Articles

Found 19 Documents
Search

Performance Optimization of Microbial Fuel Cell (MFC) Using Lactobacillus bulgaricus Arbianti, Rita; Utami, Tania; Hermansyah, Heri; Novitasari, Deni; Kristin, Ester; Trisnawati, Ira
Makara Journal of Technology Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.868 KB) | DOI: 10.7454/mst.v17i1.259

Abstract

Electrical energy needs in Indonesia are expected to continue to rise. The use of petroleum as a source of energy still dominates, although oil reserves in Indonesia are increasingly being depleted. Therefore, there is a need to develop alternative sources of sustainable energy, such as microbial fuel cell (MFC). In this study, Lactobacillus bulgaricus was used as an electricity producer in a dual-chamber MFC reactor. We investigated the maximum electrical energy by varying the bacterial optical density (OD), the operational time of MFC, the reactor volume, the electrolyte solution, and the configuration of MFC reactor. In this study, the maximum electrical energy (201.8 mW/m2) was generated at an OD of 0.5 in an MFC reactor series using potassium permanganate as the electrolyte solution.
Utilization of Bagasse Cellulose for Ethanol Production through Simultaneous Saccharification and Fermentation by Xylanase Samsuri, M; Gozan, Misri; Mardias, R; Baiquni, M; Hermansyah, Heri; Wijanarko, Anondho; Prasetya, Bambang; Nasikin, Mohammad
Makara Journal of Technology Vol 11, No 1 (2007)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.7 KB) | DOI: 10.7454/mst.v11i1.122

Abstract

Bagasse is a solid residue from sugar cane process, which is not many use it for some product which have more added value. Bagasse, which is a lignosellulosic material, be able to be use for alternative energy resources like bioethanol or biogas. With renewable energy resources a crisis of energy in Republic of Indonesia could be solved, especially in oil and gas. This research has done the conversion of bagasse to bioethanol with xylanase enzyme. The result show that bagasse contains of 52,7% cellulose, 20% hemicelluloses, and 24,2% lignin. Xylanase enzyme and Saccharomyces cerevisiae was used to hydrolyse and fermentation in SSF process. Variation in this research use pH (4, 4,5, and 5), for increasing ethanol quantity, SSF process was done by added chloride acid (HCl) with concentration 0.5% and 1% (v/v) and also pre-treatment with white rot fungi such as Lentinus edodes (L.edodes) as long 4 weeks. The SSF process was done with 24, 48, 72, and 96 hours incubation time for fermentation. Variation of pH 4, 4,5, and 5 can produce ethanol with concentrations 2,357 g/L, 2,451 g/L, 2,709 g/L. The added chloride acid (HCl) with concentration 0.5% and 1% (v/v) and L. edodes can increase ethanol yield, The highest ethanol concentration with added chloride acid (HCl) concentration 0.5% and 1% consecutively is 2,967 g/L, 3,249 g/L. The highest ethanol concentration with pre-treatment by L. edodes is 3,202 g/L.
Kinetic Model For Triglyceride Hydrolysis Using Lipase:Review Hermansyah, Heri; Wijanarko, Anondho; Dianursanti, Dianursanti; Gozan, Misri; Wulan, Praswasti P. D.K; Arbianti, Rita; Soemantojo, Roekmijati W.; Utami, Tania Surya; Yuliusman, Yuliusman; Kubo, Momoji; Shibasaki-Kitakawa, Naomi; Yonemoto, Toshiy
Makara Journal of Technology Vol 11, No 1 (2007)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.756 KB) | DOI: 10.7454/mst.v11i1.124

Abstract

Triglyceride hydrolysis using lipase has been proposed as a novel method to produce raw materials in food and cosmetic industries such as diacylglycerol, monoacylglycerol, glycerol and fatty acid. In order to design a reactor for utilizing this reaction on industrial scale, constructing a kinetic model is important. Since the substrates are oil and water, the hydrolysis takes place at oil-water interface. Furthermore, the triglyceride has three ester bonds, so that the hydrolysis stepwise proceeds. Thus, the reaction mechanism is very complicated. The difference between the interfacial and bulk concentrations of the enzyme, substrates and products, and the interfacial enzymatic reaction mechanism should be considered in the model.
Biomass Production Chlorella Vulgaris Buitenzorg Using Series of Bubble Column Photo Bioreactor with a Periodic Illumination Wijanarko, Anondho; Dianursanti, Dianursanti; Muryanto, Muryanto; Simanjuntak, Josia; Wulan, Praswasti; Hermansyah, Heri; Gozan, Misri; Soemantojo, Roekmijati
Makara Journal of Technology Vol 12, No 1 (2008)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.567 KB) | DOI: 10.7454/mst.v12i1.138

Abstract

Chlorella vulgaris Buitenzorg cultivation using three bubble column photo bioreactors arranged in series with a volume of 200 mL for 130 hours shows an increase of biomass production of Chlorella vulgaris Buitenzorg up to 1.20 times and a decrease of the ability of CO2 fixation compared to single reactor at a periodic sun illumination cycle. The operation conditions on cultivation are as following: T, 29.0oC; P,1 atm.; UG, 2.40 m/h; CO2, 10%; Benneck medium; and illumination source by Phillip Halogen Lamp 20W /12V/ 50Hz. Other research parameters such as microbial carbon dioxide transferred rate (qco2), CO2 transferred rate (CTR), energy consumption for cellular formation (Ex), and cultural bicarbonate species concentration [HCO3] also give better results on series of reactor.
Fotodegradasi Fenol Dengan Katalis TiO2 P25 Berpenyangga Batu Apung Hendarsa, Agung Sri; Tanuwijaya, Jessica; V.N., Catur Nitya; Hermansyah, Heri; Slamet, Slamet
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.131 KB)

Abstract

Modifikasi fotokatalis TiO2 dengan batu apung sebagai penyangga untuk mendegradasi senyawa fenol telah dilakukan. Batu apung yang sudah mengalami perlakuan awal dilapisi oleh sol TiO2, yang berasal dari prekursor TiO2 P25, dengan menggunakan metode dip coating. Komposit TiO2-batu apung tersebut dikarakterisasi dengan SEM-EDS dan BET, kemudian diaplikasikan untuk mendegradasi fenol dengan menggunakan reaktor batch yang dilengkapi oleh lampu merkuri 250 W. Konsentrasi fenol dianalisis dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penambahan udara pada sistem reaksi dapat meningkatkan kinerja katalis komposit. Pengaruh tersebut lebih nyata pada komposit dengan loading TiO2 rendah (2,5%) yang mencapai sekitar 5 kali lipat. Pada katalis 2,5%TiO2-batu apung, laju alir udara optimal dicapai pada 100 ml/menit, dengan tingkat degradasi terhadap 10 ppm fenol mencapai 100% selama 2,5 jam. Sementara itu pada katalis 25%TiO2-batu apung, waktu yang dibutuhkan untuk degradasi fenol sampai batas baku mutu (0,5 ppm) pada konsentrasi awal fenol 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm masing- masing adalah 3 jam; 5,7 jam; 6,9 jam; dan 16,9 jam. 
BIONANOKOMPOSIT : PELUANG POLIMER ALAMI SEBAGAI MATERIAL BARU SEMIKONDUKTOR ., Nuryetti; Hermansyah, Heri; Nasikin, Muhammad
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bionanokomposit adalah material generasi baru dari nanokomposit yang muncul di bidang ilmu pengetahuan material dan teknologi nano. Bionanokomposit adalah gabungan dari matrik polimer alami dari bahan pengisi organik lanorganik  yang berukuran nano. Saat ini usaha pegembangan nanokomposit berbahan polimer alami difokuskan pada peningkatan sifat-sifat mekanik dan panas dan sifat fungsionalnya.Polimer alami sebagai sumber yang dapat diperbaharui seperti protein, polisakarida dan lemak. Material ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai material semikonduktor.Dengan melihat kebutuhan akan material semikonduktor yang terus meningkat dan bahan baku polimer alami (pati) di  Indonesia yang berlimpah, merupakan peluang yang    cukup menjanjikan untuk pengembangan bionanokomposit sebagai material semikonduktor di Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bionanokomposit yang berbahan dasar polimer alami, proses pembuatan, karakteristik dan peluang penggunaan polimer alami sebagai bahan pembuatan bionanokomposit. Keywords: polimer alami, plastik, bionanokomposit, proses pembuatan, aplikasi.
BIONANOKOMPOSIT : PELUANG POLIMER ALAMI SEBAGAI MATERIAL BARU SEMIKONDUKTOR ., Nuryetti; Hermansyah, Heri; Nasikin, Muhammad
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bionanokomposit adalah material generasi baru dari nanokomposit yang muncul di bidang ilmu pengetahuan material dan teknologi nano. Bionanokomposit adalah gabungan dari matrik polimer alami dari bahan pengisi organik lanorganik  yang berukuran nano. Saat ini usaha pegembangan nanokomposit berbahan polimer alami difokuskan pada peningkatan sifat-sifat mekanik dan panas dan sifat fungsionalnya.Polimer alami sebagai sumber yang dapat diperbaharui seperti protein, polisakarida dan lemak. Material ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai material semikonduktor.Dengan melihat kebutuhan akan material semikonduktor yang terus meningkat dan bahan baku polimer alami (pati) di  Indonesia yang berlimpah, merupakan peluang yang    cukup menjanjikan untuk pengembangan bionanokomposit sebagai material semikonduktor di Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang bionanokomposit yang berbahan dasar polimer alami, proses pembuatan, karakteristik dan peluang penggunaan polimer alami sebagai bahan pembuatan bionanokomposit. Keywords: polimer alami, plastik, bionanokomposit, proses pembuatan, aplikasi.
MODEL ADSORPSI LANGMUIR GAS DINITROGEN MONOKSIDA DALAM SISTEM BIOFILTER DENGAN MEDIUM PUPUK KOMPOS Utami, Tania Surya; Simanjuntak, Josia; Hermansyah, Heri; Nasikin, Mohamad
Reaktor Volume 13, Nomor 3, Juni 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.146 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.3.172-177

Abstract

 LANGMUIR ADSORPTION MODEL FOR DINITROGEN MONOXIDE IN BIOFILTER SYSTEM USING COMPOST FERTILIZER MEDIUM. Nitrous oxide (N2O) is mostly emitted from various industrial processes and agricultural activities. This gas causes serious environmental problems and is considered as a dangerous pollutant. In the past, traditional control technologies, such as Selective Catalytic Reduction (SCR) and Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR), were applied to control N2O emissions in some industries. However, these two processes required high temperatures and the use of catalysts. Economic and technical constraints in SCR and SNCR methods motivated researchers to develop new, cost-effective processes to remove N2O. Biofiltration is an emerging technology that offers a number of advantages over traditional methods of air pollution control. The purpose of this research is to modelise the biofiltration experimental results into the Langmuir adsorption model. This research is conducted in laboratory scale biofilter column, with parameters studied are effect of biofilter length and N2O gas flowrate. The result of the model is simulated into sensitivity analysis. The average Langmuir constant obtained in the model of the research is 16.006 liter/mol. Dinitrogen Monoksida (N2O) merupakan emisi dari proses industri dan kegiatan pertanian. Gas tersebut merupakan gas polutan berbahaya dan menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Sebelumnya, teknologi kontrol tradisional seperti Selective Catalytic Reduction (SCR) dan Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR) digunakan untuk mengontrol emisi N2O pada kegiatan-kegiatan industri. Akan tetapi, kedua proses ini membutuhkan suhu yang tinggi dan penggunaan katalis. Adanya masalah dari segi ekonomi dan teknis memotivasi peneliti untuk mengembangkan teknologi baru yang lebih murah dan efisien untuk menghilangkan N2O dari gas buangan. Pengolahan N2O secara biologis dalam proses biofiltrasi adalah salah satu alternatif ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam pengelolaan emisi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil biofiltrasi gas N2O dengan medium pupuk kompos dalam bentuk model adsorpsi Langmuir. Penelitian dilakukan dalam kolom biofilter skala laboratorium, dan parameter-parameter yang diteliti adalah pengaruh dari ketinggian biofilter dan laju alir gas N2O. Hasil dari pemodelan kemudian disimulasikan dalam analisis sensitivitas. Nilai konstanta Langmuir rata-rata yang didapatkan dari pemodelan penelitian ini adalah 16,006 liter/mol.
SIMULASI REAKSI ESTERIFIKASI ASAM LEMAK BEBAS DAN GLISEROL UNTUK MENGHASILKAN MINYAK DIASILGLISEROL Hermansyah, Heri; Utami, Tani Surya; Arbiyanti, Rita; Achmadi, Fajar
Reaktor Volume 13, Nomor 2, Desember 2010
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.917 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.2.95-102

Abstract

Minyak yang memiliki kandungan diasilgliserol yang tinggi merupakan minyak yang berguna dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh kadar lemak dalam darah serta dapat mengurangi resiko obesitas. Sintesis DAG pada skala industri telah dilakukan melalui esterifikasi asam lemak bebas dengan gliserol menggunakan biokatalis. Untuk lebih memahami perilaku reaksi sintesis DAG, dilakukan simulasi berdasarkan model yang mengacu pada mekanisme reaksi yang diusulkan. Model kemudian divalidasi menggunakan data eksperimen sebelum dilakukan simulasi. Pengaruh rasio konsentrasi awal reaktan terhadap yield maksimum DAG, konversi masing-masing reaktan, serta profil konsentrasi substrat sebagai fungsi waktu diamati, hasilnya menunjukkan rasio konsentrasi awal asam lemak dan gliserol sebesar 2:1 sebagai rasio konsentrasi awal reaktan untuk memperoleh hasil optimum.
Pengaruh Aktivitas Shalat Terhadap Kontrol Glikemik Penderita DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Hendriana, Yana; Hermansyah, Heri
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease of carbohydrate, fat, and protein metabolism disorders, which is characterized by elevated chronic blood glucose (hyperglycemia) levels. The sustainable hyperglycemia is able to cause disruption of the entire system of body. This research aimed at finding out the influence of the five-time prayer implementation on the decrease of fasting blood glucose level of type 2 diabetes mellitus. The study employed a quasi experimental research by one group pre and post test design without control group. The number of samples of 15 respondents was determined by purposive sampling technique. The result of statistical analysis showed that there was the significant influence between the five-time prayer implementation and the decrease of fasting blood glucose, the average decrease was 93,113 and p value=0,000. The decrease in fasting blood glucose after the intervention of prayer activity in the form of the implementation of five-day prayers for 3 days caused by the body's physiological effects enhanced GLUT 4 translocation and increase the psychological effects of mind relaxation that occurred during the five-time prayer practice