Articles

Found 7 Documents
Search

THE ROLE OF LYCOPENE TO NUCLEAR FACTOR KAPPA BETA (NF-κB) ACTIVITIES AND INTRACELLULAR CELL ADHESION MOLECULE-1 (ICAM-1) EXPRESSIONS ON LEPTIN-INDUCED ENDOTHELIAL CELL Fatmawati, Heni; Satuman, S; SW, Endang; Rudijanto, A; Indra, M Rasjad
Jurnal ILMU DASAR Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.881 KB)

Abstract

There is adipocytokine dysregulation on obesity such as amplified leptin, and reduced adiponectin at serum levels . Leptin has been proved to increase oxidative stress in endothelial cell. The adipocyte functions as an important secretory organ via nuclear factor-? B (NF-?B) releasing a number of bioactive molecules such as leptin. Lycopene, an antioxidant, is presumed having the ability to block the atherogenesis mechanism, which is stimulated a proinflamatory cytokine and adhesion molecules ICAM-1 by NF-?B. Therefore, the aim of this research was to prove and to determine whether lycopene could decrease the NF-?BandICAM-1 expressionin Human Umbillical Vein Endothelial Cells (HUVECs) culture induced by 500 ng/mL leptin. In vitro study used primary culture of the HUVECs were devided in to 7 groups, there were (1) 0 ng/mL leptin and 0 ?M lycopene, (2) induced by 500 ng/mL leptin for 12 hours, (3) induced by leptin and lycopene with concentration 10; 25; 40; 55 and 75 ?M for 12 hours. Then the identification of NF-?B was applied by using imunocytochemistry compared with ELISA procedure on cell endothel culture lysate and ICAM-1 expression was measured by using RT PCR. It was showed that lycopene 25 ?M decreased NF-?B level and ICAM-1 expression significantly in Human Umbillical Vein Endothelial Cells (HUVECs) culture induced by leptin 500 ng/mL.Leptin was increased NF-?B and ICAM-1 expression in HUVECs culture and was decreased by lycopene. Optimum dose of lycopene is 25 ?M.
FAKTOR PERAWAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA READMISSION PADA PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS) DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG Romalina, Romalina; Indra, M Rasjad; Susmarini, Dian
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.077 KB) | DOI: 10.30652/jni.v6i1.4356

Abstract

Acute coronary syndrome (ACS) menjadi masalah masyarakat kesehatan secara global baik di negaramaju atau berkembang.Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) (2010-2011) menunjukkan bahwa penyakitjantung merupakan penyebab terbesar rawat inap. Penanganan awal pasien ACSseharusnya dilakukan sejakserangan terjadi, kemudian dilanjutkan penanganan di rumah sakit.Tidak adekuatnya discharge planningmenyebabkan pasiendirawatkembali di ruanggawatdarurat. Faktor-faktor yang mempengaruhi dischargeplanning, antara lain : faktor pasien, perawatdanmanajemen . Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahuifaktor perawat yang berhubungan dengan angka readmission pada pelaksanaan discharge planning pasien ACSdi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.Rancangan dalam penelitian ini adalah analitik observasional denganpendekatan prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2014 di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.Sampel berjumlah 60 orang perawat pendekatan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakankuesioner dan lembar observasi.Analisa datamultivariatmenggunakanregresilogistikdenganmetodebackward.Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa edukasi pasien (RR 0,063) berpengaruh terhadap angkareadmission pasienACS. Kesimpulanfaktor beban kerja perawat meningkatkan angka readmission pasienACS.Faktor edukasi pasien menurunkan angka readmission pasien ACS. Faktor prediktor angka readmissionpasien ACSadalah edukasi pasien.
PENGARUH INJEKSI LEPTIN JANGKA PENDEK TERHADAP KADAR ADIPONEKTIN DALAM SERUM Rattus norvegicus STRAIN WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Prawibawa, Dian; Indra, M Rasjad; Prijadi, Bambang
MANDALA of Health Vol 6, No 1 (2013): Mandala Of Health
Publisher : Jurusan Kedokteran FK Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas dan kelebihan berat badan akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit kronis yaitu DM tipe II, penyakit jantung hipertensi, stroke, hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, arthritis, asma. Diketahui penyebab obesitas yang tersering adalah Diet tinggi Lemak. Diet tinggi lemak ini dapat menyebabkan resistensi leptin dan penurunan kadar adiponektin tubuh. Sejak penemuan leptin pada tahun 1994, para ilmuwan telah memiliki harapan besar bahwa memanipulasi jalur axis leptin dapat membawa kesuksesan pengobatan obesitas yang berakibat meningkatnya kadar adiponektin tapi hal tersebut masih menjadi kontrofesi. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk membuktikan bahwa injeksi leptin eksogen secara akut dapat mengatasi resistensi leptin sehingga terjadi peningkatan kadar adiponektin di dalam serum tikus yang di beri diet tinggi lemak. Pada penelitian ini dua puluh lima ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negative (tanpa diet tinggi lemak dan injeksi leptin), kelompok kontrol positif (dengan diet tinggi lemak dan tanpa injeksi leptin), kelompok dengan diet tinggi lemak dengan injeksi leptin 50 ng/ml, 100 ng/ml, dan 200 ng/ml injeksi leptin. Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Tikus diberi diet tinggi lemak selama dua bulan, kemudian tikus di suntik leptin eksogen selama 3 hari. Pada hari ke 3, serum tikus diambil dan diukur kadar adiponektinnya dengan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar adiponektin untuk kelompok I,II, dan III adalah 503,2; 455,9; dan 485,4 secara berturutan; kelompok kontrol negative 451,9; dan kelompok kontrol positif adalah 477,9. Dari hasil statistik di dapatkan perbedaan kadar adiponektin secara nyata antara kelompok kontrol (-) dengan kelompok I (p = 0.002) dan antara kelompok I dan kelompok II ( p = 0,04). Sedangkan pada kelompok yang lain tidak di dapatkan perbedaan secara nyata ( p > 0,05 ). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa injeksi leptin dengan dosis rendah secara akut menyebabkan peningkatan kadar adiponektin
NILAI SKOR GLASGOW COMA SCALE, AGE, SYSTOLIC BLOOD PRESSURE (GAP SCORE) DAN SATURASI OKSIGEN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN CIDERA KEPALA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG Eka Putra, Dadang Surpiady; Indra, M Rasjad; Sargowo, Djanggan; Fathoni, Mukhamad
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluaan: Cidera kepala menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan mengurangi waktu produktif. Cidera kepala memiliki tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga dibutuhkan metode prognosis cidera kepala dengan penilaian awal yang akurat dengan harapan dapat memprediksi keluaran dan tata laksana yang sesuai dengan kondisi pasien. GAP Score adalah salah satu skoring sistem fisiologis yang dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Sistem ini lebih mudah digunakan dan memberikan informasi prediktif yang berharga dari kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah nilai GAP score dan saturasi oksigen dapat menjadi prediktor dalam memprediksi mortalitas pasien cidera kepala di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi retrospektif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang didapatkan dari data rekam medis pasien cedera kepala yang masuk pada periode Januari hingga Desember 2015 di RSSA Malang. Sampel yang digunakan sebanyak 96 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dan analisis : Uji Mann-Whitney pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara nilai GAP Score, dan saturasi oksigen dengan mortalitas pasien cidera kepala dalam 7 hari perawatan dengan p value dari semua variabel independen < 0,05. Hasil Uji regresi logistik menunjukkan bahwa persamaan GAP Score memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,938 dengan AUC = 0,921 yang dapat memprediksi mortalitas 92,1% pasien cidera kepala. Persamaan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,870 dengan AUC = 0.880 dapat memprediksi mortalitas sebesar 88%, dan persamaan GAP score dan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,967 dengan AUC = 0.965 dapat memprediksi mortalitas sebesar 96,5%. Diskusi dan kesimpulan: Secara statistik terdapat perbedaan AUC antara persamaan tersebut, dengan kesimpulan bahwa gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi kematian. Gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi mortalitas pada pasien cidera kepala. Kata kunci : GAP Score, Saturasi Oksigen, Mortalitas, Cedera Kepala. ABSTRACT Background: Head injury is a problem for public health because it can cause death, disability, and reduce a persons productive time. Head injuries have high mortality, requiring a method of head injury prognosis with early and accurate assessment in the hope of predicting outcomes and governance in accordance with the patients condition. GAP Score is one of physiological scoring system that can be used as predictors of mortality of patients with head injury. This system is easier to use and provide valuable predictive information of the patients condition. Patients who suffered a head injury requiring adequate oxygen supply to meet the needs of brain metabolism that required ongoing monitoring of the oxygen saturation in order to prevent the occurrence of secondary trauma that can worsen the condition of patients with head injury. The purpose of this study to determine whether the value GAP scores and oxygen saturation can be a predictor for predicting mortality in patients with head injury Saiful Anwar Hospital in Malang. Method: This type of research is observational analytic retrospective study. The sample in this study amounted to 96 people were obtained from medical records head injury patients who entered the period January to December 2015 in RSSA Malang. The samples used were 96 samples in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Result and Analysis : The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship between the value of GAP Score, and oxygen saturation of patients with head injury mortality within 7 days of treatment with p value of all the independent variables
AKURASI REVISED TRAUMA SCORE SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITY PASIEN CEDERA KEPALA Ristanto, Riki; Indra, M Rasjad; Poeranto, Sri; Rini, Ika Setyo
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan akibat trauma yang membutuhkan tindakan cepat dan efisien untuk mencegah perburukan kondisi pasien. Pengukuran keparahan trauma adalah langkah yang sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat, efektif dan efisien untuk mencegah kecacatan dan kematian pasien cedera kepala. Revised Trauma Score (RTS) adalah merupakan physiologycal scoring systems yang dapat digunakan sebagai prediktor mortality pasien cedera kepala. Penilaian RTS dapat mengidentifikasi lebih dari 97% orang yang akan meninggal jika tidak mendapat perawatan dan kemampuan RTS dalam menentukan kondisi yang membahayakan jiwa adalah 76,9%. Namun, pada penelitian di Belanda, RTS memiliki nilai prediktif yang lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil penelitian RTS terdahulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui akurasi penggunaan Revised Trauma Score sebagai prediktor mortality pasien cedera kepala. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan design cohort retrospektif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang. Hasil analisis Uji Mann-Whitney penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara mortality pasien dalam 7 hari perawatan dengan score GCS, SBP, RR dan SpO2 dengan p value dari semua variabel independen < 0.05. Hasil Uji regresi logistik menunjukkan bahwa persamaan RTS (GCS, SBP, RR) memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lamesho = 0.849, nilai sensitivity sebesar 0.93, specificity 0.863, Positive Predictive Value (PPV) 0.95, Negative Predictive Value (NPV) 0.79, dan dengan AUC 0.942 (CI95% 0.88-0.99). Maka persamaan RTS (GCS, SBP, RR) memiliki kualitas diskriminasi, kalibrasi dan akurasi yang baik, sehingga persamaan RTS (GCS, SBP, RR) dapat digunakan sebagai prediktor mortality pasien cedera kepala. Penggunaan persamaan RTS (GCS, SBP, RR) masih layak sebagai alat bantu dalam triage pasien cedera kepala. Kata kunci : Mortality, Pasien Cedera Kepala, RTS. Abstract Head injury is one of the major causes of death and disability due to trauma requiring fast and efficient action to prevent worsening of the patients condition. Trauma severity measurement is a very important step to support clinical decision making proper, effective and efficient to prevent disability and death of head injury patients. Revised Trauma Score (RTS) is a physiologycal scoring systems that can be used as a predictor of mortality head injury patients. Rate RTS can identify more than 97% of people who will die if not treated and RTS in determining the ability of life-threatening conditions is 76.9%. However, in a study in the Netherlands, RTS has a lower predictive value when compared with the results of previous RTS. The purpose of this study to determine the accuracy of the use of Revised Trauma Score as predictors of mortality head injury patients. This study was an observational study with retrospective cohort design. The sample in this study amounted to 96 people. The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship between patient mortality within 7 days of Ristanto, Akurasi Revised Trauma Score Sebagai Prediktor Mortality 77 treatment with a score of GCS, SBP, RR and SpO2 with the p value of all the independent variables of
Optimizing Collagenase, Fetal Bovine Serum, and Insulin to Isolate, Proliferate, and Differentiate Rat Preadipocyte in vitro Indra, M Rasjad; Satuman, Satuman; Widodo, Edwin
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v16i3.244

Abstract

BackgroundThe aim of this study is to develop a method for optimal in vitro proliferation and differentiation of rat adipocyte. MethodsPreadipocyte were isolated from omentum of Rattus norvegicus Wistar using Collagenase type I dan II (Sigma). Cells were cultured in M199 culture containing either 0%, 8% or 10% Fetal Bovine Serum (FBS). Insulin were added into the media once the cells attached to the culture plate Proliferating and differentiated cells were counted and analysed by using Oil Red O dan Hematoxylen (HE) staining. Results This study demonstrated that adipocyte could be isolated using Collagenase type I but not type II. The addition of 10% FBSsignificantly increased the number of preadipocyte and differentiation of adipocyte more than those of 8% FBS and without FBS. The timing of FBS addition was best performed on day 8 using 10% FBS. Specific adipocyte staining using Oil Red O revealed thatthere were core lipids in mature adipocyte. ConclusionsCollagenase tipe I could be used to isolate preadipocyte cells. Supplementation of culture media with 8-10% FBS could enhance the in vitro proliferation of preadipocyte. Standard media M199 containing 10% FBS and insulin may provide an environment to differentiate preadipocyte specifically into adipocyte in vitro.
FAKTOR PASIEN BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA READMISSION PADA PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS) Romalina, Romalina; Indra, M Rasjad; Susmarini, Dian
Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Sciences) Vol 10 No 1 (2017): FEBRUARY
Publisher : Unusa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v10i1.151

Abstract

Acute Coronary Syndrome’s (ACS) patient has a risk getting readmission in 30 – 45 days after come back from hospital. Discharge planning has purpose to guaranty continuity of treatments’ qualities among of hospital with communities’ service. The purpose of this thesis is to determine patients’ and nurses’ factors that have contributing to the rate of readmission in doing discharge planning of ACSs’ patients in RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. The design of this thesis is a prospective observational analytic approach. The experiment was conducted in August to October 2014 in RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. The sample is consisted of 60 families of ACS’s patients with using consecutive sampling approach. The collecting of data uses questionnaire’s sheet. The data analysis uses logistics’ regretting with backward method. The predictors’ factors of the readmission rate of Acute Coronary Syndrome (ACS) patients are the complication of the hearth failure and diabetes mellitus diseases. Health professionals need to pay attention to prevention effort to provide education to patients and families. The educational materials is in the form of the modification of risk factors (smoking, alcohol, blood pressure, personal weight, nutrition, activity, exercise, stress) and modification management as recommended.&nbsp;