Dorina Hetharia
Jurusan Teknik Industri, FTI, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No 1, Grogol, Jakarta Barat, 11440 Telp. 021- 5663232 ext. 407

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

RANCANG BANGUN MODEL PRODUCTION PRODUCTIVITY IMPROVEMENT DENGAN MENGGUNAKAN LEAN TPM DAN SISTEM DINAMIS Emeralda, Intan; Hetharia, Dorina; Marie, Iveline Anne
TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 No 1 Maret 2016
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasing productivity and quality is one of the key to make company stay competitive. LeanTPM approach is one of the way to increase productivity. Problem that usually occur at PT. XYZ is thedown time from each line of process production that causing actual production did not reach the target.It is dominantly cause by material shortage, process defect, and machine breakdown. This purpose ofstudy is to develop a production productivity improvement model with Lean TPM approach by usingdynamic system. This study is started by measuring the Loss time value, OEE (Overall EquipmentEffectiveness) value, and making VSM (Value Stream Mapping) to see the flow of material and waste.This is done to measure the actual condition. With this measurement, we can track which one cause thehighest % loss. After that, using the FTA (Fault Tree Analysis) to find the root cause of downtime andwaste produced. It needed to construct the existing dynamic model because the problem are complexsand dynamic. In that model, analytical system is done to indentified and imitated the characteristic ofthose complex systems and also to make the alternative troubleshooting repair solution.
MODEL PEMILIHAN INDUSTRI KOMPONEN OTOMOTIF YANG RAMAH LINGKUNGAN Dewayana, Triwulandari S; Sugiarto, Dedy; Hetharia, Dorina
TEKNIK INDUSTRI Vol 3, No 3 (2013): Volume 3 No 3 November 2013
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pemilihan industri komponen otomotifyang ramah lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam merancang model adalah proseshirarki analitik, adapun identifikasi kriteria dan sub kriteria menggunakan pendekatan FuzzyDelphi Method. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder terkait dengan perancanganmodel dan data primer dari pakar untuk pemilihan kriteria, sub kriteria, dan perbandinganberpasangan antar faktor, kriteria, dan sub kriteria. Model yang dihasilkan menggunakan 5(lima) level hirarki yaitu level 1 merupakan tujuan, level 2 terdiri dari 3 (tiga) faktor, level 3terdiri dari 11 (sebelas) kriteria, level 4 terdiri dari 22 (dua puluh dua) sub kriteria, dan level 5terdiri dari 6 (enam) alternatif pilihan. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh, modelpemilihan industri komponen otomotif yang ramah lingkungan lebih memprioritaskan padafaktor pengelolaan limbah / emisi dengan bobot sebesar 0,6370. Pada faktor tersebut, kriteriaprogram penurunan emisi CO2 merupakan prioritas utama dengan bobot sebesar 0,6480.Prioritas berikutnya adalah pada faktor proses produksi dengan bobot sebesar 0,2580. Padafaktor proses produksi, kriteria teknologi proses merupakan prioritas utama dengan bobot faktorsebesar 0.3860. Sedangkan untuk sub criteria dari kriteria teknologi proses, bobot terbesaradalah penerapan Reduce, Reuse, Recycle (3R) yaitu 0,7172. Oleh karena itu, upayapenurunan emisi CO2 dan penerapan Reduce, Reuse, Recycle (3R) akan menjadi penentu bagiindustri komponen otomotif untuk masuk dalam kategori industri yang ramah lingkungan.
PREDIKSI PRODUKSI JAGUNG DALAM MODEL PENYEDIAAN TEPUNG JAGUNG PADA RANTAI PASOK JAGUNG Hetharia, Dorina; Ma’arif, M. Syamsul; Arkeman, Yandra; Candra S, Titi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v7i1.2202

Abstract

Corn flour as one of the products made from corn is an intermediate product. This product can be consumed directly, also can be used as raw materials in the food industry, feed industry and other industrial raw materials. In the supply chain system, corn flour industry is a part of the maize supply chain . To maintain the continuity of the flow of raw materials in the supply chain , the industry needs to provide corn flour that meets quantity with good quality according to consumer demand . It is closely related to the supply of corn as a raw material for corn flour. The provision of corn are also closely related to the availability of the amount of corn production obtained from the farmers. This paper discussed about prediction of maize production using artificial neural networks and a statistical forecasting . The input variables of corn production forecast in causal models were land and rainfall, while the output variable was the amount of corn production per month . The forecasting results would be used as input for the corn flour industry
PREDIKSI PRODUKSI JAGUNG DALAM MODEL PENYEDIAAN TEPUNG JAGUNG PADA RANTAI PASOK JAGUNG Hetharia, Dorina; Maarif, M. Syamsul; Arkeman, Yandra; Candra S., Titi
TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corn flour as one of the products made from corn is an intermediate product. This productcan be consumed directly, also can be used as raw materials in the food industry, feedindustry and other industrial raw materials. In the supply chain system, corn flour industry isa part of the maize supply chain . To maintain the continuity of the flow of raw materials inthe supply chain , the industry needs to provide corn flour that meets quantity with goodquality according to consumer demand . It is closely related to the supply of corn as a rawmaterial for corn flour. The provision of corn are also closely related to the availability ofthe amount of corn production obtained from the farmers. This paper discussed aboutprediction of maize production using artificial neural networks and a statistical forecasting .The input variables of corn production forecast in causal models were land and rainfall,while the output variable was the amount of corn production per month . The forecastingresults would be used as input for the corn flour industry.
PENERAPAN FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM METODE MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KEGAGALAN POTENSIAL PADA PROSES PRODUKSI Hetharia, Dorina
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.654 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.91-98

Abstract

Banyak metode dalam Total Quality Management (TQM) yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan kualitas produk dan jasa. Salah satunya adalah Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA), yang dapat digunakan untuk mengeliminasi atau mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan bila dilihat dari faktor penyebabnya, sehingga dapat mencegah terulang kembali kegagalan tersebut. MAFMA merupakan pengembangan dari Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yang mengintegrasikan atribut severity, occurance, dan detectability dengan aspek ekonomi yakni expected cost. Pada FMEA, penentuan penyebab kegagalan potensial suatu produk dilakukan dengan memberikan nilai (score) pada atribut severity, occurance, dan detectability, yang dilanjutkan dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Sedangkan pada MAFMA, penentuan penyebab kegagalan potensial dilakukan dengan pemberian bobot pada ke-empat atribut. Pemberian bobot tersebut menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan logika fuzy. Atribut severity, occurance, detectability dan expected cost pada MAFMA dimasukkan sebagai level kriteria dalam struktur hirarkhi AHP, sedangkan penyebab-penyebab kegagalan akan menjadi level alternatif pada struktur hirarkhi tersebut. Studi kasus pada PT Pelita Cengkareng Paper & Co. menunjukkan bahwa bobot  kriteria severity sebesar 0.3461, kriteria occurance sebesar 0.0848, kriteria detectability sebesar 0.1741 dan kriteria expected cost sebesar 0.3950.Sedangkan penyebab kegagalan potensial adalah penggumpalan chemical dengan bobot tertinggi sebesar 0.210. Kata kunci: AHP, logika fuzzy, MAFMA    There are several methods of Total Quality Management (TQM) that can be used to improve quality of product and service. One of those is Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA), which can be used to eliminate or minimize the failure probability based on its causal factor, so we can prevent the same failure in the future. MAFMA is development of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) that integrates severity attribute, occurrence, and detect ability with expected cost as financial aspect.  In FMEA, determination of potential failure causal factor is done by giving weight to four attributes. Giving weight is using Analytic Hierarchy Process (AHP) with fuzzy logic. Severity, occurrence, detect ability, and expected cost in MAFMA as criteria level in AHP hierarchy structure, whereas the failure causes as alternative level in that hierarchy structure. In case study at PT Pelita Cengkareng Paper & Co. shows that weight for severity criteria is 0.3461, occurrence is 0.0848, detect ability is 0.1741, and expected cost is 0.3950. The potential failure cause is chemical agglutination in weight 0.210. Keywords : AHP, fuzzy logic, MAFMA
Perbaikan Kualitas Produk Velg Racing TL 1570 Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process & Design Of Experiment pada Proses Casting Hetharia, Dorina; Ramadhini, Siti Khoirunnisa
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2016: SNTIKI 8
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk Alumunium Wheels Alloys atau yang biasa disebut velg racing adalah produk yang digunakanpada kendaraan roda empat. Bahan baku yang digunakan adalah Alumunium Alloy dengan standar dankomposisi khusus. Kualitas produk velg racing ini merupakan hal yang penting, namun pada prosespembuatannya masih terdapat kecacatan produk. Penelitian tentang kualitas produk ini dilakukan di PT UniAlloyindo Prima dan produk yang diamati adalah Velg Racing TL-1570. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh penurunan tingkat kecacatan produk Velg TL-1570 pada proses casting. Pengolahan data padapenelitian ini menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Design Of Experiment (DOE). Berdasarkanhasil pengamatan dan analisa menggunakan diagram pareto, diketahui bahwa jenis cacat yang paling dominanadalah pin hole atau kebocoran pada permukaan velg. Faktor penyebab cacat pin hole diidentifikasi dandianalisa dengan AHP, diperoleh tiga faktor yang paling berpengaruh yang menyebabkan jenis cacat pin holeadalah suhu, waktu, dan tekanan. Perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencari angka optimumuntuk suhu, waktu, dan tekanan mesin Low Pressure Die Casting. Berdasarkan hasil DOE dengan metode 2pangkat 3 diperoleh setting level optimum untuk faktor suhu adalah 7000C, waktu 9 menit dan tekanan 17 psi.Kata Kunci: Analytic Hierarchy Process, design of experiment, level optimum, velg racing,
PERANCANGAN MODEL LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI BIAYA DAN MENINGKATKAN CUSTOMER PERCEIVED VALUE Suhendi, Suhendi; Hetharia, Dorina; Marie, Iveline Anne
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3023

Abstract

Menghadapi persaingan industri yang semakin ketat, perusahaan manufaktur berusaha meningkatkan daya saingnya dengan meningkatkan produktifitas, kualitas dan juga efisiensinya. Dalam proses produksi pembuatan produk, perusahaan juga menghadapi permasalahan terjadinya waste. Waste berdampak secara langsung kepada menurunnya produktivitas dan tingginya biaya produksi. Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah menerapkan lean manufacturing, yaitu konsep yang bertujuan untuk menghasilkan proses manufaktur yang lebih efisien dengan mengeliminasi semua unsur waste dalam proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil rancangan model lean manufacturing dengan menggunakan beberapa alat bantu yang sesuai untuk mereduksi biaya dan meningkatkan customer perceived value. Rancangan model perlu divalidasi dengan menggunakan kasus pada perusahaan manufaktur tertentu. Diharapkan rancangan model lean manufacturing dapat menjadi solusi bagi perusahaan manufaktur untuk dapat mereduksi biaya dan meningkatkan customer perceived value.
Peluang dan Tantangan Industri Komponen Otomotif Indonesia S. Dewayana, Triwulandari; Sugiarto, Dedy; Hetharia, Dorina
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.675 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang dan tantangan yang dihadapi industri komponen otomotif Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan mempelajari industri komponen otomotif melalui laporan penelitian terdahulu, artikel, dan kebijakan pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan industri komponen otomotif terutama untuk memenuhi permintaan pasar  replacement market. Komponen yang sangat potensial untuk dipenuhi permintaannya adalah komponen-komponen yang masuk ke dalam kategori fast moving. Peluang ini dapat digunakan untuk menumbuhkan pabrikan skala kecil dan menengah. Tantangan yang dihadapi untuk  mengembangkan industri komponen otomotif adalah meningkatkan kualitas bahan baku dari dalam negeri untuk mengurangi impor dan meningkatkan kapabilitas pabrikan agar dapat memproduksi komponen dalam jumlah yang memenuhi skala ekonomis produksi dengan tetap memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan.     Kata kunci: Peluang dan tantangan, industri komponen otomotif, replacement market, fast moving Abstract This study aims to determine the opportunities and challenges facing Indonesia's automotive component industry. The data used are secondary data obtained through the study of the documentation to learn automotive component industry through previous research reports, articles, and government policies. The analytical method used is descriptive analysis. Indonesia has a great opportunity to develop the automotive parts industry, especially to meet the market demand for replacement market. Component with huge potential to fulfill the request is the components that go into a fast moving category. This opportunity can be used to grow small and medium scale manufacturers. Challenges facing the automotive component industry to develop is to improve the quality of domestic raw materials to reduce imports and increase the manufacturing capability to produce parts in quantities to meet production economies of scale while maintaining quality of products produced. Keywords: Opportunities and challenges, the automotive parts industry, replacement market, fast moving