Nur Ida
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KURSUS MENJAHIT PADA BALAI LATIHAN KERJA (BLK) KECAMATAN BACUKIKI KOTA PAREPARE Ida, Nur
Empowerment Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, No 2, September 2017
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.147 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v6i2p11-19.545

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa pendidikan merupakan suatu hal penting bagi masyarakat. Masyarakat yang tidak mampu melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi maupun bekerja diharapkan agar mereka menyiapkan masa depannya dengan keterampilan yang telah mereka dapat. Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai satu bentuk pendidikan yang memberikan layanan bagi masyarakat. Permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana pengelolaan pembelajaran kursus menjahit yang meliputi :1) perencanaan pembelajaran, 2) pelaksanaan, pembelajaran, 3) evaluasi, pembelajaran, 4) pemanfaatan hasil pembelajaran, 5) faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Penelitian pengelolaan pembelajaran kursus mennjahit menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 1 pengelola, 2 instruktur, dan 5 peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1 Pengumpulan data, (2 Reduksi data, 3) Penyajian data, dan 4) Penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik yang digunakan untuk pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah Triangulasi Sumber. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini : 1) Perencanaan pembelajaran, dimulai dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan silabus yang disesuaikan dengan SKKNI (Standar Kurikulum Kursus Nasional Indonesia) yang termasuk di dalamnya adalah tujuan pembelajaran, metode, materi, media, waktu, sumber, dan evaluasi. 2) Pelaksanaan pembelajaran, merupakan implementasi dari RPP dan silabus yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan penutup. 3) Evaluasi pembelajaran, Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi formatif dan sumatif serta menggunakan Penilaian Acuan Patokan. 4) Pemanfaatan hasil belajar, yaitu dengan disalurkannya lulusan kursus pada perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan LPK Karya Utama. 5) Faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukungnya adalah instruktur yang berpengalaman dan berkompeten dalam kursus menjahit pada tingkat dasar, terampil, dan mahir, penghambatnya adalah latar belakang pendidikan peserta kursus yang berbeda menyebabkan perbedaan penyerapan materi serta bila mesin rusak maka pelaksanaan pembelajaran menjadi terhambat. Saran-saran yang disampaikan yaitu : 1) Pada perencanaan pembelajaran, perencanaan alokasi waktu disesuaikan dengan beban belajar (materi) peserta kursus menjahit. 2) Pelaksanaan pembelajaran perlu adanya peningkatan interaksi dan komunikasi antara instruktur dengan peserta kursus agar informasi/materi  dapat tersampaikan dengan baik dan hambatan-hambatan dalam pembelajaran kursus dapat diatasi, 3) Evaluasi pembelajaran perlu dilakukan pada aspek sikap juga bukan hanya pada aspek pengetahuan dan keterampilan saja. 4) Pemanfaatan hasil belajar kursus dapat bermanfaat bagi lulusan yang belum cukup umur untuk bekerja, tidak hanya bagi lulusan yang akan disalurkan ke perusahaan saja. 5) Perlu adanya evaluasi dan perbaikan mulai dari input sampai output dan perlu adanya tambahan sarana dan prasarana belajar.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BIJI DAN KLIKA KELOR (Moringa oleifera Lamk.) DENGAN METODE BRINE SHRIMPS LETHALITY TEST Rusdi, Muhammad; Deniyati, Deniyati; Ida, Nur; Bariun, Hasyim
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak biji dan klika kelor (Moringa oleifera Lamk) terhadap larva udang (Artemia salina Leach). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan potensi toksisitas akut ekstrak biji dan klika kelor terhadap larva udang dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan untuk menentukan nilai LC50 setelah pemberian ekstrak biji dan klika kelor. Simplisia biji dan klika kelor  diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak cair yang diperoleh kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental diuji masing-masing aktivitasnya terhadap larva Artemia salina Leach. Hasil penelitian, analisis data dan pembahasan menunjukkan bahwa ekstrak biji dan klika kelor memilki potensi toksisitas akut terhadap larva udang. Ekstrak biji kelor memiliki efek toksik lebih rendah dengan nilai LC50 sebesar 38,0101 µg/mL dibandingkan dengan ekstrak klika kelor dengan LC50 sebesar 0,4551 µg/mL.
Peningkatan Kadar Ketoprofen Terdisolusi melalui Pembentukan Dispersi Padat menggunakan Polivinil Alkohol (PVA): The Increasing of Dissolved Ketoprofen Concentration through Solid Dispersion Formation using Polyvinyl Alcohol (PVA) Sultan, Asriana; Ida, Nur; Ismail, Isriany
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Vol. 5 No. 1 (2019): (March 2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.773 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2019.v5.i1.12096

Abstract

Ketoprofen is included in the Class II of Biopharmaceutical Classification System (BCS) which has low solubility. Low solubility will affect the dissolution rate and the dissolved concentration, so the absorption and bioavailability are low as well. Several studies have been conducted to improve the solubility and the dissolution of drugs from these group, such as by solid dispersion system. This study aims to determine the effect of polyvinyl alcohol (PVA) on the dissolved concentration of ketoprofen in solid dispersion and in physical mixture, and to decidethe optimum formula.Solid dispersion and physical mixture of ketoprofen - PVA were formulated with the ratio of 1:1, 1:2 and 1:4, and then compared with the standard ketoprofen. Evaluation of solid dispersion was performed by the intervention test of PVA as a matrix on the maximum wavelength of standard ketoprofen using a UV-Vis spectrophotometer and the dissolution test in artificial gastric fluid media without pepsin using a basket stirrer at pH ± 1,2, the temperature of 37 ± 0.5ºC, and device speed of 50 rpm. The sample was collected at 10, 20, 30, 45, and 60 minutes. The amount of dissolved ketoprofen was determined by a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 260 nm. The results showed that there was no shifting on maximum wavelength point in both solid dispersions and physical mixtures. The dissolved ketoprofen concentration that was represented in solid dispersion was greater than in physical mixture and standard ketoprofen. The highest dissolved ketoprofen concentration was indicated in solid dispersion formula with the ratio of 1:1.