Articles

TANGGAPAN TANAMAN KEDELAI TERHADAP INOKULASI RHIZOBIUM PURWANINGSIH, OKTI; INDRADEWA, DIDIK; KABIRUN, SITI; SHIDDIQ, DJAFFAR
Agrotrop: Journal on Agriculture Science Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitrogen is one important element in plant growth. In soybean crop nitrogen requirement can bemet from the fixation of nitrogen which is the result of symbiosis between rhizobium bacteria withsoybean. A study on the relationship between soybean cultivar and rhizobium inoculation was conductedin Banguntapan Bantul Yogyakarta on regusol soils. Research aimed the responses of soybean cultivarof rhizobium inoculation. This research is a pot experiment that tested the response of 16 soybeancultivars of rhizobium inoculation. The sixteen cultivars consisted of 12 superior cultivars and 4 localcultivars. Before planting soybean seeds were inoculated with legin. Land used first sterilized usingautoclaves. Determination of soybean cultivars into four categories based on agronomic charactersnodule number, nodule dry weight, canopy N content, nitrogenase activity and grain yield components(seed dry weight). The study demonstrated that (1) Cultivars Anjasmara, Sibayak, Surya, Gepak yellow,Galunggung, Argomulyo and Baluran provide a response to rhizobium inoculation in the form of increasednitrogen fixation and grain yield (2) rhizobium inoculation on Tanggamus cultivars can increase nitrogenfixation but not followed by an increase in grain yield (3) rhizobium inoculation in cultivar Malabar,Seulawah and Petek not increase nitrogen fixation but can increase grain yield (4) rhizobium inoculationin cultivar Ijen, Sinabung, Wilis, Grobogan, and Garut not increase nitrogen fixation and grain yield.
PERTUMBUHAN, PRODUKTIVITAS, DAN RENDEMEN MINYAK KELAPA SAWIT DI DATARAN TINGGI Listia, Eka; Indradewa, Didik; Putra, Eka Tarwaca Susila
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.529 KB) | DOI: 10.22146/ipas.9087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, produktivitas dan rendemen minyak kelapa sawit yang ditanam pada dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada empat lokasi penelitian dengan ketinggian tempat 50, 368, 693 dan 865 m dpl yang berada di wilayah Sumatera Utara. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok menggunakan kelapa sawit jenis tenera pada kelompok tanaman muda yang berumur 7 ? 8 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kelapa sawit di dataran tinggi yang meliputi panjang rachis, indeks luas daun, bobot kering daun, tinggi tanaman, volume batang dan bobot kering batang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan tanaman kelapa sawit di dataran rendah. Produktivitas tertinggi mencapai 28,5 ton TBS/ha/tahun pada penanaman kelapa sawit di ketinggian 368 m dpl. Rendemen minyak tertinggi 25,9% dicapai pada ketinggian tempat 50 m dpl. Kandungan karoten tertinggi 590,8 ppm dan nilai indeks panen tertinggi 0,39 dicapai oleh tanaman kelapa sawit di dataran rendah dengan ketinggian 368 m dpl.
THE RELATIONSHIPS AMONG PHYSIOLOGICAL CHARACTERS AND PRODUCTIVITIES OF NINE PGL CLONES IN MEDIUM LAND Irmayanti, Ika; Indradewa, Didik; Putra, Eka Tarwaca Susila
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.588 KB) | DOI: 10.22146/ipas.8654

Abstract

The objectives of the study were to determine the relationships among the physiological characters and productivities of nine PGL clones in medium land. Field trial was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) single factor with three blocks as replications. The treatment was PGL clones, consisting of nine clones, namely PGL 1 PGL 3, 4 PGL, PGL 7, PGL 10, PGL 11, PGL 12, PGL 15, and PGL 17. The observations were done on several variables of physiological characters and productivities. Data were analyzed by using the Analysis of Variance (ANOVA) at 5% levels. If there were significant differences among the treatments, they will be analysed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The relationships among variables were determined using correlation analysis. Results showed that there were wide variations in the stomatal density and width openings  and also productivities among the nine PGL clones. Stomatal density and width openings have significant positive correlation with the productivity. PGL 12 and 15 with a denser of stomatal arrangement and wider stomatal openings have higher productivities when compared to other PGL clones, especially PGL 7 with the most loosely stomatal arrangement and narrower stomatal openings.
SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL BIJI KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) PADA PEMBERIAN BOKASHI PELEPAH PISANG PADA TANAH PASIR PANTAI Faozi, Khavid; Yudono, Prapto; Indradewa, Didik; Ma'as, Azwar
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.794 KB) | DOI: 10.22146/veg.45316

Abstract

The ability of several soybean varieties to absorb nutrient nitrogen, phosphorus and potassium (NPK) may be different in the new growing environment in coastal sands which are treated with bokashi made from banana stem. The aim of this study was to determine the NPK nutrient uptake and the responses of several soybean varieties to the level of banana stem bokashi application in coastal sand fields and to determine the optimum dose based on the yield of soybean seeds. The research was a field experiment conducted for 4 months from January until April 2017. Pot experiments in the field have been done in Samas coastal sands, Srigading Village, Sanden Sub-district, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The factorial experiment (4x12) was repeated 3 times, arranged in a complete randomized block design (RCBD). The first factor was dose banana stem bokashi including 0, 20, 40, and 60 t.ha-1; was tested on 12 soybean cultivars namely Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Demas 1, Dena 1, Devon 1, Gamasugen 1, Gema, Gepak Ijo, Grobogan, Kaba, and Slamet. The observational data were analyzed by the variant analysis of the error rate of 5% and if significantly different was followed by DMRT 5% error level. The results showed that bokashi made from the banana stem can be used as a soil enhancer for coastal sandy soil, as well as providing nutrients for the growth of soybean plants. Nutrient uptake of N, P, K, plant dry weight, and seed yields of Anjasmoro varieties, Argomulyo, Demas 1, Devon 1, Gepak Ijo, Kaba and Slamet increased with the application of banana stem bokashi at doses of  20 and 40 t.ha-1, and decreases at bokashi doses reaching 60 t.ha-1. The optimum dose of bokashi made from banana stem doses equals 35.80 t.ha-1 with a maximum seed yield of 22.24 g.pot-1.
PERBANDINGAN PERAKARAN BEBERAPA KULTIVAR KEDELAI (GLYCINE MAX L.) YANG MENGALAMI KEKERINGAN DENGAN METODE PENGAMATAN BERBEDA Pratiwi, Yudha; Kastono, Dody; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.913 KB) | DOI: 10.22146/veg.42714

Abstract

Penelitian mengenai ?Perbandingan hasil pengukuran perakaran lima kultivar kedelai (Glycine max L.) dengan metode berbeda? dilakukan di rumah plastik di Kebun Tridharma Banguntapan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, sedangkan analisis pertumbuhan tanaman dilakukan di Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman Sub Laboratorium Ilmu Tanaman dan Ekologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian berlangsung dari bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian dilakukan dengan tujuan mempelajari sifat perakaran pada kondisi berbeda (cukup air dan kekeringan) dan membandingkan hasil pengukuran parameter perakaran dengan metode berbeda (manual dan area meter). Rancangan lingkungan yang dipakai berupa split plot dengan dua faktor yang diuji coba yaitu perlakuan kekeringan sebagai faktor pertama dan kultivar sebagai faktor kedua. Perlakuan kekeringan terdiri dari 2 aras yaitu cukup air dengan disiram 1 hari sekali dan kekeringan dengan disiram 3 hari sekali. Kultivar yang digunakan terdiri dari 5 macam kultivar kedelai, yaitu kultivar Anjasmoro, Burangrang, Demas 1, Dering 1, dan Devon 1. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis varians (ANNOVA) dan apabila terdapat beda nyata, dilakukan uji lanjut Honest Significant Difference (Beda Nyata Jujur) Tukey 5 %. Pada metode penelitian ini sifat perakaran dalam kondisi kekeringan cenderung mengalami penurunan yang signifikan. Pengukuran perakaran kedelai dengan metode berbeda menunjukkan bahwa pengukuran secara manual memberikan nilai panjang akar total, volume akar, dan luas permukaan akar yang lebih besar.
HUBUNGAN SIFAT PERAKARAN DAN KETAHANAN KEKERINGAN LIMA KULTIVAR KEDELAI (GLYCINE MAX L.) Purbowahyuani, Roosanna; Kastono, Dody; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.819 KB) | DOI: 10.22146/veg.42712

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman kedelai di Indonesia. Salah satu upaya menanggulangi penurunan hasil yang disebabkan oleh kekeringan adalah dengan menggunakan kultivar kedelai yang tahan terhadap cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan di rumah plastik di Kebun Tridharma Banguntapan, sub Laboratorium Ilmu Tanaman dan Laboratorium Ekologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dari bulan April-Agustus 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara sifat perakaran dan toleransi cekaman kekeringan lima kultivar kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah petak terbagi (split plot) dengan tiga ulangan. Petak utama adalah pemberian air yang terdiri dari dua aras yaitu disiram sehari sekali dan disiram tujuh hari sekali. Anak petak berupa kultivar kedelai terdiri dari kultivar Anjasmoro, Burangrang, Demas 1, Dering 1, dan Devon 1. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varian (ANOVA). Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan, dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) Tukey dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kultivar kedelai yang paling tahan terhadap kekeringan adalah Demas 1. Kultivar kedelai yang tahan kekeringan memiliki permukaan akar yang lebih luas dibanding kultivar kedelai yang rentan kekeringan.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP HASIL DAN KOMPONEN HASIL LIMA KULTIVAR KEDELAI (GLYCINE MAX L.) Heriyanto, Nicki; Rogomulyo, Rohlan; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.077 KB) | DOI: 10.22146/veg.42580

Abstract

Penelitian dilakukan di rumah plastik di Kebun Tridharma Banguntapan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dari bulan April-Juli 2018. Rancangan lingkungan yang dipakai adalah petak terbagi (split plot) faktorial 5x2 dengan tiga ulangan. Petak utama adalah pengairan yang terdiri dari dua aras yaitu disiram sehari sekali dan disiram tujuh hari sekali. Anak petak adalah kultivar kedelai yaitu kultivar Demas 1, Devon 1, Dering 1, Anjasmoro dan Burangrang. Analisis data menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) Tukey. Penentuan kultivar tahan kekeringan menggunakan indeks ketahanan kekeringan yaitu Indeks Toleransi Cekaman (ITC). Cekaman kekeringan menyebabkan hampir semua variabel komponen hasil mengalami penurunan seperti jumlah polong, jumlah biji per polong, dan bobot total biji dengan rerata masing-masing penurunan sebesar 39%, 2,73%, dan 52%. Berdasarkan indeks toleransi cekaman diperoleh informasi bahwa kultivar Demas 1 lebih tahan terhadap cekaman kekeringan dibandingkan dengan kultivar Devon 1, Dering 1, Burangrang dan kultivar Anjasmoro.
PENGARUH LAMA PENYINARAN TAMBAHAN KRISAN (DENDRANTHEMA SP.) VARIETAS BAKARDI PUTIH DAN LOLIPOP UNGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Puspitasari, Sylvatera Ayu; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.408 KB) | DOI: 10.22146/veg.41168

Abstract

Krisan merupakan tanaman hari pendek. Jika tanaman ini mendapatkan panjang malam lebih dari 12 jam dalam sehari maka fase vegetatif (pertambahan tinggi) tidak berlangsung lama. Untuk mempertahankan fase vegetatif tanaman krisan maka perlu dilakukan penambahan lama penyinaran di malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama penyinaran terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas varietas krisan yang berbeda serta mempelajari lama penyinaran tambahan optimal untuk menyerempakkan umur panen varietas krisan yang berbeda. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 hingga Maret 2018 bertempat di lahan pertanaman krisan dan rumah plastik milik Asosiasi Tanaman Hias Bunga dan Daun Potong (ASTHABUNDA) Jalan Kaliurang km 21, Panggeran, Hargoninangun, Pakem, Sleman, DIY. Penelitian menggunakan Rancangan Faktorial 2 x 5, tata letak Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor 1 adalah lama penyinaran tambahan dengan 5 aras yaitu 0 hari (tanpa penyinaran), 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Faktor 2 adalah varietas yaitu Bakardi Putih dan Lolipop Ungu. Kombinasi perlakuan berjumlah 10 perlakuan dengan masing masing kombinasi 3 sampel tanaman dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan penyinaran tambahan 20 hari pada varietas Bakardi Putih dan 30 hari Lolipop Ungu menghasilkan bunga krisan yang telah memenuhi grade A SNI. Peningkatan lama penyinaran tambahan sampai dengan 40 ari dapat meningkatkan pertumbuhan, hasil dan kualitas varietas Bakardi Putih lebih baik dibandingkan varietas Lolipop Ungu. Penyinaran tambahan 20 hari pada varietas Bakardi Putih dan 30 hari varietas Lolipop Ungu belum dapat menyerempakkan umur panen kedua varietas. Pada penyinaran 20 hari, umur panen varietas Bakardi Putih 86 hari dan 30 hari varietas Lolipop Ungu 106 hari.
KARAKTER MORFOLOGI AKAR DAN HASIL PADI RATUN (ORYZA SATIVA L.) PADA PERBEDAAN WAKTU DAN TINGGI PEMOTONGAN TUNGGUL SISA PANEN Pratama, Ananta Bayu; Indradewa, Didik; Ambarwati, Erlina
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.859 KB) | DOI: 10.22146/veg.41150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu dan tinggi pemotongan tunggul sisa panen yang optimal untuk mendukung pertumbuhan akar sehingga diperoleh daya hasil padi ratun maksimal. Percobaan lapangan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap split plot 2 faktor dan 3 blok sebagai ulangan.  Percobaan lapangan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap split plot 2 faktor dan 3 blok sebagai ulangan.  Petak utama berupa waktu pemotongan tunggul, terdiri dari 3 taraf yaitu: saat panen (0 HSP), 7 hari setelah panen (7 HSP) dan 14 hari setelah panen (14 HSP). Anak petak berupa tinggi pemotongan tunggul, terdiri dari 4 taraf yaitu: 4 cm, 14 cm, 24 cm dan 34 cm. Variabel yang diamati berupa variabel morfologi akar dan hasil padi ratun. Data yang diperoleh dianalisis varians (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji polinomial orthogonal. Hubungan antar variabel pengamatan ditentukan dengan analisis korelasi. Hasil penelitian memberi informasi bahwa waktu pemotongan tunggul sisa panen hanya berpengaruh nyata terhadap diameter akar dengan waktu pemotongan terbaik 10 HSP yang menghasilkan diameter terbesar 0,89 mm, ketika dilakukan pemotongan tunggul setinggi 4 cm di atas permukaan tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap sifat perakaran lainnya. Fase vegetatif yang paling lama (44 hari) dan  produktivitas gabah yang paling tinggi (3,39 ? 3,54 ton/ha) diperoleh bila tunggul dipotong setinggi 4 cm di atas permukaan tanah, namun perbedaan waktu pemotongan tunggul tidak berpengaruh nyata terhadap kedua variabel tersebut.
PENGARUH APLIKASI SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) PADA KONDISI SALIN Ikhsanti, Afiffah; Kurniasih, Budiastuti; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.081 KB) | DOI: 10.22146/veg.41144

Abstract

Salinitas merupakan salah satu faktor abiotik yang membatasi pertumbuhan dan produktivitas tanaman di seluruh dunia. Penyerapan Si oleh tanaman diketahui mampu mengurangi cekaman salinitas melalui perbaikan pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi tercekam salinitas. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Juni-September 2017. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 blok yang dijadikan sebagai ulangan. Faktor pertama yaitu tingkat cekaman salinitas akibat penambahan NaCl (N) yang terdiri atas tiga level yaitu air non salin (<0,4 dS/m), 4, dan 8 dS/m. Faktor kedua adalah konsentrasi SiO2 (S) yang terdiri dari 0, 1, 2, dan 3 mM. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa pemberian silika, tanaman padi tidak mampu bertahan terhadap cekaman salinitas dilihat dari penurunan gabah kering giling yang terjadi, sedangkan pada penambahan silika konsentrasi 1-2 mM menyebabkan tanaman mampu mempertahankan hasil hingga salinitas 8 dS/m.
Co-Authors Abdul Syukur Aditya Herwin Dwiputra, Aditya Herwin Adlian, Adlian Afiat, Reni Aliyaman, Aliyaman Aliyaman, Aliyaman Amalia T Sakya Amarullah, Amarullah Amarullah, Amarullah Andy Wijanarko Aryo Wijayanto, Aryo Azwar Maas Bambang Djadmo Kertonegoro Bambang Hendro Bambang Hendro sunarminto Bambang Hendro Sunarminto Benito Heru Purwanto Bostang Radjagukguk Christanti Sumardiyono Darjanto, Darjanto Denah Suswati Dja’far Shiddieq DJAFFAR SHIDDIQ Djoko Prajitno Dody Kastono Edhi Martono Eka Listia Eka Tarwaca Susila Putra, Eka Tarwaca Susila Eka Tawarca Susila Putra, Eka Tawarca Susila Eko Haryono Endang Sulistyaningsih Erlina Ambarwati, Erlina Ernitha Panjaitan Eskundari, Ratna Dewi Firmansyah, Erick Hapsari, Risda Heriyanto, Nicki I Gusti Made Arya Parwata ika irmayanti, ika Ikhsanti, Afiffah JAKA WIDADA Junun Sartohadi Kasumbogo Untung, Kasumbogo Khavid Faozi Kurniasih, Budiastuti Kurniasih, Budiastuti Kurniasih, Budiastuti Lana Khimayatur Rohmaniyah, Lana Khimayatur Ma'as, Azwar Melulosa Andhytya Sakti Muhammad Syihabul Fikri, Muhammad Syihabul Nurhanafi, Amal Wira Nursamsi Pusposendjojo, Nursamsi Nuzul, Vicky Silvia OKTI PURWANINGSIH Prakoso, Dhimas Ikhsan Prapto Yudono Pratama, Ananta Bayu Pratiwi, Yudha Priyono Suryanto Purbowahyuani, Roosanna Purwanto, Benito Heri Purwantono, Anung Slamet Dwi Puspitasari, Sylvatera Ayu Putu Sudira Ratnasari, Satiti Ratnasari, Satiti Rohlan Rogomulyo, Rohlan Rosi Widarawati Rudianto, Ganang Rukmini Kusmarwiyah Sinaga, Apresus Sinaga, Apresus SITI KABIRUN Soemartono Sastrowinoto Sri Nuryani Hidayah Utami Sri Suryanti Srihartanto, Eko Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Supriyanto Notohadisuwarno Supriyono Supriyono Suryaningndari, Damar Suryaningndari, Damar Susila Putra, Eka Tarwaca Syamsuddin Syamsuddin Taryono Taryono Tirta, Fahmi Anugrah Tohari Tohari Triwidodo ARWIYANTO Tunjung Pamekas, Tunjung Wahono Wahono Winarni, Marti Witjaksono Witjaksono Wulandari, Okti Y. Andi Trisyono Yekti Asih Purwestri, Yekti Asih Yuni Ratna Zakariyya, Fakhrusy Zakariyya, Fakhrusy