Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH BIMBINGAN TENTANG RISIKO CIDERA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN CIDERA DI SEKOLAH DASAR BIBIS KECAMATAN KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA Huriah, Titih
Jurnal Keperawatan Vol 1, No 1 (2010): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.257 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i1.396

Abstract

PENGARUH BIMBINGAN TENTANG RISIKO CIDERA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN CIDERA DI SEKOLAH DASAR BIBIS KECAMATAN KASIHAN BANTUL YOGYAKARTAEffects of Guidance On The Risk of Injury To The Behaviour of Injury Prevention In Elementary School District Bibis Pity Bantul YogyakartaTitih HuriahProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah YogyakartaJl. Lingkar Barat Taman Tirto Kasihan Bantul Yogyakarta 55182e-mail: titih_psikumy@yahoo.comABSTRAKPenyebab cidera terbesar pada anak usia sekolah di negara sedang berkembang seperti di Indonesia adalah kecelakaan di jalan raya. Hasil survei oleh WHO pada 8 Provinsi di Indonesia tahun 2003 didapatkan angka cidera pada anak usia sekolah sebesar 28,27%. Hasil ini berimplikasi terhadap tingginya angka kematian pada anak usia sekolah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan tentang resiko cidera terhadap perilaku pencegahan cidera di SD Bibis Kasihan Bantul Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimental dengan rancangan one group pre test post test design. Subyek penelitian adalah pelajar SD Bibis yang pernah mengalami cidera berjumlah 50 sampel, 25 orang kelompok kontrol dan 25 orang kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan cek list observasi. Uji statistik menggunakan SPSS dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil analisis data menggunakan uji z test, perilaku pencegahan cidera anak usia sekolah pada kelompok perlakuan terlihat adanya peningkatan prosentase dari hasil pre test dan post test, yaitu 36% perilaku pencegahan cidera yang baik pada pelajar SD Bibis, dengan nilai p = 0,003 yang berarti terdapat perbedaan perilaku pencegahan cidera antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan 8% perilaku pencegahan cidera yang baik pada pelajar SD Bibis, dengan nilai p = 0,157 yang berarti tidak terdapat perbedaan perilaku pencegahan cidera antara nilai pre test dan post test pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan tentang resiko cidera berpengaruh terhadap perilaku pencegahan cidera anak usia sekolah (p = 0,000). Sehingga perlu dilakukan kerja sama dengan berbagai intansi terkait (dinas kesehatan, dinas pendidikan dan dinas perhubungan) untuk implementasi kebijakan pencegahan cidera pada anak usia sekolah.Kata kunci: guidance, cidera, perilaku, anak usia sekolahABSTRACTThe largest cause of injuries in school age children in developing countries such as Indonesia is an accident on the highway. The results of the WHO survey conducted in 8 Provinces in Indonesia in 2003 found the number injured at school age children for 28,27%. These results may have implications for the high mortality in school age children in Indonesia. This study aims to determine the effect of giving guidance about the risk of injury prevention behavior in elementary Bibis Kasihan Bantul Yogyakarta. Research method used is quasy experimental design one group pre test post test design. Research subjects were elementary school students who have experienced Bibis injuries with totaling 50 samples, 25 of the control group and intervention group of 25 peoples. Ways of collecting data using questionnaires and observation check list. Statistical tests using SPSS with value level is p < 0,05. The results of this study data analysis using z test testing, injury prevention behaviors of school age children in the intervention group looks to an increase in the percentage of the pre test and post test, where an increase of 36% injury prevention behavior is good at Bibis Elementary School students, with the value p = 0,003, which means there is a difference between injury prevention behavior before and after a given intervention. In the control group an increase of 8% of injury prevention behaviors in both Bibis Elementary School students, with a value of p = 0,157, which means there is no difference in behavior between the value of injury prevention pre test and post test in the control group. The results showed that the guidance about the risk of injury affects behavior in primary injury prevention school age children?s (p = 0,000). So must cooperation with various related institutions (public health, education services and transportation services) to policy implementation order to realize the existence of injury prevention curricula in school age children.Keywords: guidance, injury, behavior, school age children
DUKUNGAN KELUARGA PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) : A LITERATURE REVIEW AM, Ady Irawan; Huriah, Titih
Avicenna : Journal of Health Research Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.445 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v1i2.232

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS menjadi salah salah satu tantangan sosial karena dampak penyakit ini yang begitu luas di masyarakat. Ketika seseorang terinfeksi virus HIV, sebagian besar dari mereka lebih banyak mengasingkan diri dari lingkungan sosial mereka serta mengalami gejala psikososial. Dukungan dari keluarga tentunya akan sangat membantu untuk mengurangi gangguan psikologis yang berkaitan dengan HIV/AIDS Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dukungan keluarga pada penderita HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan litetature review. Sumber penelitian diambil dari beberapa database, dengan kata kunci ?family support on HIV/AIDS?. Dari database Google Scholar ditemukan jurnal sejumlah 23,400, EBSCO ditemukan 323, NCBI ditemukan 16, dan ProQuest 693. Dari keseluruhan database hanya 11 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Dukungan keluarga yang dipakai cukup luas dalam 11 artikel yang di review: dukungan penghargaan, dukungan informasi, dukungan emosi, dukungan pelayanan. Kata kunci: mekanisme koping, hambatan keluarga, HIV/AIDS.
Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Malnutrisi Akut Berat Melalui Program Home Care Huriah, Titih; Trisnantoro, Laksono; Haryanti, Fitri; Julia, Madarina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 9 No. 2 November 2014
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi pada balita masih merupakan permasalahan di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan, 2,6% balita mengalami malnutrisi akut berat. Pada beberapa dekade terakhir, telah terjadi pergeseran paradigma dalam penanganan balita malnutrisi, yang sebelumnya berbasis pendekatan fasilitas kesehatan bergeser menjadi pendekatan berbasis komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh program home care terhadap peningkatan status gizi balita malnutrisi pada anak usia 6-60 bulan. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pretest dan posttest control group melalui tiga tahap pendampingan yaitu intensif, mandiri, dan penguatan dengan pendekatan asuhan keperawatan. Sampel adalah 56 balita malnutrisi akut di dua wilayah, yaitu 33 balita di Kota Yogyakarta (eksperimen) dan 23 balita di Kabupaten Sleman (kontrol) dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Intervensi home care diberikan selama tiga 3 bulan (Januari sampai Maret 2013). Hasil penelitian menunjukkan setelah program home care, terjadi peningkatan yang signifikan pada status gizi balita (p &lt; 0,05). Pada akhir intervensi, terjadi penurunan kejadian malnutrisi akut berat dari 100% menjadi 56,7% (p &lt; 0,05). Children undernutrition is still an issue in Indonesia, including in the Special Region of Yogyakarta. Based on weight for height indicator, 2.6% children experience severe acute malnutrition. In the last few decades, there has been a paradigm shift in the management of acute malnutrition from a facility- based to community-centered approach. The purpose of this study was to analyze the effect of home care intervention on the improvement of nutritional status of severe acute malnutrition children aged 6-60 months. This study was designed with quasi-experimental and pretest-posttest control group design, conducted in three phases; intensive, strengthening and independent with nursing approach (January until March 2013). Samples were 56 children with severe and moderate acute malnutrition for both study sites, 33 children in Yogyakarta city (experiment) and 23 children in Sleman district (control), selected using purposive sampling. Home care intervention is given for three months (January until March 2014). Results findings show there were significant increase in nutritional status (p &lt; 0.05) after home care intervention. At end line evaluation, the proportion of severe acute malnutrition in the experimental groups reduced significantly from 100% to 56,7% (p &lt; 0.05).
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi oleh Kelompok Sebaya (Peer Group) terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta Huriah, Titih
Jurnal Mutiara Medika Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The result from International Conference on Population Development in Cairo 1994, as adolescent reproductive health must be getting especial common universally. That is because in adolescent period have many problems appears about reproduction health resulted of adolescent knowledge still minimum. Now, many adolescents get knowledge about reproduction health from public media and electronic media. Wherever that information not sure all right and good. This study was aims to know influence delivery reproduction health education by peer group through adolescents health reproduction knowledge in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior Hugh School.This research usedpre experiment design with One Group Pretest Posttest Design to know increasing of adolescent knowledge about reproductive health through peer group education using modules. Population in this research is students in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. Total sampling is 40 respondents. The data collection is carried out using the questionnaire, and the statistical test used is Wilcoxon Test.The analysis result of the adolescents knowledge of reproduction health in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School showed z-value -4,337 with p was 0,000 smaller than 0,05. That meant as there influence delivery reproduction health education through health reproduction knowledge of adolescent in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. It can be concluded that reproductive health education by peer group, can increase adolescent reproductive health knowledge. Hasil konferensi internasional tentang kependudukan dan pembangunan atau International Conference on Population (ICPD) di Kairo tahun 1994, dikatakan bahwa kesehatan reproduksi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus secara global. Hal ini karena pada masa remaja muncul berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat pengetahuan yang diperoleh remaja tentang hal tersebut masih minim. Saat ini, kebanyakan remaja memperoleh pengetahuan kesehatan reproduksi dari media cetak dan elektronik yang belum tentu benar dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan One Group Pre test Post test Design untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja setelah diberi pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya. Populasi adalah siswa-siswi SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta, total sampel sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan kelompok sebaya sebagai mediator dalam pendidikan kesehatan reproduksi kepada responden serta menggunakan. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan uji statistik uji Wilcoxon.Hasil analisis pengetahuan kesehatan reproduksi remaja menunjukkan z-hitung adalah - 4,337 dengan p &lt; 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya, dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.
PENGARUH PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR MAHASISWA Hikmawati, Anna Nur; Huriah, Titih; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Vol 9, No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU
Publisher : Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Mahasiswa keperawatan yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan profesi ners harus melakukan uji kompetensi perawat sesuai dengan standar kompetensi perawat. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat mencapai hasil yang kompeten perlu kemandirian belajar. PjBL merupakan metode pembelajaran yang memperkenankan peserta didik untuk bekerja secara mandiri, kreatif dan pembelajaran yang inovatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan PjBL terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor mahasiswa.Metode penelitian ini adalah Quasy-eksperiment dengan pendekatan Pretest-Posttest With Control Grup Design. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017, N adalah mahasiswa STIkes Surya Global Yogyakarta semester V dan n kelompok intervensi 40 dan n kelompok kontrol 40. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Paired sample t-test dan Uji statistik Independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi setelah dilakukan metode pembelajaran dengan PjBL (p&lt;0.00) pada kemampuan kognitif, (p&lt;0.001) pada kemampuan afektif dan (p&lt;0.001) pada kemampuan psikomotor. Kesimpulan penelitian adalah PjBL berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa. Kata kunci : Project Based Learning (PjBl), kognitif, afektif, psikomotor
HUBUNGAN MUTU PEMBELAJARAN SKILL LAB DENGAN HASIL BELAJAR SKILL LAB MAHASISWA PADA MATA KULIAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (KDM) DI AKPER WIDYA HUSADA SEMARANG ., Wahyuningsih; Huriah, Titih
Jurnal Kebidanan VOLUME 09 No.01, JUNI 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.59 KB) | DOI: 10.35872/jurkeb.v9i01.306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pembelajaran kelas dan skills lab merupakan bagian yang penting dari proses pendidikan yang komplek dan harus terintegrasi dalam seluruh program pendidikan yang mengacu pada kurikulum, khususnya pencapaian tugas akhir bagi lulusan. Banyak kendala yang ditemukan pada saat persiapan dan pelaksanaan program di kelas dan di skills lab serta mengevaluasi kemampuan mahasiswa, banyaknya kendala ini akan mempengaruhi hasil akhir dari kompetensi peserta didik. Tujuan:  Mengetahui hubungan antara mutu pembelajaran skill lab dengan hasil belajar skill lab mahasiswa tingkat 1 dan 2 pada mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) di Akper Widya Husada Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang yang berjumlah 118 mahasiswa dengan teknik sampling adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara mutu pembelajaran dengan nilai skill laboratorium pada mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang dengan nilai r sebesar 0,255 dan nilai p sebesar 0,005. Hasil análisis data antara dimensi mutu pembelajaran yang tidak berhubungan adalah kehandalan dan empati, sementara dimensi yang berhubungan adalah daya tanggap, kepastian dan wujud.Kesimpulan:  Adanya hubungan antara mutu pembelajaran dengan hasil pembelajaran skill laboratorium.  Kata kunci :  Mutu pembelajaran, Hasil Skill Lab,OSCA    THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF LABORATORY LEARNING AND THE RESULT OF STUDENT LABORATORY SKILL IN THE SUBJECT OF HUMAN BASIC NEED IN HEALTH ACADEMY OF WIDYA HUSADA SEMARANG ABSTRACTBackground: Class learning and laboratory skills are important parts of complex education process and have to be integrated in the entire education program that refers to curriculum, especially final paper achievement for the graduates. There are many obstacles found in the program preparation and implementation of the class and in the laboratory skill as well as in the evaluation of the studentâ??s competence. The obstacles will affect the final result of the studentâ??s competence. Objective: Finding out the relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill of 2nd semester students in the subject of Human Basic Need in Health Academy of Widya Husada Semarang. Research Methodology: The research was quantitative in nature, with cross sectional approach. The population of the research was the students of the D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang. There were 118 students with the sampling technique of total sampling. The data analysis used was Rank Spearman correlation. Research Result: The research has found that there is a significant relationship between the quality of laboratory learning and the score of laboratory skill among the students of D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang with r value is 0.255 and p value is 0.005. The result of data analysis among the quality dimensions of laboratory learning that not related were reliability and empathy, while the dimensions related were responsiveness, certainty and form. Conclusion: There is a relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill learning.  Keywords: Laboratory Learning Quality, Laboratory Skill Result,OSCAABSTRAKLatar Belakang: Pembelajaran kelas dan skills lab merupakan bagian yang penting dari proses pendidikan yang komplek dan harus terintegrasi dalam seluruh program pendidikan yang mengacu pada kurikulum, khususnya pencapaian tugas akhir bagi lulusan. Banyak kendala yang ditemukan pada saat persiapan dan pelaksanaan program di kelas dan di skills lab serta mengevaluasi kemampuan mahasiswa, banyaknya kendala ini akan mempengaruhi hasil akhir dari kompetensi peserta didik. Tujuan:  Mengetahui hubungan antara mutu pembelajaran skill lab dengan hasil belajar skill lab mahasiswa tingkat 1 dan 2 pada mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) di Akper Widya Husada Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang yang berjumlah 118 mahasiswa dengan teknik sampling adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara mutu pembelajaran dengan nilai skill laboratorium pada mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan di Akper Widya Husada Semarang dengan nilai r sebesar 0,255 dan nilai p sebesar 0,005. Hasil análisis data antara dimensi mutu pembelajaran yang tidak berhubungan adalah kehandalan dan empati, sementara dimensi yang berhubungan adalah daya tanggap, kepastian dan wujud.Kesimpulan:  Adanya hubungan antara mutu pembelajaran dengan hasil pembelajaran skill laboratorium.  Kata kunci :  Mutu pembelajaran, Hasil Skill Lab,OSCA  THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF LABORATORY LEARNING AND THE RESULT OF STUDENT LABORATORY SKILL IN THE SUBJECT OF HUMAN BASIC NEED IN HEALTH ACADEMY OF WIDYA HUSADA SEMARANGABSTRACTBackground: Class learning and laboratory skills are important parts of complex education process and have to be integrated in the entire education program that refers to curriculum, especially final paper achievement for the graduates. There are many obstacles found in the program preparation and implementation of the class and in the laboratory skill as well as in the evaluation of the studentâ??s competence. The obstacles will affect the final result of the studentâ??s competence. Objective: Finding out the relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill of 2nd semester students in the subject of Human Basic Need in Health Academy of Widya Husada Semarang. Research Methodology: The research was quantitative in nature, with cross sectional approach. The population of the research was the students of the D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang. There were 118 students with the sampling technique of total sampling. The data analysis used was Rank Spearman correlation. Research Result: The research has found that there is a significant relationship between the quality of laboratory learning and the score of laboratory skill among the students of D3 Study Program of Nursing in Health Academy of Widya Husada Semarang with r value is 0.255 and p value is 0.005. The result of data analysis among the quality dimensions of laboratory learning that not related were reliability and empathy, while the dimensions related were responsiveness, certainty and form. Conclusion: There is a relationship between the quality of laboratory learning and the result of laboratory skill learning.  34                                                         Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017                                                                        Keywords: Laboratory Learning Quality, Laboratory Skill Result,OSCA
Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Malnutrisi Akut Berat Melalui Program Home Care Huriah, Titih; Trisnantoro, Laksono; Haryanti, Fitri; Julia, Madarina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 9 No. 2 November 2014
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.132 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i2.507

Abstract

Malnutrisi pada balita masih merupakan permasalahan di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan, 2,6% balita mengalami malnutrisi akut berat. Pada beberapa dekade terakhir, telah terjadi pergeseran paradigma dalam penanganan balita malnutrisi, yang sebelumnya berbasis pendekatan fasilitas kesehatan bergeser menjadi pendekatan berbasis komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh program home care terhadap peningkatan status gizi balita malnutrisi pada anak usia 6-60 bulan. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pretest dan posttest control group melalui tiga tahap pendampingan yaitu intensif, mandiri, dan penguatan dengan pendekatan asuhan keperawatan. Sampel adalah 56 balita malnutrisi akut di dua wilayah, yaitu 33 balita di Kota Yogyakarta (eksperimen) dan 23 balita di Kabupaten Sleman (kontrol) dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Intervensi home care diberikan selama tiga 3 bulan (Januari sampai Maret 2013). Hasil penelitian menunjukkan setelah program home care, terjadi peningkatan yang signifikan pada status gizi balita (p < 0,05). Pada akhir intervensi, terjadi penurunan kejadian malnutrisi akut berat dari 100% menjadi 56,7% (p < 0,05). Improving Nutritional Status of Children with Severe Acute Malnutrition Through Home Care ProgramChildren undernutrition is still an issue in Indonesia, including in the Special Region of Yogyakarta. Based on weight for height indicator, 2.6% children experience severe acute malnutrition. In the last few decades, there has been a paradigm shift in the management of acute malnutrition from a facility- based to community-centered approach. The purpose of this study was to analyze the effect of home care intervention on the improvement of nutritional status of severe acute malnutrition children aged 6-60 months. This study was designed with quasi-experimental and pretest-posttest control group design, conducted in three phases; intensive, strengthening and independent with nursing approach (January until March 2013). Samples were 56 children with severe and moderate acute malnutrition for both study sites, 33 children in Yogyakarta city (experiment) and 23 children in Sleman district (control), selected using purposive sampling. Home care intervention is given for three months (January until March 2014). Results findings show there were significant increase in nutritional status (p < 0.05) after home care intervention. At end line evaluation, the proportion of severe acute malnutrition in the experimental groups reduced significantly from 100% to 56,7% (p < 0.05).
Kliping (Kelompok Ibu Pendamping Gizi) Sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Malnutrisi di Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta Huriah, Titih; Sakinah, Isnina Noor; Noorzanah, Noorzanah; Kunak, Andinayanti
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Basic Health Research in 2010 showed that the prevalence of malnutrition in Yogyakarta was 1.4%. WHO since 2007 has socialized a Community-Based Management of Severe Acute Malnutrition programs to handled the malnutrition problem which one of activities was forming Self Help Group (SHG) in society. KLIPING is one of the SHG programs to give support each other and share experiences to mother who has same problem with malnourished children. This research is aimed to improve nutritient status of children under five with malnutrition by KLIPING program in Mantrijeron Sub District Yogyakarta. Quasi-experimental with pretest-posttest control group design was carried out in this study. 25 children with malnutrition were selected using purposive sampling, 11 children for intervention group and 14 childrens for control group. The analysis conducted used statistic test of Paired t-test and Independent ttest. The results showed there is increases of z score in the intervention group with p value 0.030, while there was no increase in the Z Score differences both of two groups before and after the KLIPING intervention. During 2 months intervention of KLIPING (Nutrition Supporting Group) there was significant increases of z score in intervention group.
METODE MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: A LITERATUR REVIEW ., Ardiansyah; Huriah, Titih
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.626 KB) | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.334

Abstract

Terapi non farmakologi saat ini digunakan untuk hipertensi adalah mssage. pijat (massage) memberikan rangsangan akan menimbulkan efek relaksasi (pelemasan) otot-otot kaku sertaakibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas beberapa metode massage terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode Literature review ini menggunakan database Science Direct, Proquest, Goggle Scholar.Pada tahap awal pencarian dengan keywords: “Therapy Massage, Blood Pressure, Hypertension” didapatkan hasil 17 jurnal internasional dari rentang tahun  2013 sampai 2017 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh dari 17 jurnal yang diperoleh, 9 penelitian dilakukan pada responden per­empuan, 8 penelitian pada responden laki-laki dan perempuan. Mengungkapkan hasil bahwa ada perbedaan penurunan efek secara signifikan antara tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik  setelah dilakukan bebrapa jenis metode swedish massage, aroma massage, massage therapy, acupoint massage, scalp massage, without massage, back massage, classic massage, singel session massage, mechanical massage, foot massage, dan whole body massage. Kesimpulan tinjauan literatur review ini mendapatkan hasil bahwa ada pengaruh efek signifikan pemberian dari beberapa jenis metode massage. Metode massage adalah salah satu terapi pijat yang paling efektif untuk menurunkan atau menstabilkan tekanan darah khususnya pada penderita hipertensi. 
EFEKTIVITAS PEMBERIAN INTERVENSI GERAKAN SHOLAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Sudarso, Ns; Kusbaryanto, Mr; Khoiriyati, Azizah; Huriah, Titih
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.71 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah faktor risiko primer terjadinya penyakit jantung dan stroke. Saat ini hipertensi merupakan faktor resiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian secara dini. Salah satu penduduk yang beresiko mengalami gangguan akibat hipertensi adalah lansia. Bertambahnya usia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi, bertambahnya usia menyebabkan penurunan fungsi dari organ tubuh, ditandai dengan menurunnya elastisitas arteri dan terjadinya kekakuan pada pembuluh darah sehingga akan sangat rentan sekali terjadi peningkatan tekanan darah pada lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh gerakan sholat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi derajat ringan dan sedang pada lansia di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Variabel independen dalam penelitian ini adalah gerakan sholat. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi intervensi gerakan sholat kepada lansia penderita hipertensi selama 4 minggu, efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan : Intervensi gerakan shalat dengan 9 gerakan utama, merupakan bagian dari terapi komplementer senam ergonomik. Gerakan shalat yang dilakukan oleh seorang muslim, pada dasarnya tidak melepaskan makna dari gerakan sholat itu sendiri. Seorang muslim yang sedang melakukan gerakan shalat akan mempersepsikan dirinya sedang melakukan ibadah dan berserah diri kepada Allah SWT. Pada saat seorang muslim berserah diri, maka organ dalam tubuh akan mengalami relaksasi dan memicu hormon dalam tubuh untuk bekerja secara optimal dengan cara meningkatkan sistem imunitas secara bertahap yang pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia.