Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR KRENENG KOTA DENPASAR Irawan, Hendra; Ayuningsasi, A.A Ketut
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana vol.6.No. 10. Oktober 2017(pp.1868-2102)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Traditional market is a market that plays an important role in promoting economic growth in Indonesia and has the advantage of competing naturally. This study aims to determine the effect of working capital, working hours, length of business and education level partially and simultaneously to the income of traders in Kreneng Market Denpasar City. The samples used are traders in Pasar Kreneng Denpasar as many as 90 merchants. Data analysis techniques use multiple linear regression. The results showed that partial working capital, working hours, length of business and education level have a positive and significant effect to the income of traders in Kreneng market. Simultaneously working capital, working hours, length of business and education have a significant effect on the income of traders in Pasar Kreneng. Keywords: Working Capital, Working Hour, Old Business, Education Level, Income Trader
Analisa Perubahan Jam Kerja Shift di PT. MCCI Irawan, Hendra; Yadi, Yayan Harry; Umiyati, Ani
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.847 KB)

Abstract

PT. MCCI adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kimia. Produk yang dihasilkan oleh PT. MCCI adalah PTA (Purified Terephtalic Acid) yang merupakan bahan baku dari industri pembuatan benang polyester, botol plastik, plastik film dan nylon tyre cord. untuk semakin mengefektifkan waktu kerja, perusahaan berinisiatif melakukan perubahan jam kerja dimana dimulainya waktu kerja shift I dari sebelumnya pukul 08.00-16.00 WIB menjadi pukul 06.00-14.00, shift II dari pukul 16.00-21.00 WIB menjadi pukul 14.00-22.00 WIB, dan shift III dari 00.00-08.15 WIB menjadi 22.00-06.00 WIB. Adapun tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh perubahan jam kerja shift terhadap produktivitas karyawan dan menentukan jam kerja shift yang paling sesuai dengan kondisi pekerjaan yang ada di PT. MCCI. Metode yang digunakan adalah dengan cara membandingkan jumlah karyawan yang sakit, jumlah masalah pabrik serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan berkenaan dengan perubahan jam kerja shift ini, selain itu juga dengan cara mengukur beban kerja karyawan dengan menggunakan metode NASA TLX. NASA TLX merupakan suatu metode pengukuran beban kerja dengan menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pekerja secara subyektif. Berdasarkan penelitian, setelah diberlakukan perubahan jam kerja shift, jumlah karyawan yang sakit meningkat dari 70 menjadi 132, jumlah masalah pabrik dari 3 menjadi 10 kasus dan perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp47.955.000. beban kerja yang terukur untuk DCS-man 76,28, patrol 74,41 dan others 77,98 yang berarti masuk kategori tinggi.
AN ANALISYS OF THE HEATING VALUE OF BRIQUETTES MADE FROM A MIXTURE OF RICE HUSK AND TEA DREGS USING TAPIOCA ADHESIVE Irawan, Hendra; Nurdin, Hendri; Ambyar, Ambyar; Nabawi, Rahmat Azis
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 2 No 2 (2020): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : IMEIRS (INDONESIAN MECHANICAL ELECTRICAL AND INDUSTRIAL RESEARCH SOCIETY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increased energy consumption and lack of public knowledge to utilize rice husks and tea pulp as the most untapped briquette. The purpose of this research is to obtain a Calor value produced by rice husk briquette and tea pulp to be used as a briquette as an alternative fuel.. The results of the heat value test conducted using the Bomb calorimeter test tool showed optimum heat value in the variation of the 80% rice husk mixture and tea pulp and 20% tapioca adhesive, the value of the resulting heat of 11,638,112 kj/kg. This shows that the rice husk briquette and tea pulp with a mixture of comparison of 80% mixture of raw materials with 20% tapioca as higher glues produce a Calor value than 3 other variations. Based on the process that has been done shows that rice husk and tea pulp are potentially an alternative fuel.briquette and testing showed that rice husk and tea pulp could be potentially alternative fuel Konsumsi energi yang semakin meningkat dan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan sekam padi dan ampas teh sebagai briket yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kalor yang dihasilkan briket sekam padi dan ampas teh untuk dijadikan briket sebagai bahan bakar alternatif.. Hasil pengujian nilai kalor yang dilakukan mengunakan alat bomb calorimeter test menunjukan nilai kalor yang optimum pada variasi 80% campuran sekam padi dan ampas teh dan 20% perekat tapioka, nilai kalor yang dihasilkan sebesar 11638.112 kj/kg. Hal ini menunjukan bahwa briket sekam padi dan ampas teh dengan perbandingan campuran 80% campuran bahan baku dengan 20% tapioka sebagai perekatnya lebih tinggi menghasilkan nilai kalor dari 3 variasi lainnya. Berdasarkan proses yang telah dilakukan menunjukan bahwa sekam padi dan ampas teh berpotensi sebagai bahan bakar alternatif.
STUDI KARAKTER MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN NOMEI (HARPADON NEHEREUS) DI KALIMANTAN UTARA Setiawan, Rafi; Suharti, Ratna; Rachmad, Basuki; Zulkifli, Dadan; Irawan, Hendra
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 1 (2020): JKPT JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.856 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v3i1.8267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendreskripsikan karakteristik morfometrik dan meristik ikan nomei (Harpadon nehereus) di perairan Kalimantan Utara, dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2018. Metode pengambilan data yang digunakan adalah random sampling. Penentuan stasiun dilakukan berdasarkan lokasi penangkapan ikan nomei diperairan sebatik dan tarakan. Pengambilan sampel ikan pada lokasi pengamatan menggunakan alat tangkap pukat hela. Hasil pengamatan morfometrik berdasarkan 11 indikator karakteristik morfometrik dan 5 indikator karakteristik meristik  ikan nomei yang berasal dari perairan Sebatik dan Tarakan kecenderungan memiliki hasil yang sama. Dari pengamatan morfometrik dan meristik ikan nomei diketahui bahwa ikan nomei di perairan Kalimantan Utara termasuk kedalam spesies Harpadon nehereus.