Cahyono Ikhsan
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

EVALUASI ANALISIS TEGANGAN GESER PADA DAERAH HULU DAN HILIR SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Ikhsan, Cahyono; Koosdaryani, Koosdaryani; Pratama, Wildan Yoga
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.329 KB)

Abstract

Sungai bengawan solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang setiap tahunnya meluap akibat pendangkalan oleh sedimentasi. Salah satu cara untuk prediksi sedimentasi di Sungai bengawan Solo adalah dengan melakukan analisis pengaruh tegangan geser terhadap sedimen. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tegangan geser pada cross section atau potongan melintang bagian hulu dan hilir Sudetan Wonosari. Untuk mendapatkan dan menghitung tegangan geser dilakukan pengambilan data di lapangan serta dilakukan analisis saringan di laboratorium, kemudian dibantu dengan menggunakan program HEC-RAS 4.0 untuk mencari tinggi muka air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan geser kritis < tegangan geser dasar maka pada seluruh titik cross section di hulu butiran sedimen mengalami pergerakan. Sedangkan pada daerah hilir hanya pada cross section P. 468 saja butiran sedimen bergerak pada seluruh titiknya. untuk cross section P. 470 dan P. 479 butiran sedimen mengalami pergerakan pada titik C, D dan E. Semakin dalam kedalaman suatu titik di suatu cross section maka tegangan gesernya pun akan semakin tinggi dan menimbulkan degradasi paling besar.
ANALISIS UKURAN BUTIRAN SEDIMEN PADA DAERAH HULU DAN HILIR SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Mregawati, Pury; Ikhsan, Cahyono; Koosdaryani, Koosdaryani
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.932 KB)

Abstract

Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin. Pada saat pe- ngikisan terjadi, air membawa batuan mengalir ke sungai, danau, dan akhirnya sampai di laut. Pada saat kekuatan pengangkutannya berkurang atau habis, batuan diendapkan di daerah aliran air, karena itu pengendapan ini bisa terjadi di sungai, danau, dan di laut. Analisis distribusi ukuran butiran sedimen senantiasa berkaitan dengan angkutan sedimen yang terjadi dan dibutuhkan dalam perencanaan bangunan air. Diantara beberapa sifat butiran sedimen, ukuran butiran sedimen merupakan salah satu sifat yang penting dan banyak digunakan dalam bidang teknik sedimen. Ukuran butiran sangat mempengaruhi mudah tidaknya serta banyak sedikitnya sedimen yang ditranspor. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui distribusi ukuran butiran sampel sedimen untuk mencari D50 yang selanjutnya bisa digunakan untuk menentukan besarnya angkutan sedimen yang terjadi pada daerah hulu dan hilir Sudetan Wonosari. Analisis saringan menunjukan rata-rata sampel sedimen dari daerah hulu sudetan mempunyai D50 sebesar 0,276 mm sedangkan daerah hilir 0,446 mm. Perhitungan angkutan sedimen menggunakan metode Ackers-White menunjukkan angkutan sedimen pada daerah hulu sudetan Wonosari sebesar 118,831 kg/tahun, dan pada daerah hilir sudetan Wonosari sebesar 91,476 kg/tahun.
DEVELOPMENT OF STATIC ARMOUR Ikhsan, Cahyono
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v2i1.24322

Abstract

Armour layer is the type of gravel bed composed on the bed surface with pores between the composing grains as the place of sand to stay and lock the pores. This research was carried out in the Hydraulic Laboratory by using the main infrastructure of sediment flume from Plexiglas in 0.60 m width, 10.00 m length, and 0.45 m height dimension. The base gradients used was parallel to the water surface gradients, which were 1%, 1.4%, 1.8%, 2.2%, and 2.6%. The constant flow debit was at 25 l/s, 30 l/s, 40 l/s and 45 l/s capacity. The materials consisted of sand and gravel and were evenly mixed in 5 different grain size variations. At each running, there were 2 phases of occurrence: eroded surface and equilibrium. The instruments used during the running were digital current meter, point gauge, and sediment traps.The results of this research indicated armour layer formula stated in un-dimensional number with an average bedload limit of 0.8 mm to 2.9 mm, uniformity coefficient of 2.5 to 5, and critical shear stress of 0.61 N/m2 to 2.7 N/m2. and with minimum base shear stress of 6 N/m2.
PENGARUH SEDIMEN TERHADAP UMUR LAYANAN PADA TAMPUNGAN MATI (DEAD STORAGE) WADUK KRISAK DI WONOGIRI DENGAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSSES EQUATION) Arifandi, Fakhrizal; Ikhsan, Cahyono
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam pengelolaan waduk adalah sedimentasi. Sedimen diakibatkan dari erosi, angkutan sedimen bertambah maka sedimen akan mengendap di dalam waduk dan kapasitas tampungan mati waduk akan berkurang. Kemudian umur waduk tersebut akan mengalami percepatan pengurangan layanannya. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo merupakan salah satu DAS di Indonesia yang segera memerlukan penanganan (Joko Sutrisno, 2011). Kondisi daerah aliran sungainya Bengawan Solo sudah memprihatinkan, terutama besarnya laju erosi yang cukup tinggi serta produktivitas lahan yang dinilai semakin menurun. SUB-DAS Jlantah yang berlokasi di muara Sungai Krisak berada di dekat tempat pengambilan air Waduk Krisak, dinilai menyumbang sedimentasi terbesar yang akan sangat mengganggu operasional waduk. Selain menyebabkan sedimentasi, erosi juga akan menyebabkan berkurangnya ketebalan tanah dan berkurangnya tingkat kesuburan tanah di wilayah hulu. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh sedimen terhadap umur waduk pada tampungan mati menggunakan metode USLE. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan secara garis besar dibagi menjadi 3 tahapan pelaksanaan sebagai berikut : pengumpulan data, analisa data, kesimpulan dan saran. Data yang digunakan berupa data curah hujan jangka waktu 10 tahun antara tahun 2009 sampai 2018. Peta yang digunakan adalah Peta Tanah, Peta Topografi dan Peta Tata Guna Lahan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur serta menggunakan data yang dimiliki Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Surakarta, Balai Besar Wilayah Sungai Begawan Solo dan Jasa Tirta Wonogiri. Hasil analisis berdasarkan prediksi erosi USLE diperoleh 2.437.833,4990 ton/tahun dengan volume yang masuk pada tampungan sedimen Waduk Krisak yaitu 816.147,8068 m3/tahun dengan umur layanan 4,6 tahun.
ANALISIS TEGANGAN GESER PADA SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Achmad, Fariza Rubawi; Ikhsan, Cahyono; Suyanto, Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis tegangan geser yang terjadi pada sudetan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa tengah. Untuk mendapatkan dan menghitung tegaangan geser sudetan Wonosari, dilakukan pengambilan data secara langsung di lapangan untuk dilakukan pengolahan data di laboratorium. Untuk membantu perhitungan digunakan aplikasi HEC-RAS. Sudetan Wonosari Kabupaten Klaten, Jawa tengah di bentuk karena sungai lama yang terlalu ekstrim karakteristik sungainya. Dengan keadaan sudetan di lapangan, dalam proses pengambilan sampel sedimen di tetapkan menjadi 6 titik pengambilan sampel. Sampel yang telah terambil di uji saringan. Dalam analisis tegangan geser di dapatkan tegangan geser maksimum sebesar 0,277 N/m2 dan terjadi pada titik P 440, sedangkan tegangan geser rata-rata yang ada pada sudetan sebesar 0,2 0,277 N/m2. Keadaan sedimen tersebut tidak mengalami pergerakkan, karena nilai tegangan geser (
ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN PADA DAERAH SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Zulhusni, Atsari Fildzah; Ikhsan, Cahyono; Suyanto, Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan. Setiap perencanaan bangunan air membutuhkan data debit aliran, dari data debit tersebut didapatkan data kecepatan aliran dalam waktu tertentu. Perkiraan kecepatan arus pada suatu aliran dilakukan dengan pengukuran di tempat yang mudah dijangkau pada penampang yang ditinjau bahkan dilakukan secara acak, sehingga hasil yang diperoleh sering tidak dapat mewakili kondisi yang sebenarnya secara tepat. Terjadinya kesalahan dalam pengukuran akan berdampak pada perkiraan jumlah debit aliran yang terjadi sehingga akan berpengaruh terhadap perencanaan bangunan secara keseluruhan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui distribusi kecepatan aliran dari cross section atau potongan melintang di lapangan dengan menggunakan metode Point Intregated Sampling (PIS) di Sudetan Wonosari Sungai Bengawan Solo, perbandingan kecepatan aliran sungai di hulu, sudetan dan hilir, jenis aliran yang terjadi pada aliran lur us maupun tikungan dari pengaruh kecepatan aliran sungai. Kemudian hasil debit yang diperoleh diplot dengan menggunakan program HEC-RAS 4.0 untuk mencari tinggi muka air. Data dari lapangan diolah dan dianalisis. Jenis aliran ditentukan dengan menggunakan Bilangan Froude dan Bilangan Reynolds. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan aliran dari hulu ke sudetan turun sebesar 0,07%, sudetan ke hilir naik sebesar 3,27%, debit dari hulu ke sudetan turun sebesar 2,38%, sudetan ke hilir turun sebesar 15,69%. Aliran yang didapat yaitu aliran turbulen dan subkritis.
KAJIAN DEBIT RANCANGAN BANJIR DAN KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI BAKI Azhari, Dony; Ikhsan, Cahyono; Sobriyah, Sobriyah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan banjir pada beberapa kota di Indonesia ini sudah ada sejak lama dan sering kali menjadi bencana yang merugikan berbagai pihak. Pada musim penghujan, daerah di tempuran antara Sungai Baki dengan Bengawan Solo rawan terjadi banjir dikarenakan tingginya elevasi muka air Bengawan Solo yang kemudian menyebabkan terjadinya aliran arus balik air pada pertemuan sungai.. Upaya-upaya untuk pengendalian banjir pun telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui elevasi arus balik air akibat pertemuan Sungai Baki dengan Bengawan Solo, kemampuan saluran Sungai Baki dalam menampung debit banjir, dan memberikan cara penanggulangan banjir dari analisis HEC RAS. Pada penelitian ini menggunakan beberapa metode. Metode yang digunakan untuk mengetahui debit banjir maksimum di Sungai Baki adalah metode Rasional. Sedangkan metode yang digunakan dalam perhitungan profil muka air yaitu metode tahapan standar. Dalam perhitungannya panjang sungai acuan di Bengawan Solo dibagi menjadi beberapa pias. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder bulan Desember 2007. Hasil analisis dan perhitungan debit maksimum di Sungai Baki dengan metode Rasional sebesar 1.138,858 m3/ detik. Debit yang mengalir di Bengawan Solo diketahui dari lengkung debit sebesar 1.904,7 m3/ detik. Perhitungan elevasi muka banjir di pertemuan sungai dengan metode tahapan standar sebesar 11,388 m. Berdasarkan analisis dengan program HEC RAS, dapat dilihat bahwa profil muka air yang terjadi di sungai Baki lebih tinggi dari tanggul sekitar. Oleh karena itu, dalam penelitian melakukan skenario simulasi pengendalian banjir dengan pemasangan tanggul dan kolam retensi yang dikombinasikan dengan pemasangan tanggul.
EVALUASI TINGGI MUKA AIR KALI MUNGKUNG SRAGEN TERHADAP ELEVASI BANJIR SUNGAI BENGAWAN SOLO Risdiyanto, Yudi; Ikhsan, Cahyono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kali Mungkung merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Jika ketinggian muka air sungai utama lebih tinggi dari anak sungai maka akan terjadi pembendungan terhadap saluran anak sungai. Kondisi ini mengakibatkan aliran anak sungai kembali ke hulu atau disebut backwater. Penelitian ini dilakukan di ruas Kali Mungkung dengan pertemuan Sungai Bengawan Solo. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan besarnya debit banjir rencana periode ulang untuk Kali Mungkung. Tinggi muka air pada pertemuan sungai digunakan data dari hasil studi terdahulu pada DAS Bengawan Solo Hulu oleh BBWS Bengawan Solo. Analisis hidrolika dilakukan dengan melakukan simulasi dengan program HEC-RAS. Simulasi pertama yaitu kondisi penampang eksistig Kali Mungkung. Kondisi ke dua yaitu simulasi dengan penampang normalisasi. Kondisi ke tiga yaitu simulasi dengan mereduksi debit banjir rencana untuk penampang normalisasi (penerapan sumur resapan). Dari analisis hidrologi didapatkan debit banjir Kali Mungkung periode ulang Q5 = 375 m3/det, Q10 = 408 m3/det dan Q50= 480 m3/det. Hasil simulasi hidrolika kondisi eksisting terjadi limpasan banjir pada 22 titik. Hasil simulasi hidrolika dengan penampang normalisasi mampu mengurangi limpasan banjir menjadi 15 titik. Reduksi debit banjir rencana sebesar 20% dengan penerapan sumur resapan untuk penampang normalisasi mampu mengurangi limpasan banjir menjadi 10 titik.
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN KOMPONEN BENDUNGAN CENGKLIK DI KABUPATEN BOYOLALI MENGGUNAKAN ANALYTIC NETWORK PROCESS Mandani, Toma; Hadiani, Rr. Rintis; Ikhsan, Cahyono
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v3i2.40958

Abstract

Bendungan merupakan bangunan atau infrastruktur sumber daya air yang sangat penting yang mempunyai fungsi dan manfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan bagi  kehidupan dan penghidupan manusia, selain memberikan manfaat  yang  demikian  besar,  perlu disadari bahwa bendungan juga mengandung potensi  resiko terjadinya bencana apabila terjadi kegagalan atau keruntuhan bendungan. Perlu diketahui bahwa banyak bendungan di Indonesia mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, kinerja dan keandalannya yang antara lain disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu bendungan yang perlu diperhatikan karena faktor umur bendungan itu sendiri adalah Bendungan Cengklik. Bendungan Cengklik  dibangun  oleh  Pemerintah  Belanda  mulai  tahun  1923  dan selesai pada tahun 1931. Penilaian kondisi bendungan diperlukan untuk mengetahui tingkat keamanan bendungan dan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan rehabilitasi bendungan. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka perlu dilakukan penilaian kinerja Bendungan Cengklik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Analytic Network Process (ANP) dengan bobot skala prioritas mengacu pada Pedoman Penilaian Kondisi Fisik Bendungan serta menggunakan software Super Decision sebagai alat bantu analisis Berdasarkan hasil penilaian ANP dengan menggunakan bantuan aplikasi Super Decision, dapat disimpulkan bahwa Bendungan Cengklik memiliki nilai B, yang berarti Bendungan Cengklik memiliki kondisi rusak ringan jika nilai kondisi 80?90% dan nilai tingkat kerusakan 10?20% dari kondisi awal bangunan.
ANALISIS KAPASITAS TANGGUL SUNGAI KALI LAMONG AKIBAT BANJIR TAHUNAN DALAM KONDISI TERENDAM SEBAGIAN DAN SELURUHNYA DENGAN SOFTWARE HEC-RAS 5.0 Ikhsan, Cahyono
Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13/No.1/Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/dts.v13i1.11592

Abstract

Sungai Kali Lamong setiap tahun mengalami banjir disebabkan debit aliran yang masuk ke penampang lebih besar dari daya tampungnya. Kapasitas tampungan berkurang karena adanya tumpukan sedimen di dasar sungai yang mengakibatkan kapasitas tampungan menjadi kecil, sehingga air melimpas melewati penampang namun masuh ditahan oleh tanggul kanan kiri sungai. Tanggul mengekang air banjir sehingga permukaan air meningkat, menggenang dan merendam tanggul mulai dasar sampai dengan puncak tanggul. Sungai Kali Lamong memiliki penampang berbentuk trapezium,  dengan lebar bawah  30 m dan lebar atas 40 m dengan kedalaman penampang 6 m. Tinggi tubuh tanggul pada kanan kiri penampang sungai adalah 2,1 m dan elevasi puncak mencapai +6,50 m. Analisis debit banjir rancangan dengan software HEC-RAS versi 5.0 dimulai dari debit air normal sampai dengan debit air banjir kritis puncak tanggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aliran 100 m3/dt setara dengan elewasi muka air laut, sedangkan debit 1000 m3/dt setara dengan elevasi maksimal permukaan sungai dan pada debit rancangan 1500 m3/dt, ketinggian muka air banjir mencapai elevasi  puncak tanggul.Kata kunci: sungai kali lamong,kapasitas tanggul, debit banjir