Articles

Found 4 Documents
Search

VALIDASI METODE PEMBUATAN DAN KENDALL MUTU KIT UBIQUICIDINE UNTUK DETEKSI INFEKSI Widjaksana, Widyastuti; Roseliana, Anna; Lestari, Enny; Tahyan, Yayan; Setyowati, Sri; Humani, Titis Sekar; Kartamihardja, Hussein S
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 12 (2009): JurnaL PRR 2009
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3590.876 KB)

Abstract

ABSTRAK VALIDASI  METODE  PEMBUATAN  DAN  KENDALl  MUTU  KIT UBIQUICIDINE  UNTUK  DETEKSI INFEKSI. Telah dilakukan pembuatan dan uji mutu radiofarmaka Ubiquicidine 29-41 (UBI 2941)untuk ditandai dengan teknesium 99mTcyang akan digunakan untuk preparat diagnosis infeksi bakteriGram posistif dan jamur. Kit kering UBI telah dibuat secara aseptis dan dianalisis kemumian radiokimia, sterilitas dan apirogenitasnya. HasH penandaan UBI dengan 99mTcdianalisis dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kertas menggunakan ITLC-SG dengan eluen campuran dapar ammonium asetat 0.1 M 5.2 - metanol (1: I) serta kertas Whatman-l dengan e1uen aseton, sedangkan uji sterilitasnya dilakukan menggunakan medium perbenihan cair Fluid Thioglycolate (FTG) dan Trypton Soy Broth (TSB). Uji in vivo pada hewan percobaan dilakukan pada mencit normal dan yang diinduksi infeksi, sedangkan uji klinis pendahuluan dilakukan pada 5 orang relawan di RS. Hasan Sadikin Bandung dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta yang I orang diantaranya mewakili pasien sehat, dan waktu pengamatan dilakukan pada I jam dan 2 jam setelah penyuntikan dengan 99mTc_UBI.Hasil percobaan menunjukkan efisiensi penandaan sebesar 99,34%, uji sterilitas menunjukkan tidak terjadi pertumbuhan mikroba dalam media uji, uji pirogenitas tidak menunjukkan kenaikan temperatur yang berarti pada kelinci percobaan dan stabilitas kit kering UBI pada penyimpanan di suhu 4°C tidak berubah hingga 12 bulan pengamatan. Biodistribusi pada mencit normal menunjukkan akumulasi radioaktivitas pada ginjal dan kandung kemih, sedangkan pad a mencit yang diinfeksi terlihat adanya penangkapan yang signifikan' pada jaringan yang mengalami infeksi (paha kanan) dibandingkan jaringan yang sehat (paha kiri). Studi pendahuluan pada pasien normal menunjukkan akumulasi radioaktivitas pad a ginjal dan kandung kemih sedangkan pada pasien dengan gejala diare maupun hemoroid terlihat juga adanya penangkapan yang signifikan pada usus dan penangkapan radioaktivitas terse but terlihilt lebih jelas setelah 2 jam. Telah dibuktikan pula kespesifikan dalam pencitraan infeksi bakteri dibandingkan dengan non bakteri (amuba). Hal ini menunjukkan bahwa radiofarmaka 99mTc-Ubiquicidine 29-41 dapat digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi secara umum dalam tubuh menggunakan kamera gama dengan waktu pencitraan optimal 2 jam sekaligus juga dapat membedakan antara infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan non bakteri. Kata kunci: 99mTc,penandaan, Ubiquicidine, biodistribusi, infeksi ABSTRACT VALIDATION OF PREPARATION AND QUALITY CONTROL METHODS OF UBIQUICIDINE KIT TO BE USED AS INFECTION IMAGING AGENT. Preparation and Quality Control of Ubiquicidine 29-41 (UBI 29-41) to be labelled with 99mTchave been carried out and will be prepared as infection imaging agent specifically for Gram positive bacteria-and fungi. Lyophilised UBI kits was prepared aseptically and analysed for its sterility, apyrogenicity and radiochemical purity. Labeling efficiency of UBI was analysed by thin layer chromatography using ITLC-SG with ammonium acetate 0.1 M pH 5.2-methanol (1: I) as eluants and paper chromatography using Whatman-I paper with acetone as eluant, and its sterility was assesed using bacterial and fungal culture media, i.e fluid thioglycolate (FTG)and trypton soy broth (TSB). In vivo study was carried out in normal mice and infection induced mice, whereas initial clinical study was carried out on 5 volunteers at Hasan Sadikin General Hospital and Gatot Soebroto Army Hospital, which 1 of them represents normal patient. The images were taken I hour and 2 hours post administration. QC results showed labelling efficiency of UBI of 99.34%, no microorganisms growth in culture media, no significant increase in temperature of experimental rabbits and the stability of unlabeled UBI kits during storage at 4°C was unchanged up to 12 months. Biodistribution study in normal mice showed high accumulation in kidneys and bladder, whereas in infected mice higher uptake was alsoobserved in infected area (right thigh) rather than in uninfected one (left thigh). Initial clinical study in normal patient showed high accumulation of radioactivity in kidneys and bladder whereas in 2 patients with symptoms of diarrhoea and haemorroid respectively the uptake was also seen in colon which increased after 2 hours. Uptake of radioactivity was also seen in patient with spondy litis TB but none in patient with amoebic infection who was previously proven infected using other modality. From this experiment it can be concluded that Ubiquicidine 29-41 labeled with 99mTccan be used as infection imaging agent using gamma camera with optimum scanning time of 2 hours post injection and enable to differentiate between bacterial infection and amoebic infection.Keywords: 99mTc,labeling, Ubiquicidine, biodistribution, infection
PREPARATION OF 99MTC-TRICINE-EDDA-HYNIC-FOLATE, A POTENTIAL RADIOPHARMACEUTICAL FOR RADIODIAGNOSIS OF FOLATE RECEPTORS OVER EXPRESSED CANCER Ramli, Martalena; Ritawidya, Rien; Rustendi, Cecep Taufik; Humani, Titis Sekar; Widjaksana, Widyastuti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.26 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.15.1.4379

Abstract

PREPARATION OF 99mTc-TRICINE-EDDA-HYNIC-FOLATE, A POTENTIAL RADIOPHARMACEUTICAL FOR RADIODIAGNOSIS OF FOLATE RECEPTORS OVER EXPRESSED CANCER. Folate receptors (FRs) have been reported to be over expressed on various types of cancers. Therefore, it would be possible for its ligand in this case folic acid, also known as vitamin B9, to be used as delivery agent for diagnosis and therapy of FRs over expressed cancers. The aim of this projectwas to prepare 99mTc radiolabeled folic acid via 6-hydrazinonicotinamido-hydrazido (HYNIC) in the form of 99mTc-tricine-ethylenediamine diacetate-HYNIC-folate (99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate), which was expected to be potential for radiodiagnosis of the FRs over expressed cancers. Preparation of 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate was initiated by preparation of HYNIC-folate by reacting of folate-?- hydrazide with 6-chloronicotinic acid NHS ester which was then followed by addition of hydrazine-hydrate. The HYNIC-folate was recovered in its HCl salt-form which was then formulated to form a freeze dried kit which consisted of HYNIC-folate, tricine and EDDA (co-ligands) and Sn(II) as reducing agent. The formation of 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate was carried out by addition of 99mTc into tricine-EDDA-HYNIC-folate freeze dried kit which resulted in 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate with radiochemical purity of 97.0 ± 1.8% met with the requirement of a good radiopharmaceutical (? 90%). The stability test showed that the 99mTc-tricine-EDDA-HYNIC-folate was still intact (radiochemical purity ~ 95%) when stored at 37 °C for four hours.
Uji Preklinis 177Lu-DOTA-Trastuzumab: Radiofarmaseutika Potensial untuk Terapi Kanker Payudara HER-2 Positif RAMLI, MARTALENA; HIDAYAT, BASUKI; AGUSWARINI, SRI; KARYADI, KARYADI; ARDIYATNO, CAHYA NOVA; SUBUR, HAMMAD; HUMANI, TITIS SEKAR; RITAWIDYA, RIEN; MUTALIB, ABDUL; MASJHUR, JOHAN
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 11 No 2 (2013): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.916 KB)

Abstract

Radiofarmaka 177Lu-(1,4,7,10-tetraazacyclododecane-N,N’,N”,N”’-tetra acetic acid)-trastuzumab (177Lu-DOTA-trastuzumab), berbasis antihuman epithelial receptor type 2 (HER-2) antibodi monoklonal, yang diharapkan potensial untuk diagnosis dan terapi kanker payudara positif HER-2, dengan kemurnian radiokimia besar dari 99% telah berhasil dipreparasi. Uji preklinis yang dimaksudkan untuk mendapatkan data dasar sebelum pelaksanaan uji klinis dan khususnya untuk melihat efektifitas 177Lu-DOTA-trastuzumab dalam membunuh sel kanker yang mengekspresikan HER-2, telah berhasil dilakukan. Data dasar tersebut diantaranya adalah data clearance, citra dengan gamma kamera dan data hasil uji sitoksisitas. Hasil uji clearance memperlihatkan bahwa ekskresi radioaktif setelah pemberian 177Lu-DOTA-trastuzumab pada tikus sehat lebih cepat melalui urin dibandingkan dengan eksresi melalui feses. Hasil pencitraan dengan kamera gamma pada tikus normal 144 jam setelah pemberian 177Lu-DOTA-trastuzumab memperlihat adanya residu radioaktif di daerah hati (< 5%, berdasarkan hasil uji biodistribusi). Residu ini lebih rendah jika dibandingkan dengan residu radioaktif pada hati yang dilaporkan untuk 111In-NSL-trastuzumab. Walaupun residu radioaktif ini relatif rendah, tetapi harus tetap menjadi perhatian yang serius pada saat 177Lu-DOTA-trastuzumab akan digunakan pada pasien penderita kanker. Uji sitotoksisitas memperlihatkan 177Lu-DOTA-trastuzumab jauh lebih efektif dalam membunuh sel kanker positif HER-2 (SKOV-3 cell lines) dibandingkan dengan trastuzumab tidak bertanda.
STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177LU-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT Hidayati, Nur Rahmah; Setyowati, Sri; Sutari, Mrs; Triningsih, mrs; Karyadi, mr; Aguswarini, Sri; Humani, Titis Sekar; Hidayat, Basuki; Ramli, Martalena; Massora, Stepanus; Susilo, Veronika Yulianti; Mutalib, Abdul; Sastramihardja, Herry; Masjhur, Johan S.
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.903 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2015.16.2.2362

Abstract

ABSTRAK STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT. Radiofarmaka baru untuk pengobatan penyakit kanker payudara tipe HER-2, 177Lu-DOTA Trastuzumab, telah berhasil diproduksi oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN. Demi keamanan produk dan keselamatan pasien, radiofarmaka baru tersebut perlu dilengkapi dengan data studi dosis internal yang dilakukan setelah uji praklinis pada hewan coba selesai. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan estimasi dosis pada pasien yang dihitung berdasarkan data uji biodistribusi pada mencit. Studi Uji biodistribusi dilakukan pada 25 ekor mencit dan diamati biodistribusinya pada organ-organ, diantaranya otak, perut, usus, jantung , ginjal, hati, paru-paru, otot, tulang, limpa dan kandung kemih. Pengamatan cacahan organ dilakukan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 24, 48 pasca injeksi radiofarmaka 177Lu DOTA-Trastuzumab sebesar 100mCi. Hasil yang diperoleh dari uji biodistribusi adalah % ID/gram organ tikus, kemudian dilakukan konversi perhitungan ke % ID/gram organ manusia. Untuk mengestimasi dosis ke manusia, hasil %ID/gram organ tersebut dipakai sebagai input pada software dosimetri internal OLINDA/EXM, dengan cara melakukan plotting %ID/gram versus waktu, yang akan menghasilkan residence time di masing-masing organ. Setelah residence time diperoleh, dosis internal radiasi pada masing-masing organ dan seluruh tubuh dapat diketahui. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga  organ yang memiliki dosis internal tertinggi 177Lu DOTA Trastuzumab adalah : paru-paru, hati dan ovarium dengan dosis masing-masing 0,063; 0,046 dan 0,025 mSv/MBq. Disimpulkan bahwa hasil estimasi dosis internal radiasi total yang diperoleh manusia pada penyuntikan radiofarmaka 177Lu-DOTA Trastuzumab adalah 0.21 mSv/MBq. ABSTRACT   INTERNAL DOSE ESTIMATION OF 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB IN HUMAN BASED ON THE BIODISTRIBUTION DATA OF MICE: A PRELIMINARY STUDY. A new radiopharmaceutical for treating Breast Cancer of HER-2 type, 177Lu DOTA-Trastuzumab, had been successfully produced by The Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology-BATAN. With regard to the patient safety, the new drug development process need internal dosimetry data obtained of preclinical study in animal. Hence, this study has been objected to estimate the internal radiation dose in human by performing the biodistribution test in mice. In this study, the biodistribution test was done for 25 mice and sacrificed at 1, 2, 3, 4, 24, 48 hour after the injection of 177Lu DOTA-Trastuzumab. There were 11 organs, namely brain, stomach, intestine, heart, kidneys, liver, lungs, muscle, bone, spleen, and urinary bladder, have been investigated by observing the uptake in each organ during the proposed time. The result of biodistribution test then were being calculated into injection dose per gram human organ (%ID/gr). To estimate the internal dose in human, the data of % ID/gram in human need to be plotted to calculate the residence time which will be need as the input for OLINDA/EXM, a tool for calculating internal dosimetry in Nuclear Medicine fields. As a result, three organs that have been estimated receiving the highest internal radiation dose due to the administration of 177Lu DOTA Trastuzumab are: lungs, liver, and ovaries at approximately 0,063; 0,046 and 0,025 mSv/MBq respectively. To conclude, the total internal dose in human reference model due to the administration of 177Lu-DOTA Trastuzumab has been estimated to be 0,21 mSv/MBq.