Articles

Found 13 Documents
Search

ENVIROMENTAL SOCIO-ECONOMIC VALUE FOR CAPTURE FISHERIES RESOURCES AT JATIGEDE RESERVOIR, SUMEDANG, WEST JAVA PROVINCE Nurhayati, Atikah; Herawati, Titin; Lili, Walim; Yustiati, Ayi; Nurruhwati Matindas, Isni
Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/16202025262

Abstract

Sumedang District is one of the areas where Jatigede Reservoir is built, which is primarily for hydroelectric power generation and other derivative functions such as drinking water supply, irrigation, flood control, tourism, and capture fisheries. Research aims to examine how the potential of capture fisheries resources and socio-economic values for local communities. This method used quantitative description of the performance of costs and benefits. The data used in this reserach are primary data and secondary. Primary data with judgment sampling as many as 30 respondents. Based on the research gap analysis for the social aspects of the local communities affected by the construction of reservoirs Jatigede contradiction between the expectations of the people to utilize the reservoir Jatigede based derivative function with local government regulations, so there is still social conflicts in society.Results of Analytic Network Process levels of jatigede reservoir function based on economic value the main function of hydroelectric power plants is socio-economic value for residents affected by the construction of Jatigede reservoir, one of which is capture fisheries, which should be given by the local government regulations regarding catchment zones, types of fishing gear are allowed and security protection for fishing in reservoirs Jatigede, institutional strengthening Jatigede fishing in reservoirs.Environmental aspects by taking into account the aquatic habitat in the Jatigede reservoir,which can be used for fisheries with due respect to the conservation of fishery resources, especially for endemic fish by periodically restocking, so that socio-economic and environmental values can be synergistic in utilizing the Jatigede reservoir.
KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN JARING INSANG (GILL NET) DI WADUK JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG Setiawan, Wahyu; Nurhayati, Atikah; Herawati, Titin; Handaka, Asep Agus
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 2 No 1 (2018): PAPALELE (Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan)
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.452 KB) | DOI: 10.30598/papalele.2018.2.1.8

Abstract

Gill net is one of the fishing gear used by Jatigede Reservoir fisherman. The purpose of this research is to analyzed the feasibility of fish catching business with gill net in Jatigede Reservoir. This research was conducted by used data collection method (observation, questioner, literature study) and method of data analysis (feasibility business analysis). The benefits of this research is expected to be informations and references for the research who will expand a fishing business with gill net at Jatigede Reservoir. The result of feasibility of fish catching business with gill net at Jatigede Reservoir is profit value Rp. 70.890.000, Break Event Point price and production (all species of fish) Rp. 4.154/kg and 2.136kg in a year, Benefit Cost Ratio 3,37, Payback Period 2 months and Net Present Value >1 Rp. 52.820.243, the fish catching business using gill net at Jatigede Reservoir is feasible to be developed.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN ROTIFERA (BRACHIONUS ROTUNDIFORMIS) YANG DIPERKAYA DENGAN TAURIN DAN GLUTAMIN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN KERAPU SUNU (PLECTROPOMUS LEOPARDUS) Banthani, Gulam; ., Iskandar; Rostika, Rita; Herawati, Titin; Suryadi, Ibnu Bangkit Bioshina
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Kerapu merupakan salah satu Ikan laut yang berekonomis penting yang banyak ditangkap dan diekspor. Rendahnya kelangsungan hidup pada stadia larva menjadi penyebab pengembangan budidaya kerapu sunu masih mengalami kendala sehingga masih sulit pengadaan benih secara cukup dan berkelanjutan. Pemberian pakan alami pada stadia larva merupakan langkah yang penting dalam meningkatkan kelangsungan hidup larva. Jenis pakan alami yang sering digunakan dalam kegiatan pembenihan ikan laut yaitu rotifer (B. rotundiformis). Rotifer menjadi pakan pada stadia larva karena rotifer mempunyai ukuran yang kecil dan sesuai dengan bukaan mulut larva kerapu sunu. Namun pemberian rotifer masih belum cukup untuk meningkatkan kelangsungan hidup larva, sehingga perlu dilakukan pengayaan rotifer dengan asam amino. Asam amino yang diduga dapat mengkatkan kelangsungan hidup larva adalah Taurin dan Glutamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rotifer yang diperkaya dengan taurin dan glutamin dalam menunjang kelangsungan hidup larva kerapu sunu. Penelitian ini akan dilaksanakan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan  di Gondol, Bali pada bulan september 2017. Metode yang digunakan terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan: (A) tanpa Taurin dan Glutamin; (B) 0,5 taurin per 10 L media pengkaya; (C) 0,5 Glutamin per 10 L media pengkaya; (D) 0,5 Taurin dan 0,5 Glutamin per 10 L media pengkaya. Pemeliharaan larva menggunakan bak berukuran 1000 L dan di pelihara selama 10 hari. Pemberian rotifer  mulai dari D-2 sampai D-10. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air.
PENGARUH LOGAM KROMIUM (CR) TERHADAP HISTOPATOLOGI ORGAN INSANG, HATI DAN DAGING IKAN DI SUNGAI CIMANUK BAGIAN HULU KABUPATEN GARUT Azis, Muhamad Nu?man; Herawati, Titin; Anna, Zuzy; Nurruhwati, Isni
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat racun dan membahayakan jika terdapat dalam tubuh organisme pada konsentrasi yang tinggi. Tujuan riset ini untuk mengetahui tingkat kerusakan insang, hati dan daging ikan yang terpapar logam kromium. Metode yang digunakan pada riset ini yaitu metode survei. Pengukuran kandungan logam kromium pada air dan organ ikan di lakukan di Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran dari tanggal 1 sampai 14 Mei 2016. Pengukuran tingkat kerusakan organ dilakukan di Laboratorium Patologi, Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 15 Mei - 5 Juni 2016. Ikan yang diteliti kandungan logam kromiumnya adalah ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan Paray (Rasbora argyrotaenia), ikan Hampal (Hampala macrolepidota), ikan Lele (Clarias gariepenus), ikan Gabus (Opiocephalus striatus) dan ikan Sapu (Hyposarcus pardalis). Kandungan Cr pada insang, hati, dan daging ikan yang tertangkap pada umumnya masih dibawah ambang batas, kecuali pada insang dan hati ikan gabus yang telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Ikan yang tertangkap di stasiun 1, 2, 3, dan 4 umumnya telah mengalami kerusakan sedang, kecuali pada ikan mas, ikan paray, ikan hampal, ikan gabus. Ikan sapu yang tertangkap di stasiun 4 insang dan hatinya telah mengalami tingkat kerusakan berat tetapi pada daging tidak terdeteksi adanya kerusakan. Pada semua stasiun insang ikan mengalami tingkat kerusakan sedang, hati mengalami tingkat kerusakan berat dan pada daging ikan tidak ditemukan kerusakan. 
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI IKAN YANG DAPAT BERADAPTASI DI WADUK JATIGEDE PADA TAHAP INUNDASI AWAL Andani, Alfina; Herawati, Titin; -, Zahidah; Hamdani, Herman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian diharapkan sebagai informasi awal ikan-ikan yang berpotensi dapat beradaptasi di Waduk Jatigede dan dapat dijadikan dasar untuk pengelolaan dan pelestarian keanekaragaman ikan. Metode penelitian menggunakan metode survei pada empat stasiun pengamatan dengan dua kali sampling per bulan, selama tiga bulan. Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, ukuran, jenis kelamin, kelimpahan, keanekaragaman, dan keseragaman ikan. Data didukung oleh parameter kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan DO. Hasil penelitian identifikasi dan inventarisasi ikan, terdapat 9 famili dari 17 spesies, yaitu Cyprinidae (Barbodes balleroides, Cyclocheilichthys repasson, Hampala macrolepidota, Mystacoleucus marginatus, Osteochilus hasseltii, Osteochilus microcephalus, Rasbora argyrotaenia, dan Barbodes gonionotus), Cichlidae (Oreochromis niloticus dan Oreochromis mossambicus), Osphronemidae (Trichogaster pectoralis), Channidae (Channa striata), Loricariidae (Liposarcus pardalis), Pangasiidae (Pangasius hypophthalmus), Bagridae (Mystus nemurus), Chanidae (Chanos chanos), dan Mastacembelidae (Mastacembelus erythrotaenia). Keanekaragaman ikan di Waduk Jatigede berkisar antara 0,54 sampai 1,65 dan Keseragaman ikan berkisar antara 0,36 sampai 0,96. 
PENGARUH KOMBINASI SUMBER PROTEIN PADA PAKAN BENIH IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) DI KERAMBA JARING APUNG WADUK CIRATA Aliyah, Siti; Herawati, Titin; Rostika, Rita; Andriani, Yuli; Zidni, Irfan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi limbah ikan tongkol dan tepung bungkil kedelai sebagai sumber protein pakan yang menghasilkan pertumbuhan tertinggi benih ikan patin stadia pendederan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret ? Juni 2017 di Keramba Jaring Apung Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias (BPPPUIH) Waduk Cirata ? Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Kombinasi limbah ikan tongkol dan tepung bungkil kedelai yaitu berturut ? turut pakan A (100%,0%), B (87,5%, 12,5%), C (75%, 25%), D (62,5%, 37,5%), E (50%, 50%), dan F (Pakan Komersial). Benih ikan patin siam yang digunakan berukuran 5,57 ± 0,23 g (stadia pendederan) dipelihara dalam 18 unit waring dengan padat tebar 40 ekor/waring selama 60 hari. Pengaruh setiap perlakuan terhadap parameter dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji dengan berbagai kombinasi limbah ikan tongkol dan tepung bungkil kedelai sebagai sumber protein memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan harian (LPH) dan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) benih ikan patin siam. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa kombinasi 75% limbah ikan tongkol dan 25% tepung bungkil kedelai pada pakan benih ikan patin stadia pendederan memberikan hasil terbaik terhadap laju pertumbuhan harian sebesar 3,34% dan efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 55,82%.
Fermentasi Etanol dengan Bahan Baku Produk Sakarifikasi Singkong oleh Aspergillus niger dengan Menggunakan Isolat Saccharomyces spp. (NKB dan NKC) Herawati, Titin; Tri Suharni, Theresia
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Biologi UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v1i1.441

Abstract

Nowdays the production of petroleum energy resource decreases in every years. Ethanol is one of renewable source of energy, it can substitution of fosil fuel. Ethanol can be produced from fermentation by Saccharomyces. The raw material of ethanol fermentation is carbohydrate rich organic. Cassava is one of efisien based material for ethanol fermentation because of its attainable price and availability. The objectives of this study were to isolation yeast from coconut neera, and use the isolate as microbial etanol fermentation from cassava. The research was started with isolating yeast from coconut neera, and then how to identified the yeast isolates by morphological and physiological characteristic. Then next process was saccharification the cassava by Aspergillus niger. Product of saccharification added by molasses to obtain 10% and 15% reducing sugar content and subjected for ethanol fermentation. The product of fermentation was analysed for the ethanol concentration by the conway microdiffuse and GCMS methode, Reducing sugar concentration was determined by DNS methode, total yeast was determined by spectroscopy methode and pH was determined by pH meter. The result showed that the isolation from coconut neera get 4 yeast isolate Saccharomyces spp. namely NKA, NKB, NKC, and NKD. The NKB and NKC isolates were choosen as candidate being used for ethanol fermentation process. The process saccharification produced 8,43% of reducing sugar. The result of ethanol fermentation process from the product saccharification of cassava and molasse mixture with content 10 % of reducing sugar were: NKB 4,19% and NKC 5,19 %. Whereas the result ethanol fermentation from the product saccharification of cassava and molasse mixture with content 15 % of reducing sugar were: NKB 6,75% and NKC 6,34 %. Based on this study, it capable concluded that mixed of the product saccharification process by cassava and molasse can be used as raw material fermentation process of ethanol by Saccharomyces spp. isolate NKB and NKC which are to isolate from coconut neera.Keywords: cassava, ethanol fermentation, molasses, saccharification, Saccharomyces spp.
AN INTEGRATED SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BASED NILA NIRWARNA (OREOCHROMIS NILOTICUS) SEED MARKET INSTITUTION Nurhayati, Atikah; Yustiati, Ayi; Herawati, Titin
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.44210

Abstract

West Java Province is one of the potential areas of freshwater fisheries resources development in Purwakarta District. The utilization of development resources is directed to achieve comparative advantage and competitive advantage as an effort to encourage the growth of regional economy. Purwakarta is one area that has the potential of the aquaculture potential to be developed. One type of aquaculture that has a high economic potential such as tilapia nirwarna fish (Oreochromis niloticus), but in the institutional aspects of marketing there are still constraints from producers to consumers. This research aims to analyze marketing institutional of Nila seed (Oreochromis niloticus) through Integrated Supply Chain Management approach. The type of data used in this research is primary and secondary data. The analytical tool used marketing channels and supply chain risk by testing the validity and reliability of data. The technique of taking respondents using snowball sampling with the number of respondents 30 consisting of suppliers of nirwarna tilapia fish breeders to nirwarna tilapia seed cultivators. Based on the results of the research concluded that the analysis of tilapia supply chain risk has a value of 1.0 means it has a high risk. Based on the research results of the aquaculture business in Purwakarta is divided into two types of business, namely the enlargement effort and fish hatchery business. The marketing institutional of tilapia nirwarna seeds through Integrated Supply Chain Management approach in Purwakarta district through hilirization of tilapia fishery through the stage of input production supply and downstream of tilapia fishery fishery through fish farm institution through production and distribution output stage.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KECIPIR (PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS) PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN GURAME (OSPHRONEMUS GOURAMY) Febnikayani, Suci -; Rostika, Rita -; Agung, Mochamad Untung Kurnia; Herawati, Titin
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penambahan tepung biji kecipir pada pakan komersial serta mengetahui dosis optimal yang dapat meningkatkan kematangan gonad ikan gurame. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari ? Mei 2017 di Balai Pengembangan dan Pemacuan Stok Ikan Gurame dan Nilem (BPPSIGN) Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan termasuk kontrol dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan tepung biji kecipir sebanyak 0% (kontrol) per kg pakan, 3% per kg pakan, 5% per kg pakan, 8% per kg pakan dan penambahan dengan vitamin E sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian penambahan tepung biji kecipir pada pakan komersial sebanyak 5% per kg pakan dapat meningkatkan kematangan gonad ikan gurame dengan hasil diameter telur rata-rata sebesar 2,33 mm, derajat pembuahan telur sebesar 92,1% dengan jumlah telur yang dibuahi 2700 butir, dan  derajat penetasan telur sebesar 64,8% dengan jumlah telur yang menetas 1750 butir.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penambahan tepung biji kecipir pada pakan komersial serta mengetahui dosis optimal yang dapat meningkatkan kematangan gonad ikan gurame. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari ? Mei 2017 di Balai Pengembangan dan Pemacuan Stok Ikan Gurame dan Nilem (BPPSIGN) Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan termasuk kontrol dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan tepung biji kecipir sebanyak 0% (kontrol) per kg pakan, 3% per kg pakan, 5% per kg pakan, 8% per kg pakan dan penambahan dengan vitamin E sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian penambahan tepung biji kecipir pada pakan komersial sebanyak 5% per kg pakan dapat meningkatkan kematangan gonad ikan gurame dengan hasil diameter telur rata-rata sebesar 2,33 mm, derajat pembuahan telur sebesar 92,1% dengan jumlah telur yang dibuahi 2700 butir, dan  derajat penetasan telur sebesar 64,8% dengan jumlah telur yang menetas 1750 butir.
STRATEGI PENGELOLAAN ADAPTIF BERBASIS KELEMBAGAAN LOKAL SUMBER DAYA PERAIRAN Nurhayati, Atikah; Nurruhwati, Isni; Herawati, Titin; Handaka, Asep Agus
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.732 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v8i2.7431

Abstract

Pemanfaatan sumber daya perairan umum perlu diatur dengan kelembagaan pengelolaan yang efektif yang dapat menjamin manfaat bagi pelaku usaha dan kelestarian sumber daya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptif pengelolaan perairan umum berbasis kelembagaan lokal, yang diharapkan dapat secara efektif menjawab tantangan pengelolaan sumber daya perairan umum. Penelitian ini menggunakan metode participatory action research  kemudian dideskriptifkan secara kuantitatif yang didukung oleh data primer dan sekunder yang diperoleh melalui Focused Group Disscusion (FGD) dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di waduk Cirata telah diterapkan kelembagaaan lokal yaitu Masyarakat Peduli Cirata (MPC) yang melibatkan segenap stakeholders yaitu masyarakat pengguna perairan umum di Waduk Cirata, Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Jawa Barat, Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) dan pembudidaya ikan KJA. Dari kasus kelembagaan di Waduk Cirata ini, dapat dipetik sejumlah pelajaran yang dapat diterapkan untuk kasus serupa di tempat lain. Pelajaran terpenting adalah terkait dengan penerapan strategi adaptif. Komponen utama dari strategi adaptif yang menopang efektivitas kelembagaan pada kasus Waduk Cirata adalah pemanfaatan dan kontrol tepat guna yang dilandasi kesepahamaan di antara stakeholders tentang fungsi potensial dari waduk dan interaksinya dengan lingkungan. Implementasi operasional dari strategi ini adalah: (1) memperbolehkan berlangsungnya perikanan budidaya karamba jaring apung (KJA), namun di sisi lain menerapkan kontrol dan dievaluasi untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya dengan melibatkan kelompok MPC, (2) mendorong pengembangan wisata pemancingan (recreational fishing), tetapi melakukan langkah-langkah untuk pengendalian tangkapan sehingga tidak merusak keberlanjutan sumber daya ikan endemik, (3) pemanfaatan gulma eceng gondok yang dipadukan sekaligus dengan upaya pembersihan jalur transportasi air. Title: Studi Kasus di Perairan Umum Waduk Cirata Kab Cianjur, Jawa Barat) Adaptive Management Strategy Based on Local Institution  of The Aquatic Resource (A Case Study at The Cirata Reservoir  of Cianjur Regency, West JavaUtilization of open water resources needs to be regulated with effective management institution that can guarantee the benefits for the users and its sustainability. This research aims to examine and formulate adaptive strategies for the management of open water based on local institutions, which are expected to effectively answer the challenges of open water resource management. This research used participatory action research method approach and quantitatively described with primary and secondary data collected from Focused Group Disscusion (FGD) and surveys. Results showed that there are local established institution named Cirata Community Care (MPC) which involves all relevant stakeholders, they are common users, West Java Province Marine and Fisheries Service Office, Cirata Reservoir Management Agency (BPWC), and fisheries community. The case study of Cirata Reservoir resulted in a number of lesson learned that applicable to similar cases elsewhere. The most important one is its adaptive strategies. Main component of adaptive strategies to support the effectiveness of its local institution is the appropriate use and control mechanisms, i.e., those that are based on a common understanding among stakeholders regarding prospective functions of the reservoir and their interactions with environment. The implementation of this strategy covers the following actions : (1) to allow the floating net cage aquaculture as well as to control and evaluate its operation in order to maintain the balance of its ecosystem by involving MPC group; (2) to encourage the development of recreational fishing as well as to control the catch in order to sustain the endemic fish resources, and; (3) to use combined water hyacinth weeds as well as to clean water transport pathway altogether.