Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI EVALUASI DATA LOGGING DAN SIFAT PETROFISIKA UNTUK MENENTUKAN ZONA HIDROKARBON PADA LAPISAN BATU PASIR FORMASI DURI LAPANGAN BALAM SOUTH, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Ulum, Yusuf Nur; Hastuti, Endang Wiwik Dyah; Herlina, Weny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapisan batu pasir merupakan salah satu lapisan batuan yang dapat berperan sebagai sebuah reservoir minyak dangas bumi. Karakteristik untuk menentukan prospek suatu reservoir adalah porositas, permeabilitas, saturasi air danketebalan lapisan hidrokarbon. Lapisan batu pasir yang akan diteliti adalah lapisan batu pasir pada Formasi Duri.Analisa dilakukan dengan menggunakan data dari proses logging, yaitu log DRHO, log caliper, log gamma ray, logresistivity, log RHOB dan log NPHI. Dalam perhitungan sifat petrofisika ini terlebih dahulu dilakukan evaluasi dankoreksi terhadap data log untuk mendapatkan data yang valid dan standar. Evaluasi yang dilakukan adalah koreksilubang bor, normalisasi gamma ray semua sumur dan pengeditan data log. Penelitian ini menggunakan perangkatlunak (software) Geolog 6.7. Formasi Duri pada lapangan Balam South berada pada cekungan sumatera tengah yangterdiri dari 9 lapisan batu pasir. Berdasarkan klasifikasi Koesoemadinata (1980) mengenai kualitas porositas danpermeabilitas, didapat hasil bahwa nilai porositas dan permeabilitas lapisan A 23,3% dan 576,05 md, Lapisan C 21,9% dan 1739,7 md, lapisan D 21% dan 1823,8 md, lapisan E 19,9% dan 360,8 md, lapisan G 21,4% dan 763,08 md,lapisan H 28,2% dan 618,48 md dan lapisan I 24% dan 371,74md memiliki prospek yang baik sebagai reservoir danmengandung hidrokarbon. Sedangkan lapisan yang kurang prospek adalah lapisan F dengan nilai porositas 15% danpermeabilitas 445,48 md, dan yang tidak prospek menjadi reservoir adalah lapisan B dengan porositas 9% danpermeabilitas 7.93 mdKata kunci : logging sumur , petrofisika, hidrokarbon, lapisan batu pasir, .
PERENCANAAN DESIGN DAN SIMULASI HYDRAULIC FRACTURING DENGAN PERMODELAN SIMULATOR FRACCADE 5.1 SERTA KEEKONOMIANNYA PADA FORMASI LAPISAN W3 SUMUR KAJIAN VA STRUKTUR LIMAU BARAT PT PERTAMINA EP ASSET 2 FIELD LIMAU Pratiwi, Vinta Adetia; Prabu, Ubaidillah Anwar; Herlina, Weny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakmampuan reservoir untuk meloloskan aliran fluida dalam jumlah besar dapat terjadi karena permeabilitas yangrendah. Berdasarkan data reservoir, permeabilitas formasi pada Sumur Kajian VA termasuk ke dalam permeabilitastight (ketat), yaitu sebesar 11 mD, sehingga fluida dari dalam reservoir sulit untuk mengalir ke dalam lubang sumurkarena kerusakan formasi. Dengan rendahnya permeabilitas formasi maka terjadilah penurunan laju produksi, dari830,4 BFPD menjadi 490 BFPD, dan penurunan produktivitas oil rata-rata dibawah 100 BPD sejak Januari 2014akibat adanya kerusakaan formasi. Oleh karena itu, dipilihlah metode stimulasi dengan hydraulic fracturing untukdiaplikasikan pada Sumur Kajian VA dalam meningkatkan produksi. Dalam penelitian tugas akhir di PT Pertamina EPAsset 2 Field Limau dari tanggal 7 April 2014 hingga 7 Mei 2014, peneliti menggunakan FracCADE 5.1 untukperencanaan design dan simulasi serta perhitungan manual dalam segi teknis dan ekonomis. Dari hasil penelitiantugas akhir yang dilakukan, peneliti mengaplikasikan model rekahan PKN (Perkirns, Kern & Nordgren) agar panjangrekahan yang diperoleh jauh lebih besar dari tinggi rekahan. Proppant yang akan digunakan adalah 16/30 Arizon jenisSand dengan harga US$0,18. Fluida perekah yang digunakan sebagai Pad dan campuran untuk Slurry adalahYF560HT w/10 lb/k J353 + 20 lb/k J418 dan fluida perekah sebagai Flush adalah 2% KCL Water. Geometri rekahandiprediksi memiliki tinggi 35,1 ft, panjang rekahan 262,8 ft, dan lebar rekahan 0,7154 inch. Nilai konduktivitas yangterbentuk sebesar 10.455 mD dengan permeabilitas fracture 175.370,422 mD.ft. Nilai perkiraan indeks produktifitasmeningkat hingga 2,014 dengan laju produksi prediksi 823,913 BFPD. Total biaya pengeluaran untuk perencanaandesign Sumur Kajian VA sebesar US$465.049,677 dengan net revenue satu tahun produksi diperkirakanUS$14.763.281,460. Modal yang akan dikeluarkan akan kembali dalam waktu 20 hari setelah sumur beroperasikembali. Sehingga Sumur Kajian VA ini layak untuk dilakukan stimulasi hydraulic fracturing.Kata Kunci: Design, Simulasi Hydraulic Fracturing, FracCADE 5.1, Keekonomian
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI GAS PADA SEPARATOR TERPASANG DI STASIUN PENGUMPUL GAS MUSI BARAT PT. PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD hidayat, rahmat; amin, muhammad; herlina, weny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan lapangan, separator terpasang mempunyai variabel terpasang yaitu luas bagian dalamseparator (Ag) sebesar 13,7 ft² dan dimensi separator (IDxH) adalah 5,91 ft x 14,76 ft dengan target produksi 45,17MMSCFD. Rata-rata volume produksi aktual gas yang dihasilkan separator terpasang yaitu sebesar 44,27 MMSCFD.Performa separator MB 1 V 1010 HP Production Separator tidak efektif karena tidak mencapai target volumeproduksi sebesar 45,17 MMSCFD. Tekanan separator secara teoritis sebesar 536,66 psia inilah yang terpasang padasaat separator terpasang tidak mencapai rata-rata target volume produksi. Upaya peningkatan produksi gas padaseparator terpasang di Stasiun Pengumpul Gas Musi Barat dilakukan dengan cara menganalisa variabel idealseparator, yaitu luas bagian dalam separator (Ag) dan dimensi separator (IDxH) agar variabel aktual tetap terpasanguntuk mencapai target volume produksi aktual gas yaitu 45,17 MMSCFD. Setelah dilakukan perhitungan, variabelideal separator untuk mencapai target volume produksi gas sebanyak 45,17 MMSCFD, maka didapat luas bagiandalam separator (Ag) sebesar 5,4 ft² dengan dimensi separator (IDxH) adalah 3,24ft x 12,00 ft
EVALUASI KINERJA JIG PADA KAPAL ISAP PRODUKSI TIMAH 12 DAERAH PERAIRAN LAUT TEMPILANG BANGKA BARAT DI UNIT LAUT BANGKA PT TIMAH (PERSERO) TBK, PROVINSI BANGKA BELITUNG widhaputra, yudhi; Arief, A Taufik; herlina, Weny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Isap Produksi (KIP) merupakan salah satu metode penambangan yang diterapkan PT. Timah (Persero) Tbk. Proses perolehan mineral kasiterit pada Kapal Isap Produksi (KIP) menggunakan alat jig. Faktor pendukung kesuksesan pencucian ada pada proses jigging  yaitu pengaturan variabel pada jig. Kondisi aktual dilapangan menunjukkan bahwa  masih ada variabel  jig  yang belum sesuai dengan standar operasi sehingga kadar Sn yang didapat mengalami penurunan sebesar 0,75% (Bulan Desember) terhadap bulan November. Kinerja jig pada KIP Timah 12 belum dikatakan optimal karena kadar Sn yang didapat hanya sebesar 23,27% meskipun recovery jig sebesar 98,72% sudah sesuai dengan target yang diminta. Hasil analisa lapangan, kecepatan aliran pada jig primer sebesar 1 m/s – 1,19 m/s dan jig clean up sebesar 0,95 m/s – 1,1 m/s tersebut masih terlalu cepat dibandingkan standar operasi yang ada pada pencucian yaitu pada jig primer 0,70 – 1,00 m/s dan jig clean up 0,50 – 0,70 m/s. Panjang pukulan dan jumlah pukulan pada jig pun belum mendekati standar operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memenuhi standar operasi yang ada di PT. Timah (Persero) Tbk agar kadar Sn dapat ditingkatkan kembali maka direncanakan membuat sisir penahan pada jig agar kecepatan aliran dapat di standarkan, panjang pukulan jig primer sebesar 48–28 mm dengan jumlah pukulan 90-110 per menit dan panjang pukulan jig clean up sebesar 36-20 mm dengan jumlah pukulan 120 dan 150 per menit. Kebutuhan underwater pada jig primer 1700,352 m3/jam dan jig clean up 159,408 m3/jam serta ketebalan bed di jig pada jig primer adalah 70mm - 80mm dan jig sekunder juga 70mm – 80 mm sudah sesuai dengan standar operasi. Kata Kunci : konsentrat, recovery, variabel jig.
ANALISIS KERUSAKAN FORMASI BERDASARKAN DATA PRESSURE BUILD UP DENGAN METODE HORNER PLOT UNTUK MENENTUKAN KERUSAKAN FOMASI SUMUR X PADA LAPANGAN PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD RANTAU silalahi, ursula c; prabu, ubaidillah anwar; herlina, weny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan formasi adalah salah satu penyebab terjadinya penurunan laju produksi suatu sumur, seperti pada Pertamina EP Asset 1 Field Rantau pada sumur x yang mengalami penurunan laju produksi yang diduga mengalami kerusakan formasi. Untuk menentukan adanya kerusakan formasi suatu sumur dapat dilakukan uji pressure build up dengan metode Horner Plot. Uji pressure build up dilakukan dengan cara memproduksi suatu sumur dalam selang waktu tertentu dengan laju aliran yang konstant, kemudian menutup sumur tersebut. Dari uji tersebut akan didapat data yaitu data petrofisik (kedalaman lapisan, ketebalan lapisan, dan porositas), data fluida reservoir (faktor volume formasi, kompressibilitas total, dan viskositas oil), dan data pendukung lainnya (laju aliran fluida, jari-jari sumur, waktu produksi, tekanan stastik sumur dan tekanan kepala sumur). Dari uji pressure build up juga didapat data tekanan, perubahan waktu (Δt), serta temprature, sehingga dapat dihitung horner time. Dari data tersebut dapat dibuat kurva horner plot antara tekanan (PWS) dengan horner time. Dari kurva Horner Plot diperoleh persamaan logarithmic y=-18,2.ln(x)+674,0 dengan nilai R²=0,99. Dari persamaan ini dapat digunakan untuk menetukan slope, tekanan dasar sumur (Pwf), tekanan reservoir (P*), tekanan 1 jam (P1jam). Hasil analisis dari data yang didapat yaitu permeabilitas 49,466 mD, skin +34,840, perubahan tekanan akibat skin (ΔPskin) 382,370 psi, productivity indexs ideal 0,738 bbl/day.psi, productivity indexs actual 0,208 bbl/day.psi, dan flow efficiency 0,282 dengan radius investigation 2397,400 ft yang menunjukan bahwa sumur X lapangan Pertamina EP Asset 1 Field Rantau mengalami kerusakan formasi.
EVALUASI CADANGAN MINYAK SISA BERDASARKAN DECLINE CURVE DENGAN METODE LOSS RATIO DAN TRIAL ERROR & X2- CHISQUARE TEST PADA LAPISAN B PT PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD JAMBI meriandriani, meriandriani; arief, taufik; herlina, weny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode kurva penurunan produksi ini digunakan untuk menentukan sisa cadangan (remaining reserve), umur produksi(remaining of life), prediksi laju produksi, dan ultimated recovery. Metode kurva penurunan produksi hanyamenggunakan data laju produksi, data kumulatif produksi dan waktu produksi. Penentuan cadangan minyak sisa yangdilakukan pada lapisan B bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai besarnya cadangan minyak sisa, ultimaterecovery, dan umur lapisan. Dalam penerapan kurva penurunan produksi (decline curve) ini akan dilakukan pemilihanjenis kurva terlebih dahulu dengan metode loss ratio dan trial error & x²-chisquare. Sehingga didapatkan jenis kurvadari masing-masing lapisan untuk mendapatkan jumlah sisa cadangan minyak, ultimate recovery, dan umur produksi.Hasil perhitungan pada lapisan B dengan metode loss ratio mendapatkan hasil remaining reserve sebesar 2.653,8619MSTB, ultimate recovery sebesar 1.1206,3866 MSTB, remaining of life selama 195 bulan, masih berpotensi hinggabulan Mei 2030. Dan dengan metode trial error & x2-chisquare mendapatkan hasil remaining reserve sebesar2.686,9465 MSTB, ultimate recovery sebesar 1.1209,1473 MSTB, remaining of life selama 179 bulan, masih berpotensihingga bulan Januari 2029.
Evaluation of Concatenation Planning of Crushing Plant Production System Using Analytic Hierarchy Process (AHP) Method at PT Buana Eltra Coal Processing Unit, South Sumatra Endarto, Endarto; Juniah, Restu; Herlina, Weny
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol 2 No 1 (2018): March
Publisher : ARTS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.409 KB) | DOI: 10.26554/ijems.2018.2.1.1-6

Abstract

Coal processing activity conducted at the Coal Processing Unit (Stockpile) Martapura PT. Buana Eltra aims to reduce the size of coal to a smaller size in accordance with market demand of 5-10 cm. Processing is done with a combination of crushing plant and excavator called concatenation of  production system. Concatentation of the current production system is a concatenation between Komatsu PC300 excavator and 10 cm roll crusher dimension which produces 145,6701 tons/hour and takes 20,59 hours and is considered inefficient and ineffective to reach production target of 3000 tons/day. Based on the above, it is necessary to evaluate the concatenation of crushing plant production system so that the processing process will be optimally. The method used in this concatenation evaluation is the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. The alternative is the concatenation between, Komatsu PC200 excavator - 10 cm roll crusher dimension, Komatsu PC200 excavator - 5 cm roll crusher dimension and Komatsu PC300 excavator - 5 cm roll crusher dimension. The selection of these alternatives is based on qualitative data (criteria from experts) and quantitative data so as to produce optimal choice. Based on the evaluation and analysis of the two types of data then selected concatenation excavator Komatsu PC200 - dimension roll crusher 10 cm which has a productivity of 207,8468 tons/hour and the time required to reach 300 tons/day for 14.43 hours.
IMPROVED MULTI SERVICE-REVERSE CHARGING MODELS FOR THE MULTI LINK INTERNET WIRELESS USING QOS BIT ERROR RATE QOS ATTRIBUTE Puspita, Fitri Maya; Yuliza, Evi; Herlina, Weny; Yunita, Yunita; Rohania, Rohania
Science and Technology Indonesia Vol 5 No 1 (2020): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2020.5.1.6-13

Abstract

n this article, a multi-link internet reverse charging scheme model on a multi-service network isproposed. The previous research seldom discussed the reverse charging scheme on multi linkand multi service network. This pricing scheme is designed with the aim of maximizing serviceprovider profits. Basic costs and the level of service satisfaction provided by the ISP is focusedon this attempt. This optimization problem can be solved using LINGO 13.0 software. Thisproblem was made and was divided into several cases. Thus, the results obtained can be aconsideration for ISPs in determining the price of services that can support an ISP. The improvedmodels that produce the maximum solution is case 3 (? and ? as variables) and case 4 (? asvariables and ? as parameters).