Articles

Found 12 Documents
Search

AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL OLEH EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN FRAKSI-FRAKSINYA Irianti, Tatang; Puspitasari, Andayana; Suryani, Ema
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.318 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8051

Abstract

Batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) diketahui mengandung beberapa senyawa fenolik yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazin (DPPH) oleh ekstrak etanolik batang brotowali dan fraksi-fraksinya. Ekstraksi batang brotowali dilakukan dengan alat Soxhlet dan pembuatan fraksi-fraksinya secara partisi cair-cair menggunakan alat Liquid-Liquid Continuous Extraction (LLCE). Pelarut-pelarutnya adalah n-heksana dan etil asetat. Adanya golongan senyawa antiradikal dideteksi  dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan aktivitas penangkapan radikal DPPH. Ekstrak etanolik, fraksi etil asetat, dan fraksi air memiliki aktivitas antiradikal dan mengandung senyawa golongan kumarin dan flavonoid. Fraksi etil asetat (200 µg/ml) mampu menangkap 53,57 % radikal DPPH yang merupakan aktivitas antiradikal tertinggi dan diikuti oleh fraksi air, ekstrak etanolik, dan fraksi n-heksana.
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL OLEH EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN FRAKSI-FRAKSINYA Irianti, Tatang; Puspitasari, Andayana; Suryani, Ema
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.318 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) diketahui mengandung beberapa senyawa fenolik yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazin (DPPH) oleh ekstrak etanolik batang brotowali dan fraksi-fraksinya. Ekstraksi batang brotowali dilakukan dengan alat Soxhlet dan pembuatan fraksi-fraksinya secara partisi cair-cair menggunakan alat Liquid-Liquid Continuous Extraction (LLCE). Pelarut-pelarutnya adalah n-heksana dan etil asetat. Adanya golongan senyawa antiradikal dideteksi  dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan aktivitas penangkapan radikal DPPH. Ekstrak etanolik, fraksi etil asetat, dan fraksi air memiliki aktivitas antiradikal dan mengandung senyawa golongan kumarin dan flavonoid. Fraksi etil asetat (200 µg/ml) mampu menangkap 53,57 % radikal DPPH yang merupakan aktivitas antiradikal tertinggi dan diikuti oleh fraksi air, ekstrak etanolik, dan fraksi n-heksana.
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2-2’ DIFENIL-1-PIKRIL HIDRAZIL (DPPH) EKSTRAK ETANOLIK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.), DAN BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa L.), FRAKSI AIR SERTA FRAKSI AIR TERHIDROLISIS Irianti, Tatang; Puspitasari, Andayana; L., Machwiyyah; HR., Rabbani
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.927 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss3pp140-148

Abstract

Keberadaan radikal bebas dalam tubuh dapat menimbulkan beberapa kerusakan atau penyakit, sehingga antioksidan tambahan bisa sebagai salah satu penangkalnya. Penelitian ini membandingkan aktivitas penangkapan radikal 2-2’ difenil -1- pikril-hidrazil (DPPH) ekstrak etanolik, fraksi air, dan fraksi air terhidrolisis pada daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) serta batang brotowali (Tinospora crispa L.). Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yakni ekstraksi, fraksinasi untuk mendapatkan fraksi air, perlakuan hidrolisis asam pada fraksi air (satu dan 3 jam), uji aktivitas antioksidan dengan kromatografi lapis tipis dan uji penangkapan radikal DPPH dengan spektrofotometri. Senyawa antioksidan pada masing-masing fraksi dan aktivitas penangkapan radikal  DPPH (%) dapat diketahui dari profil kromatogram, sedangkan IC50 dapat dihitung dari kurva linier antara konsentrasi vs  aktivitas penangkapan radikal (%). Nilai IC50 sebelum dan sesudah hidrolisis dibandingkan dengan uji paired sample t-test pada SPSS 16.0 dengan taraf signifikansi 95%. Nilai IC50 ekstrak etanolik, fraksi air, fraksi air dengan perlakuan hidrolisis asam selama 1 jam, dan fraksi air dengan perlakuan hidrolisis asam selama 3 jam berturut-turut sebesar 75,65 μg/mL,  98,68 μg/mL, 36,27 μg/mL dan 33,36 μg/mL pada daun mengkudu. Sedangkan pada batang brotowali nilainya 33,75 μg/mL, 52,29 μg/mL, 31,12 μg/mL dan 18,26 μg/mL. Proses hidrolisis dapat mengubah profil fitokimia fraksi air dan meningkatkan aktivitas penangkapan radikalnya.
PENGARUH HIDROLISIS ASAM-BASA TERHADAP AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2-2’ DIFENIL-1-PIKRIL HIDRAZIL (DPPH) FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOLIK BUAH TALOK (Muntingia calabura L.) Irianti, Tatang; Murti, Yosi Bayu; Kanistri, Damiana Nitya; Pratiwi, Desi Riza; Kuswandi, Kuswandi; Kusumaningtyas, Ratih Anggar
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.07 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.10724

Abstract

Kandungan flavonoid dalam buah talok (Muntingia calabura L.) terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Perlakuan hidrolisis mampu meningkatkan aktivitas antioksidan melalui pembebasan aglikon flavonoid dari bentuk glikosidanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hidrolisis asam dan basa serta waktu hidrolisis terhadap aktivitas antioksidan fraksi air ekstrak etanolik buah talok. Ekstrak kental etanolik buah talok difraksinasi menggunakan n-heksan, fraksi yang tak larut heksan diuapkan dan ditambah akuades kemudian dipartisi dengan etil asetat. Fase yang larut air diuapkan sehingga didapatkan fraksi air. Fraksi air ekstrak etanolik kemudian dihidrolisis menggunakan HCl dan NaOH 2N selama 1 jam dan 3 jam. Pengujian aktivitas antioksidan fraksi air dan fraksi air terhidrolisis menggunakan metode penangkapan radikal DPPH. Hasil ini selanjutnya dianalisis menggunakan uji paired-samples t-test pada SPSS for Windows 17.0. Untuk mengidentifikasi flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan, dilakukan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis (KLT). Penampakan bercak dilakukan menggunakan uap amonia, pereaksi semprot anisaldehid asam sulfat, AlCl3, FeCl3 dan DPPH. Aktivitas antioksidan fraksi air terhidrolisis asam 1 jam dan 3 jam berturut-turut 9,5 dan 1,5 kali lebih poten dari fraksi air, sedangkan pada basa 1 jam dan 3 jam sebesar 2,5 dan 6,5 kali. Aglikon flavonoid terbebaskan pada hidrolisis asam dan basa memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda. Nilai IC50 fraksi air terhidrolisis asam 1 jam dan 3 jam sebesar 20,55 dan 97,88 μg/mL, sedangkan pada basa 1 jam dan 3 jam sebesar 66,64 dan 25,53 μg/mL. Hidrolisis asam 1 jam memiliki aktivitas antioksidan lebih besar daripada yang dihidrolisis 3 jam sedangkan pada basa aktivitas antioksidan terbesar ditunjukkan pada 3 jam.
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL OLEH EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN FRAKSI-FRAKSINYA Irianti, Tatang; Puspitasari, Andayana; Suryani, Ema
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.318 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8095

Abstract

Batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) diketahui mengandung beberapa senyawa fenolik yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazin (DPPH) oleh ekstrak etanolik batang brotowali dan fraksi-fraksinya. Ekstraksi batang brotowali dilakukan dengan alat Soxhlet dan pembuatan fraksi-fraksinya secara partisi cair-cair menggunakan alat Liquid-Liquid Continuous Extraction (LLCE). Pelarut-pelarutnya adalah n-heksana dan etil asetat. Adanya golongan senyawa antiradikal dideteksi  dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan aktivitas penangkapan radikal DPPH. Ekstrak etanolik, fraksi etil asetat, dan fraksi air memiliki aktivitas antiradikal dan mengandung senyawa golongan kumarin dan flavonoid. Fraksi etil asetat (200 µg/ml) mampu menangkap 53,57 % radikal DPPH yang merupakan aktivitas antiradikal tertinggi dan diikuti oleh fraksi air, ekstrak etanolik, dan fraksi n-heksana.
Anti-Tuberculosis Activity of Extract Ethyl Acetate Kenikir Leaves (Cosmos caudatus H.B.K) and Sendok Leaves (Plantago Major L.) By In Vitro Test Irianti, Tatang; Pratiwi, Sylvia Utami Tanjung; Kuswandi, Kuswandi; Tresnaasih, Nanan; Cahya, Dharmastuti; Fatmarahmi, Fatmarahmi; Paramitha, Yulia
Majalah Obat Tradisional Vol 23, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.176 KB) | DOI: 10.22146/mot.35112

Abstract

The increasing therapy problem including multidrug-resistant tuberculosis (TB) has made it important to discover a new anti-TB drug candidate. The aim of this study was to acknowledge the activity of ethyl acetate extracts of kenikir (Cosmos caudatus H.B.K) and sendok (Plantago major L.) leaves against Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) H37Rv. This research used Middlebrook (MB) 7H9 media and observed the growth of M. tuberculosis using Lowenstein Jensen (LJ) media. The concentration of extracts were 0.25 mg/ml, 0.50 mg/ml, and 1.00 mg/ml. The result of this study showed that ethyl acetate extracts exhibited anti-TB activity in 1000 µg/ml of both extracts. The active compound group was detected by thin layer chromatography (TLC) and the separation of compounds was shown by retardation factor (Rf) and the color of the spots. Based on TLC chromatograms, it is known that there are types of compounds, such as ortho-dihydroxy compounds, phenolic compounds, and compound leads to terpenoids for both extracts.
Penentuan Efektifitas Oksitetrasiklin Melalui Parameter Farmakokinetik/farmakodinamik pada Plasma dan Jaringan Ayam Broiler Dwi Wijayanti, Agustina; Hakim, Lukman; Widiyono, Irkham; Irianti, Tatang
Jurnal Veteriner Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.474 KB)

Abstract

A study was conducted to determine the effectiveness of oxytetracycline on the basis of itspharmacokinetic/pharmacodynamic (PK/PD) parameters in the plasma and tissues of broiler following a50 mg/kg single dose of intravenous administration. The male broiler were injected with oxytetracycline attarsal medial venous. The blood, liver, kidney and abdominal muscle were collected at 14 points of timesamplings. Blood was centrifuged to obtain plasma and all tissues were extracted with Mc Ilvine buffer.Drug concentration in samples was determined by High Performance Liquid Chromatography (HPLC)using AOAC standard reference for tetracycline. The pharmacokinetic parameters of oxytetracycline werecalculated using non compartment method. The results were as follows. For plasma: the AUC was 790,615,5 ?g/mL minute , Clearance was 63,242 mL/min/kg bb, Tmax/Cmax was 1 minute/0,7 ?g/mL, T1/2elimination was 6,4, hours, Vd was 37 L/kg. For liver ; AUC was 36418,89, minute , Tmax/Cmax was 16hours/17,15 ?g/g, and T1/2 elimination was 24,5, hours. For kidney; AUC6808,41 ?g/g minute , Tmax/Cmax 1 minute/16,73 ?g/g, , T1/2 elimination was 11,55 hours. For muscle; AUC was 3502 ?g/g minute,Tmax/Cmax was 1 minute/2,58 ?g/g, T1/2 elimination was 167,39 hours. The ratio of AUC/MIC inplasma and tissues appeared to a good pharmacokinetic/pharmacodynamic parameter to determine theeffectiveness of oxytetracycline.
Antituberculosis Activity of Brotowali (Tinospora crispa) Extract and Fractions against Mycobacterium tuberculosis using Microplate Alamar Blue Assay Method Wahyuningrum, Retno; Ritmaleni, Ritmaleni; Irianti, Tatang; Wahyuono, Subagus; Kaneko, Takushi; Nuryastuti, Titik
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.582 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.27925

Abstract

Tuberculosis (TB), in which caused by pathogenic bacteria, Mycobacterium tuberculosis, has become the major causes of death among all of infectious diseases. The increasing incidence of multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) and extensively drug-resistant tuberculosis (XDR-TB) has created a need to discover a new antituberculosis drug candidate. The aim of this study was to screen extract and fractions of Tinospora crispa for activity against Mycobacterium tuberculosis H37Rv using the Microplate Alamar Blue Assay (MABA) method. T. crispa extract was prepared by maceration in ethanol (96%) and antituberculosis activity was carried out using MABA method. The result of this study showed that ethanolic extract of T. crispa exhibit antituberculosis activity with minimum inhibition concentration of 12.5 mg/ml.
PERBANDINGAN INHIBISI BERBAGAI EKSTRAK TUMBUHAN DAN VITAMIN C PADA FOTODEGRADASI TIROSIN YANG DIINDUKSI KETOPROFEN DAN KANDUNGAN FENOLIK TOTALNYA Irianti, Tatang; Fakhrudin, Nanang; Efendi, Efendi; Hartomo, Sigit; Astuti, Siluh Putu Yuni; Kusumaningtyas, Ratih Anggar; Meiftasari, Argandita
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.886 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.17301

Abstract

Antioksidan mampu menghambat reaksi radikal bebas dan fotodegradasi tirosin dapat disebabkan oleh reaksi radikal. Antioksidan alami dari tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai inhibitornya dan saat ini meningkat dengan pesat penggunaannya. Uji inhibisi fotodegradasi dilakukan dengan menggunakan enam kelompok. Kelompok P1 berisi 2 mL tirosin 0,05 %. Kelompok P2 berisi 2 mL tirosin 0,05 %, 600 μL Rhetoflam (ketoprofen topical) 1 %. Kelompok P3 berisi 2mL tirosin 0,05 %, 600 μL Rhetoflam 1 %, 100 μL ekstrak air daun teh 0,15 %. Kelompok P4 berisi 2 mL tirosin 0,05 %, 600 μL Rhetoflam 1 %, 100 μL ekstrak air buah mahkota dewa 0,15 %. Kelompok P5 berisi 2 mL tirosin 0,05 %, 600 μL Rhetoflam 1 %, 100 μL ekstrak etanol temu kunci 0,15 %. Kelompok P6 berisi 2 mL tirosin 0,05 %, 600 μL Rhetoflam 1 %, 100 μL vitamin C 0,15 %. Setiap kelompok ditambahkan akuades hingga 5,0 mL dan dipejani sinar lampu merkuri selama empat jam. Setelah pemajanan, dilakukan pengukuran kadar tirosin sisa menggunakan metode spektrofotometri visibel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95 %. Analisis dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Uji penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Hasil pengukuran diintrapolasikan ke dalam kurva baku asam galat. Hasil uji fotodegradasi menunjukkan bahwa ekstrak air daun teh, ekstrak air buah mahkota dewa, dan ekstrak etanol rimpang temu kunci dengan kandungan fenolik total 29,64 ± 0,86 %; 8,29 % 0,27 %; dan 7,11 % 0,15 % ekivalen asam galat (EAG) mampu menghambat secara fotodegradsi tirosin dengan aktivitas inhibisi 4,03; 1,58; dan 2,09 kali lebih besar dibanding vitamin C pada kadar sama yaitu 0,15 %.
Pembuatan Sediaan Tabir Surya Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa), Aktivitas Inhibisi Fotodegradasi Tirosin dan Kandungan Fenolik Totalnya Irianti, Tatang; Sulaiman, T. N. Syaifullah; Fakhrudin, Nanang; Astuti, Siluh; Testikawati, Nita; Farida, Sofa; Khasanah, Sari Rosiati Nur
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.539 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.44740

Abstract

Senyawa fenolik mempunyai potensi sebagai fotoprotektor, sehingga mampu melindungi kulit dari kerusakan oksidatif terutama menyerap Ultra Violet dari pancaran sinar matahari. Ekstrak etanolik buah masak mahkota dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.] mengandung senyawa fenolik dan memiliki peranan sebagai fotoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanolik buah mahkota dewa sebagai fotoprotektor dalam sediaan tabir surya dan oksibenson sebagai pembanding. Aktivitas fotoprotektor ditentukan dari tingkat fotodegradasi tirosin dan kadar fenolik totalnya, kemudian penelitian ini dilakukan dengan 8 formula; formula 1 sebagai kontrol negatif (basis); formula 2 sebagai kontrol positif (basis dan oksibenson); formula 3, formula 4, dan formula 5 mengandung ekstrak etanolik buah mahkota dewa dengan berbagai konsentrasi; formula 6, formula 7, dan formula 8 mengandung oksibenson dan ekstrak etanolik buah mahkota dewa dengan berbagai konsentrasi. Penentuan kemampuan fotoproteksi berdasarkan persen transmisi eritema dan persen transmisi pigmentasi. Uji inhibisi fotodegradasi dilakukan dengan menggunakan enam kelompok komposisi tirosin dan Rhetoflam. Uji penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Hasil pengukuran diintrapolasikan ke dalam kurva baku asam galat. Ekstrak etanolik buah mahkota dewa dalam sediaan tabir surya memberikan nilai Te sebesar 17,86-37,01 % dan nilai Tp sebesar 12,07-22,64 %. Efektivitas fotoproteksi ekstrak etanolik buah mahkota dewa lebih kecil dibandingkan oksibenson yang memiliki nilai Te sebesar 1,15.10-5 % dan Tp sebesar 0,67 %. Kombinasi ekstrak etanolik buah mahkota dewa dan oksibenson memberikan nilai Te sebesar 0,17-0,52 % dan nilai Tp sebesar 2,10-4,48 %. Sedangkan kandungan fenolik total ekstrak buah mahkota dewa adalah sebesar 8,29 ± 0,27 % dengan aktivitas penghambatan fotodegradasi tirosin 1,58 kali lebih besar dibandingkan dengan vitamin C pada kadar yang sama, yaitu 0,15%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik buah mahkota dewa dapat dimanfaatkan sebagai bahan 4aktif fotoprotektor dalam sediaan kosmetik.