p-Index From 2015 - 2020
9.453
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Computer Engineering and Applications Journal BAHASANTODEA Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya el-hikmah LINGUISTIK TERAPAN Journal for Religious Innovation Studies Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Psikologi Indonesian Journal of Geospatial Jurnal Geofisika Eksplorasi Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Fakultas Ilmu Kesehatan Intizar Jurnal Sejarah Citra Lekha Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Jurnal Ilmiah Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi El-Idare Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal ANALITIKA PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Jurnal Komputer Terapan Jurnal Mitra Manajemen JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Al-Ashlah Jurnal Mitra Pendidikan to-ra BIODIK Jurnal HAM Jurnal ULTIMA Computing JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer KOMPUTA : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Majalah Ilmiah UNIKOM JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Jurnal Medika Malahayati SULOLIPU AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali HIRARKI : Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis Akta Agrosia Risenologi : Jurnal Sains, Teknologi, Sosial, Pendidikan, dan Bahasa Studia Manageria BirLE Jurnal SIBERNETIKA
Articles

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KLON LIDAH BUAYA Ningsih, Suci Srirahayu; Hidayat, Hidayat; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk pelengkap cair yang terbaik untuk pertumbuhan klon lidah buaya yang dilaksanakan di Kota Pontianak selama 4 bulan, dimulai tanggal 16 Juli 2012 sampai 16 November 2012. Penelitian menggunakan metode ekperimen lapangan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan, lima kelompok, dan 5 sampel tanaman pada setia perlakuan, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 125 tanaman. Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : d0 (tanpa pupuk), d1 (2 cc/l), d2 ( 3 cc/l), d3 (4 cc/l), d4 (5 cc/l). Variabel yang diamati meliputi : pertambahan tingi tanaman (cm) pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, lebar pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), panjang pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat pelepah hasil (g), dan jumlah pelepah hasil (helai). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk pelengkap cair konsentrasi 4 cc/l memberikan hasil terbaik pertumbuhan klon lidah buaya.Kata Kunci : klon, lidah buaya, pupuk pelengkap cair.
KERAGAAN GENOTIPE JAGUNG F14 DI LAHAN GAMBUT Ragiman, Ragiman; Hidayat, Hidayat; zulfita, Dwi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study aims to determine the performance of F14 corn genotype on peat soil. This research was carried out in Rasau Jaya II Village with  C overflow. This research was conducted from 24 January 2018 to 02 June 2018. The experimental was designed in  pattern to be used was a Randomized Block Design (RBD), consisting of 5 F14 genotypes and 1 Arjuna variety as a comparison. The number of groups is 5, so there are 30 plots of treatment. Treatments were en  codel as follows: A = Arjuna Varietie (Controls) and F14 genotypes (B, C, D, E, F). The observational variables in this study include: Plant height (cm), male flowering age, female flowering age, harvest age, ear diameter (cm), number of rows per ear, weight of seedlings 14% (g), weight of seedlings (g) , The weight of 1,000 dry seeds (g), the weight of the dry seed strip (g). The maize genotype is good at Rasau Jaya II A, C, F, genotype B, D, E  with poor performance. The result of this resenel are genotypes A, C, and F as good performance and genotypes B, D, and E are bad Performance at Rasau Jaya II.
Penggunaan Ampas Tahu pada Level Berbeda terhadap Performa Entok (Muscovy Duck) Umur 3 - 10 Minggu Akbarillah, T.; Kaharuddin, D.; Hidayat, Hidayat; Primalasari, A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.1.112-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan level ampas tahu terhadap performa entok (Muscovy duck) umur 3–10 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 16 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 1 ekor entok sehingga entok yang dipergunakan sebanyak 64 ekor. Perlakuan ransum adalah: P0 (ampas tahu 0%), P1 (ampas tahu 30%), P2 (ampas tahu 35%) dan P3 (ampas tahu 40%) dengan kandungan energi dan protein yang setara yaitu sekitar 3000 kkal/kg dan protein kasar sekitar 16%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan ampas tahu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan konversi pakan entok yang diberi ampas tahu dengan level yang berbeda 30%, 35% dan 40%. Konsumsi pakan selama penelitian, menunjukkan bahwa P0= 6180±157,99 g, P1= 5868±191,34 g, P2= 5639±268,59 g dan P3=5252,13±200,69 g. Rataan pertambahan berat badan yaitu P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 1555,06±173, 66 g, 1176,06±106,21 g, 1062,68±127,48 g dan 776,81±83,35 g. Rataan konversi pakan yaitu P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 4,02±0,47, 5,02±0,43, 5,37±0,62 dan 6,83±0,78. Penggunaan ampas tahu dalam pakan entok dengan level 30%, 35% dan 40% menurunkan konsumsi pakan, berat badan, pertambahan berat badan, dan menaikkan konversi pakan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas tahu mulai level 30% menurunkan performa entok.Kata kunci : ampas tahu, entok, performa
Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit sebagai Pengganti Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Produksi Susu Kambing Nubian Kartiko, H.; Akbarillah, T.; Hidayat, Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.229-237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian konsentrat dengan level bungkil inti sawit (BIS) berbeda sebagai konsentrat pengganti ampas tahu terhadap produksi susu pada kambing Nubian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan perlakuan P1 (ampas tahu + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P2 (ampas tahu + bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P3 (bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan ). Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga ternak yang digunakan sebanyak 9 ekor kambing Nubian laktasi. Variabel yang diamati yaitu konsumsi bahan kering (BK), Konsumsi bahan organik (BO), konsumsi protein kasar (PK), produksi susu dan berat jenis susu. Konsumsi bahan kering, bahan organic dan protein kasar konsentrat dan total berpengaruh nyata (P<0,05) tetapi hijauan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap produksi dan BJ susu. Produksi susu kambing Nubian P1: 1,23 liter/ekor/hari, P2: 1,30 liter/ekor/hari dan P3: 1,11 liter/ekor/hari, Berat jenis susu1 P1 1,0292, P2 1,0282 dan P3 1,0279. Pemberian pakan konsentrat berbahan bungkil inti sawit dapat menggantikan penggunaan ampas tahuKata kunci : Bungkil Inti Sawit, Konsumsi BK,BO & PK,  Produksi Susu, Kambing Nubian
KARAKTERISASI BEBERAPA KLON LIDAH BUAYA PADA STADIA PRODUKTIF Sari, Asih Kurnia; Hidayat, Hidayat; Syafiuddin, Wasi'an
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi klon lidah buaya yang dibudidayakan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, Jl. Sepakat II dimulai dari tanggal 10 Juni sampai 27 Oktober 2013. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari: E4, E5, E6, E7 dan E8. Faktor jenis asal tanah terdiri dari dua lokasi pengambilan yang digunakan Rasau Jaya I dan Rasau Jaya III, disusun secara berseri. Terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Masing-masing kombinasi terdapat empat sampel tanaman, sehingga total seluruh tanaman adalah 120 tanaman. Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), pertambahan jumlah anakan, lebar pelepah hasil (cm), Panjang Pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat total pelepah hasil (g), warna pelepah, bentuk pelepah. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian karakter klon lidah buaya yang baik untuk dibudidayakan adalah pada klon E5.
RESPON PERTUMBUHAN KLON LIDAH BUAYA TERHADAP PUPUK KOTORAN BEBEK PADA TANAH GAMBUT Devi, Devi; Hidayat, Hidayat; Syafiuddin, Wasi'an
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pertumbuhan tanaman klon lidah buaya pada lahan gambut terhadap pupuk kotoran bebek. yang dilaksanakan di Kota Pontianak selama 5 bulan dimulai dari tanggal 17 Mei 2013 sampai dengan tanggal 10 Desember 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kelompok. Pengelompokkan berdasarkan tinggi tanaman dan jumlah pelepah. Masing-masing kelompok terdapat 5 sampel tanaman yaitu d0 (kontrol), d1 (133 g per polibag), d2 (266 g per polibag), d3 (399 g per polibag), dan d4 (533 g per polibag). Variabel yang diamati meliputi : pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), dan jumlah anakan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kotoran bebek dengan dosis 399 g/polybag menunjukkan respon terbaik terhadap pertumbuhan klon lidah buaya.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERORIENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA Hidayat, Hidayat
el-hikmah el-hikmah (Vol IX, No 2
Publisher : Fak. Tarbiyah UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.97 KB)

Abstract

Character of moral excellence or akhlaq is built upon various virtues which in turn has significant meaning when founded on values applicable in the national culture. Indonesian national character for the citizen is based on the measures assessed as a virtue constituted on the prevailing values ​​in society and the Indonesia as nation. Hence, the Education of National Character and Culture is directed on efforts in developing wisdom founding values so to mold the personality of citizens. The learning process of National Character and Culture Education deployed through an active learning process. Principally, value development is to be actively utilized by participant (as a self-subject of receiving, employing as self own and deploying the learnt values as basis of each action) therefore their position as active subjects in learning is the main principle of active learning. Thus both parts are necessary to each other.
Mengapa Kegagalan Menyakitkan? Harmaini, Harmaini; Hidayat, Hidayat
JURNAL PSIKOLOGI Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v8i2.191

Abstract

Meraih prestasi yang diinginkan dengan usaha yang telah dilakukan adalah suatu keharusan,. Namun apabila tidak dapat meraih yang diingikan tersebut tentu akan mendatangkan efek menyakitkan bagi setiap orang. Dari data yang didapat diketahui bahwa, timbulnya efek menyakitkan tersebut dikarenakan efikasi diri sebesar 19,5%, harapan sebesar 32,2%, usaha sebesar 10,5% dan atribusi sebesar 25,5%. Melihat data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegagalan dapat menyakitkan dan sebab timbulnya keadaan tersebut tidak hanya berdasar pada berapa besar keinginan tersebut tapi juga berhubungan dengan faktor dalam dalam diri dan luar diri. Kategori dalam diri adalah efikasi diri (personal, kontrol diri, motivasi, efikasi diri dan ketidakmampuan diri yang bisa dikategorikan factor internal. Faktor luar diri adalah harapan (seperti cita-cita), usaha, atribusi (seperti ketidakadilan, orang tua, kegagalan pertama.
Kualitas Nutrisi Pakan Konsentrat Fermentasi Berbasis Bahan Limbah Ampas Tahu dan Ampas Kelapa Dengan Komposisi yang Berbeda Serta Tingkat Akseptabilitas Pada Ternak Kambing Marhamah, S. U.; Akbarillah, T.; Hidayat, Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.145-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah industri ampas kelapa dan ampas tahu melalui kualitas fisik, kandungan nutrisi dan tingkat penerimaan pada ternak kambing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2017 di CZAL dan bulan April-September di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kualitas kimiawi pakan dan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) untuk uji biologi (akseptabilitas) pakan. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan P0 (ampas tahu + jagung + dedak + gula + garam + mineral + starbio), perlakuan P1 dengan pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 20% ampas kelapa,  P2 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 30% ampas kelapa dan P3 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan penggunaan 40% ampas kelapa.Ternak yang digunakan sebanyak 4 ekor kambing Nubian jantan. Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik, kualitas kimiawi, konsumsi bahan segar,  bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan konsumsi protein kasar (PK) pakan konsentrat fermentasi. Kualitas fisik pakan konsentrat setelah terjadi proses fermentasi mengalami perubahan aroma yang lebih asam, tekstur yang berubah menjadi lebih lembut, pH yang menurun dan temperatur pakan yang cenderung meningkat. Dari hasil penelitian kandungan bahan organik pakan konsentrat fermentasi berkisar antara 86,93%-88,76% sedangkan kandungan protein berkisar antara 15,16%-18,00%. Rataan konsumsi bahan kering pada kambing perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 553,33 gram, 355,05 gram, 259,04 gram dan 225,64 gram. Pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah ampas tahu dan ampas kelapa dengan persentase penggunaan ampas kelapa yang meningkat dapat menurunkan kualitas fisik, cenderung menurunkan kualitas kimiawi (kandungan nutrisi protein kasar) dan menurunkan konsumsi sehingga menurunkan akseptabilitas pakan.Kata kunci : Ampas kelapa, Ampas tahu, Konsumsi BK, BO & PK, kualitas fisik, kualitas kimiawi.
Efektivitas Larutan Bawang Putih dalam Pengendalian Larva Aedes Agypti ikhtiar, muhammad; Patimah, Sitti; Rasyidi, Nur Fadhilah; Yusriani, Yusriani; Hidayat, Hidayat
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15, No 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.607 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6686

Abstract

Upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue menggunakan insektisida menimbulkan risiko resistensi pada nyamuk dan tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan metode alternatif pengendalian larva aedes agypti berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektifitas bubuk abate dan larutan bawang putih dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dengan berbagai macam konsentrasi, menggunakan design eksperimen murni dengan pendekatan Rancangan Acak Lengkap. Sampel penelitian adalah larva nyamuk Aedes aegypti stadium III dan IV dengan jumlah sampel sebanyak 25 ekor larva yang dimasukkan ke dalam bubuk abate dan larutan bawang putih dengan konsentrasi 20mg/100ml, 40mg/100ml, 60mg/100ml, 80mg/100ml dan 100mg/100ml. Observasi kematian larva dilakukan pada waktu 20 menit, 40 menit, 60 menit dan 24 jam. Kecepatan reaksi bubuk abate lebih cepat (40 menit) dibandingkan larutan bawang putih (24 jam). Jumlah kematian larva berbanding lurus dengan konsentrasi bubuk abate maupun bawang putih, kematian larva tertinggi pada waktu 24 jam. Berdasarkan uji Mann Whitney diperoleh tidak ada perbedaan yang signifikan antara bubuk abate dan larutan bawang putih dalam pengendalian larva aedes agypti pada konsentrasi 100 mg dalam waktu pengamatan 24 jam (p = 1.000). Disimpulkan bahwa bubuk abate dan larutan bawang putih pada konsentrasi 100 mg mempunyai efektifitas yang sama dalam pengendalian larva aedes agypti dalam waktu 24 jam.
Co-Authors Agus Trisanto Ahyani Radhiani Fitri Al Amin, Boni Alvyandani, Alvyandani Ana Dhiqfaini Sultan, Ana Dhiqfaini Andi Alim, Andi Anggotomo, Wirawan Ansar, Joan Willy Anshari Nur, Muhammad Nadzirin Ariza, Retno Arrafiqur Rahman Asih Kurnia Sari, Asih Kurnia Asnawati Asnawati Atra Romeida Aulia Aulia Bambang Gonggo Murcitro, Bambang Gonggo Bambang Purnomo Budi Briyatmoko Budi Budi Busmin Gurning Candra Wijaya, Candra Dahliyani, Alyza Syafitrah Damanik, Erond L. Desia Kaharuddin Devi Devi, Devi Dody Leyno Amperawan, Dody Leyno Dwi Zulfita Endah Komalasari, Endah Erviana, Anita Erwin Erwin Faizal, Ian Ibnu FAJAR SETIAWAN Febriani, Devita Febriani, Upik Fitriana, P. R. Fitriyani, Neno Guntoro Guntoro, Guntoro Harisah, Sitti Hariyani, Fifi Harmaini Harmaini Hartono, Suwono Budi Hidayatullah, Rangga I. Badarina Ibnu Hajar Ibrahim Ibrahim Ilham Syahputra Inayah Inayah Indragiri, Noor Muhammad Ishaq, Usep Mohamad Ivan Muhammad Agung Kaharuddin, D. Kartiko, H. Karyanto, Karyanto Kasim, Khiki Purnawaty Kumala Dewi, Intan Kurnia, M Agung Kurniati, Mala Kususiyah Kususiyah Lasa, Andi Leksana, Yuseriza Anugerah M. Sukma Mandala, Zulhafis Marhamah, S. U. Marwanto Marwanto, Marwanto Masyhuri Masyhuri Mauludi, Ridlo Ferari Mei Indrawati, Mei Merakati Handajaningsih Mudin, Liling Saputra Jaya Muhammad Ikhtiar Muhammad Yusuf Mukhtar Mukhtar Mulyana, Muhammad Yana Mustakim Mustakim Nanang Dwi Ardi Nasriah Nasriah Novita Sari Nurjanah, Linda Nurmaida Irawani Siregar, Nurmaida Irawani Nurmaningsari, Tri Oematan, Maskie Z Pagiling, Luther Pamungkas, Tri Patimah, Sitti Pinilih, Astri Primalasari, A. Putri, Arum Cantika Radillah Radillah, Radillah Rafdhi, Faiz Rafie, Rakhmi Ragiman, Ragiman Rahayu, Sri Harmaida Rahmad Husein Rahmadini, Iga Afifah rahmatullah, fajar Ramlah Ramlah Rasimeng, Syamsurijal Rasyidi, Nur Fadhilah Ratih Baiduri, Ratih Restu Restu Risandy, Dhani Rismawardani, Megasari Rizky Kurniawan Rizky Rizky, Rizky Rocky Ekstander Rohman, M. Cholilur Rusmani, Rusmani Rusmini, Hetti Saparudin Saparudin Saraswati, Rahma Siti Hadijah Sri Mulyani Suandi, Feri Moch. Suci Srirahayu Ningsih Suhendro Suhendro Sukamdi Sukamdi Sukmawarti, Sukmawarti Sulbani, Sulbani Sumarto Sumarto Susilo, Priyo Suwantono, Alim Suwarti Suwarti Swito Prastiwi, Swito Syafiuddin, Wasi'an Syahbuddin Syahbuddin Syarlina, Syarlina Sylvia, Eka T. Akbarillah Teguh Adiprasetyo Telaumbanua, Melissa Tris Akbarillah Triwahyuni, Tusy Try Susanti Tuti Khoiriyah Ulfa Khaira, Ulfa Unggul Handoko, Unggul Usman Siswanto wahyuni wahyuni Wati, Shinta Puspita Wiji Utami, Wiji Wisard Kalengkongan, Wisard Yanto, Yudhy Dwi Yosi Fenita Yuliana Yuliana Yulianti, Ririn Yunidar Nur Yusriani, Yusriani Yusuf, Wahdah Anugrah Zarman, Wendi Zega, A. D.