Irwan Iftadi
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 52 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA PADA PEKERJAAN MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) UNTUK MEMPERBAIKI SIKAP KERJA DAN BEBAN KERJA BURUH ANGKUT (Studi Kasus di Pasar Gede Surakarta) Rochman, Taufiq; Iftadi, Irwan; Romadhan, Rangga
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap kerja tidak alamiah pada aktivitas manual material handling dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara fasilitas kerja dengan penggunanya, sehingga berdampak pada kecelakaan kerja terutama postur kerja dan beban kerja. Faktor inilah yang terjadi pada aktivitas pekerja buruh angkut di Pasar Gede Surakarta. Pada kondisi aktual, terutama aktivitas manual material handling oleh pekerja buruh angkut di Pasar Gede rata – rata 55 kg tanpa menggunakan alat bantu pengangkatan. Model penelitian dilakukan menjadi beberapa tahap. Tahap pertama penyebaran kuisioner nordic body map, digunakan untuk mengenali penyebab keluhan musculoskeletal. Tahap kedua perhitungan postur kerja metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). Tahap ketiga perhitungan fisiologi kerja menggunakan metode energy expenditure dan enery cost tujuannya untuk mengetahui tingkat beban kerja dan menghitung energi yang dikeluarkan oleh pekerja. Tahap keempat pada perancangan alat bantu kerja menggunakan metode anthropometri guna menentukan dimensi handtruck yang dirancang dan memperoleh hasil rancangan secara ergonomi. Perancangan alat bantu kerja manual material handling (MMH) telah di uji coba terhadap 24 sampel pekerja buruh angkut. Hasil uji coba menurut perhitungan metode REBA, terjadi penurunan level resiko cidera musculosceletal. meliputi aktivitas loading menjadi level resiko 2 (sedang) dan untuk aktivitas unloading, turun menjadi level resiko 2 (sedang). Perhitungan fisiologi kerja dengan metode energy expenditure terjadi penurunan tingkat beban kerjameliputi enam belas responden tergolong kategori light work, delapan responden tergolong moderate work. Sedangkan perhitungan metode energy cost didapatkan dua puluh satu responden tergolong kategori moderate work, tiga responden lainnya heavy work. Perancangan handtruck sebagai alat bantu kerja di desain secara ergonomis dengan penambahan fasilitas berupa handle dan penggunaan roda yang berjumlah tiga roda guna mengakomodasi kebutuhan pekerja buruh angkut. Kata kunci: manual material handling (MMH), metode REBA, energy expenditure, ergonomi.
HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA UNIT WEAVING DI PT DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV BOYOLALI Amelinda, Bela Sindy; Iftadi, Irwan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan posisi kerja yang ergonomis akan mengurangi masalah kesehatan yang berkaitan dengan postur kerja serta memberikan rasa nyaman kepada tenaga kerja, jika penerapan ergonomi tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidaknyamanan atau munculnya rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Salah satu dampak kesehatan yang muncul sebagai akibat dari postur kerja yang tidak ergonomis adalah musculoskeletal disorder (MSDs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dan keluhan muskuloskeletal terhadap operator perempuan unit weaving B shift A di PT Delta Merlin Dunia Textile IV Boyolali. Penelitian terdiri dari empat langkah yaitu studi lapangan, pembuatan kuesioner, penyebaran kuesioner, dan pengolahan data. Operator unit weaving melakukan pekerjaan dengan posisi berdiri dan posisi menjangkau. Dari posisi kerja yang tidak ergonomis ini menyebabkan operator mengalami keluhan muskuloskeletal terutama pada bagian leher, bahu, punggung, dan kaki. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai penilaian sikap kerja dengan Quick Exposure Check (QEC) dan penilaian keluhan muskuloskeletal dengan Nordic Body Map (NBM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja perempuan unit weaving B shift A PT Delta Merlin Dunia Textile IV Boyolali. Arah korelasi adalah positif, yaitu semakin tinggi nilai Quick Exposure Check (QEC) maka semakin tinggi keluhan musculoskeletal.Kata kunci: Keluhan Muskuloskeletal, NBM, Sikap Kerja, QEC
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH Haqqoni, Ahmad Faiz; Iftadi, Irwan; Jauhari, Wakhid Ahmad
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan kemasan untuk produk teh seduh hitam. Objek penelitian merupakan produk hasil olahan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rancangan kemasan yang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan konsumen, terhadap kemasan teh seduh. Untuk itu, digunakan metode Quality Function Deployment (QFD), yang merupakan metode perancangan produk berbasis keinginan konsumen. Dalam penelitian ini, QFD yang digunakan hanya sampai matriks pertama (matriks perencanaan), atau sering disebut House of Quality (HOQ). Dari hasil penyusunan HOQ, diperoleh tingkat kepentingan untuk masing-masing karakteristik teknis yang telah dibuat, dimana selanjutnya, karakteristik-karakteristik teknis dengan nilai kepentingan yang tinggi dapat dijadikan atribut prioritas dalam melakukan perancangan kemasan untuk produk teh seduh hitam. Kata kunci: House of Quality (HOQ), Kemasan, Quality Function Deployment (QFD), Teh
ANALISIS POSTUR KERJA MANUAL TASK MENGGUNAKAN METODE VISUAL MANAGEMENT (STUDI KASUS: PRODUSEN DANDANG) Qodrina, Galuh; Iftadi, Irwan; Jauhari, Wakhid Ahmad
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi tidak lepas dari aktivitas fisik manusia yang berupa manual task atau penanganan manual. Hal tersebut menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dapat diminimalkan dengan mengatu sikap kerja sehingga gerakan tidak alamiah berkurang dan meningkatkan produktifitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis postur kerja operator berbahaya dan mengusulkan perbaikan. Penelitian ini dilakukan di produsen dandang di Semanggi, Surakarta dengan menggunakan metode Visual Management yang meneliti postur kerja operator saat bekerja dengan menilai 14 domain ergonomi pada masing-masing elemen operasi. Penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada masing-masing domain ergonomi sesuai dengan level tingkat kekritisan kemudian diperoleh nilai PES (Partial Ergonomic Score) sehingga bila dikalkulasi dengan jumlah elemen operasi dan jumlah domain yang digunakan maka diperoleh nilai OES (Overall Ergonomic Score) sebagai hasil akhir. Dari hasil observasi, terdapat 18 proses dari 7 stasiun dengan 177 elemen operasi yang diamati. Sembilan proses diantaranya memiliki nilai OES antara 0,5 hingga 0,7 memerlukan investigasi dan perubahan segera. Proses pembuatan pola pada stasiun pemolaan memiliki nilai OES tertinggi dengan 2 dari 4 elemen operasinya memiliki nilai PES tertinggi sehingga perbaikan akan dilakukan pada kedua elemen operasi tersebut. Perbaikan dilakukan dengan mendesain standing desk yang dirancang khusus untuk operator sehingga dapat menurunkan level tingkat kekritisan.Kata kunci: Penanganan Manual, Visual Management, PES (Partial Ergonomic Score), OES (Overall Ergonomic Score) 
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI CV. A CLASS SURAKARTA Rahadian, Yudha; Arcibal, Giusti; Iftadi, Irwan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran manusia sebagai sumber tenaga kerja pada industri di masa sekarang ini masih dominan dalam melakukan aktivitas manual material handling. Sementara Manual Material Handling berpotensi menyebabkan MSD (Musculos Skeletal Disorder). Penelitian ini bertujuan mengukur level resiko postur kerja di CV. A Class. Pengukuran level resiko postur kerja menggunakan metode REBA. Penelitian terdiri dari enam langkah yaitu pengamatan, pengambilan gambar, pemotongan gambar, penarikan sudut, penghitungan skor REBA, dan pengelompokkan skor berdasarkan level tindakan.  Pengukuran menunjukkan sebanyak 47 dari total 126 elemen kerja berada pada level tidakan sekarang juga. Keempat puluh tujuh elemen kerja bermasalah tersebut tersebar di departemen perakitan 10 elemen kerja (48%), departemen proses 3 elemen kerja (14%) dan departemen pembahanan 8 elemen kerja (38%). Semua elemen kerja (lima elemen) di stasiun perakitan memiliki skor diatas sepuluh. Kelima elemen kerja itu memiliki skor REBA sangat tinggi yang memerlukan tindakan sekarang juga. Kata kunci: pekerja meubel, postur kerja, REBA 
HIERARCHICAL TASK ANALYSIS (HTA) PENGEMUDI TAKSI KOSTI SOLO Adistiara, Carinda; Iftadi, Irwan; Jauhari, Wakhid Ahmad
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari diperlukan pendukung moda transportasi untuk memudahkan mobilitas. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat Indonesia, maka penggunaan moda transportasi juga meningkat. Adanya peningkatan jumlah kendaraan yang ada di jalan tentunya berpengaruh terhadap permasalahan transportasi, salah satunya adalah peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data peningkatan jumlah kecelakaan dan kerugian materi Badan Pusat Statistik, jumlah kecelakaan yang terjadi meningkat sebesar 1.000.000 dengan kerugian materi sebesar Rp 250.000.000.000,- pada tahun 2004-2014. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tugas pengemudi dengan memecah operasi-operasi tugas pengemudi menjadi sub-sub operasi sebagai landasan untuk mengetahui sumber gangguan apa saja yang dapat menganggu pengemudi selama mengemudi. Objek penelitian ini merupakan angkutan umum kategori taksi yang merupakan transportasi umum di Indonesia dengan jumlah terbesar, yaitu 27.000 armada pada tahun 2013-2014. Penelitian ini terdiri dari empat langkah, yaitu studi lapangan, document review, wawancara stakeholder dan pembuatan Hierarchical Task Analysis (HTA). Hasil dari penelitian ini berupa diagram dekomposisi yang menampilkan struktur tugas secara spesifik, terbagi dalam bentuk diaram tabular maupun hirarki. Kata kunci : Hierarchical Task Analysis (HTA), Pengemudi Taksi, Taksi Kosti Solo.
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR WEAVING B UNIT INSPECTING PT DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV DENGAN METODE NASA-TLX Fadlilah, Antika Adzary Sekar; Iftadi, Irwan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penyebab terjadinya ketidak sesuaian kualitas adalah kesalahan manusia. Diantaranya beban kerja mental yang dirasakan oleh operator pada unit inspecting. Beban kerja mental akan berdampak pada kelelahan yang dapat menimbulkan kurang teliti dalam menjalankan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja mental tiap shift pada operator PT Delta Merlin Dunia Textile IV dan mengetahui penyebabnya. Penelitian terdiri dari empat langkah yaitu studi lapangan, pembuatan kuesioner, penyebaran kuesioner, dan pengolahan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index) yang memiliki enam kriteria penilaian, yakni Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Frustation Level (FR), dan Effort (EF). Respoden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 28 orang yang terbagi dalam dua shift kerja yaitu shift A dan shift B.  Nilai score rata-rata NASA-TLX yang diperoleh operator shift A sebesar 86,38 sedangkan pada shift B mendapatkan nilai sebesar 88,16 dengan aspek tertinggi yaitu Temporial Demand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja mental yang tinggi disebabkan oleh adanya tambahan pekerjaan yang membuat operator unit inspecting harus mengorbankan waktu untuk mencapai target, sehingga operator akan lebih banyak mengeluarkan usaha dan tenaga dalam mencapai target.Kata kunci: beban kerja mental, NASA-TLX, operator unit inspecting
ANALISIS USE ERROR MENGGUNAKAN METODE PREDICTIVE USE ERROR ANALYSIS (PUEA) PADA PELAKSANAAN HEMODIALISIS (STUDI KASUS : RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI) Wibowo, Florentina Ardiani; Iftadi, Irwan; Laksono, Pringgo Widyo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita Gagal Ginjal Kronik di Indonesia yang harus hemodialisis meningkat dari tahun ke tahun. RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan pelayanan hemodialisis dengan menggunakan Standar Prosedur Operasional (SPO) sebagai panduan pelayanan. Selama ini instalasi hemodialisis belum sepenuhnya menerapkan panduan pada SPO yang mengakibatkan terjadinya kesalahan dan dapat berisiko tinggi bagi pasien. Paper ini bertujuan untuk mendeteksi, memprediksi, dan menganalisis potensi error yang dapat terjadi dalam pelaksanaan hemodialisis di Instalasi Hemodialisa. Penelitian ini dimulai dari identifikasi prosedur hemodialisis menggunakan Hierarchical Task Analysis (HTA) sebagai input dalam mendeteksi, memprediksi, dan menganalisis dengan menggunakan Predictive Use Error Analysis (PUEA). Hasil penelitian didapatkan 34 error yang terdiri dari 8 error dengan level risiko tinggi dan 26 error dengan level risiko rendah. Error yang mempunyai level risiko paling tinggi disebabkan oleh pelaksanaan hemodialisis yang tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Penelitian ini menghasilkan usulan berupa pengadaan APD, memberikan motivasi dan pengarahan kepada perawat dan pasien, melakukan training kepada perawat agar meningkatkan skill, dan merevisi prosedur.Kata kunci: hemodialisis, HTA, PUEA, risiko tinggi, use error  
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI DEPARTEMEN SEWING & FINISHING PRINTING SOM.A TEX Karimah, Fadhilah Al; Iftadi, Irwan; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Printing Som.A Tex adalah salah satu industri yang memproduksi baju batik. Proses produksi yang ada di perusahaan sebagian besar menggunakan manual material handling. Namun, manual material handling dapat menyebabkan musculoskeletal disorder (MSDs) bagi operator. Terdapat 78 elemen kerja pada departemen sewing & finishing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui level risiko postur kerja pada departemen sewing & finishing. Metode yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA). Langkah-langkah dalam menyelesaikan penelitian yaitu: observasi, analisis elemen kerja, mengambil gambar, memotong gambar sesuai elemen kerja, menarik sudut postur kerja pada gambar, penilaian REBA, penentuan level risiko, dan mengelompokkan elemen kerja menurut level risikonya. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah 6 elemen kerja dengan level risiko dapat diabaikan, 27 elemen kerja dengan level risiko rendah, 44 elemen kerja dengan level risiko sedang, 3 elemen kerja dengan level risiko tinggi, dan 1 elemen kerja dengan level risiko sangat tinggi. Kata kunci : operator sewing & finishing, postur kerja, REBA
ANALISIS USE ERROR MENGGUNAKAN METODE PREDICTIVE USE ERROR ANALYSIS (PUEA) PADA PELAKSANAAN BLASS NIER OVERZICHT INTRAVENOUS PYELOGRAM (BNO IVP) (STUDI KASUS : RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI) Saputri, Indah; Iftadi, Irwan; Jauhari, Wakhid Ahmad
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit batu saluran kemih (BSK) adalah penyakit terbentuknya batu dari saluran kemih terutama pada tempat-tempat yang sering mengalami hambatan aliran urine. Penyakit BSK dapat dievaluasi dengan menggunakan pencitraan radiologi yaitu Blass Nier Overzicht Intravenous Pyelogram (BNO IVP). Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi, memprediksi, dan menganalisis potensi error yang dapat terjadi pada pemeriksaan BNO IVP pada Instalasi Radiologi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Error dalam pelaksanaan BNO IVP dapat membahayakan pasien serta dapat mempengaruhi hasil foto rontgen. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu identifikasi prosedur menggunakan Hierarchical Task Analysis (HTA) serta Predictive Use Error Analysis (PUEA) sebagai metode analisis. Tahapan PUEA  terdiri dari pendeteksian error, identifikasi tipe error, identifikasi penyebab error, identifikasi konsekuensi primer, identifikasi konsekuensi sekunder, identifikasi tingkat deteksi eror,identifikasi perbaikan error, identifikasi proteksi konsekuensi, identifikasi tindakan pencegahan serta matriks analisis. Penelitian ini menghasilkan 16 error yang terdiri dari 4 error dengan level risiko tinggi dan 14 error dengan level risiko rendah. Error yang mempunyai level risiko paling tinggi disebabkan oleh adanya radiografer yang tidak memasang TLD (Thermoluminescene Desimetry) pada tubuhnya. Kata Kunci: use error, blass nier overzicht intravenous pyelogram, hierarchical task analysis, predictive use error analysis, risk analysis