Articles

Found 29 Documents
Search

PELATIHAN SIAGA SEHAT JIWA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DI RW 06 DAN RW 07 DESA ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Hidayati, Eni; -, Khoiriyah; Mubin, Muhammad Fatkul
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.43 KB)

Abstract

Mental health programs in the area of Semarang is still less than optimal health centers in empowerment, mental health problems have the iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Mental health problems have iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Development of mental health in the Village District Tembalang Rowosari Semarang City has not run optimally. Health cadres in RW 06 and RW 07, said that only limited Posyandu activities posyandu in infants. This causes no detection of mental health in terms of mental disorders, psychosocial and mental health risks, the main objective the establishment of mental health cadres is to improve the quality of life of every citizen to a healthy soul in RW 06 and RW 07 Rowosari Village District Tembalang Semarang. Plan includes training activities carried prongram standby RW healthy soul, detection training healthy family life, families with mental disorders, families with psychosocial risk, families with mental health, mental health counseling, therapeutic group activities, home visit. The approach taken is with intensive discussions, simulation / demonstration skills, role play and visit the house. Evaluation is done by comparing the pre and post test results on any ongoing training. Knowledge and skills of cadres increased in eight training organized team.Keywords : Cadre , RW , alert mental health
TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PENDERITAN HIV-AIDS TERHADAP PENULARAN PENYAKIT HIV-AIDS DI WILAYAH KOTA SEMARANG Hidayati, Eni; -, Riwayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.032 KB)

Abstract

HIV yang merupakan singkatan dari   Human Immunodefiency Virus adalah Virus PenyebabAIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisabertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Kesehatan keluarga adalahtingkat keperawatan kesehatan masyarakat yang di pusatkan pada keluarga sebagai unit satukesatuan yang di rawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan. Keluarga adalahsekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untukmenciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental,emosional, serta social dari anggota keluarga. Keluarga adalah unit pelayanan kesehatan danmerupakan kumpulan dua orang atau lebih yang ada dan tidak ada hubungan darah atauhubungan secara hukum akan tetapi berperan sebagai keluarga atau siapapun yang di katakanklien sebagai keluarganya (Friedman, 1998). Tujuan penelitian ini untuk mengetahuipengetahuan keluarga penderitan HIV-AIDS terhadap penularan penyakit  HIV-AIDS diwilayah Kota Semarang. Desain penelitian Penelit ian ini dilakukan untuk menilai tingkatpengetahuan,  keluarga  penderita  HIV/AIDS  terhadap  penderita HIV-AIDS di wilayah KotaSemarang. Jenis penelitian ini adalah penelit ian deskriptif yang menggunakan desain crosssectionalstudy dimana dilakukan pengumpulan data berdasarkan kuesioner dan pengambilansampel secara Total Sampling. Kuesioner dibagikan ke responden. Sampel yang diambiladalah sebanyak 30 orang yang terdiri dari keluarga, family dan teman akrab yang mewakilisatu penderita HIV/AIDS di wilayah Kota Semarang. Hasil uji statistic dapat  dilihat  pada bagian tingkat  pengetahuan, sebagian besar dari responden yang menjawab kuesionermempunyai t ingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 20 orang (66.67%), pengetahuanyang sedang sebanyak 7 orang (23.33%) dan tingkat pengetahuan yang rendah sebanyak 3orang (10%).  Diharapkan  pengetahuan keluarga dapat diberikan pada keluarga penderita HIVAIDSdapat dilakukan di pelayanan kesehatan manapun sehingga pada akhirnya dapat tercapaiIndonesia bebas HIV-AIDS.  Kata Kunci : HIV-AIDS, Pengetahuan, Keluarga
PENGARUH TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP KEMAMPUAN MENGATASI PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. AMINO GONDOHUTOMO KOTA SEMARANG Hidayati, Eni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.157 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kelompok suportif terhadap kemampuanmengatasi perilaku kekerasan pada klien skizoprenia. Desain penelitian quasi exsperimental,pre-post test without control group. Sampel penelitian adalah 42 klien perilaku kekerasanyang sesuai dengan criteria inklusi, klien yang mengalami tingkat kemarahan sedangberdasarkan hasil screening emosi marah dank lien yang sudah mendapatkan TAK stimulasipersepsi perilaku kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikankemampuan klien mengatasi perilaku kekerasan sebelum dan sesudah diberikan terapikelompok suportif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya dilakukan terapi kelompoksuportif yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dengan spesialis keperawatan jiwa.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG CARA MERAWAT PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH KEGIATAN FAMILY GATHERING PADA HALUSINASI DENGAN KLIEN SKIZOFRENIA DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Lukitasari, Puri; Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu sindrom dengan variasi penyebab (banyak yang belum diketahui), dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya, sedangkan angka kekambuhan pada klien tanpa terapi keluarga sebesar 25 – 50% sedangkan angka kekambuhan pada klien yang diberikan terapi keluarga 5-10%. Keluarga sebagai ”perawat utama” dari klien memerlukan treatment untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam merawat klien, sehingga diperlukannya kegiatan Family Gathering. Tujuan penelitian perbedaan pengetahuan tentang cara merawat penderita sebelum dan sesudah kegiatan Family Gathering halusinasi pada klien skizofrenia. Jenis Penelitian Quasi eksprimental dengan rancangan randomized controlled groups pretest-posttestdesign denganintervensi Family Gathering. Variabel bebas adalah Family Gathering dan variabel terikat Pengetahuan tentang cara merawat halusinasi dengan klien skizofrenia. Populasi adalah seluruh keluarga klien halusinasi padaskizofrenia di Unit Rawat Inap. Jumlah sampel 42 (21 responden kelompok perlakuan dan 21 responden kelompok kontrol ) dengan metode purposive sampling dan uji yang digunakan pada penelitian ini ujiindependent t test dan uji paired t Test . Hasil uji dengan independent t test menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sesudah kegiatan Family Gathering ada perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikasi 0,000 yang lebih kecil dari α (5%) dan uji paired t Test menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan Family Gathering dapat diketahui nilai p = 0,022 <0,05. Diharapkan perlu diadakan kegiatan Family Gathering secara rutin dan terprogram di Rumah Sakit Jiwa Dr. Amino Gondohutomo Semarang.Kata Kunci : Pengetahuan, Halusinasi , Skizofrenia, Family Gathering
EFEKTIFITAS TERAPI THOUGHT STOPPING TERHADAP ANSIETAS KLIEN DENGAN HIV / AIDS DI WILAYAH KOTA SEMARANG Hidayati, Eni; -, Riwayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.415 KB)

Abstract

As we realize that the HIV and AIDS epidemic threatens the welfare and peace of the world community, because until now has not found a cure so that vaccine development has always been aproblem of health is very serious for the whole nation including Indonesia. Aware of the modes of transmission of HIV disease and AIDS are more stems from behavioral factors, particularly sexual behavior that are not reasonable or through a vehicle syringe, the prevention and control becomes very complicated social problems as well as complex, including identification of infected efforts are likely to show the phenomenon of mountain ice. Always needs to come together and comprehensive kesinergian in prevention and mitigation, because HIV and AIDS is a major threat to national development, for the business world, gender equality and a threat to the increase in the workforce.This epidemic can result in enormous negative impact on the economic growth of the labor force, businesses, and workers and their families. The nurse as a component of most of the health care team is an important helper clients to reduce anxiety. As a professional nursing interventions in reducing anxiety is individual therapy, family therapy, group therapy and therapy psikofarmaka.Thought stopping (cessation of mind) is one example of cognitive behavioral psychotherapy techniques that can be used to help the client to change thought processes (Tang & DeRubeis, 1999). In practice, this therapy uses various variations in helping someone who is trying and stop the unpleasant thought with full consideration. Thought Stopping therapy performed by deciding thoughts or obsessions that threaten. Clients are instructed to say "stop" when thoughts andfeelings are "threatened" appeared and motioned to the client to replace the mind by choosing alternative positive thoughts. This mind discontinuation of therapy can be done when the mind isthreatening or maladaptive. Keywords : Anxiety , HIV / AIDS , Therapy Thought Stopping
Pelatihan Siaga Sehat Jiwa Terhadap Pengetahuan Kader di Rw 06 Dan Rw 07 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang Hidayati, Eni; Khoiriyah, Khoiriyah; Mubin, Muhammad Fatkul
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health programs in the area of Semarang is still less than optimal health centers in empowerment, mental health problems have the iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Mental health problems have iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Development of mental health in the Village District Tembalang Rowosari Semarang City has not run optimally. Health cadres in RW 06 and RW 07, said that only limited Posyandu activities posyandu in infants. This causes no detection of mental health in terms of mental disorders, psychosocial and mental health risks, the main objective the establishment of mental health cadres is to improve the quality of life of every citizen to a healthy soul in RW 06 and RW 07 Rowosari Village District Tembalang Semarang. Plan includes training activities carried prongram standby RW healthy soul, detection training healthy family life, families with mental disorders, families with psychosocial risk, families with mental health, mental health counseling, therapeutic group activities, home visit. The approach taken is with intensive discussions, simulation / demonstration skills, role play and visit the house. Evaluation is done by comparing the pre and post test results on any ongoing training. Knowledge and skills of cadres increased in eight training organized team.
KECANDUAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Pertiwi, Sinta Ayu Bhakti; Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.709 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v7i2.263

Abstract

Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja dapat membuat kecanduan sehingga sibuk dengan dirinya sendiri tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya bahkan dapat mempengaruhi motivasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan media sosial terhadap motivasi belajar pada remaja di SMA Muhammadiyah 1 Semarang Kecamatan Candisari Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan croos sectional. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah responden 131 responden. Hasil penelitian menunjukkan kecanduan media sosial dalam kategori kurang 100% sedangkan motivasi belajar menunjukkan kategori kurang 1,5%, cukup 5,3% dan baik 93,1%. Berdasarkan hasil uji statistik rank spearman diperoleh p value sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kecanduan media sosial terhadap motivasi belajar di SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Saran pada penelitian ini diharapkan bagi sekolah pada mata pelajaran BK untuk mensosialisasikan tentang bahaya kecanduan media sosial supaya belajarnya tidak terganggu. Kata kunci: remaja, kecanduan media sosial, motivasi belajar
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN PSIKOMOTOR ANAK USIA 3.5 TAHUN DI DESA SARIREJO KEC. GUNTUR KAB. DEMAK Hidayati, Eni
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.632 KB)

Abstract

Anak adalah individu yang unik dan bukanlah miniature orang dewasa, anak memerlukan perhatian khusus untuk optimalisasi tumbuh kembang. Salah satu tahap tumbuh kembang adatah usia prasekolah yang mempunyai karakteristik sendiri sebagai masa persiapan menuju periode sekolah. Peran seorang ibu penting dalam menentukan perkembangan anak, sehingga ibu harus memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak. Penelitian untuk mengetahu hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan psikomotoranak usia 3-S tahun. Subjek penetitian ini adalah pasangan ibu dan anak usia 3-5 tahun, sebayak 37 responden.Rancangan penelitian ini adalah dengan menggunakan potong lintang (cross sektional). Cara pengumpulan data dengan mengisi kuesioner dan melakukan observasi tas skrining perkembangan Denver II. Kedua variable di hubungkan dengan menggunakan uji Chi-Sguare, Pengolahan data dilakukan dengan progam SPSS 11,00.Dari uji sosialisasi antar pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan psikomotor anak usia 3-5 tahun didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistic dengan a = 0,0 5.Disarankan ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun lebih meningkatkan pengetahuan. Bagi petugas kesehatan perlu memberikan pedidikan kesehatan pada keluarga tentang hal-hal yang meipengaruhi perkembangan anak, misalnya: ststus gizi, serta mengaiarkan cara stimulasi perkembangan anak. Bagi peneliti setanjutnya diharapkan meneliti factor lain yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.Kata kunci : pengetahuan tentang perkembangan anak, perkembangan psikomotor anak
Penyakit Psikologis yang Sering Dialami pada Buruh Pabrik di Pt. Ungaran Indah Busana Rosita, Lina Dian; Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia (karyawan) merupakan asset yang paling penting bagi perusahaan, dimana pada hakekatnya berfungsi sebagai faktor penggerak bagi setiap kegiatan didalam perusahaan. Persaingan dan tuntutan profesionalitas yang semakin tinggi menimbulkan banyaknya masalah yang harus dihadapi karyawan. Faktor psikologis memegang peranan yang sangat besar karena manusia bekerja bukan seperti mesin. Manusia memiliki perasaan, pikiran serta harapan dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penyakit psikologis yang sering dialami pada buruh pabrik di PT. Ungaran Indah Busana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode penelitian survei deskriptif dengan pendekatan survey morbiditas. Penelitian dilakukan selama bulan maret tahun 2015. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan atau buruh pabrik di PT. Ungaran Indah Busana. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden yang diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa umur responden sebagian besar adalah 17-25 tahun yaitu sebanyak 38 orang (39,6%) dengan umur termuda adalah 20 tahun dan umur tertua adalah 50 tahun. Jenis kelamin responden sebagian besar adalah wanita yaitu sebanyak 70 orang (72,9%). Status perkawinan responden sebagian besar adalah menikah yaitu sebanyak 74 orang (77,1%). Pendidikan terakhir responden sebagian besar adalah SMA yaitu sebanyak 55 orang (57,3%). Lama kerja responden sebagian besar adalah 1-5 tahun yaitu sebanyak 48 orang (50,0%). Penyakit psikologis responden sebagian besar adalah depresi yaitu sebanyak 35 orang (36,5%). Responden yang mengalami stress sebanyak 12 orang (12,5%), responden yang mengalami kecemasan sebanyak 19 orang (19,8%), responden yang mengalami keputusasaan sebanyak 16 orang (16,7%), responden yang mengalami ketidakberdayaan sebanyak 12 orang (12,5%) sedangkan responden yang tidak mengalami depresi, stress, kecemasan, keputusasaan serta ketidakberdayaan sebanyak 2 orang (2,1%). Buruh pabrik dapat memanfaatkan istirahat semaksimal mungkin serta jika mempunyai masalah, baik masalah yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun masalah yang lain hendaknya tidak dipendam sendiri tetapi berbagi cerita dengan keluarga atau teman dekat yang dipercaya.
Pengalaman Siswa Yang Mendapatkan Bullying Di Sma N 15 Semarang Darwin, Darwin; Mubin, M Fatkhul; Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah sebuah harsat untuk menyakiti, hal ini diperlihatkan ke dalam aksi yang menyebabkan seseorang menderita aksi ini di lakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat,tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan di lakukan dengan perasaaan senang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengalaman siswa yang mendapatkan Bullying dikalangan siswa SMA N 15 Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologis dengan mendapatkan lima partisipan. populasi dari penelitian ini ialah siswa SMA N 15 Semarang yang pernah menjadi korban bullying disekolahnya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan tema yang dialami partisipan berdasarkan hasil wawancara yaitu Intimidasi, diskriminasi, sabar, marah, tidak percaya diri, menarik diri, harga diri rendah, merasa diasingkan dan menurut partisipan pelaku harus mengintrofeksi diri. Guru bimbingan konseling (BK), hendaknya memberikan pengawasan kepada para siswanya sehingga tidak terjadi tindakan bullying kepada anak didiknya. Guru dapat memberikan hukuman kepada siswa yang melakukan tindakan bullying ini, sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku.