p-Index From 2015 - 2020
10.671
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Energi Dan Manufaktur KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan English Education Journal Jurnal Floratek Jurnal Teknik Sipil Jurnal Teknologi & Industri Pertanian Indonesia Jurnal Mahupiki IMAJINASI Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Jurnal Kesehatan Masyarakat Pendidikan Matematika Al-Risalah Al-Baro`ah Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional TANRA: Journal of Visual Communication Design, Faculty of Art and Design, Makassar State University Jurnal Ternak Tropika Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial (EduTech) Global Medical & Health Communication (GMHC) ODONTO Dental Journal JURNAL KOLABORASI Journal Ilmu KOMUNIKASI UHO Jurnal Al-Qadau Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Jurnal Pendidikan Geografi JURNAL TAMALANREA : Media Inspirasi Karya Mahasiswa Sriwijaya University Learning and Education International Conference Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Panggung Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) Jurnal Iqtisaduna Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Nuansa Journal of Arts and Design InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Prosiding Seminar Nasional Teknoka DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum JURNAL INFO KESEHATAN Jurnal As-Salam Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Kesehatan Bina Generasi JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Jurnal Ibn Abbas JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Journal of Health, Education and Literacy Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Metalurgi JURNAL PANGAN Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta AIUA Journal of Islamic Education Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi PROSIDING Seminar Nasional FKIP Universitas Muslim Maros Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta PINISI Discretion Review
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Analisis Mutu Gula Merah Berbahan Dasar Tebu (Saccharum officinarum) Di Kabupaten Aceh Tengah syahputra, Mardan; Irfan, Irfan; Murlida, Eva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.727 KB)

Abstract

Abstrak. Tanaman tebu menjadi komoditas perkebunan terbesar kedua yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Tanaman tebu diolah secara tradisional oleh masyarakat menjadi gula merah. Hal ini mengakibatkan beragamnya mutu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu dari gula merah tebu yang dihasilkan oleh industri gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal kadar air, semua produk gula merah memenuhi Mutu SNI, dengan rincian sebanyak 33,3% Mutu I dan 67,7% Mutu II, dalam hal bahan tak larut air, sebanyak 33,3% produk gula merah memenuhi Mutu II, sedangkan 67,7% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal kadar abu, sebanyak 25% produk gula merah memenuhi standar mutu SNI, sedangkan 75% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal glukosa, sebanyak 50% produk gula merah memenuhi Mutu I dan 16,6% Mutu II, sedangkan 33,3% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal sukrosa, sebanyak 8,3% produk gula merah memenuhi Mutu I, sedangkan 91,7% lainnya belum memenuhi SNI;  dan Berdasarkan uji hedonik, sebanyak 58,3% produk gula merah disukai panelis dalam hal warna, 75% dalam hal aroma, 83,3% dalam hal rasa, dan 58,7% dalam hal tekstur. Secara keseluruhan, 33,3% produk gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah telah memenuhi SNI, sedangkan 66,7% lainnya belum memenuhi SNI.
Pengaruh Penambahan Limbah Pulp Kopi dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Bokasi Putra, Donny Heansyah; Muzaifa, Murna; irfan, Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.653 KB)

Abstract

Abstrak : Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan atau limbah organik seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi seperti Dataran Tinggi Gayo – Kabupaten Aceh Tengah, pulp kopi merupakan limbah yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan bokasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah persentase pulp kopi (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 =0%, A2 = 15%, A3 = 30%, dan A4 = 45%. Anak petak adalah lama fermentasi (F) yang terdiri dari 3 taraf yaitu F1 = 0 hari, F2 = 10 hari,  dan F3 = 16 hari. Bokasi dibuat dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) sebanyak 2.5% yang dibuat dari limbah buah pepaya, pisang dan air cucian beras. Analisis total mikroba, temperatur, unsur N, dan uji pertumbuhan tanaman dilakukan pada masing-masing satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pulp kopi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi hingga proporsi 30% dari jumlah bahan baku bokasi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah mikroba (21,30 CFU/ml), unsur N (1.19%), unsur C, Rasio C/N, Temperatur, Ph, dan suhu akhir fermentasi bokasi (31.53oC). Selain itu, berdasarkan uji pertumbuhan tanaman, proporsi ini juga lebih baik dibandingkan dengan satuan percobaan lainnya, bokasi standard, maupun top soil.THE EFFECT OF ADDITION OF COFFEE PULP AND OLD FERMENTATION ON QUALITY OF BOKASI Abstract : Bokashi is an organic fertilizer that can be made using organic materials or wastes such as animal waste, husk ash, sawdust and bran. In coffee-producing areas like the Gayo Highlands - Central Aceh District, coffee pulp is a potential waste to be used as a raw material for bokashi making. This research used Split Plot Design. The main plot was the percentage of coffee pulp (A) consisting of 4 levels which were A1 = 0%, A2 = 15%, A3 = 30%, and A4 = 45%. The subplot was the fermentation length (F) consisting of 3 levels which were F1 = 0 days, F2 = 10 days, and F3 = 16 days. Bokashi was made with the addition of local microorganisms (MOL; 2.5%) which was made from papaya fruit waste, banana and rice washing water. Total microbial analysis, temperature, N elements, and plant growth test were performed on each experimental unit. The results showed that coffee pulp waste can be utilized in bokashi making up to 30% proportion of bokashi raw material amount. This can be seen from the high number of microbes (log 21,30 CFU/ml), N elements (1.19%), elements C, Ratio C/N, pH, temperatur and the final temperature of bokashi fermentation (31.53 °C). In addition, based on plant growth test, this proportion is also better than other unit of experiment, standard bundle, and top soil. 
VARIASI PENGGUNAAN JENIS BAHAN BAKU (AIR CUCIAN BERAS DAN AIR KELAPA) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK TAUGE TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU NATA Izzati, Nurul; Irfan, Irfan; Rohaya, Syarifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.10923

Abstract

Abstrak.  Nata merupakan olahan fermentasi yang menggunakan starter Acetobacter xylinum dalam pembuatannya. Bahan baku yang sering digunakan dalam pembuatan nata yaitu air kelapa. Seiring dengan perkembangan teknologi dan  pemikiran masyarakat maka bahan baku yang digunakan dalam pembuatan nata semakin bervariasi tidak hannya menggunakan air kelapa tetapi dapat juga menggunakan air cucian beras. Air cucian beras dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis dengan melibatkan starter Acetobacter xylinum dalam pembuatan nata. Hal ini dikarenakan pada air cucian beras masih mengandung sakarida jenis pati sebanyak 85-90%, protein, glutein, selulosa, hemiselulosa, gula dan vitamin B1 yang terdapat pada pericarpus dan aleuron. Pada pembuatan nata sumber nitrogen yang digunakan yaitu ekstrak tauge untuk menggantikan urea atau ZA (Zwavelzure ammoniak). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses variasi penggunaan jenis bahan baku air cucian beras dan air kelapa dengan penambahan konsentrasi ekstrak tauge terhadap rendemen dan mutu nata yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan faktor jenis bahan baku (B) dan onsentrasi ekstrak tauge (K). Jenis bahan baku (B) terdiri dari 2 taraf yaitu B1= air cucian beras dan B2= air kelapa, sedangkan kosentrasi ekstrak tauge terdiri dari 5 taraf yaitu K1= 0%, K2= 0,25%, K3= 0,5%, K4= 0,75% dan K5= 15%. Ulangan dilakukan 2 kali dan diperoleh 20 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan yaitu rendemen, kadar air, serat kasar, ketebalan dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis bahan baku dan konsentrasi ekstrak tauge berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen dan kadar air.  Adapun penggunaan jenis bahan baku berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air nata sedangkan pada penambahan konsentrasi ekstrak tauge berpengaruh nyata. Nata de rice dan nata de coco memiliki rendemen berkisar dari 2.01% - 8.23%, kadar air 69.11% - 81.49%, serat kasar 4.57% - 9.38%, ketebalan 0.02 cm ? 0.57 cm dan tekstur 67 g/cm² ? 289.5 g/cm².Variation of Raw Material (Rice and Coconut Water) With The Addition Of Bean Sprouts Extracts to The Yield and Quality Of NataAbstract: Nata is a fermented process that uses a starter of Acetobacter xylinum in its manufacture. Raw materials that are often use in making nata are coconut water. Along with technological developments and people?s thinking, the raw materials used in making nata are increasingly varied, not only using coconut water but also using rice washing water. Rice washing water can be processed into economically valuable products involving the starter of Acetobacter xylinum in making nata. This is because the rice washing water still contains 85-90% starch saccharide, protein, glutein, cellulose, hemicelluloses, sugar and vitamin B1which are found in pericarpand aleurone. In the manufacture of nitrogen sources used are bean sprouts extract to replace urea or ZA (Zwavelzure ammoniak). This study aims to examine the process of variation in the use of types of raw materials for rice washing and coconut water by adding bean sprouts extract to the yield of nata quality produced. This study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern whith raw material type factors (B) and bean sprout extract (K). Raw material (B) consists of 2 levels, namely B1= rice washing water and B2= coconut water, while bean sprout extract consists of 5 levels, namely K1= 0%, K2= 0,25%, K3= 0,5%, K4=0,75% dan K5= 1%. Deuteronomy was done twice and 20 experimental units were obtained. The analysis carried out was the yield, moisture content, crude fiber, texture, thickness. The results showed that the use of raw materials and exstraction of bean sprouts significantly affected the yield and moisture content. The use of raw material for rice washing water and coconut water has a very significant effect on water content and has a significant effect on bean extract. Nata de rice and nata de coco have yields ranging from 2.01% - 8.23%, moisture content 69.11% - 81.49%, crude fiber 4.57 % - 9.38%, thickness 0.02 cm ? 0.57 cm and texture 67 g/cm² - 289.5 g/cm².
FORMULASI SKIN LOTION MINYAK SEREH WANGI DENGAN KONSENTRASI TRIETHANOLAMIN Wati, Aulia; Sulaiman, Muhammad Ikhsan; Irfan, Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13846

Abstract

Abstrak: Tanaman sereh wangi (Cymbopongon nardus L) merupakan sumber minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan uap. Sereh wangi memiliki banyak manfaat seperti pelancar pernapasan, pewangi ruangan, minyak pijat, bahan aroma terapi, obat nyamuk, produk kecantikan, pelepas stres, parfum, obat trdisional kesehatan, dan bioaktif bahan bakar minyak. Pada saat ini penggunaan minyak sereh wangi Aceh belum ada dalam bentuk lotion, sehingga perlu dilakukan sebuah inovasi, agar minyak sereh wangi Aceh bisa kembali menjadi prioritas terutama dibidang minyak atsiri, seperti dibuat dalam bentuk skin lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan minyak sereh wangi dan triethanolamin terhadap skin lotion yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama adalah Triethanolamin (T) dan minyak sereh wangi (M). Analisis yang dilakukan antara lain yaitu uji viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi triethanolamin (T) berpengaruh sangat nyata (P 0.01) terhadap viskositas lotion. Formulasi Skin Lotion Minyak sereh wangi dengan Variasi Konsentrasi TriethanolaminAbstract: Citronella plants (Cymbopongon nardus L) are sources of essential oils obtained by steam distillation. Citronella has many benefits such as relieving respiratory, air fresheners, massage oils, aroma therapy ingredients, insect repellent, beauty products, stress relief, perfume, traditional, health medicines, and bioactive fuel oils. Nowadays, Aceh Citronella oil has not been used as lotion yet, regarding this fact, it needs an innovation, so that Aceh Citronella oil can become a priority, especially in the field of essential oils, for example, it can be made as a skin lotion. This research used factorial randomized block design (RAK) with 2 factors, the first factor is Triethanolamine (T) and Citronella oil (M). The analysis carried out included the viscosity test and the hedonic test. The results showed that the concentration of triethanolamine (T) had a very significant effect (P 0.01) on the viscosity of the lotion.
TINGKAT PENERIMAAN PANELIS TERHADAP YOGHURT DENGAN PERLAKUAN LAMA FERMENTASI, JENIS SUSU DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA Tursina, Tursina; Irfan, Irfan; Haryani, Sri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v4i3.11637

Abstract

Abstrak: Susu didefinisikan sebagai salah satu bahan pangan bernutrisi tinggi yang baik berperan sebagai asupan penting untuk, pertumbuhan kesehatan dan kecerdasan. Walaupun susu memiliki nilai gizi yang sangat baik namun untuk sebagian orang konsumsi dapat menimbulkan masalah berupa terjadinya lactose intolerance yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa yang terdapat didalam susu. Hal ini dapat diatasi dengan mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa dengan cara fermentasi. Salah satu produk fermentasi berbasis susu adalah yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh  lama fermentasi dan jenis susu yang digunakan dalam pembuatan yoghurt terhadap sensori yoghurt selama masa penyimpanan. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 faktor, faktor pertama yaitu lama fermentasi (F) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu: F1 = 10 jam, F2 = 16 jam. Faktor kedua yaitu jenis susu yang digunakan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu: S1 = susu sapi dan S2 = susu kambing. Faktor ketiga yaitu lama penyimpanan yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: P1 = 0 minggu, P2 = 2 minggu, P3 = 4 minggu. Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik secara hedonik meliputi atribut warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil uji organoleptik (hedonik) menunjukkan bahwa secara umum panelis lebih menyukai yoghurt perlakuan jenis susu sapi dengan fermentasi 10 jam dan lama penyimpanan 3 hari (minggu ke-0). Abstract: Milk is determined as one of the high nutritious kind of foods that are good for important consumption, health and intelligence growth. Because milk has a very good nutritional value for most people who can spend problems because of lactose intolerance which is the body's inability to digest lactose in milk.This problem can be overcome by converting lactose to glucose and galactose by fermentation. One of the milk-based fermented products is yogurt. This study aims to investiage the effect of fermentation time and the type of milk used in making yogurt on the sensory yogurt during the storage period. This study was conducted using a Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 factors, the first factor was the duration of fermentation (F): F1 = 10 hours, F2 = 16 hours. the second factor was the type of milk used which consists of twolevels, namely: S1 = cow's milk and S2 = goat's milk. The third factor is the storage time which we: P1 = 0 weeks, P2 = 2 weeks, P3 = 4 weeks. the analysis carried out were a hedonic test covering attributes of color, aroma, taste and texture. The organoleptic (hedonic) test result showed that in general all panelists preferred yogurt which was made by cow milk with 10 hours fermentation and 3 days of storage time (week 0).Abstract: Milk is determined as one of the high nutritious kind of foods that are good for important consumption, health and intelligence growth. Because milk has a very good nutritional value for most people who can spend problems because of lactose intolerance which is the body's inability to digest lactose in milk.This problem can be overcome by converting lactose to glucose and galactose by fermentation. One of the milk-based fermented products is yogurt. This study aims to investiage the effect of fermentation time and the type of milk used in making yogurt on the sensory yogurt during the storage period. This study was conducted using a Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 factors, the first factor was the duration of fermentation (F): F1 = 10 hours, F2 = 16 hours. The second factor was the type of milk used which consists of two levels, namely: S1 = cow's milk and S2 = goat's milk. The third factor is the storage time which we: P1 = 0 weeks, P2 = 2 weeks, P3 = 4 weeks. The analysis carried out were a hedonic test covering attributes of color, aroma, taste and texture. The organoleptic (hedonic) test results showed that in general all panelists preferred yogurt which was made by cow milk with 10 hours fermentation and 3 days of storage time (week 0).
SUBSTITUSI ABU SEKAM DENGAN KULIT TANDUK BIJI KOPI DAN PERBEDAAN METODE PENANGANANNYA TERHADAP MUTU BOKASI Teddy, Muhammad; Yunita, Dewi; Irfan, Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11049

Abstract

Abstrak: Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi, limbah kulit tanduk biji kopi juga dapat dijadikan sebagai pupuk alami. Abu sekam dan kulit tanduk biji kopi pada umumnya dapat berfungsi sebagai penggembur tanah sehingga mempermudah akar tanaman dalam menyerap unsur hara serta memperbaiki tanah. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi abu sekam dengan kulit tanduk biji kopi dan perbedaan metode penanganannya dalam pembuatan bokasi terhadap mutu bokasi yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah perbandingan abu sekam dan kulit tanduk biji kopi yang terdiri dari 5 taraf (1:0, 2:1, 1:1, 1:2, 0:1) dan faktor II adalah penanganan kulit tanduk biji kopi yang terdiri dari 2 taraf (dibakar dan tanpa dibakar). Dengan demikian, terdapat 5 kombinasi taraf perbandingan dengan metode penanganannya 2 dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 30 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan meliputi : total mikroorganisme (TPC), pH, unsur C, unsur N, dan rasio C/N. Hasil penilitian menunjukkan hasil sidik ragam pada interaksi abu sekam dengan kulit tanduk biji kopi serta dengan metode penanganannya berpengaruh sangat nyata terhadap total mikroorganisme, nilai pH, nilai unsur Karbon,  dan nilai unsur Nitrogen. Tingginya pebandingan abu sekam dan kulit tanduk biji kopi dengan metode penanganannya dibakar maupun tanpa dibakar cenderung meningkatkan nilaipH, nilai karbon (C), nilai C/N rasio. Berdasarkan dari semua uji yang dilakukan terdapat kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan perbandingan abu sekam dengan kulit tanduk biji kopi 2:1 dan metode penanganannya yaitu dibakar dan tanpa dibakar menghasilkan total mikroorganisme, pH, dan rasio C/N.Substitution Of Paddy Husk Ash With coffee bean horn skin And Differences Of The Handling Methods On The Quality Of BocationAbstract: Bokasi is an organic fertilizer that can be made using materials such as animal manure, husk ash, sawdust and bran. In coffee-producing regions, the waste of coffee bean horn skin can also be used as natural fertilizer. In general, husk ash and coffee bean horn skin can function as soil tillers, making it easier for plant roots to absorb nutrients and improve soil. The purpose of this study was to determine the effect of substitution of husk ash with coffee bean horn skin and the different methods of handling it in making bocations on the quality of the resulting bocation. The study used Factorial Completely Randomized Design (RAL) with 2 factors. Factor I is the ratio of coffee husk ash and horn skin which consists of 5 levels (1: 0, 2: 1, 1: 1, 1: 2, 0: 1) and factor II is the handling of coffee bean horn skin which consists of 2 level (burned and without burning). Thus, there are 5 combinations of levels of comparison with the method of handling 2 and the number of replications 3 times, so that 30 units of experiment are obtained. The analysis carried out included: total microorganisms (TPC), pH, element C, element N, and ratio C / N. The results showed that the results of variance in the interaction of husk ash with coffee bean horn skin and the handling method had a very significant effect on total microorganisms, pH value, Carbon element value, and  Nitrogen element value. The high proportion of husk ash and coffee bean horn skin with the method of handling burned or without burning tends to increase the value of pH, carbon value (C), and C / N ratio. Based on all the tests carried out there was the best combination of treatments obtained in the comparison treatment of husk ash with 2: 1 coffee bean horn skin and the method of handling was burned and without burning resulting in total microorganisms, pH, and ratio C / N.
VARIASI KEMASAN DAN LAMA PENYIMAPANAN TERHADAP MUTU SAYUR OKRA (ABELMUSCHUS ESCULENTUM) Sukma, Diana; Martunis, Martunis; Irfan, Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9581

Abstract

Abstrak. sayur okra merupakan sumber sayuran yang kaya serat, mineral, serta vitamin. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh berbagi jenis kemasan plastik untuk mempertahankan mutu sayur okra selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dua faktor. Faktor I jenis kemasan (K) terdiri atas tiga taraf : K1 (Plastik PE), K2 (Plastik PP), dan K3 (Plastik LDPE). Faktor II Lama Penyimpanyan (L) yang terdiri dari 2 taraf : L1 (6 hari ), L2 (12 hari), menggunakan tiga kali ulangan diperoleh 18 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, susut bobot, dan uji deskriptif berupa warna, tekstur dan penampakan. Hasil penilitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan (K) berpengaruh sangat nyata terhadap  susut bobot sayur okra (P?0.01). Perlakuan jenis kemasan (K) berpengaruh sangat nyata terhadap warna sayur okra. Taraf perlakuan jenis kemasan (K), lama penyimpanan (L), dan interaksi kedua perlakuan (KL) berpengaruh sangat nyata terhadap nilai tekstur.PACKAGING AND OLD VARIATION STORAGE ON OKRA QUALITY VEGETABLES (Abelmuschus esculentum)Abstract. : okra vegetables are a source of vegetables that are rich in fiber, minerals, and vitamins. This study aims to study the effect of sharing types of plastic packaging to maintain the quality of okra vegetables during storage. This study used Factorial Randomized Block Design (RBD) two factors. The first type of packaging factor (K) consists of three levels: K1 (Plastic PE), K2 (Plastic PP), and K3 (Plastic LDPE). Factor II Length of Deployment (L) consisting of 2 levels: L1 (6 days), L2 (12 days), using three replications obtained 18 experimental units. The analysis carried out included water content, weight loss, and descriptive tests in the form of color, texture and appearance. The results of the study showed that the treatment of the type of packaging (K) had a very significant effect on the shrinkage of the okra vegetable weight (P (0.01). Treatment type of packaging (K) has a very real effect on the color of okra vegetables. The level of treatment of the type of packaging (K), length of storage (L), and the interaction of the two treatments (KL) had a very significant effect on the texture value.
KAJIAN MUTU WINE COFFEE ARABIKA GAYO Dairobbi, Achmad; Irfan, Irfan; Sulaiman, Ismail
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.5426

Abstract

Buah kopi memiliki kandungan gula tinggi yang dapat diproses dengan cara fermentasi alami. Fermentasi kopi arabika bertujuan untuk mengurangi rasa pahit dan meningkatkan citarasa kopi. Senyawa-senyawa kompleks pada kopi fermentasi akan meningkatkan mutu kopi. Penelitian ini menggunakan metode survey purposive sampling, yaitu cara pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dan disesuaikan dengan ketersediaan produsen wine coffee. kadar air wine coffee rata-rata 9.08% (SNI), kadar abu rata-rata 4.5% (SNI) dan kadar alkohol 0%. Dari 6 sampel wine coffee yang di analisis, total skor terbaik uji deskriptif ditunjukkan pada sampel E yaitu 83,75 dan sampel F yaitu 83,00. Secara keseluruhan, 6 sampel wine coffee di Kabupaten Aceh Tengah terdapat perbedaan pada lamanya waktu fermentasi wine coffee yang dibutuhkan. Hal ini dibuktikan pada sampel E yaitu proses pembuatan wine coffee dilakukan dengan waktu fermentasi 7-10 hari pada suhu secara natural di dalam ruang tertutup. Abstract: Coffee fruit has a high sugar content that can be processed by natural fermentation. Fermented arabica coffee aims to reduce bitterness and improve coffee flavor. The complex compounds in fermented coffee will improve the quality of coffee. This research uses survey purposive sampling method, that is the way of sampling based on certain consideration and adjusted with the availability of wine coffee producer. Water wine coffee average 9.08% (SNI), average ash content of 4.5% (SNI) and alcohol content 0%. From 6 samples of analyzed wine coffee, the best total score of descriptive test is shown on sample E that is 83,75 and sample F is 83,00. Overall, 6 samples of wine coffee in Aceh Tengah District have differences in the duration of fermentation of the required coffee. This is evidenced in the sample E is the process of making wine coffee is done with a fermentation time of 7-10 days at a temperature naturally in a closed space.
Co-Authors Achmad Jaelani Alfizarb, Alfizar Arifin, Irfan Arsy, Nur Syahida Ashar, Suci Rahmadani Aulia Wati, Aulia Bai, Marieta Kristina Sulastiawati Cahyadi, Dian Caprisa, Nira Chairul Umam Cut Nur Ichsan Dairobbi, Achmad Daryana, Agus Dewi Yunita Dharsono, Dharsono Diemroh Ihsan, Diemroh Emilia Roza, Emilia Enni Rosida Sinaga Enni Sinaga, Enni Erida Nurahmi Eva Yuliani Faridah, Cut Fauzan Fauzan Gina Erida Grahita Aditya Guntur Guntur Haerianti, Masyita Haerul, Haerul Hakim, Rahmanul Hamrin, Hamrin Handayani, Juwita Delimur Haq, Anis Dliyaul HAQ, NASRUL Hardiyati, Kartika Haryadi haryadi I.I. Widaiska, I.I. Widaiska Ida Waluyati Ihsan Gamal, Ihsan Ikhsan Hamdy, Muhammad Immawanti, Immawanti Indrawan, Riki Ismail Petrus Ismail Sulaiman Israfil, Israfil Israfil, Israfil Izzati, Nurul Izziah, Izziah Jalil, Jalil Johan, Herni Juanda Juanda KAMBUNO, NORMA TIKU Lita Lovia M.I. Sulaiman, M.I. Sulaiman mandariati, mandariati Mannayong, Jumalia Martunis Martunis Marzuqi, Dicky Muh. Alaits Mauliza, Mauliza Mitrawati Ganggar Moh Yusuf, Moh Mudy, Ali Ahmad Muhammad Ikhsan Sulaiman Muhammad Isya Muhdy, Ali Ahmad Muhiddin, Muhiddin Munadi, Mahlil Murlida, Eva Murna Muzaifa Nasruddin Nasruddin Nekada, Cornelia Dede Yoshima Noorbaya, Siti Nurdiana Nurdiana Nurnazmi, Nurnazmi Nurpadila, Nurpadila Oktovianus Sila, Oktovianus Putra, Ansor Putra, Donny Heansyah PUTRI WAHYUNI Rahim, Samsir Ramadhana, Alkautsar Ramadhana, Alkautsar Ramli, Iqbal Rasdiansyah Rasdiansyah Rasiah Rasiah, Rasiah Renni Anggraini Rina Febriana Ristiana, Evi Saharuddin Saharuddin Saidah Saidah Saleh, Jalil Sanjaya, Budi Sari, Cut Putri Mellita Saukani, Muhammad Solihin Solihin SP. Gustami, SP. Gustami Sri Haryani Sri Wahjuningsih Sukarman Sukarman Sukma, Diana SULANSI, SULANSI syahputra, Mardan Syarifah Rohaya Tarmizi Tarmizi Teddy, Muhammad Trinil Susilawati Tursina Tursina Ulum, Misbahul Umasita, Emmy Wahid, Robi Farid Abdurachman Wanti Wanti Werdana, M. Odit Wijaya, Firman Ode Yanti Meldasari Lubis Yayun Siti Rochmah Yunding, Junaedi