Articles

Found 7 Documents
Search

KADAR HORMON SITOKININ PADA TANAMAN KENAF (Hibiscus cannabinus L.) BERCABANG DAN TIDAK BERCABANG hidayati, yunin
JURNAL PENA SAINS Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kenaf pada umumnya tidak menghasilkan cabang produktif dan hanya menghasilkan siwilan-siwilan (bakal cabang yang tidak tumbuh menjadi cabang) saja. Percabangan pada kenaf  dipacu oleh adanya sinergisme antara kadar  hormon auksin-sitokinin. Rasio kadar tertentu hormon auksin-sitokinin dalam tanaman menentukan pembentukan cabang pada tanaman. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi tanaman kenaf bercabang dan tidak bercabang tampak bahwa ada perbedaan karakter morfologi yang meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang cabang dan jumlah nodus pada tanaman kenaf galur bercabang, kontrol tidak bercabang KR11 dan kontrol bercabang SM004. Kontrol tidak bercabang KR11 memiliki ketinggian tertinggi dan jumlah cabang paling sedikit dibanding lainnya. Kontrol bercabang SM004 memiliki tinggi paling rendah dan jumlah cabang paling banyak dibanding lainnya. Rata-rata ketinggian tanaman paling tinggi adalah kontrol tidak bercabang KR11 yaitu 230,6 ± 36,7 cm dan paling rendah adalah kontrol bercabang SM004 yaitu 116,3 ± 64,4 cm. Sedangkan jumlah cabang paling banyak yaitu kontrol bercabang SM004 mencapai  5,6 ± 2,7 cabang tiap tanamannya dan paling sedikit adalah KR11 yang memiliki rata-rata 0,8 ±  0,8 cabang tiap tanamannya. Berdasarkan penelitian tampak bahwa semakin tinggi tanaman maka jumlah cabang yang dihasilkan semakin sedikit dan sebaliknya semakin rendah tinggi tanaman maka jumlah cabang yang dihasilkan semakin banyak. Kadar sitokinin tertinggi yang dihasilkan pada masing-masing tanaman adalah pada ujung akar dan kadar terendah adalah pada ujung batang.
KANDUNGAN FORMALIN DAN BORAKS PADA PANGAN JAJANAN DI KABUPATEN BANGKALAN Muharrami, Laila Khamsatul; Hidayati, Yunin
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.317 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v6i1.2098

Abstract

Pangan jajanan merupakan makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan tempat-tempat umum lain yang langsung dimakan atau dikonsumsi kemudian tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Oleh karena itu, keamanan pangan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satu penentu keamanan pangan adalah adanya zat-zat kimia berbahaya yang tidak boleh digunakan sebagai bahan tambahan pangan seperti formalin dan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin dan boraks dalam pangan jajanan yang dijual di sekitar kabupaten Bangkalan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Identifikasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Identifikasi kualitatif boraks dengan menggunakan kertas kurkumin. Tes positif, jika terjadi perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Identifikasi kualitatif formalin menggunakan larutan PK. Tes positif, jika terjadi perubahan warna larutan PK dari pink menjadi memudar. Hasil identifikasi kuantitatif pangan jajanan menunjukkan bahwa presentase terbesar kandungan boraks ada pada tahu balut telur daerah Socah yaitu 213ppm dan presentase terbesar kandungan formalin ada pada kerupuk daerah Arosbaya yaitu 45ppm.
KECENDERUNGAN PILIHAN JAJANAN PANGAN ANAK SD TERHADAP JAJANAN BERFORMALIN hidayati, yunin; Muharrami, Laila Khamsatul
JURNAL PENA SAINS Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak Sekolah Dasar (SD) tentunya tidak bisa terlepas dari jajanan pangan. Beragamnya pilihan  jajanan pangan tidak  diimbangi dengan pengetahuan bagi  para  pedagang jajanan agar menjajakan jajanan  pangan  yang  aman  bagi  pembeli  khususnya bagi  anak-anak.  Hal  tersebut menjadi suatu kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua karena susahnya memantau jajanan pangan yang aman bagi putra-putri mereka.jajanan pangan menurut WHO (1996) adalah makanan jajanan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan/atau dijual oleh pedagang kaki lima di  jalanan dan  tempat-tempat keramaian umum  lain  yang  langsung dimakan atau  dikonsumsi kemudian tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Penggunaan formalin dalam proses pembuatan jajanan saat ini marak digunakan. Penggunaan formalin tersebut digunakan dengan tujuan agar jajanan bisa tahan lama. Namun demikian penggunaan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat memicu kanker dan penyakit lainnya. Dalam penelitian ini diketahui bahwa ada kecenderungan bagi anak-anak SD untuk memilih jajanan pangan yang mengandung formalin. Hal  tersebut ditunjukkan dengan ditemukannya kandungan formalin  hamper  di  semua  jajanan pangan yang dijual di sekolah dasar pada daerah-daerah pengambilan sample penelitian.
ANALYSIS OF LOCAL WISDOM TOWARD ENVIRONMENTAL CONSERVATION ATTITUDE IN BANGKALAN DISTRICT: A PRELIMINARY RESEARCH Hidayati, Yunin
JURNAL PENA SAINS Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pena Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jps.v6i1.5257

Abstract

Based on the results and discussion previously described, the results can be concluded that local wisdom in Bangkalan district can be used to raise awareness of the importance of environmental conservation and the use of potential around the community. Suggestions that can be given is that it expected that research is developed for implementation in the field of education by including into one of the learning materials for example on the topic of environmental pollution.
DEVELOPMENT OF MAGAZINE ON MADURA SALT THEME WITH ETHNOSCIENCE APPROACH TO IMPROVE STUDENT’S CHARACTER Hadi, Wiwin Puspita; Muharrami, Laila Khamsatul; Hidayati, Yunin; Rosidi, Irsad; Maryamah, Siti
Unnes Science Education Journal Vol 8 No 2 (2019): July 2019
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v8i2.31524

Abstract

Ethnoscience based teaching material is interest research because it deals with efforts to develop and preserve the values ??of local wisdom that considered in curriculum development especially in the face of the increasingly rapid industrial revolution era. This type of research is the Research and Development (R & D). The research used the ADDIE development model which consists of analyze, design, development, implementation, evaluation stages. The subjects of this study were students from SMPN 2 Socah Bangkalan. Data analyzed with qualitative and quantitative descriptive. Based on the research, it can be concluded that the results of the average assessment of the feasibility test of the material aspects are 85.79% validity with appropriate categories, reliability 96.22% with very high- reliability categories and the media aspect is 91.76% validity with appropriately used without revisions, reliability of 95.08% with a very high. Integrated science type webbed based on ethnoscience salt theme was declared feasible for use in learning and effectively used for the formation of student?s characters.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN HYPOTHETICO-DEDUCTIVE REASONING DALAM LEARNING CYCLE 7E Alfin, Muhammad Babun; Hidayati, Yunin; Hadi, Wiwin Puspita; Rosidi, Irsad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v4n2.p75-81

Abstract

This study aims to determine the effect of the Hypothetico-Deductive Reasoning method in Learning Cycle 7E on students' critical thinking skills. The design of this study is quasi-experimental with nonequivalent control group design and implemented at SMPN 1 Baureno with a population of all class VII. The sample used was 2 classes, namely class VII A as an experimental class and class VII B as a control class. The critical thinking ability test consist of 7 essay questions. It can be concluded that students' critical thinking skills are in good criteria with an average percentage of 72.61%.
PROFILE OF STUDENTS’ PROBLEM SOLVING ABILITY WITH INTEGRATED SCIENCE MODEL BASED ON DISASTER MITIGATION Febrianto, Erwin; Hidayati, Yunin; Puspitahadi, Wiwin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v4n2.p89-95

Abstract

This study aimed to determine students' problem-solving abilities with an integrated science model based on disaster mitigation. This study used a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. This research was conducted at Benjeng 1 Public Middle School with a population of all students in grade VII and samples in grades VII F and VII G. Data collection using a problem-solving ability test with Polya indicators. Data analysis using the free sample t-test through the SPSS version 20. Based on the results of the study it can be concluded that there is a difference in the problem solving ability between the experimental class and the control class, obtained the results of the free sample t-test with a significance of 0.028 and the test criteria ?t-count <t-table <t-count of -2,252 <2,000 <2,252.