Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN TERAPI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMORBID HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT X PEKANBARU Inayah, Inayah; Hamidy, M. Yulis; Sari, Mayang
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.628 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v10i2.2016.84-91

Abstract

The contribution of hypertension to diabetes, as the leading cause of death, is very important. Thus, aggressivemanagement in diabetes mellitus patients comorbid with hypertension is thouroghly required. The purpose of thedescriptive study is to describe the treatment of cormobide type 2 diabetes mellitus and hypertension. Data wereretrieved from the medical records of patients? X hospital in Pekanbaru through period January - December 2014.There were 285 subjects. The average of age and random blood glucose level are 57.73 (± 9.95) and 260.67 (±126.93) mg/dL, consecutively. The systolic blood pressure of e?160 mmHg (38.9%) and diastolic blood pressure of80-89 mmHg(40,7%) are moslty found in this study. Oral Anti-Diabetic Drugs (ADD) are administered to 83.15% ofthe subjects, while 3.5% of the subjects are given insulin. The most frequent oral ADD administerd is the combinatonof two drugs (49.47%), of Metformin group (90.3%) with daily dose 1000-1500 mg (74.26%). The most commonAnti Hypertension Drugs used is angiotensin receptor blocker 75.8 % (candesartan 66.24 % & valsartan 9.55 %).The conclusion is metformin and candesartan were the most common drugs used in the treatment of diabetes mellituscomorbid with hypertension.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SAPU JAGAD (ISOTOMA LONGIFLORA (L) PRESL.) PADA MENCIT GALUR MUS MUCULUS Safitri, Ira; Inayah, Inayah
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 4, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.525 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v4i1.2010.42-47

Abstract

Sapu Jagad (Isotoma longiflora (L) Presl.) plant has been empirically used as traditional medicine. Some studies showthat this plant has pharmacological effects as antibiotic, anticancer, and analgetic. It is of importance to conduct studyin finding out the safetiness of this plant as herbal medicine. Therefore, we conducted study to find out lethal dose ofits leaves on mice (Mus muculus) using acute toxicity test. Several doses have been given to certain groups to find outits effect including death. The extract has been given one time per oral. Then, we recorded the clinical signs and deathof mice until 14 days. The data was analyzed using probit analysis to measure LD50. This study shows that ethanolextract of Sapu Jagad leaves has LD50 12.610 mg/kgBW and toxicity of central nervous system proven by seizureending with death. As conclusion, this extract has toxicity especially to central nervous system.
GAMBARAN FARMAKOTERAPI PASIEN COMMON COLD DI PUSKESMAS PEKANBARU Nugraha, Dimas Pramita; Inayah, Inayah
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.436 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v10i1.2016.63-66

Abstract

Common cold is still a disease with the most number of cases in Indonesia and the province of Riau in out patientswho visited the primary health center (Puskesmas). However, in primary health care, like Puskesmas and privatepractice physicians are expected pharmacotherapy common cold is not rational. Medication errors is a common problem.The purpose of this study was to determine how the use of pharmacotherapy in patients with the common cold inPuskesmas Pekanbaru. This study was an observational descriptive , with a total sample 4602 people who meet thespecified criteria .The results showed that the percentage patients common cold using symptomatic analgesic-antipyreticdrugs 70.2%.However, the percentage of patients that using antibiotics in common cold is still quite a lot (36%), alsothe use corticosteroid (17,9%) that showed medication error. The patterns pharmacotherapy of common cold inPuskesmas Pekanbaru was relatively good, but need improvement .
Kemampuan Bahan Aktif Ekstrak Daun Mojo (Aegle marmelos L.) dalam Mengendalikan Nyamuk Aedes aegypti, dengan Metode Elektrik Inayah, Inayah; Hidayat, Hidayat; Wahyuni, Wahyuni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1, No 1 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.856 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamukAedes aegypti. Penggunaan insektisida yang berasal dari tumbuhan mojo (Aegle marmelos L.)mengandung senyawa tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan steroid, yang berfungsi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun mojo (Aeglemarmelos L.) dalam mengendalikan nyamuk Aedes aegypti dengan metode elektrik denganmenggunakan 2 konsentrasi yaitu 60% dan 70%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kematian nyamuk rata-rata pada konsentrasi 60% ekstrak daun mojo (Aegle marmelos L.) sebesar 16%, dari 30ekor sampel nyamuk, pada 240 menit waktu pengamatan, dan konsentrasi 70% ekstrak daun mojo(Aegle marmelos L.) sebesar 18%, dari 30 ekor sampel nyamuk, pada 240 menit waktu pengamatan.memenuhi Lethal Consentration 50 (LC50) dimana nyamuk Aedes aegypti yang mati rata-rata mencapai 16 ekor (53%) dan 18 ekor (56%). Sedangkan pada kontrol tidak terdapat nyamuk yang mati.Kesimpulan yang di peroleh dalam penelitian ini yaitu Pada konsetrasi 60 % dan 70 % ekstrak daunmojo (Aegle marmelos L.) mampu pada 240 menit dengan 240 menit waktu pengamatan, dimana rata-rata kematian nyamuk Aedes aegypti sebanyak 16 ekor (53%) dan 17 ekor (56%) dan telah mencapaiLC50Kata Kunci : Daun Mojo, Aedes aegypti, Metode Elektrik
PERBANDINGAN UJI KEMAMPUAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) DENGAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) SEBAGAI ANTIMIKROBA PADA IKAN SEGAR inayah, inayah; Gereng, Andi Marlinda
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.369 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.860

Abstract

 Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah rusak, terutama ikan segar. Kerusakan ikan terjadi karena adanya pertumbuhan mikroba yang meningkat. Salah satu strategi untuk mengurangi atau menghambat pertumbuhan mikroba dapat dilakukan dengan mengaplikasikan antimikroba pada saat proses pengolahan pangan untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Antimikroba alami yang populer dikalangan masyarakat yaitu bawang putih dan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan bawang putih (Allium sativum) dengan jahe (Zingiber officinale) sebagai antimikroba pada ikan segar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah ikan kembung sebanyak 20 ekor dengan berat 100 gram – 105 gram. Analisa dengan tabel terhadap rata-rata penurunan angka lempeng total dengan replikasi 2 kali.Hasil penelitian ini adalah pemberian pelumuran dengan bawang putih selama 8 jam mengalami penurunan bakteri sebanyak 113.750 koloni/gram, selama 10 jam penurunan bakteri sebanyak 240.800 koloni/gram, dan untuk selama 12 jam penurunan bakteri sebanyak 576.000 koloni/gram. Untuk pelumuran dengan jahe diperoleh hasil saat 8 jam penurunan bakteri sebanyak 106.475 koloni/gram, saat 10 jam penurunan bakteri sebanyak 229.500 koloni/gram, dan saat 12 jam penurunan bakteri sebanyak 558.000 koloni/gram. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bawang putih (Allium sativum)  memiliki kemampuan sebagai antimikroba lebih besar dibanding dengan kemampuan jahe (Zingeber officinale) sebagai antimikroba. Diharapkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bawang putih dan jahe sebagai pengawet alami pada ikan segar. Kata Kunci: Bawang putih, Jahe, Antimikroba alami
Perbedaan Perilaku Lekat Bayi Pada Orangtua Antara Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Tidak Diberi Asi Eksklusif (Studi Pada Bayi Umur 6 Bulan – 3 Tahun di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo) A’yun, Qurrotul; Inayah, Inayah
Psikologia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2011): Psikologia (Jurnal Psikologi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.179 KB) | DOI: 10.21070/psikologia.v1i1.739

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Memberikan ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, serta mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Teori belajar mengatakan bahwa kelekatan antara ibu dan anak dimulai saat ibu menyusui bayi sebagai proses pengurangan rasa lapar yang menjadi dorongan dasar. Susu yang diberikan ibu menjadi primary reinforcer dan ibu menjadi secondary reinforcer. (Gewirtz dalam Hetherington dan Parke, 1999 dalam Ervika 2000, http//Library usu.co.id). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku lekat bayi pada orang tua antara yang diberi ASI Eksklusif dengan yang tidak diberi ASI Eksklusif. Dari hasil Uji t probabilitasnya adalah < 0,05 yaitu 0,000 berarti hipotesis diterima. Berdasarkan tabel t-test, ttabel pada taraf kepercayaan 95% maka didapatkan nilai ttabel sebesar 1,645. Oleh karena thitung > ttabel yaitu sebesar 13,832 maka hipotesis diterima. Dengan demikian berdasarkan uji tersebut di atas terdapat perbedaan Perilaku lekat bayi pada orang tua antara yang diberi ASI eksklusif dengan yang tidak diberi ASI eksklusif. 
IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA CHLORPYRIFOS DALAM SAYURAN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA VAR. PARACHINENSIS L.) DI PASAR TERONG KOTA MAKASSAR TAHUN 2016 Inayah, Inayah; Nirmala, Nita
SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.642 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.680

Abstract

ABSTRAK Residu pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti sayuran. Salah satu tanaman yang sering disemprotkan pestisida adalah tanaman sayuran khususnya tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hal ini terjadi karena bentuk dan struktur tanaman sawi yang memungkinkan ulat untuk bersarang di sela-sela daunnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yakni menggunakan daftar pemeriksaan atau pengukuran terhadap residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.).Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode kromatografi gas menunjukkan bahwa kadar residu pestisida pada sampel sawi hijau yang dijual di pasar Terong Kota Makassar dengan bahan aktif chlorpyrifos sebelum proses pencucian adalah sebesar 0,276 mg/kg sedangkan kadar residu pestisida sesudah proses pencucian adalah 0 mg/kg.Berdasarkan standar persyaratan SNI 7313 Tahun 2008 tentang batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian untuk sayuran sawi hijau yaitu 1 mg/kg, maka kadar residupestisida yang terdapat pada sampel sawi hijau sebelum dan sesudah proses pencucian masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu) sehingga memenuhi syarat kesehatan.Penurunan kadar residu pestisida chlorpyrifos pada sayuran terjadi karena proses pencucian dengan air mengalir menyebabkan residu insektisida chlorpyrifos yang terdapat pada permukaan sayuran akan larut dalam air. Residu yang tertinggal pada permukaan tanaman pada saat disemprot dapat hilang karena pencucian atau pembilasan. Kata kunci : Sawi Hijau  (Brassica rapa var. parachinensis L.) dan Kadar Residu Pestisida.
ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT WITH FIXED THRESHOLD UNTUK KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN TWO SIDED DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA Inayah, Inayah; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.694 KB)

Abstract

ABSTRAK Lintasan two-sided adalah dua lintasan seri (bagian sisi kiri dan bagian sisi kanan) yang bekerja secara pararel. Pekerjaan harus dikerjakan pada bagian kiri atau pada bagian kanan dari sisi perakitan, namun ada juga pekerjaan yang dapat dikerjakan dari kedua sisinya. Algoritma Variable Neighborhood Descentwith Fixed Threshold (VND with Fixed Threshold) memungkinkan penerimaan ruang solusi lebih besar karena mempertimbangkan semua solusi yang muncul meskipun bukan solusi yang lebih baik. VND with Fixed Threshold memanfaatkan perubahan struktur yang terjadi dalam neighborhood untuk mengatasi masalah jika pencarian solusi terjebak dalam minimum lokal. VND with Fixed Threshold terdiri atas tahap pembangkitan solusi inisial  menggunakan algoritma region approach dan tahap perbaikan solusi inisial dalam pencarian local search (exchange dan insert). Kata kunci: keseimbangan lintasan perakitan, lintasan perakitan two-sided, metaheuristik, varible neighborhood descent with fixed threshold.   ABSTRACT Two-sided line is a two serial line (on the left side and the right side) working togetherin parallel. Work to be done on the left or on the right side of the assembly line, and there is also work that can be done from both sides. Variable neighborhood descent algorithm with fixed threshold (VND with Fixed Threshold) allows a larger solution space of acceptance because it considers all the solutions that emerge even though not the better solution. VND with Fixed Threshold utilize structural changes that occur in the neighborhood to address issues if the search was stuck in a local minimum solution. VND with Fixed Threshold stages consist of generating the initial solution using region approach algorithm and then improving the initial solution using local search (exchange and insert). Kata kunci: assembly line balancing, two-sided assembly line balancing, metaheuristic, varible neighborhood descent with fixed  threshold.
POLA PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X PEKANBARU TAHUN 2014 Inayah, Inayah; Hamidy, M. Yulis; Yuki, Roza Putri Rachma
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.013 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v10i1.2016.38-43

Abstract

Insulin is one of pharmacological treatment of type 2 diabetes mellitus (DM). The aim of this study was to know thepattern of insulin use in hospitalized patients with type 2 diabetes Hospital X Pekanbaru. The type of research wasdescriptive. Data retrieved from 63 the medical records of patients with type 2 diabetes at Hospital X Pekanbaruperiod January - December 2014. The most characteristics of subject was average of age 55.40 (± 10.91) years, theaverage of RBG level 313.37 (± 135.81) mg / dL, female (55.6%), financing with BPJS (49.2%), housewives (49.2%),the diagnosis of type 2 diabetes with complications (38.1 %). The most insulin usage according to duration of actionwas short-acting insulin (46.4%), the number of daily doses was <20 IU from all type of insulin. The most combinationof different insulin types (7.9%) was long-acting insulin with rapid-acting insulin and the most combination of insulinand OHD (6.3%) was a short-acting insulin with gluconeogenesis inhibitor and premixed insulin with gluconeogenesisinhibitor.
ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN SEPSIS NEONATUS DI RSUD ARIFIN AHMAD PROVINSI RIAU Oyong, Nazardi; Inayah, Inayah; Novita, Yuni; Giofani, Rizki
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.187 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v11i2.2017.12-17

Abstract

Sepsis that is commonly caused by bacterial infection may cause death in neonates. The appropiate antibioticadministered will increase the life expectancy of neonates with sepsis. Objective of this study was to know the patternof antibiotic use and appropriateness of antibiotic use based on sensitivity test. The study used observational methodwith cross sectional design. The collected data were retrospective. The study population were neonates with sepsis inperinatal ward from Januari ? December 2014. The criteria of inclusion were positive blood culture with sensitivity testsand use of antibiotics. The percentage of particular antibiotics used in neonates with sepsis before sensitivity testwere amikacin 64,3%; meropenem 62,9% and piperazine/tazobactam 50% with suitability of 27,1%. However, aftersensitivity test there were meropenem 38,6%, amikacin 30%, vancomycin 14,3% and piperaciline/tazobactam 14,3%with appropriateness of 64,3%. The most number of antibiotic used before and after sensitivity test were amikacin andmeropenem, respectively. There was a suitability enhancement between the use of antibiotics and sensitivity testresults.