Articles

Found 31 Documents
Search

Quality Control Mandiri Pada Industri Cincau Hitam Untuk Meningkatkan Higiene Produk Dan Potensi Pemasaran Produk Hernawan, Andri Dwi; Supriadi, Fenni; Trisnawati, Elly
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.604 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1321

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melakukan upaya komprehensif dalam industri grassjelly melalui pelatihan pengendalian diri berkualitas dengan memperkenalkan HACCP (poin-poin kontrol kritis analisis bahaya), dan setelah itu pelatihan tentang prosedur untuk membuat lisensi industri rumah tangga dan mengemas produk-produk cincau, dan kemudian menyediakan bantuan untuk mengusahakan pemasaran untuk memasarkan pangsa yang baru.Hasil dari kegiatan setelah beberapa pelatihan diberikan kepada industri grassjelly menemukan dampak berikut dari kegiatan, pemahaman dan pengetahuan industri grassjelly meningkatkan kebersihan makanan yang dibuktikan dengan penilaian awal ketidaktahuan tentang potensi paparan kimia dan mikrobiologi di awal sebelum kegiatan diubah menjadi kesadaran untuk menciptakan makanan higienis yang lebih baik. Ketertarikan pada pangsa pasar baru di supermarket juga terbukti setelah pengemasan dan prosedur pelatihan untuk produk lisensi rumah tangga telah dilakukan, tetapi fasilitasi lebih lanjut diperlukan untuk membantu manajemen produk lisensi.Pengabdian masyarakat selanjutnya dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan industri supermarket untuk berkolaborasi dengan industri cincau kecil dalam menyediakan stok cincau di supermarket. Sektor pemerintah juga perlu dilibatkan untuk lebih serius melakukan pemantauan keamanan pangan industri cincau.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI, AKTIFITAS FISIK, DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA POLISI DI POLRESTA PONTIANAK Sarifah, Sally Mustika; Budiastutik, Indah; Hernawan, Andri Dwi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 1, No 1 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.353 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v1i1.105

Abstract

Hipertensi Penyakit terbanyak di Kota Pontianak pada tahun 2010 sebesar 28,083%, tahun 2011 sebesar 29,389%, dan pada tahun 2012 hipertensi sebesar 27,281%. Menurut data RS. Bhayangkara jumlah kejadian hipertensi pada polisi di Polresta Pontianak sebesar 54 orang sedangkan di Polsek Sanggau terdapat 35 orang yang mengalami hipertensi sehingga, dari data tersebut polisi yang mengalami hipertensi paling tinggi terdapat di Polreta Pontianak. Hasil surve pendahuluan pada 15 orang polisi di Polresta Pontianak dengan melakukan pengukuran tekanan darah diperoleh polisi yang Hipertensi sebanyak 5 orang (33%), yang pra-hipertensi sebanyak 6 orang (40%) orang sedangkan yang normal sebanyak 4 orang (27%). Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi, aktifitas fisik, dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada pada polisi Polresta di Pontianak. Jenis penelitian observasional analitik penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional). Jumlah Sampel yang digunakan berjumlah 79 sampel. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square dengan taraf signifikan 95%. Berdasarkan analisis bivariat dapat disimpulkan sebagai berikut : Ada hubungan antara asupan natrium (p= 0,000), asupan lemak (0,004), asupan serat (p=0,009), asupan gula (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000), merokok (p=0,037), lama tidur (p=0,001) dengan kejadian hipertensi polisi Polresta Pontianak dan tidak ada hubungan antara kopi (p= 0,106) dengan kejadian hipertensi polisi Polresta Pontianak Diharapkan pihak Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Polresta Pontianak untuk dapat berkerja sama dengan melakukan penyuluhan mengenai pencegahan hipertensi dan bagi polisi polresta Pontianak untuk selalu berprilaku hidup sehat seperti selalu makan-makanan beragam dan seimbang, selalu berolahraga secara rutin, tidak merokok dan mempunyai waktu tidur yang cukup.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN SARAPAN PAGI, SIKLUS MESTRUASI DAN BEROLAHRAGA DENGAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG BALI Sumiati, Sumiati; Hernawan, Andri Dwi; Marlenywati, Marlenywati
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 1, No 02 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.253 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v1i02.322

Abstract

Profile data of Health Department of Pontianak in 2012 indicated that there were 612 anemia cases (59,6) experienced by adolscents girls at work area of Puseksmas Kampung Bali. This number was consuidered as the highest number of anemia cases in Kota Pontianak. This study aimed at finding out the correlation of breakfast habit, menstrual cycle, physical activity, and iron deficiency anemia among adolescence girls at work area of Puskesmas Kampung Bali.Using observational analysis and cross sectional approach, as many as 244 respondents and 139 samples participated in this study.The study revealed that there were correlation of breakfast habit (p= 0,046 dan PR = 1,393), menstrual cycle (p = 0,043 dan PR = 1,340), physical activity (p = 0,048 dan PR = 1,404), and iron deficiency anemia among adolscence girls at work area of Puskesmas Kampung Bali.From the findings, the local health center is encouraged to conduct socialization about the dangers and the prevention of anemia, as well as distribute brochures and leaflet of anemia to the students.Keywords :breakfast habit, menstrual cycle, physical activity, and iron deficiency anemia
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PEROKOK PASIF DI DESA KERABAN KECAMATAN SUBAH KABUPATEN SAMBAS Triyono, Slamet; Trisnawati, Elly; Hernawan, Andri Dwi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 6, No 1 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.018 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v6i1.1999

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin lebih rendah dari 12 gr/dl pada perempuan. Data WHO (2016) menyatakan anemia pada perempuan sebesar 578 juta di Afrika, Asia Tenggara dan Mediterania Timur memiliki prevalensi tertinggi, lebih dari 35%. Salah satu penyebab anemia adalah paparan asap rokok  karena mengandung CO dan Tar, jika terhirup seseorang dapat  menyebabkan penurunan kadar hemoglobin pada perempuan (perokok pasif). Tujuan penelitian mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan penurunan kadar hemoglobin. Desain penelitian adalah observasionoal analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah perokok pasif sebanyak 73 orang. Pengumpulan data melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch GCHB. Data dianalisis menggunakan uji Chi square (? = 95%). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara durasi terpapar asap rokok dengan kadar hemoglobin (p value = 0,027) (PR=3,6421; CI 95% 1,144-11,596) dan tidak ada hubungan antara lama terpapar dengan hemoglobin (p value = 0,065) (PR = 2,434 CI 95% 1,050-5,643). Saran bagi kepala keluarga agar tidak merokok di dalam rumah maupun disekitar orang yang bukan perokok. Bagi perokok pasif (istri) agar memotivasi perokok aktif untuk tidak merokok di dalam rumah serta mengurangi komsumsi rokok. Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bahaya merokok bagi kesehatan individu dan orang lain serta mengajak masyarakat untuk berPHBS dengan tidak merokok di dalam rumah.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HERNIA INGUINAL PADA LAKI-LAKI DI RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEDARSO PONTIANAK Aisyah, Siti; Hernawan, Andri Dwi; Sutriswanto, Sutriswanto
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 2 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.033 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i2.361

Abstract

Inguinal hernia is originated from an organ protrusion, tissue or structur which is pass through of cavity, normally it is contain of pass through parts, internusinguinalism / laternalis annulus. For passing through of canalize inguinalis and out of abdomen cavity are pass through external inguinalis / medialis annulus. On a graph of inguinal hernia was be rise in soedarso hospital. On every years in dr. soedarso hospital was occur rising of inguinal hernia. As many as 24 cases were consist of 20 male and 4 female on 2011, on 2012 has increased become 90 cases. They were consist from 76 male and 14 female. And on 2013 on drsoedarso hospital was more increases become 107 cases, which is consist from 94 male and 13 female. The purpose of this research to know the incidence of inguinal hernia factors to outpatient clinic of general surgery dr.soedarso hospital of Pontianak.This research use case control design, the research sample of 88 respondents (44 cases and 44 control) are taken using accident sampling technique, using chi- square test by 95% confidence level.The result of research showed that there are many significant relationship between job (p. value = 0.000: or = 6.937,95 % ci = 2.440-19.716) constipation history (p. value= 0.049 : or =2,7 34,95% ci =0,985-7,585) chronic cough history (p. value 0.009 : or 3,659,95%  ci= 1,33-10,016 and physical activity (p. value = 0,033: or = 2,833 , 95%  ci = 1,066- 7,529), variable are related  15 obesity (p. value = 0,091). Suggested to the drsoedarsos hospital Pontianak for making a health promotion  clinic to healthy promotion activities it can use (take advantage) waiting room and space room hospital and also make a healthy campaign activities.Keywords: Inguinal Hernia, occupation, history of constipation, chronic cough, physical activity.
PERILAKU MEROKOK SEBAGAI FAKTOR YANG BERISIKO TERHADAP KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK (STUDI KASUS PADA PASIEN PRALANSIA DAN LANSIA DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK) Aisyah, Aisyah; Hernawan, Andri Dwi; Ridha, Abduh
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 4 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.803 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i4.343

Abstract

Gagalginjalkronikmerupakansalahsatupenyakittidakmenular yang menyebabkanmeningkatnyaangkakesakitandankematian yang signifikansecara global.Gagalginjalkronikdisebabkankarenaterjadikerusakanpadanefronsecaraperlahandandiam-diamsehinggaginjalkehilanganfungsinyauntukmenjagadarahtetapbersihdanseimbangsecarakimiawi.Berdasarkanberbagaipenelitian, merokokmerupakansalahsatufaktorrisikokejadiangagalginjalkronik.Berbagaibahankimia yang terdapatdalamrokokdanterseraptubuhdapatmenyebabkanpenurunanlaju GFR.Angkakejadiangagalginjalkronikpadausiapralansiadanlansia di RSUD Dr. Soedarsocukuptinggi. Tahun 2012 proporsigagalginjalkronikusiapralansiadanlansiasebesar 68,75 %, Tahun 2013 sebesar 48,3 % danTahun 2014 sebesar 32,55 %. Penelitianbertujuanuntukmengetahuiperilakumerokoksebagaifaktor yang berisikoterhadapkejadiangagalginjalkronikpadapralansiadanlansia di RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Penelitianinimenggunakandesainkasus-kontrol.Sampelpenelitianberjumlah 90 orang (45 kasusdan 45 kontrol) yang diambildenganteknikpurposive sampling.Ujistatistik yang digunakanujichi-square dengantingkatkepercayaan 95%.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaterdapathubungan yang bermaknaantaraaktivitasmerokokpadapermulaanhari (p value = 0,011, OR= 3,967, CI 95% = 1,460-10,782), jumlahBatangrokok (p value = 0,003 , OR= 4,750, CI 95% = 1,754 - 12,866), waktujedarokok ( p value = 0,001, OR = 4,529, CI 95% = 1,852 ? 11,077) dengankejadiangagalginjalkronik. Variabel yang tidakberhubunganyaitujenisrokok( p value = 0,590, OR = 0,645, CI 95 % = 0,221-1,879).Disarankankepada RSUD DrSoedarsountukmemonitoringkegiatan PKRS yang berkaitandenganrokok, menggalakkankerjasamadenganDinasKesehatangunapencegahantingkatdasar.Kata kunci : Awal merokok, BatangRokok, JedaMerokok
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI Trisnawati, Elly; Hernawan, Andri Dwi; Hadiarti, Dini
BULETIN AL-RIBAATH Vol 14, No 2 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : LPPM UM PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.932 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i2.896

Abstract

Mempawah Hulu, which is predominantly populated by indigenous Dayak Kanayatn tribe, is one of underdeveloped sub-district in Landak Regency. The main issues are in health, education, and economic sectors, for instances: low educated villagers (the majority of the villagers do not graduate from secondary school); urgent clean and healthy living behavior (PHBS); economic condition in the middle to the low category. Therefore, the community service in this area was focused on empowering the community in those problematic sectors. To solve the issues, we heightened public role in society and enforced the authority institution which including Mempawah Hulu Regency Administration along with three local villages authorities and Puskesmas (Public Health Center) Karangan. Through these activities, not only ‘Alert Village’ was activated but also PHBS agents, ‘Alert Village’ agents, Healthy Generation (Genre) ambassador, as well as initiation of ODF hamlet were established. In the education sector, the local library was built which was associated with the establishment of the green school and study group. In the social-economic sector, a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group were formed as well as few entrepreneurs manufacturing products from local commodities. It was expected that the whole initiated programs would be sustainable in three villages, namely Pahokng, Caokng, and Tunang. Keywords: empowerment, alert village, entrepreneurship, Dayak Kanayatn
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU KADER SEBAGAI PETUGAS JUMANTIK DI PUSKESMAS TANJUNG SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU Febrianti, Rusma Ika; Hernawan, Andri Dwi; Ridha, Abduh
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 2 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.96 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i2.335

Abstract

Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) adalah kelompok kerja kegiatan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue di tingkat desa dalam wadah Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Menurut data Puskesmas Tanjung Sekayam Kabupaten Sanggau jumlah kader yang terdaftar hingga saat ini berjumlah 60 orang.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi antara pengetahuan, sikap, dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku kader sebagai petugas jumantik di Puskesmas Tanjung Sekayam, Kabupaten Sanggau, dengan jumlah sampel 60 responden dengan uji Chi SquareBerdasarkan tujuan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisa univariat dari 60 responden diperoleh bahwa sebagian besar responden berpengetahuan kurang baik (61,7%) dan sebagian kecil berpengetahuan baik (38,3%), sebagian besar sikap responden mendukung (91,7%) dan dan sebagian kecil sikap responden tidak mendukung (8,3%), sebagian besar responden menyatakan peran petugas kesehatan baik (93,33%) dan kurang baik (6,67%), dan sebagian besar perilaku responden sebagai kader jumantik aktif (66,7%) dan tidak aktif ( 33,3%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku kader sebagai petugas jumantik di Puskesmas Tanjung Sekayam, Kabupaten Sanggau.Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dan bahan referensi dalam meningkatkan kinerja kader jumantik dan diharapkan pihak Dinas Kesehatan untuk selalu memberikan pengetahuan dan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kaderKata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Peran, Jumantik
EFEKTIFITAS PENGUKURAN LINGKAR BETIS SEBAGAI PREDIKTOR BAYI BERAT LAHIR RENDAH DIKABUPATEN SAMBAS TAHUN 2015 Nurlian, Yayan; Hernawan, Andri Dwi; Marlenywati, Marlenywati
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 1 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.275 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i1.357

Abstract

LBW rate West Kalimantan in 2013 is much higher at 14.8% than the national rate is 10.2% of LBW. Besides the rate of weighing babies when birth has reached 70% and many people are childbirth at home around 66.6%. LBW rate Sambas district in 2014 is 411 babies and case amount chilbirth is helped by traditional healer and non-health profesional is 857 babies than childbirth total around 11.523 babies. The calibrated-scales and unskilled midwives make a risk of LBW. LBW have a significant impact on the nutritional status of infants and will affect the development phase and furthermore babies growth. The research aims to get gain sensitivity and specificity calf circumference measurement as a low birth weight babies in Sambas district in 2015.This study used a cross-sectional design. 268 babies predictor samples are determined by using total sampling. The test used is an epidemiological screening (sensitivity and specificity) and Pearson correlation.The results showed that the calf circumference measurement has a high sensitivity 93%, specificity of 88.28%, and the value of Pearson correlation 0.667 (66.7%).Potential of calf circumference in predicting LBW case is very good, and therefore required new innovation to the specific measurement tool that fits calf circumference cut of point making it easier for health professionals in the measurement when the scale does not exist.Keywords       : Low birth weight, Calf circumference, Sensitivity, Specificity
PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN MELALUI PENGUATAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Trisnawati, Elly; Hernawan, Andri Dwi; Jati, Sri Nugroho
BULETIN AL-RIBAATH Vol 14, No 1 (2017): BULETIN AL-RIBAATH
Publisher : LPPM UM PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.291 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i1.596

Abstract

Sambas district is the district with the lowest HDI among the 14 districts in West Kalimantan. The highest education level of most people is only Elementary School, while public health issues are very complex, while most families are poor. Those facts show that Kabupaten Sambas is one of the districts that need attention in development in all sectors, including health, education, and economy. Sebawi, one of the region in Sambas district, still requires efforts to improve the human resource. The aim of KKN-PPM in Sebawi is to have a community empowerment in the areas of health, education, and socio-economic. The activities included strengthening desa siaga, increasing access to education, and intensive mentorship for the home industry in three selected villages, namely Sepuk Tanjung, Rantau Panjang and Sebawi. The results showed that the major program such as desa siaga and entrepreneurship run very well. We successfully revitalized management and operational team of Desa Siaga. and also convinced the villagers to provide ambulance facility in their village. We also established a new group of entrepreneurs consisted of housewife and dropout students. We hope that the new entrepreneur group can promote economic growth in the villages.  Hopefully, the program can be sustainable and will be monitored periodically. Keywords: community empowerment, alert village, poor families