat rendah, kalium (K) tersedia tanah dilokasi penelitian tergolong sangat rendah.
PENGARUH LUMPUR LAUT TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA PODSOLIK MERAH KUNING Sutomo, Sutomo; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap serapan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L¬6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan nitrogen ,serapan fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen, fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L4 yaitu 240 g/polibag.Kata kunci : , jagung, lumpur laut, Podsolik Merah Kuning