Articles

Found 10 Documents
Search

KELAYAKAN TEORITIS LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI DAUR BIOGEOKIMIAAUNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X HIDAYATI, FITRI
BioEdu Vol 6, No 2 (2017): BioEdu
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah media dalam mengajar yang berbentuk lembaran kertas di dalamnya terdapat rangkuman materi, serta cara dalam mngerjakan tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa sesuai dengan Kompetensi Dasar. Lembar Kegiatan Siswa yang didasarkan oleh Kurikulum 2013 adalah LKS yang baik karena kegiatannya menekankan terhadap pendekatan saintifik (5M) yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, danamengkomunikasikan yang dapat melatihkan siswa untuk berpikir kritis. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kelayakan LKS secara teoritis ditinjau dari  hasil validasi dosen ahli pendidikan, ahli materi, dan guru biologi. LKS dikembangkan dengan model 4D yaituadefine, adesign,adevelop,adessemintae akan tetapi tahapadisseminate tidak dilaksanakan. Metode pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan hasil dari validasi yang selanjutnya hasil tersebut diolah kemudian dianalisis dengan cara deskriptifakualitatif.aHasil penelitian LKS pendekatan saintifik pada materi daur biogeokimia untukamelatihkan keterampilanaberpikir kritisasiswa kelas X validasinya sebesar 3,82 dengan kategoriasangat valid. Maka disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan ini dapat dikatakan layak dan dapat digunakan. Kataakunci: Kelayakan Teoritis, LKS, Pendekatan Saintifik, Materi Daur Biogeokimia, Berpikir Kritis
ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN PADA PT. BFI FINANCE Tbk PEKANBARU Yahya, Zamharil; Hidayati, Fitri
JURNAL AL-IQTISHAD Vol 9 (2013): Juni 2013
Publisher : JURNAL AL-IQTISHAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sumber daya manusia dilaksanakan dalam rangka mengelola personalia yang ada dalam lingkungan suatu organisasi atau perusahaan. Karyawan merupakan faktor utama untuk menjalankan fungsi perusahaan dalam rangka mencapai efisiensi dan efektifitas kerja terutama pada sumber daya manusianya, karena sumber daya manusia memiliki fungsi operasional. Salah satu fungsi yang dimaksud yaitu pada fungsi operasional adalah pengembangan karir.PT. BFI  Finance Tbk Pekanbaru telah melakukan proses pengembangan karir salah satunya dengan memperhatikan faktor latar belakang pendidikan saat masuk kerja dan pendidikan karyawannya kebanyakan telah selesai kuliah pada beberapa perguruan tinggi juga beberapa tamatan SMK/SMA sederajat. Kesempatan-kesempatan untuk maju ini membantu tujuan personalia untuk mengembangkan tenaga-tenaga kerja pengganti intern maupun rencana karir individu,  keahlian dan keterampilan baik itu secara teknis, keterampilan berinteraksi secara efektif dengan rekan sekerja dan dengan atasan serta keterampilan memecahkan masalah dalam pekerjaan.Sedangkan pada faktor pengalaman kerja, pengalaman kerja yang dimiliki oleh karyawan PT. BFI  Finance Tbk Pekanbaru berbeda-beda, sehingga hal ini disebabkan setiap pekerja mempunyai pengalaman dari pekerjaan yang berbeda-beda yang telah  diselesaikan berulang - ulang dalam menempuh perjalanan karirnya. Pengalaman kerja untuk karyawan PT. BFI  Finance Tbk Pekanbaru meliputi banyaknya jenis pekerjaan atau jabatan yang pernah diduduki oleh seseorang dan lamanya mereka bekerja pada masing-masing pekerjaan atau jabatan tersebut. Oleh karena itu pengalaman kerja yang didapat karyawan akan meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan dan mengembangkan karir yang telah diraihnya.Kesesuaian pengembangan karir yang dijalani oleh karyawan berdampak terhadap prestasi karir, sikap karir dan keadaptasian karir karyawan. Kesesuaian disini mencakup kesesuaian atas prestasi kerja berupa imbalan gaji yang meningkat, kesesuai dengan sikap yang positif terhadap begbagai persoalan dalam pekerjaan dan kesesuaian dalam penggunaan aplikasi pengetahuan, keahlian dan teknologi mutakhir yang menjadi tuntutan pekerjaan/ jenjang karir.Dari penjelasan di atas masih terdapat beberapa kekurangan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dilakukan oleh Manajemen Sumber Daya Manusia PT. BFI  Finance Tbk Pekanbaru. Untuk itu perlu disarankan agar perusahaan lebih selektif pada tingkat pendidikan dan pengalaman karena semakin tinggi pendidikan dan semakin lama pengalaman kerja seseorang diiringi ilmu pengetahuan baik itu secara teknis maupun secara konseptual maka akan mempengaruhi tingkat kinerja karyawan maupun kinerja perusahaan dan akan berdampak positif terhadap peningkatan karir seseorang dalam perusahaan tersebut.
Peramalan Data Parameter Indeks SN Menggunakan Metode ARIMA sutoyo, sutoyo; Tetuko, Bambang; Marsal, Arif; Hidayati, Fitri
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan data pengamatan lapisan ionosfer pada stasiun jaringan ALE Nasional seperti jaringan ALE Riau dapat digunakan untuk mengatur penggunaan frekuensi kerja atau dikenal dengan manajemen frekuensi. Keberhasilan dalam komunikasi dapat ditentukan dengan indeks kualitas sinyal signal to noise (SN) dan Bit Error Rate (BER). Penelitian ini akan melakukan peramalan data parameter indeks SN dalam menunjang keberhasilan komunikasi radio HF untuk sirkuit Pekanbaru - Watukosek pada bulan Februari – April 2017. Hasil penelitian diperoleh, model ARIMA untuk indeks SN jam 00.00 – 23.00 WIB yaitu (1,1,1), (1,1,0), (0,1,1), (1,0,0), dan (0,0,1). Hasil peramalan menunjukkan SN pada nilai indeks 4 – 9 dengan kualitas sinyal noisy dan clear. MAPE untuk SN jam 00.00 – 23.00 WIB  berturut-turut pada interval 9% - 34%. Persentase MAPE  paling kecil untuk SN pada jam 10.00 WIB sebesar 9%. Persentase MAPE  paling besar untuk SN yaitu 34% pada pukul 02.00 WIB dan 34% pada pukul 20.00 WIB.
Perbedaan Derajat Nyeri Haid Pasien Endometriosis Sebelum dan Sesudah Tindakan Laparoskopi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Hidayati, Fitri; Alibasya, R.M. Aerul Chakra; Bahar, Erial
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis didefinisikan sebagai keberadaan kelenjar dan stroma endometrium di luar kavum uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat nyeri haid pasien endometriosis sebelum dan sesudah tindakan laparoskopi. Penelitian yang dilakukan ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan pendekatan potong lintang dengan besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 44 orang. Data diperoleh dari data primer hasil pengisian kuesioner pasien endometriosis yang melakukan tindakan laparoskopi dan juga data sekunder dari rekam medik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dari bulan Januari 2014 sampai bulan Agustus 2014. Penelitian ini menunjukkan pasien endometriosis banyak terjadi pada usia 15-45 tahun (90,9%) dengan rata-rata usia adalah 33,52, derajat endometriosis ditemukan sama antara derajat I, II, dan IV sebanyak 13 orang (29,5%), dan IMT dengan frekuensi terbesar berkisar 18,5-25,0 (77,5%). Dari hasil analisis didapatkan ada perbedaan sangat bermakna rata-rata VAS nyeri haid sebelum dan sesudah tindakan laparoskopi (p= 0,000), dan ada perbedaan sangat bermakna rata-rata VAS nyeri haid sebelum dan sesudah tindakan laparoskopi berdasarkan derajat endometriosis I, II, III, dan IV (p= 0,001). Ada perbedaan antara derajat nyeri haid pasien endometriosis sebelum dan sesudah tindakan laparoskopi.
PENGARUH GAJI DAN PENGAWASAN PIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI HONOR PADA KANTOR DINAS DI LINGKUNGAN KABUPATEN ROKAN HILIR Hidayati, Fitri
Jurnal EL-RIYASAH Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v8i1.4406

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada kantor dinas? di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini membahas permasalahan dengan judul ? pengaruh gaji dan pengawasan pimpinan terhadap semangat kerja pegawai honor pada kantor dinas di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir?. Permasalahan terkait dengan ?semangat kerja pegawai honor? pada kantor dinas di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir tersebut yang relatif masih rendah yang diduga dipengaruhi oleh rendahnya gaji pegawai honor dan pengawasan pimpinan yang belum maksimal. Jumlah populasi sebanyak 484 orang dan yang menjadi sampel sebanyak 83 orang dengan menggunakan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan gaji dan pengawasan pimpinan berpengaruh signifikan terhadap semangat? kerja pegawai honor sebesar 22,4 %. Dan sisanya 77,6 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Pengujian secara parsial diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara variabel gaji terhadap semangat kerja pegawai honor adalah sebesar 0,198 atau 19,8% dengan tingkat signifikan 0,013< 0,05, dan pengujian secara parsial diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara variabel pengawasan pimpinan terhadap semangat kerja pegawai adalah sebesar 0,405 atau 40,5% dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Untuk itu perlu disarankan kepada pimpinan daerah Kabupaten Rokan Hilir bahwa gaji yang telah diberikan kepada pegawai honor harus dipertimbangan untuk meningkatkan jumlah gaji yang diberikan dan disesuaikan dengan UMR yang berlaku, dan dari pengawasan sebaiknya pimpinan menekankan kembali fungsi-fungsi dari pengawasan sehingga pegawai memiliki kinerja yang lebih baik lagi serta penekanan pada pemberlakuan sanksi kepada pegawai yang melanggar aturan yang berlaku.
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KEBIJAKAN PEMBAGIAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS Hidayati, Fitri; Retnani, Endang Dwi
Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : STIESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The examination is conducted to find out whether debt to equity ratio, return on equity, and price toearnings ratio have influence to the dividend payout ratio (DPR).The multiple linear regressions areused as the analysis technique. The hypothesis is tested by using t-test in order to find out theinfluence of each variable. The F test is conducted to test the model suitability which has been used.The examination has been conducted by using SPSS 20. The result of the t-test shows that debt toequity ratio (DER) does not have any influence with negative direction whereas return on equity andprice to earnings ratio have influence with positive direction. The F test shows that the model whichhas been used in the research is suitable (fit). It can be concluded that in t-test only ROE and PER hasinfluence to the dividend payout ratio whereas the financial performance which is used in model hasinfluence to the dividend payout ratio.Keywords: debt to equity ratio (DER), return on equity (ROE), price to earnings ratio (PER),dividend payout ratio.
PROFIL PENALARAN ADAPTIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN ENDED DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA HIDAYATI, FITRI
MATHEdunesa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal MathEdunesa Volume 6 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penalaran adaptif merupakan salah satu dari lima kecakapan matematika yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Penalaran adapatif berperan penting dalam proses pemecahan masalah. Memberikan masalah open ended kepada siswa dapat melatih atau mengembangkan penalaran adaptif siswa. Pernyataan tersebut didasari oleh pendapat Nohda (2000) bahwa untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir matematik, guru sebaiknya menekankan pada siswanya untuk memecahkan masalah yaitu masalah yang memiliki beragam penyelesaian atau cara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah open ended berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian dilakukan di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Taman-Sidoarjo dengan 3 subjek penelitian. Subjek penelitian diambil 1 siswa dari masing-masing kelompok kemampuan matematika untuk mengerjakan tes pemecahan masalah open ended (TPMO). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh deskripsi penalaran siswa sebagai berikut: (1) Pada tahap memahami masalah, siswa dengan kemampuan matematika tinggi (S1) memberikan alasan logis dalam menuliskan informasi yang ada pada permasalahan bahwa informasi tersebut pasti digunakan. Pada tahap merencanakan, S1 memperkirakan strategi dengan cara mengaitkan informasi, memberikan alasan bahwa strategi yang direncanakan merupakan strategi yang tepat dan mengamati dan menemukan untuk menyusun dugaan dan generalisasi. Pada tahap melaksanakan rencana, S1 memberikan penjelasan atas konsep ataupun prosedur yang digunakan dengan benar. Pada tahap memeriksa kembali S1 melihat kembali proses pemecahan masalah dan dapat memberikan alasan yang logis untuk membuktikan kebenaran dari jawaban yang telah diperoleh, dan menyimpulkan dengan benar. (2) Siswa dengan kemampuan matematika sedang (S2) pada tahap melaksanakan rencana memberikan penjelasan atas konsep ataupun prosedur yang digunakan dengan benar namun terdapat kesalahan pada hasil perhitungan. Pada tahap memeriksa kembali S2 tidak menunjukkan aktifitas penalaran adaptif. (3) Siswa dengan kemampuan matematika rendah S3 menunjukkan aktivitas penalaran adaptif pada tahap memahami masalah. Sedangkan pada tahap merencanakan pemecahan masalah, memberikan alasan bahwa strategi yang direncanakan merupakan strategi yang tepat. Strategi yang akan digunakan yaitu dengan cara menggambar susunan keramik, dan menentukan banyaknya keramik dengan menghitung satu per satu. Pada tahap memeriksa kembali, S3 memeriksa kembali setiap langkah pemecahan masalah maupun hasil perhitungan dengan cara meneliti dan menghitung kembali operasi-operasi hitung yang dilakukan, S3 tidak memberikan alasan yang logis untuk membuktikan kebenaran dari jawaban yang diperoleh dan dapat menarik kesimpulan dengan benar. Kata kunci : Penalaran adaptif, pemecahan masalah, masalah open ended, kemampuan matematika. Abstract Adaptive reasoning is one of the five strands of mathematical proficiency that need to be developed in learning mathematics. Adaptif reasoning is important part in the problem solving process. Giving open ended problems to students can train or develop their reasoning. That statement was based on the opinion of Nohda (2000) that to develop reasoning skills and mathematical thinking, teachers should emphasize their students to solve the problems. That is problems that has many answers or ways. This research aims to describe student&rsquo;s adaptive reasoning in solving open ended problems based on mathematical abilities. The subjects are three students of VIIIA SMP Negeri 2 Taman-Sidoarjo. The subjects from one student is selected from each mathematical abilities groups to take the open ended problem test (TPMO). Based on data analysis result, the conclusions are: (1) The student has high mathemathical abilities (S1) showed all adaptive reasoning activities in each problem solving steps. In understanding the problem step, S1 give logic explaination that informations is certainly used to solve the problem. In devising a plan, S1 estimate the strategy, give explanations that the strategy is correct and observe the formation of ceramics then find the pattern to make conjecture and generalitation. In carrying out the plan, S1 explains the concept or procedure corretly. In looking back step, S1 check the procces of solving problems and give logic explanation to justify her answer. (2) The student has average mathemathical abilities (S2) showed all adaptive reasoning activities in each problem solving steps except in looking back step. S2 can explain the concept or procedure correctly in carrying out the plan step but there were fault in calculation. S2 didn&rsquo;t show adaptive reasoning activities in looking back step. (3) The student has low mathemathical abilities (S3) showed adaptive reasoning activities in understanding the problem but in devising a plan S3 give explanations that the strategy is correct. Her Strategy is draw each the formation of ceramics and count the ceramics one by one. In carrying out the plan S3 can explain the concept or procedure correctly but there were fault in calculation, and in looking back S3 check each step and calculation and S3 couldn&rsquo;t give logic explanations to justify her answers. Keywords : Adaptive reasoning, Problem solving, Open ended problem, Mathematical abilities.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN UIN SUSKA RIAU Marsal, Arif; Hidayati, Fitri
Jurnal Ilmiah Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi Vol 4, No 1 (2018): Februari
Publisher : Department of Information System of UIN SUSKA Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan suatu kajian tentang pengaruh Media Sosial terhadap Kinerja Pegawai di Lingkungan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Adapun objek dalam penelitian ini adalah pegawai dilingkungan UIN Sultan Syarif Kasim Riau jumlah sampel sebanyak 83 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner diperoleh hasil koefisien determinasi sebesar 0,096 atau 9,6% dengan signifikan 0,004 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa Penggunaan Media Sosial berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai sebesar 9,6% dan sisanya sebesar 90,4% dipengaruhi faktor lain yang dapat mempengaruhi Kinerja Pegawai. Untuk meningkatkan Kinerja Pegawai maka diperlukan dukungan oleh pihak Universitas untuk menyediakan fasilitas jaringan internet sehingga penyampaian informasi baik yang terkait bidang akademik maupun administrasi umum dapat disampaikan dengan mudah dan dengan waktu yang cepat. Perbaikan-perbaikan jaringan sebaiknya dapat dilakukan dengan waktu yang cepat sehingga tidak menjadi hambatan dalam penyampaian informasi oleh pegawai kepada stakeholder.
INTERVENSI BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN RABIES DI KABUPATEN SUKABUMI Hidayati, Fitri; Sudarnika, Etih; Latif, Hadri
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.605 KB) | DOI: 10.25015/15201920979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap kader posyandu sebelum dan setelah intervensi. Penelitian ini juga membandingkan perbedaan metode ceramah dan buzz grup dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kader. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 87 kader posyandu dari 4 desa terpilih di Kecamatan Jampang Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan mengintervensi 43 kader menggunakan metode ceramah dan mengintervensi 44 kader menggunakan metode buzz. Kedua metode tersebut dilengkapileaflet, poster dan banneruntuk setiap desa. Data dianalisis dengan menggunakan uji sign dan U Mann Whitney. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata antara tingkat pengetahuan dan sikap kader posyandu sebelum dan sesudah intervensi menggunakan metode ceramah (p=0,000 pengetahuan, p=0,000 sikap). Hasil intervensi menggunakan metode buzz menunjukkan perbedaan yang nyata pada tingkat pengetahuan (p=0,003), tetapi tidak ada perbedaan yang nyata pada tingkat sikap (p=0,096). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode ceramah dan buzz tidak berbeda nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kader posyandu (P&gt;0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa KASIRA mampu meningkatkan pengetahuan kader posyandu.Kata Kunci: Intervensi, kader posyandu, metode ceramah dan buzz, pengetahuan dan sikap, rabies
MANAJEMEN PENGORGANISASIAN PROGRAM BAHASA ARAB DI PONDOK PESANTREN SALAF Hidayati, Fitri; Arifah, Zakiyah; Jariyah, Ainun; Zahriyah, Shofiatus
Tarling : Journal of Language Education Vol 3 No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi PBA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/tarling.v3i1.2031

Abstract

Pengorganisasian (organizing) merupakan langkah kedua dalam manajemen organisasi setelah perencanaan (planning). Perencanaan yang matang tidak akan berjalan sempurna, tanpa ada yang menjalankan dan menggerakkan, tanpa diperjelas pekerjaan dan siapa yang akan mengerjakannya. Pengorganisasian yang baik menghasilkan bentukorganisasi yang baik, mulai dari sistem kerja, struktur, sumberdaya hingga aspek lainnya. Penelitian ini membahas tentang: 1) Manajemen pengorganisasian dalam program bahasa Arab Pondok pesantren Salaf, 2) Pembagian tugas dalam pengorganisasian program bahasa Arab Pondok pesantren Salaf. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi langsung ke salah satu guru yang mengajar di pondok tersebut.Setelah data terkumpul dilakukan analisis data dengan: a) reduksi data, b) penyajian data, c) penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa 1)Manajemen pengorganisasian yang dimiliki program bahasa Arab Pondok pesantren Salaf menggunakan sistem koordinasi bisa dilihat dari tugas manager dibawah naungan ketua umum, setelah berkoordinasi dengan staf (koord. Per departemen), dan pada masing-masing program yang ada pada departemen bahasa Arab tersebut karena pada program bahasa Arab maupun organisasi secara umum memiliki model struktur garis dan staf (line and staf organization). 2) Pembagian tugas pengurus dan pengajar merekrut dari para siswa-siswa pengabdian, mahasiswa, alumni, guru atau dosen yang bertugas di yayasan. Para pengurus pada program bahasa Arab mendapat tanggungjawab dan wewenang pada sistem keorganisasian pada program bahasa Arab