Boedi Hendrarto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 58 Documents
Articles

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM REHABILITASI MANGROVE DI BEBERAPA DESA PESISIR KABUPATEN REMBANG: TINJAUAN BERDASARKAN TAHAP PERENCANAAN Hendrarto, Boedi; ., Kismartini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.66 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1704

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  tingkat partisipasi  masyarakat  pada  tahap perencanaan di beberapa desa pesisir Kabupaten Rembang. Lokasi penelitian dipilih secara purposive, yaitu Desa Tunggulsari,  Desa Pasarbanggi, dan  Desa  Dasun.  Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,  wawancara,  kuisioner,  dan  studi  pustaka. Tingkat  partisipasi  diperoleh  dengan menggunakan  teknik  skoring,  dan  perbandingan  desa  pesisir  berdasarkan  partisipasinya  dilihat dengan menggunakan cluster analysis. Dari penelitian ini diketahui bahwa tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan mulai  dari  yang  paling  baik  secara  berurutan  adalah Desa  Tunggulsari,  Dusun  Kaliuntu,  Desa Pasarbanggi,  dan  Desa  Dasun.  Berdasarkan  tingkat  partisipasinya,  terdapat  dua  kelompok  yang memiliki  kemiripan,  yaitu  kelompok  pertama  yang  terdiri  atas  Desa  Dasun  dan  Desa  Pasarbanggi, dan kelompok kedua yang terdiri atas Desa Tunggulsari dan Dusun Kaliuntu.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM REHABILITASI MANGROVE DI BEBERAPA DESA PESISIR KABUPATEN REMBANG: TINJAUAN BERDASARKAN TAHAP PERENCANAAN Hendrarto, Boedi; ., Kismartini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.66 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1704

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  tingkat partisipasi  masyarakat  pada  tahap perencanaan di beberapa desa pesisir Kabupaten Rembang. Lokasi penelitian dipilih secara purposive, yaitu Desa Tunggulsari,  Desa Pasarbanggi, dan  Desa  Dasun.  Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,  wawancara,  kuisioner,  dan  studi  pustaka. Tingkat  partisipasi  diperoleh  dengan menggunakan  teknik  skoring,  dan  perbandingan  desa  pesisir  berdasarkan  partisipasinya  dilihat dengan menggunakan cluster analysis. Dari penelitian ini diketahui bahwa tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan mulai  dari  yang  paling  baik  secara  berurutan  adalah Desa  Tunggulsari,  Dusun  Kaliuntu,  Desa Pasarbanggi,  dan  Desa  Dasun.  Berdasarkan  tingkat  partisipasinya,  terdapat  dua  kelompok  yang memiliki  kemiripan,  yaitu  kelompok  pertama  yang  terdiri  atas  Desa  Dasun  dan  Desa  Pasarbanggi, dan kelompok kedua yang terdiri atas Desa Tunggulsari dan Dusun Kaliuntu.
KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI KAWASAN TERABRASI BEDONO, KABUPATEN DEMAK (THE DIVERSITY OF FISH CATCH IN THE ABRASION AREA AT BEDONO RIVER, DEMAK REGENC) Munafi?ah, Ayu; Purnomo, Pudjiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.566 KB)

Abstract

Perairan Bedono merupakan perairan bermangrove yang kawasannya terabrasi dan menyebabkan kawasan ini memebentuk badan air seperti estuarin. Kondisi ini mempengaruhi keanekaragaman dan pertumbuhan biota yang ada termasuk ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekagaman jenis ikan, hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik sampling haphazard. Stasiun penelitian 24 di bagi 4 kawasan. Pengukuran parameter panjang dan berat dilakukan untuk setiap jenis ikan yang tertangkap. Hasil penelitian terdapat 9 jenis ikan yang termasuk 9 famili antara lain Ikan Belanak (Mugilidae), Ikan Kiper (Scatophagidae), Ikan Bandeng (Chanidae), Ikan Gerabah (Sciaenidae), Ikan Lundu (Bagridae), Ikan Sembilang (Plotosidae), Ikan Laosan (Polynemidae), Ikan Juwi (Clupeidae), dan Ikan Janjan (Gobiidae). Hasil indeks keanekaragaman ikan secara deskriptif berkisar antara 1,09-2,0 yang termasuk tingkat rendah. Hasil analisis hubungan panjang berat setiap ikan b< 3 (allometrik negatif), kecuali ikan juwi b > 3 (allometrik positif), dan hasil analisis faktor kondisi berkisar antara 1,01-1,43 yang termasuk ikan kurang pipih (kurus). Bedono mangrove waters that affected by abrasion and this region is an estuarinearea. These conditions my affect the biodiversity and growth of aquatic organism including fish. This study aimed  to determine the diversity of species of fish, the relationship of weight and condition factor of the fish. This research was conducted in February-March 2017, and used a survey method with the haphazardly sampling method, in 24 stations in 4 regions. The length and weight parameters were measured to each fish spesies. The study found 9 species of fish, in 9 family, that was mulang fish (mango fish), goat fish (skutofagidae fish), milkfish (Chanidae), pottery fish (Sciaenidae), lundu (Bagridae), diplik fish(Plotosidae), laosan fish (Polynemidae), juwi fish (Clupeidae), and fish janjan (Gobiidae). The index of fish diversity are descriptively ranged from 1.09-2.0 which is classified as a low level. The results of the analysis was of the weight relationship of each fish b <3 (allometrik negative), except Juwi fish was b> 3 (allometrik positive), and the result of condition analysis between 1.01-1,43 which including fish less flat.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN GASTROPODA PADA HUTAN MANGROVE TELUK AWUR JEPARA Silaen, Inchan Faolo; Hendrarto, Boedi; Nitisupardjo, Mustofa
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.427 KB)

Abstract

Teluk Awur Jepara merupakan pesisir yang memiliki hutan mangrove yang dijadikan permodelan untuk program rehabilitasi mangrove. Untuk pengelolaan kawasan hutan mangrove secara terpadu perlu diketahui keberadaan biota yang ada di dalamnya. Gastropoda merupakan penghuni tetap hutan mangrove dengan informasi yang masih kurang  sehingga perlu dilakukan penelitian tentang kelimpahan dan distribusi gastropoda di dalam hutan mangrove tersebut. Pengambilan sampel menggunakan 3 buah Line Transect sepanjang 100 m dengan jarak 30 m. Line ditempatkan tegak lurus dengan garis pantai. Pengamatan vegetasi mangrove menggunakan metode transek yang berukuran 10x10 m2 yaitu untuk pengamatan tingkat pohon, 5x5 m2 sebanyak dua buah dan 1x1 m2 sebanyak lima buah untuk pengamatan vegetasi mangrove tingkat pancang dan semai. Pengambilan data sampel gastropoda menggunakan kuadran 1x1 m2 sebanyak lima buah yang ditempatkan secara acak pada kuadran 10x10m2. Jenis gastropoda yang ditemukan di hutan mangrove Teluk Awur Jepara didapat 16 jenis yaitu  Cerithidea cingulata, Cerithidea cingulata cingulata, Cerithidea quadrata, Cerithidea obtusa, Litorina carinifera, Littorina angulifera, Littorina scabra, Casidula nucleus, Casidula aurisfelis, Casidula multiflicata, Melampus nuxcastaneus, Melampus coffeus, Telescopium telescopium, Sphaerassiminea miniata, Neritina violacea dan Pythia plicata. Vegetasi mangrove yang paling mendominasi adalah Rhizophora mucronata baik pada tingkat pohon, pancang, dan semai. Jenis gastropoda yang paling melimpah dan mendominasi adalah Cerithidea cingulata dan Casidula nucleus. Cerithidea cingulata lebih mendominasi pada daerah mangrove terbuka sedangkan Casidula nucleus mendominasi pada daerah mangrove tertutup yaitu pada daerah mangrove yang lebih rapat. Distribusi gastropoda pada umumnya mengelompok. Keberadaan gastropoda pada hutan mangrove dipengaruhi oleh vegetasi hutan mangrove.
IDENTIFIKASI SUMBERDAYA KEPITING BAKAU (SCYLLA SP.) YANG DIDARATKAN DI TPI KABUPATEN TAPANULI TENGAH Larosa, Roswita; Hendrarto, Boedi; Nitisupardjo, Mustofa
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.933 KB)

Abstract

Salah satu sumberdaya perikanan di wilayah perairan Indonesia adalah kepiting bakau namun informasi mengenai keberadaan kepiting bakau khususnya jenis?jenisnya masih terbatas begitu juga pada wilayah perairan Kabupaten Tapanuli Tengah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan identifikasi jenis morfologi kepiting bakau.Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2011 ini adalah untuk mengetahui jenis dan morfologi kepiting bakau, kelimpahan dan dominasi kepiting bakau, serta mengetahui nilai komersil kepiting bakau di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Sampel yang diteliti adalah kepiting bakau yang didaratkan di 3 (tiga) TPI yaitu Desa Hajoran, Desa Poriaha dan Desa Sijago-jago Kabupaten Tapanuli Tengah. Kepiting yang tertangkap oleh nelayan diidentifikasi dan dilakukan pengukuran morfometrik kemudian menganalisis data yang didapatkan, dan wawancara nelayan untuk mengetahui berat komersil dan kisaran harga kepiting bakau tersebut. Jumlah spesies kepiting bakau yang ditemukan adalah 3 (tiga) spesies yaitu Scylla serrata (63.41%), Scylla olivacea (26.22 %), dan Scylla tranquebarica (10.37 %) dari sampel yang berjumlah 164 individu. Kepiting yang mendominasi adalah Scylla serrata. Kepiting bakau yang biasanya dipasarkan adalah kepiting yang memiliki berat ?250 gram per ekor dengan harga Rp. 35.000/kg.
PERUBAHAN LUAS VEGETASI MANGROVE DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT Widiyanti, Angela Merici Dwi; Hartoko, Agus; Hendrarto, Boedi
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.514 KB)

Abstract

Mangrove di Pulau Parang digunakan untuk kegiatan masyarakat sehingga luas vegetasi mangrove semakin lama semakin berkurang. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Pengambilan sampel di area mangrove menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan pengecekan lapangan dari hasil klasifikasi tidak terbimbing dengan menggunakan kombinasi band citra satelit. Hasil penelitian didapatkan jenis mangrove yang ditemukan di stasiun pengamatan Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa adalah Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, dan Avicennia marina. Jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia officinalis hanya ditemukan beberapa pohon di kawasan mangrove Rawa Buaya. Jenis Sonneratia alba hanya ditemukan dua pohon yang cukup jauh dari kawasan mangrove Batu Merah. Status kondisi mangrove di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove untuk kategori pohon dengan kerapatan rata-rata 1,275 ind/Ha dan penutupan rata-rata 37,50% termasuk dalam kriteria rusak jarang, kategori anakan dengan kerapatan rata-rata 372 ind/Ha termasuk dalam kriteria rusak jarang, sedangkan untuk kategori semai dengan kerapatan rata-rata 13.889 ind/Ha termasuk dalam kriteria baik sangat padat. Luas vegetasi mangrove di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa pada tahun 1997 sebesar 46,80 Ha yang pada tahun 2004 berkurang menjadi 41,44 Ha lalu pada tahun 2011 berkurang menjadi 38,36 Ha. Perubahan penurunan luas mangrove dari tahun 1997 ? 2011 adalah sebesar 18,03%. 
KANDUNGAN KLOROFIL-A DAN FITOPLANKTON DI LOKASI YANG BERBEDA DI SUNGAI WULAN, KABUPATEN DEMAK Dewi, Hilda Kumala; Hendrarto, Boedi; Ain, Churun
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.277 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Wulan adalah sungai yang melewati tiga kabupaten yaitu Grobogan, Kudus dan Demak. Sungai Wulan yang terletak di Kabupaten Demak, mempunyai dua percabangan yaitu Wulan Lama dan Wulan Baru. Sungai ini digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan seperti kegiatan perikanan, domestik dan transportasi. Di hilir sungai juga terdapat daerah mangrove. Dampak dari kegiatan manusia tersebut kemungkinan akan berpengaruh terhadap kualitas perairan, hal tersebut diduga berdampak terhadap keberadaan fitoplankton serta kandungan klorofil-a. Penelitian dilakukan pada bulan Maret ? April 2016 bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil-a, fitoplankton dan status perairan berdasarkan kandungan klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton. Metode yang digunakan adalah metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi yang berbeda yaitu dekat pemukiman (Stasun 1), Wulan Baru (Stasiun 2), dan Wulan Lama (Stasiun 3). Analisis Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan kandungan klorofil-a antar stasiun dan analisis Cluster untuk mengetahui kemiripan berdasarkan komunitas fitoplankton dan variabel lingkungan antar stasiun. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil-a berkisar antara 0,4955 - 1,3527 mg/l. Tidak ada perbedaan yang nyata kandungan klorofil-a per stasiun pada taraf kepercayaan 95% (0,05). Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 9.458 ? 12.422 ind/l. Fitoplankton yang didapatkan terdiri dari 35 genera yang terdiri dari 5 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dynophyceae, Chlorophyceae dan Euglenophyceae. Stasiun 2 dan Stasiun 3 mempunyai kemiripan komunitas fitoplankton dan variabel lingkungan dibandingkan dengan Stasiun 1. Status perairan Sungai Wulan berdasarkan kandungan klorofil-a tergolong oligotrofik dan berdasarkan kelimpahan fitoplankton tergolong mesotrofik.Kata Kunci: Klorofil-a; Fitoplankton; Sungai Wulan  ABSTRACTWulan River is a river that passes through three regencies there are Grobogan, Kudus and Demak. Wulan River located in Demak Regency, has two branches there are Wulan Lama and Wulan Baru. This river has been used a lot by the residents for many activities such as fishery activities, domestic and transportation. There is also mangrove area in the downstream of Wulan River. The impact of those human activities presumably will affect the quality of the waters, it is also presumed to impact the existence of phytoplankton and the contents of chorophyl-a. This research was conducted on March - April 2016 aimed to know the contents of chlorophyl-a, the type and abundance of phytoplankton and the status of waters based on the content of chlorophyll-a and the abundance of phytoplankton. This research used survey method and purposive a sampling teqnique. The sampling was conducted in three different locations, that is in the nearby people residence (Station 1), Wulan Baru (Station 2) and Wulan Lama (Station 3). The Kruskal-Wallis analysis was used to determine differences of chlorophyll-a between the stations and Cluster analysis was used to determine similarity groups based on the phytoplankton community and environment variables between stations. The results showed chlorophyll-a range between 0,4955 - 1,3527 mg/l. There is no significant difference between the content of chlorophyll-a per station at the level of 95% (P < 0,05). The abundance of phytoplankton ranged between 9.458 ? 12.422 ind/l. The phytoplankton was obtained consisting of 35 genus consisted of 5 classes, namely Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dynophyceae, Chlorophyceae and Euglenophyceae. Both Station 2 and Station 3 had a more similarity in the community of phytoplankton and the environment variable compared to the Station 1. The status waters of the Wulan Rivers based on the contents chlorophyll-a was classified into oligotrophic and based on the abundance of phytoplankton was classified into mesotrophic. Keywords: Chlorophyl-a; Phytoplankton; Wulan River 
FLUKTUASI BAHAN ORGANIK DAN SEBARAN NUTRIEN SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KLOROFIL-A DI MUARA SUNGAI SAYUNG DEMAK Rahmawati, Iin; Purnomo, Pujiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.907 KB)

Abstract

Kegiatan yang terdapat di sekitar muara Sungai Sayung seperti aktivitas manusia, pariwisata, industri rumah tangga, pertambakan, serta jalur pelayaran yang terus berlangsung tanpa pengelolaan yang baik dapat menyebabkan perubahan kondisi fisika, kimia, biologi sehingga akan berpengaruh terhadap kandungan bahan organik, nutrien, dan kelangsungan hidup organisme di dalamnya. Tujuan  penelitian  ini  adalah mengetahui fluktuasi dan sebaran bahan organik di muara Sungai Sayung Demak, mengetahui distribusi spasial sebaran bahan organik dan nutiren terhadap kelimpahan fitoplankton, dan mengetahui keterkaitan antara bahan organik terhadap sebaran nutrien dan distribusi nutrien terhadap klorofil-a.Penelitian ini berdasarkan studi kasus dan menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Dalam penelitian ini ditentukan lima stasiun pengukuran, dimana pada tiap stasiun dilakukan tiga kali pengulangan. Analisis data bahan organik, nutrien, dan klorofil-a menggunakan metode Regresi Korelasi. Bahan organik dengan nitrat secara linier menunjukkan keeratan yang tinggi dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,8209. Hubungan antara bahan organik dengan fosfat mempunyai nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,7804. Distribusi nutrien terhadap klorofil-a menunjukkan adanya gradasi nilai konsentrasi dimana di muara Sungai Sayung lebih tinggi dan akan semakin rendah menuju ke arah laut lepas. Berdasarkan nilai rata ? rata klorofil-a yang diperoleh sebesar 1,027 ? 1,353 µg/l, perairan muara Sungai Sayung Demak tergolong kedalam perairan yang bersifat Oligotrofik.
JENIS KEPITING BAKAU (SCYLLA SP.) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN LABUHAN BAHARI BELAWAN MEDAN Hia, Putri March F; Hendrarto, Boedi; Haeruddin, -
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.952 KB)

Abstract

Labuhan Bahari Belawan Medan merupakan sebuah pulau yang terletak di Selat Malaka, Sumatera Utara. Salah satu sumberdaya perikanan di perairan tersebut adalah kepiting bakau, namun informasi  mengenai kepiting bakau pada daerah ini masih kurang terutama jenis spesiesnya. Tujuan dari penelitian yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2012 ini adalah untuk mengetahui jenis dan morfologi kepiting bakau, kelimpahan yang mendominasi, dan mengetahui ekonomi kepiting bakau di perairan Labuhan Bahari Belawan Medan. Kepiting yang diteliti adalah kepiting bakau yang tertangkap di wilayah mangrove dan sekitar tambak yang ditumbuhi mangrove. Sampling dilakukan dengan alat tangkap bubu oleh masyarakat sekitar dinamakan bubu planet. Kepiting yang tertangkap diidentifikasi dan dilakukan pengukuran morfometrik kemudian menganalisa data yang didapatkan, dan wawancara nelayan untuk mengetahui nilai ekonomi kepiting bakau tersebut. Jumlah spesies kepiting bakau yang ditemukan  adalah 3 spesies yaitu Scylla tranquebarica, Scylla serrata dan Scylla paramamosain, dengan kelimpahan yang mendominasi adalah Scylla tranquebarica sebesar 54,72%, Scylla paramamosain sebesar 33,96%, dan Scylla serrata sebesar 11,32% di stasiun I (di kawasan mangrove), sedangkan di stasiun II (di luar kawasan mangrove) Scylla serrata 45,76%, Scylla tranquebarica sebesar 33,98%, dan Scylla paramamosain sebesar 15,25%. Kepiting bakau yang biasanya dipasarkan adalah kepiting yang memiliki berat ?200 gram per ekor baik jantan maupun betina.
HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DENGAN MANGROVE DI DESA MOJO KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG Aini, Hida Rizki; Suryanto, Agung; Hendrarto, Boedi
Journal of Management of Aquatic Resources VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.179 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Mojo merupakan salah satu wilayah Kecamatan Ulujami yang memiliki kawasan mangrove yang luas. Hutan mangrove di Desa Mojo merupakan hasil rehabilitasi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar dan pihak terkait. Hutan mangrove Desa Mojo mempunyai fungsi yang sangat penting bagi daerah sekitarnya. Rehabilitasi yang telah dilakukan tersebut memberikan efek terhadap ekosistem. Habitat mangrove yang ada di Desa Mojo tersebut kemungkinan memberikan karakteristik terhadap sedimen sebaliknya karakteristik sedimen merupakan faktor penting terhadap keberadaan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Maret ? april 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik sedimen terhadap tegakan mangrove. Metode yang digunakan untuk menghitung kerapatan mangrove yaitu Point Centered Quarter Method. Karakteristik sedimen meliputi pengukuran fisika sedimen, pengukuran tekstur sedimen dengan metode Soil Jar Test (FAO), dan bahan organik sedimen diukur dengan metode LOI (Loss on Ignition). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kawasan mangrove di Desa Mojo termasuk sangat padat, karena memiliki kerapatan lebih dari 1500 pohon per hektar (KepMenLH No.201, 2004). Sedimen pada kawasan mangrove Desa Mojo memiliki karakteristik tekstur silt (lumpur). Hasil Principal Component Analysis korelasi spesies mangrove dipengaruhi langsung oleh kuantitas silt dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya.  Kata Kunci : Tekstur sedimen; Mangrove; Ulujami; Pemalang ABSTRACT Mojo village is one of the District of Ulujamithat has extensive mangrove areas. The mangrove forest in the village of Mojo is the result of the rehabilitation undertaken by the local community and other interested parties. It has a very important function for the surrounding area. The rehabilitation has been done to give effect to the ecosystem. Mangrove habitat in the village of Mojo and sediment characteristics of mutrual influenced.. The study was conducted in March - April 2016. The purpose of this study was to determine the correlation characteristic of sediment to mangrove stands. The method used to calculate the density of mangrove namely Point Centered Quarter Method. Sediment characteristics include physical measurements of sediment, sediment texture measurement method Jar Test Soil (FAO), and sedimentary organic matter is measured by the method of LOI (Loss on Ignition). The results showed that the condition of the mangrove area in the village of Mojo include very dense, because it has a density of more than 1500 trees per hectare (KepMenLH 201, 2004). Sediment in the mangrove areas Desa Mojo has the characteristic texture of silt. The data used by the Principal Component Analysis correlation mangrove species were influenced by the quantity of silt, while there is no direct impact on other environmental factors on the existing mangrove species. Keywords: Sediment texture,Mangrove. Ulujami, Pemalang
Co-Authors - Haeruddin - Ruswahyuni - Supriharyono - Suryanti Achmad Fama agung Suryanto Agus Hadiyarto Agus Hartoko Agus Wahyudi Alfian Zulfikar, Alfian Aly Handartoputra Amalia Nur Istigfarin, Amalia Nur Angela Merici Dwi Widiyanti Anhar Solichin Anugrah Dwi Fahreza Ari Wibowo Arini Indah Lestari, Arini Indah Asrika Yupina Sembiring Ayu Putri Kusumaningrum, Ayu Putri Bambang Sulardiono Christian B.C. Churun Ain D Diarto Dewi, Hilda Kumala Dyah Pertiwi Jaya Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya Egar Dwi Prayudha Ekowati Chasanah Fadhilah Maharani Fajrin, Fadhilah Maharani Fandi Maulana Farah Nabila Noersativa Fentika Rahma Mentari, Fentika Rahma Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Hapsari, Rania Widia HEDI INDRA JANUAR Hida Rizki Aini, Hida Rizki Iin Rahmawati Ika Chrisyariati Inchan Faolo Silaen Irwan Ramadhan Ritonga Ismoyo, Untung Kismartini ., Kismartini Lusiana Rahmawati Lutfiana Sari Indah Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Melina Setya Ayuningsih Muhammad Saiful Adip Muhammad Yusuf Muhar Azhari Mulyaningsih, Dwi Munafi?ah, Ayu Mustofa Niti Supardjo Mustofa Nitisupadjo Mustofa Nitisupardjo Nabila Ghassani Adani Niniek Widyorini Novi Andriani, Novi Nugraha, Muhammad Rizky Nurul Fhitriany Putri Nurul Khaqiqoh OCKY KARNA RADJASA Okta Viana Sari Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purnomo, Pudjiono Wahyu Putri March F Hia Rifky Annisa Fatmawati, Rifky Annisa Rimty Mayuftia Rina Mariana Rizki Pramuditya Kurniatama, Rizki Pramuditya Roswita Larosa S. Supriharyono Sa?diyah, Halimatus Sandra Devita Kusumaningsari, Sandra Devita Sinaga, Riris Rezeki Siti Rudiyanti Sri Suryoko Sri Wahyuni Subiyanto Subiyanto Supriharyono ,, Supriharyono Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti Sutrisno Anggoro Suyono ,, Suyono Tarigan, Novia Putri Tri Kusuma Oktaviana