Mimin Iryanti
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

PENDUGAAN PERUBAHAN ZONA JENUH AIR TANAH DI SEKITAR TAMBANG TERBUKA BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER Rahayu, Sri; Pujianto, Eko; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tambang terbuka batubara di daerah penelitian air tanah sengaja di dewatering untuk kestabilan lereng tambang dan tidak mengganggu pekerjaan, sehingga diperkirakan akan menurunkan zona jenuh air tanah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui lapisan batuan dan perubahan zona jenuh air tanah. Untuk mengetahui hal tersebuttelah dilakukan penelitianmenggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner di dua lintasan dengan dua kali pengukuran (September 2011 dan Mei 2012). Dari hasil pengolahan data menggunakan Software Res2Dinv daerah penelitian tersusun dari batuan dengan resistivitas 0,72-21,7 ohm meter yaitu batuan lempung yang diperkirakan merupakan batuan zona jenuh dan batuan lainnya dengan resistivitas 21,8-2064 ohm meter yang terdiri dari batuan lempung pasiran, pasir, serta sisipan batubara. Penurunankedalaman lapisan zona jenuh air tanah berkisar 0,5-2,0 meter dan penipisan ketebalan 0,5-13,5 meter.
PROGRAM PEMBUATAN KONTUR ANOMALI GAYABERAT MENGGUNAKAN METODE MESH POLYGON Jamil, Deni K.; Hasanah, Lilik; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam metode gayaberat secara umum nilai anomali gayaberat atau percepatan gravitasi menjadi bagian yang sangat penting untuk memprediksi lapisan bawah permukaan berdasarkan perbedaan rapat massa (density). Nilai anomali dihitung berdasarkan hasil pengkoreksian yang dilakukan untuk menghilangkan noise yang terjadi dalam pengukuran di lapangan. Selain itu, pemisahan anomali residual dan regional dari anomali gayaberat total dilakukan dengan menggunakan metode Polynomial Least Square. Salah satu cara untuk menggambarkan sebaran anomali gayaberat adalah dengan membuat peta kontur. Peta kontur dapat dibuat dengan menggunakan perangkat lunak baik dalam bentuk 2D maupun 3D. Program pembuatan peta kontur dapat dilakukan dengan metode Mesh Polygon menggunakan Matlab. Pembuatan program perhitungan dan pemisahan anomali gayaberat dapat memeberikan kemudahan yang lebih efisien dan mengurangi kemungkinan terjadinya human error dalam proses perhitungan, serta memberikan gambaran sebaran anomali gayaberat sama seperti perangkat lunak lainnya.
APLIKASI METODE GAYABERAT UNTUK MEMPREDIKSI PROSPEK PANASBUMI DI DAERAH KUNINGAN, JAWA BARAT Bahri, Radinal Jalaludin; Iryanti, Mimin; Wardhana, Dadan Dani
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi panasbumi menggunakan metode gayaberat berada di daerah Kuningan, Jawa Barat. Data geologi regional daerah penelitian menunjukkan adanya air panas yang muncul ke permukaan, sehingga untuk tujuan identifikasi adanya prospek panasbumi perlu dilakukan survey eksplorasi geofisika di daerah penelitian. Survey eksplorasi geofisika melalui metode gayaberat menghasilkan nilai anomali bouguer lengkap yang telah dilakukan koreksi. Kemudian hasil pengolahan data diplot menjadi peta kontur anomali bouguer dan akan dijadikan acuan dalam pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, Pada model lintasan A-A’ diidentifikasi adanya sistem penyusun panasbumi berupa batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas sebesar 2,2 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun. Sedangkan pada model lintasan R-R’ diidentifikasi adanya batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas 2,25 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN MENGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK DAERAH SEKITAR BOGOR JAWA BARAT SEBAGAI POTENSI SISTEM HIDROKARBON Erdiansyah, Erdi; Iryanti, Mimin; Wardhana, Dadan Dani
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekungan Bogor merupakan mandala sedimentasi yang dicirikan berupa sebaran fragmen batuan beku dan batuan sedimen. Pada suatu cekungan sedimen terdapat unsur penting pembentuk sistem Hidrokarbon (Sistem minyak dan gas bumi), yaitu batuan sumber (source rock), reservoir, lapisan penutup (seal), dan perangkap (trap). Survei geofisika yaitu metode Magnetotellurik telah dilakukan di daerah penilitian untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan sebagai potensi hidrokarbon. Metode MT merupakan pengukuran pasif memanfaatkan variasi medan listrik dan medan magnet yang berubah terhadap waktu, sehingga diketahui pencitraan struktur bawah permukaaan berdasarkan distribusi nilai resistivitas bawah permukaan. Berdasarkan hasil penampang dua dimensi diperoleh nilai resistivitas rendah yaitu 2 – 16  yang merupakan batulempung (claystones), yang diindikasikan sebagai lapisan penutup (Seal). Untuk nilai resistivitas sedang yaitu 16 – 128 , yang merupakan batuan sedimen klastik yaitu sandstones dan diindikasikan menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoar rock). Sedangkan untuk nilai resistivitas tinggi yaitu diatas 1024 , yang diidentifikasi sebagai batuan karbonat berupa batugamping (limestones) yang diindikasikan sebagai batuan induk (source rock) sebagai penghasil hidrokarbon dan terdapat perangkap hidrokarbon yang terlihat ditafsirkan merupakan perangkap struktural berupa jebakan antiklin dan sinklin. 
ANALISIS MODEL DATA ANOMALI MAGNETIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI DASAR LAUT PERAIRAN FLORES Nugraha, Triantara; Purwanto, Catur; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dengan menggunakan metode geomagnet berupa data medan magnet di daerah Perairan Flores, dimana penelitian ini mencakup daerah utara-selatan dan barat-timur Perairan Flores, tepatnya dari Flores Nusa Tenggara Timur sampai Sulawesi Selatan sebagai batas arah selatan-utara Perairan Flores dan Laut Jawa sampai Laut Banda sebagai batas arah timur-barat Perairan Flores. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan geologi Perairan Flores. Akusisi data menggunakan seperangkat alat Proton Procession Magnetometer dan kapal Geomarin III dengan mengambil 20 lintasan. Hasil pengukuran dari lapangan berupa nilai medan magnet total yang kemudian dikoreksi terhadap IGRF untuk mendapatkan target dalam penelitian ini, yaitu nilai anomali medan magnet total. Selanjutnya data anomali medan magnet total tersebut dibuat peta konturnya untuk kemudian dibuat penampang A-A’, Penampang B-B’ dan Penampang C-C’ yang memotong tegak lurus terhadap kedua penampang. Tahap terakhir dalam pengolahan ini yaitu membuat pemodelan 2 dimensi dengan menggunakan bantuan perangkat lunak MAG2DC Free For Windows. Interpretasi kuantitatif terhadap model menunjukan terdapat sesar pada penampang A-A’ arah barat daya-utara dan sesar pada penampang C-C’ arah tenggara-barat laut. Terdapat juga beberapa batuan intrusi berupa batuan beku dengan nilai suseptibilitas 0,019 dalam SI yang merupakan batuan dolorit, nilai suseptibilitas 0,0260 yang merupakan batuan beku ultrabasa olivine-diabas dan nilai suseptibilitas 0,0318 merupakan batuan plutonik augite-syenite. Terdapat juga batuan-batuan akibat proses demagnetisasi, dengan nilai suseptibilitas -0,020 dalam SI dan -0,003 yang merupakan mineral kalsit dan gypsum.
PENGARUH BANDWIDTH FREKUENSI TERHADAP KUALITAS PENAMPANG SEISMIK PADA DATA SEISMIK REFLEKSI 2D DI PERAIRAN WETAR MALUKU Sukmadraeni, Peby; Subarsyah, Subarsyah; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frekuensi sinyal seismik di lapangan mempunyai bandwidth yang cukup lebar namun tidak semuanya mengandung sinyal seismik yang diinginkan karena sebagian merupakan noise sehingga dapat mempengaruhi kualitas penampang yang dihasilkan baik S/N ratio, penetrasi dan resolusinya. Filter lolos-pita merupakan salah satu metode filtering yang mampu menekan noise dalam spektrum frekuensi dari sinyal. Ketepatan pemilihan bandwidth frekuensi yang diloloskan merupakan hal yang sangat penting dalam proses filter lolos-pita. Proses filter lolos-pita dilakukan pada data seismik refleksi 2D di Perairan Wetar, Provinsi Maluku. Untuk mendapatkan penampang yang optimal secara kualitatif, dilakukan pengujian bandwidth frekuensi yang bervariasi pada filter lolos-pita. Bandwidth frekuensi yang lebar yang meloloskan seluruh frekuensi pada selubung pertama dari spektrum frekuensi menghasilkan penampang seismik dengan kualitas optimal. Bandwidth frekuensi 5Hz-100Hz menghasilkan penampang seismik terbaik di Perairan Wetar lintasan 15. Hal tersebut terlihat dari resolusi yang tinggi, penetrasi yang dalam dan noise teratenuasi cukup baik dibandingkan dengan penampang yang lain.
ANALISIS SPASIAL KETERSEDIAAN AIR TANAH DI WILAYAH BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE NERACA AIR THORNTHWAITE-MATTER Iryanti, Mimin; Mujtahiddin, Muhammad Iid
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber daya vital dalam menunjang pembangunan ekonomi seperti sektor industri, pertanian, pariwisata dan lain-lain. Laju perkembangan di wilayah Bandung yang pesat pada setiap sektor kehidupan menyebabkan permintaan air bersih terus meningkat dan kebutuhan air bersih tersebut sebagian besar masih menggantungkan kepada sumberdaya air tanah yang diperkirakan sekitar 60%. Salah satu sumber air yang sering digunakan yaitu air tanah. Saat ini Bandung termasuk ke dalam wilayah zona merah air tanah.  Dengan fakta tersebut perlu dilakukan tindakan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti kekurangan air. Untuk itu, perlu diketahui kondisi ketersediaan air tanah berdasarkan dinamika neraca air dalam tanah salah satunya dengan metode Thronthwaite-Matter berdasarkan data curah hujan dan temperatur selama 10 tahun (tahun 2000-2009) dari 12 titik stasiun pengamatan yang dapat mewakili wilayah Bandung dan digambarkan dengan analisis spasial menggunakan ArcView 3.2 berupa peta spasial. Analisis spasial curah hujan memperlihatkan bahwa wilayah Bandung mengalami musim kemarau di bulan Juni-September dengan nilai curah hujan <150 mm/bulan. Dan analisis spasial ketersediaan air tanah memperlihatkan bahwa wilayah Bandung mengalami defisit air tanah pada bulan Juni-September. Pada bulan Juni-September ini dapat dikatakan bahwa bandung mengalami musim kemarau sesuai dengan analisis spasial curah hujan yang di dapat dengan bulan September sebagai puncak musim kemarau. Namun di stasiun Cibuni tidak mengalami penurunan ketersediaan air tanah atau tidak mengalami defisit karena nilai curah hujan di  Cibuni yang tinggi dan nilai evapotranspirasi potensial (PE) yang hampir sama dengan nilai evapotranspirasi aktual (EA). 
VARIASI NILAI MIGRATION APERTURE PADA MIGRASI KIRCHOFF DALAM PENGOLAHAN DATA SEISMIK REFLEKSI 2D DI PERAIRAN ALOR Nuraisah, Siti; Subarsyah, Subarsyah; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migrasi merupakan salah satu tahapan dalam pengolahan data seismik dengan tujuan untuk memindahkan posisi pemantul semu (hasil rekaman) ke posisi pemantul yang sebenarnya (pemantul geologi). Proses migrasi dilakukan setelah data di-stack dalam domain waktu (post stack time migration) dengan menggunakan migrasi Kirchoff pada data seismik refleksi 2D di perairan Alor. Untuk mendapatkan penampang bawah permukaan yang terbaik dilakukan pengujian beberapa nilai migration aperture. Perbandingan dari setiap penampang untuk nilai migration aperture yang berbeda dianalisis dan digunakan untuk mengidentifikasi struktur geologi yang terdapat di Perairan Alor. Nilai migration aperture sebesar 512,5 meter memberikan penampang terbaik untuk data seismik di Perairan Alor lintasan 21, terlihat dari kemampuan menghilangkan efek bowtie di sekitar CDP 15421 sampai CDP 16261, kontinuitas reflektor yang jelas dan menerus pada CDP 13741 sampai CDP 18151 dan mempunyai penampang dengan resolusi lateral lebih baik dibandingkan dengan penampang dengan nilai migration aperture yang lain. Struktur geologi yang terdapat pada penampang yaitu struktur berupa patahan, antiklin dan sinklin.
KARAKTERISASI CEBAKAN MINERAL SULFIDA BERDASARKAN HASIL METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DAN INDUKSI POLARISASI DAERAH JAMPANG KABUPATEN SUKABUMI Ariesandra, Dika; Wardhana, Dadan Dani; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Jampang Kabupaten Sukabumi termasuk ke dalam formasi Jampang yang didominasi dengan batuan gunung api pembawa sulfur, sehingga daerah tersebut sangat berpotensi mineral sulfida pembawa logam bernilai ekonomis tinggi seperti emas, perak, tembaga, nikel, timah dan logam lainnya. Oleh karena itu, banyak kegiatan eklplorasi yang dilakukan di daerah penelitian. Untuk mengurangi persentasi kegagalan dan kerugian ketika dilakukan pemboran pemanfaatan, maka digunakan metode geolistrik resistivitas dan Induksi polarisasi untuk melakukan karakteristisasi cebakan mineral sulfida. Hasil dari metode resistivitas dan induksi polarisasi berupa penampang 2D dari variasi nilai reisitivitas dan chargeabilitas yang diinversi menggunakan perangkat lunak res2dinv. Nilai yang diperoleh bervariasi, untuk resistivitas diperoleh rentang nilai 0 sampai >10.000 Ωm, sedangkan variasi nilai chargeabilitas diperoleh rentang 0 sampai 500 msec. Mineral sulfida di daerah penelitian merupakan hasil alterasi yang menyebabkan mineralisasi. Zona alterasi yang terdapat di daerah penelitian diantaranya alterasi silsifikasi yang ditandai dengan nilai resistivitas tinggi (≥10.000 Ωm) dikarenakan terdapat intrusi batuan beku seperti andesit, basalt dan batuan tuffa vulkanik yang tersedimentasi pada batupasir berasosiasi dengan kuarsa yang membentuk urat dan membawa mineral sulfida seperti pirit dan kalkopirit sehingga menujukkan nilai chargeabiltas yang tinggi pula (≥250msec). Zona alterasi argilik pun mendominasi pada daerah ini yang menyebabkan mineralisasi, ditandai dengan nilai resistivitas rendah (<100 Ωm) didominasi dengan batuan teralterasi kuat seperti shale yang berasosiasi dengan mineral sulfida yang diindikasikan dengan nilai chargeabilitas tinggi. Dari karakteristik tersebut disimpulkan bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam endapan hipotermal dengan karakteristik cebakan yang terbentuk berupa urat dan mineralisasi terjadi di dekat intrusi.
ELIMINASI ARTEFAK DALAM PENAMPANG SEISMIK DENGAN TAHAPAN PENGOLAHAN DATA SEISMIK MULTICHANNEL DI AREA BONE LINE 1 Purwanti, Sinta; Subarsyah, Subarsyah; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengolahan data seismik multichannel pada Area Bone line 1.Proses pengolahan data ini terdiri dari dua bagian penting yaitu preprocessing dan processing. Preprocessing meliputi tahapan geometri, bandpassfilter, true amplitudo recovery dan dekonvolusi. Processing meliputi analisa kecepatan, koreksi NMO, stacking dan migrasi. Hasil dari stacking didapatkan penampang seismik yang dapat digunakan sebagai interpretasi awal dari pencitraan bawah permukaan. Hasil analisis dari penampang seismik hasil stacking pada penelitian ini masih terdapat noise berupa artefak seismik seperti bow tie dan multipel. Artefak ini bisa dihilangkan melalui proses migrasi. Pada penelitian ini proses migrasi yang digunakan adalah post stack migration yaitu migrasi yang dilakukan setelah proses stack. Hasil penampang dari proses migrasi pada penelitian ini artefak seismik pada penampang berupa bow tie dapat dihilangkan walaupun masih terdapat swing atau efek smile pada penampang tersebut. Pada penampang baik hasil stacking ataupun migrasi masih terdapat multipel. Multipel ini tidak dapat dihilangkan namun di atenuasi. Pada penelitian ini untuk atenuasi multipel digunakan metode wave equation multiple rejection (WEMR). Metode ini baik digunakan pada data yang memiliki offset yang terbatas. Proses dari metode ini yaitu memprediksikan multipel dengan cara picking horizon pada reflektor primer kemudian dieleminasikan pada multipel yang ingin dihilangkan.