Articles

MENYUSUI PADA SATU JAM PERTAMA KEHIDUPAN Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.041 KB)

Abstract

Abstrak. Pola pemberian Air  Susu lbu (ASl) yang dianjurkan adalah pemberian Air Susu Ibu segera atau 30 rnenit hingga l jam setelah bayi lahir, Pemberian  ASl segera atau inisiasi  laktasi akan menentukan terhadap keberhasilan kelangsungan pemberian AS! selanjutnya dan dapat mcncegah kesakitan dan kematian bayi karena penyakit infeksi. Namun beberapa penelitian membuktikan   masih  rendahnya  prevalensi inisiasi laktasi,  dengan faktor penyebab berasal dari ibu sendiri, sosiobudaya, dukungan keluarga  maupun pctugas kesehatan yang memberikan pertolongan saat persalinan.  (JKS 2008; 2: 45-47) Kata kunci  :  inisiasi  laktasi, bayi, ibu bersalin, Abstract.     Breast reeding  Is recommended  soon or 30 minutes  to an hour  after childbrith.  Breasfeeding or initiation  of lactation will affect succesful  continuity  of breast milk supply  and prevent infant morbidity  and mortality caused by infection.  However some studies convey that the prevalence  of lactation  initiation   is  still relatively low due to factors of mothers, sosioculture,  family  support and health workers who assist childbrith.  (JKS2008; 2: 45-47s Key words: lactation  initiation, baby, mothers.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIDAN DALAM INISIASI LAKTASI DI KLINIK BERSALIN KOTA BANDA ACEH - NANGGROE ACEB DARUSSALAM Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.037 KB)

Abstract

Abstrak.  Pemberian ASI  direkomendasikan untuk diberikan   segera tau 30 menit hingga  l jam setelah  bayi lahir.   Inisiasi    menyusui   dini  akan mempengaruhi  kelancaran suplai   ASI dan  mencegah  morbiditas   dan mortalitas bayi  yang disebabkan karena  infeksi.   Namun,   beberapa penelitian meounjukkan  bahwa inisiasi menyusui  dim  masih jarang  dilakukan  karena  beberapa   faktor  seperti peagetahuan  ibu  dan  bidan yang membantu persalinan ibu.  Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan durasi kerja bidan uotuk proses inisiasi rnenyusui  dini di klinik bersalin.  Penelitian dilakukan secara kuantitaf observasional dengan desain cross-sectional.    Data  kualitatif dikumpulkan melalui wawancara  mendalam.    Sampel dipilih secara purposif dari klinik bersalin di Banda Aceh.  Data di analisis secara univariat, bivariat dengan Chi  Square dan  multivariate  dengan regresi  logistik.  Hasil analisis bivariat  menunjukkan  bahwa  pengetahuan  bidan berpengaruh terhadap inisiasi menyusui dim (p 0.05),   sementara variable sikap dan waktu yang disediakan bidan, tidak mempengaruhi  inisiasi    ini.   Hasil  anaisis  multivariat  menunjukkan  hal  yang  sama  dimana pengetahuan bidan  berpengaruh terhadap inisiasi  menyusui dini  (p= 0,049 OR= 3,87 (95%  - Cl:1.00-14.86), dan variabel sikap dan waktu yang disediakan bidan, tidak mempengaruhi inisiasi.  (JKS 2009;2:51-56) Kata L.,mci :  Pengetahuan, sikap, durasi kerja, bidan,  inisiasi menyusui  dini              \,.;( 'Abstract.   Breastfeeding is  recommended soon or 30 minutes to  an hour after childbirth.   Breastfeeding  or initiation of lactation will affect successful continuity of breast milk supply and prevent infant morbidity and mortality caused by infection.   However, some studies  convey that the prevalence of lactation initiation   is still relatively  low due to factors of mothers and midwives who assist childbirth.   This study have done to identify the effect of knowledge, attitude and duration of occupation of midwives to lactation  initiation at maternity clinic of Banda  Aceb Municipality.   It was a quantitative observational  study with cross  sectional design. Qualitative data were obtained through indepth interview.  Samples were purposively chosen from all midwives working  at maternity clinic of Banda  Aceh Municipality.   Data analysis used univariable, bivariable with Chi square  and multivariable with logistic regression.  The result of bivariable analysis showed that kno.wledge of midwives  affected  lactation  initiation  (p 0.05)    whereas  variable  of  attitude  and  duration  of  midwives' occupation did not affect lactation initiation.   The result of multivariable analysis showed that knowledge of midwives affected lactation  initiation (p= 0,049  OR= 3,87  (95% - Cl:   1.00 -  14.86  ).  Variables of knowledge  of midwives affected lactation initiation whereas variable of attitude and duration of midwives' occupation did not affect lactation initiation.  (JKS 2009;2:Sl-56) Keywords  : Knowledge, attitude, duration of occupation, midwives, lactation initiation
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN ANTENATAL CARE DENGAN KONSUMSI TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ULEE KARENG KARENG BANDA ACEH Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.634 KB)

Abstract

Abstrak. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia pada kehamilan sehingga tablet besi direkomendasikan untuk seluruh wanita hamil di berbagai negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui hubunganpengetahuan,sikap dan antenatal care dengan konsumsi tablet besi pada ibu hamil di Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross sectional survey dimana tujuan peneliti untuk melihat hubungan, pengetahuan, sikap, dan antenatal care ibu hamil  terhadap konsumsi tablet besi. Populasi adalah ibu hamil yang berkunjung ke ruang Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh dan sampel dipilih  secara Accidental Sampling pada ibu hamil trimester III dari tanggal     1 November sampai dengan 20 Desember 2011 dengan jumlah 32 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan bila tidak terpenuhi persyaratannya maka digunakan Fisher?s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,1% responden mengkonsumsi tablet besi sesuai anjuran. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,003 RP=2,6(95% CI=1,3-5,4), sikap (p=0,026 RP=2,0 (95% CI=1,0-4,03), antenatal care (p=0,000 RP=4,1(95% CI=1,4-11,6) dengan konsumsi tablet besi. Abstract. Iron deficiency anemia is one of the main causes of deficiency anemia during pregnancy. As a result, iron tablets have been recommended to be consumed by pregnant women all over the world.. It is assumed that the pregnant women consumed less food that contains sufficient iron. The aim of this research is particularly to figure out the knowledge, attitude and antenatal care that related to Iron tablet consumption during pregnancy in Public Health ClinicUlee Kareng, Banda Aceh. Analytics observasional by designing Cross Sectional Survey was used in order to investigate the relationship between knowledge, attitude, and antenatal care of pregnant women and their consumption of iron tablets. The population of this research was pregnant women who came to Mom and Kids room in Public Health Clinic Ulee Kareng, while Accidental Samplingwas used to choose pregnant women who were in III trimester, particularly from November 1 to December 20, 2011. In this case,the number of total respondents was 32. Furthermore, this research employed univariat and bivariat analysis with Chi-Square. However, if the requirement was not sufficient, Fisher?s Exact Test would be utilized then. The result of this research has shown that 53,1% of respondent consumed Iron tablets accurately. The result of bivariat analysis has shown a clear relationship between knowledge (p=0,003 RP=2,6(95% CI=1,3-5,4), attitude (p=0,026 RP=2,0(95% CI=1,0-4,03), antenatal care (p=0,000 RP=4,1(95% CI=1,4-11,6) and iron tablet consumption. 
PREVALENSI TUBERKULOSIS DAN STATUS GIZI PADA ANAK DI PUSKESMAS TIJUE PIDIE PERIODE JANUARI SAMPAI DESEMBER 2013 Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.18 KB)

Abstract

Abstrak. Latar Belakang: Tuberkolusis (TB) adalah penyakit Infeksi menular kronik yang di sebabkan mycobacterium Tuberkulosis, di Indonesia TB menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian. Pemberian Imunisasi BCG dapat mencegah penyakit Tuberkulosis pada anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui prevalensi tuberkulosis pada anak di puskesmas Tijue Pidie. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel seluruh pasien anak yang di diagnosa TB periode januari sampai desember 2013 yang berjumlah 90 anak dari total populasianak yang berobat 2500 anakdengan alat ukur buku status pasien,pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner dengan wawancara kepada ibu pasien. Analisis data secara univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebanyak 90 anak (3.7%) menderita TB. Tidak mendapat imunisasi BCG 81 anak (90%), dengan riwayat kontak 87 anak (96.7%). Sosial ekonomi kurang 61.1%, anak dengan status gizi kurang 50 anak (55.6%) dan gizi buruk 15 anak (16.6%). Kesimpulan: Prevalensi TB pada anak masihtinggidan pemberian imunisasi BCG masih rendah serta riwayat kontak yang menjadi faktor resiko masih tinggi. Kata kunci: Prevalensi Tuberculosis, Imunisasi BCG, Status gizi.  Abstract. Tuberculosis (TB) is a contagious disease of chronic infections caused mycobacterium tuberculosis, In Indonesia TB ranks third as a cause of death. Administration of BCG immunization can prevent tuberculosis disease in children. This study was to determine the prevalence of tuberculosis in the child. The research objective was to determine the prevalence of tuberculosis in children in the clinic TijuePidie. Methods: This study is descriptive with samples from pediatric patients in TB diagnosis period January to December 2013, which amounted to 90 children for total population 2500 childrens.with a measuring tool book patient status, measurements of weight and height, a questionnaire with interview to the patient's mother. This study used Univariate analysis of data. Results: The results showed as many as 90 children (3.7%) suffered from TB. Not received BCG 81 children (90%), with a history of contact 87 children (96.7%). Socioeconomic approximately 61.1%, children with malnutrition status of 50 children (55.6%) and malnutrition 15 children (16.6%). Conclusions: Prevalence of TB in children is still high and BCG immunization is low and contact history that a risk factor is still high. Keywords: Prevalence of Tuberculosis, BCG immunization, nutritional status.
IMPLEMENTASI STRATEGI MELALUI PENYUSUNAN PROGRAM, PARTISIPASI ANGGARAN DAN PROSEDUR TERHADAP KINERJA KOPERASI DI KOTA PALU Husnah, Husnah
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.236 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyusunan program, partisipasi anggaran dan prosedur terhadap kinerja koperasi di kota Palu. Penelitian dilakukan terhadap lembaga koperasi yang berada diwilayah kota Palu dan masih aktif sebanyak 61 koperasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan koperasi, artikel dan literature yang mendukung. Selanjutnya analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil pengujian menunjukan bahwa penyusunan program (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja, partisipasi anggaran (X2) berpengaruh terhadap kinerja dan prosedur  (X3) berpengaruh terhadap kinerja. Pengaruh variable yang dominan terhadap kinerja koperasi adalah variable  prosedur.
PENGARUH FILTRASI TERHADAP PENURUNAN KADAR FE DALAM AIR RAWA Husnah, Husnah
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 1 (2014): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK    Sebagai salah satu sumber air yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, Air Rawa menjadi layak untuk diperhatikan baik kulaitas air maupun kelestariannya baik oleh pemerintah maupun oleh mayarakat sekitarnya. Secara umum kualitas air rawa tidak begitu layak untuk digunakan sebagai air bersih terutama air minum karena beberapa logam kandungannya cukup tinggi di dalam Air Rawa . Karena itu penulis  ingin meneliti pengaruh  filtrasi terhadap penurunan kadad Fe dalam Air Rawa.  Kata kunci  : Air Rawa, Filtrasi, kadar Fe
EVALUASI KINERJA FILTER KERAMIK DENGAN PROSES KOAGULASI PADA AIR RAWA Husnah, Husnah
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 12, No 1 (2015): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Air Rawa merupakan salah satu sumber air permukaan yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air. Tetapi tidak semua air rawa memenuhi parameter kualitas air yang layak digunakan bahkan untuk kebutuhan air minumpun sebagian masyarakat masih memanfaatkan air rawa. Kondisi air rawa dilihat secara langsung umumnya keruh karena itu penulis melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas air rawa menggunakan membran dengan pretreatment melalui proses koagulasi. Filter yang digunakan pada penelitian kali ini adalah jenis membran keramik. Proses filtrasi dilakukan dengan beda tekanan 32 psi dan   36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Evaluasi kinerja membran keramik bisa dilihat dari nilai fluks yang dihitung berdasarkan volume permeate yang didapat per luas penampang membran. Nilai fluks terbaik adalah 2937,28 l/m2.jam.  Kata kunci : Air Rawa, Filtrasi, Membran keramik, Fluks membran, Koagulasi
KEBIASAAN MAKAN IKAN LAMPAM (BARBODES SCHWANENFELDII. BLKR) DI SUNGAI KAMPAR PROVINSI RIAU Rayhanu, Ashfi; Junaidi, Endri; Husnah, Husnah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1666

Abstract

Study in order to know feeding behavior of Asian Barb (Barbodes schwanenfeldii, Blkr) in Kampar river, Riau Province, was carried out in July and October 2003. Study was conducted by using field survey and Laboratory Analysis. Two sampling sites in Kampar River. Desa Pulau located at the upper part of Kampar river and Desa Danau Bingkuang located at the middle part of Kampar river were chosen based on stratification method. The research showed us, that the sequence of the feeding habit of the Asian Barb in Kampar river, in July and October 2013. Concist of fitoplankton the main food with the preponderance index value of 41,57%-48,37% The complementary food which consisf plants with prefonderance index value of 31,75%-37,99%, unidentified food with prefonderance index value of 2,09%-3,17%: the zooplankton with prefonderance index value of 0,49%-1,23% and nematode with prefonderance index value of 0,14%-0,65%. Based on the sequence of the feeding habit of the Asian Barb and tha correlation between the length of the body with ratio the length of the intestine and the length of the body Asian Barb, Asian Barb in Kampar river categorized as herbivorous fish. The environmental condition in the upper and the middle of Kampar river this can still support the growth of Asian Barb.  Keywords: Asian Barb (Barbodes schwanenfeldii, Blkr), Kampar river, Indeks of Profenderance Value
PRODUKTIVITAS PRIMER DAN KOMUNITAS PLANKTON DI DANAU BUATAN KAWASAN PEMUKIMAN OGAN PERMATA INDAH JAKABARING PALEMBANG Rohayati, Tati; Hilda, Hilda; Husnah, Husnah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1648

Abstract

Study on primary productivity and plankton community of man-made lake situated at Organ Permata Indah, Jakabaring area, Palembang was conducted in October and November 2002. Study was carried out by stratified random sampling and laboratory analysis. Samples for primary productivity, plankton  and water quality were taken from several sampling sites set up by using stratification method. Statification was based on the depth of the lakes which were station A (370 to 450 cm), station B (330-350 cm) and station C (200 to 240 cm). The result showed that primary productivity in October and November 2002, reached 3,75 and 12,51 mg C/m3/hour, respectively. The average abundance of phytoplankton was 595,56 and 1383,34 ind/L respectively. Composition of phytoplankton consisted of 71 genera, deriving from five classes: Cyanophyceae, Chlorophyceae, Bacillariophyceae, Xanthophyceae and Chrysophyceae. Genus which had high abundance where Chroococcus and Synechococcus (Cyanophyceae), Bracteococcus, Chlorella, Gonatozygon and Pleurotaenium (Chlorophyceae). Extreme low pH, high transparency and daily oxygen cycle indicated that OPI can be categorized as an oligotrophic lake.Keywords : man-madelake, acidity, productivity, plankton
PENGARUH ASUPAN PROTEIN TERHADAP PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA YANG MENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT Salawati, Liza; Imran, Imran; Husnah, Husnah; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.82 KB)

Abstract

Abstrak. Prevalensi masalah gizi di Provinsi Aceh masih tinggi seperti gizi buruk sebesar 7,1%, gizi kurang sebesar 16,6%, keadaan ini akan bertambah berat apabila balita menderita penyakit infeksi seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi status gizi balita dan pengaruh asupan protein terhadap status gizi balita yang menderita ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian adalah seluruh balita berusia 6 bulan sampai dengan 5 tahun yang menderita ISPA dan mengalami gizi kurang ataupun gizi buruk yang dibawa ke Posyandu Desa Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee dan Gampong Blang Kecamatan Darussalam Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak balita kurus yang menderita ISPA yaitu 68,8%, sangat kurus 6,2% dan normal 25%. Hasil t-test pada CI 95% dan ? 0,05 diperoleh p-value 0,000 ? 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang nyata antara berat badan dan tinggi badan balita yang menderita ISPA di Posyandu Desa Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee dan Gampong Blang sebelum dan setelah diberikan asupan protein (susu). Kesimpulan penelitian adalah ada perbaikan status gizi balita yang menderita ISPA di Posyandu Desa Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee dan Gampong Blang setelah diberikan asupan protein (susu).Abstract. Prevalence of under nutrition problems of children under five in Province of Aceh is high such as severely malnourished 7.1% and moderately malnourished 16.6%. This situation will be getting worse if children under five suffered from Acute Respiratory Tract Infection (ARTI). The aim of the study was to find out the effect of protein intake on children under five who suffered from ARTI. It was an analytic experimental study using one group pre and post test design. The samples were children under five who are under nutrition and suffered from ARTI and brought to Posyandu (community-based health care) in four selected villages namely Village of Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee, and Gampong Blang.  These villages are located in sub-district of Darussalam, Aceh Besar. The results showed that children fewer than five who are suffered from ARTI were mostly moderately malnourished 68.8%, followed by normal nutrition 25% and severely malnourished 6.2%. The t-test showed that there was a significant different of the mean of the body weight and height in children with ARTI before and after protein intake with p=0.000 (CI 95% and ? = 0.05). We conclude that protein intake may have a role in improving children nutritional status who suffered from ARTI.