Articles

Found 32 Documents
Search

KAJIAN HASIL PEMBUATAN TIGA MACAM UKURAN LUBANG BERBENTUK PERSEGI PANJANG PADA TUBUH TUNGKU SEKAM Darmasetiawan, H.; Irzaman, Irzaman; Demijati, Demijati; Siswadi, Siswadi
BERKALA FISIKA Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.44 KB)

Abstract

Husk furnace is used for cooking fuel chaff with the aid of air flow in the furnace. One measurement of the husk furnace efficiency can be studied by varying the size of the primary air holes on the body of the furnace. In this study, a hole measuring 22 cm X 24 cm obtained by the rate of fuel consumption of 6.03 kg / hour of heat energy needed to boil water as much as 6 liters is 2575.00 kcal / h and 14.32% efficiency furnace. While in the hole measuring 22 cm X 8 cm and 22 cm X 16 cm, respectively 12.92% and 12.87% efficiency furnace, not significantly different.   Keywords: chaff, husk furnace, ukuruan primary air hole, furnace efficiency
OPTIMASI TUNGKU SEKAM SKALA INDUSTRI KECIL DENGAN SISTEM BOILER Nawafi, F; Puspita, D; Desna, Desna; Irzaman, Irzaman
BERKALA FISIKA Vol 13, No 3 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.857 KB)

Abstract

Rice husk furnace  is a technology based on local wisdom to anticipate threats crisis energy. At first investigated husk stoves for cooking only in the scale of the household, but today rice husk furnace developed for industrial scale because of the importance of commercial aspects of a very promising from this rice husk furnace. In rice husk furnace also developed an industrial scale boiler system, boiler systems where it can enlarge its efficiency, in the midst of a boiler chimney pots have used, because basically rice husk furnace process is influenced by air flow. Husk furnace efficiency greatly affect the number of furnace ash which is required in the cooking process.   Keywords: rice husk, rice husk furnaces, air flow, efficiency, boilers.
STUDI KEKRISTALAN PBZRXTI1-XO3 YANG DISIAPKAN DENGAN PELAPISAN PUTAR (SPIN COATING) Hikam, Muhammad; Irzaman, Irzaman; Darmasetiawan, Hanedi; Yogaraksa, Teguh
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.24 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4888

Abstract

STUDI KEKRISTALAN PbZrxTi1-xO3 YANG DISIAPKAN DENGAN PELAPISAN PUTAR (SPIN COATING). Telah dibuat lapisan tipis PZT dengan metode pelapisan putar (spin coating), dengan berbagai variasi kecepatan putar, konsentrasi pelarut dan dua macam substrat, Hasil eksperimen menunjukkan peningkatan kecepatan putar (rpm) pada spin coating mengakibatkan degradasi kualitas kristal pada pembentukan lapisan tipis khususnya untuk substrat Pt(200)/Si(100); sedangkan pengenceran larutan tidak berpengaruh pada substrat Si(100) namun meningkatkan orientasi dominan (200) pada substrat Pt(200)/Si(100), Semua lapisan tipis yang terbentuk memiliki sistem kristal tetragonal dengan space group 14mm.
PENERAPAN FILM TIPIS BA0.25SR0.75TIO3 (BST) YANG DIDADAH FERIUM OKSIDA SEBAGAI SENSOR SUHU BERBANTUKAN MIKROKONTROLER Ardian, A.; Nady, L.; Erviansyah, R.; Syafutra, H.; Irzaman, Irzaman; Siswadi, Siswadi
BERKALA FISIKA Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.503 KB)

Abstract

Ferroelectric material originating from Barium Strontium Titanate (BST), is expected to have high energy because it has a dielectric constant and high charge storage capacity [6]. Materials produced by the process of ferium dopan, it is hoped will be a temperature sensor. If, materials BST and BFST (Barium Ferium Strontium Titanate) subjected to the temperature (material change that temperature), and the resulting voltage, then this material can be applied as a temperature sensor using a microcontroller. Microcontroller that used is ATMega 8535 with internal ADC. Voltage was generated, will be reinforced with a voltage amplifier (OpAmp) and will be processed into digital data at the ATMega8535 internal ADC (Analog Digital Converter).Incoming digital data will be processed and displayed in the view Microcontroller-based desktop applications Delphi 7. The material to be tested is material BST, BFST 5%, and BFST 15%.   Keyword: BST, Temperature sensor, ATMEGA 8535, ADC, Delphi 7
STUDI KONDUKTIVITAS LISTRIK FILM TIPIS BA0.25SR0.75TIO3 YANG DIDADAH FERIUM OKSIDA (BFST) MENGGUNAKAN METODE CHEMICAL SOLUTION DEPOSITION Irzaman, Irzaman; Erviansyah, R; Syafutra, H; Maddu, A; Siswadi, Siswadi
BERKALA FISIKA Vol 13, No 1 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.851 KB)

Abstract

Has done growth Ba0,25Sr0, 75TiO3 (BST) thin film and BST are pure Ferium Oxide Fe2O3 dopant (BFST) with dopant variations 5%, 10% and 15% above the substrate Si (100) type-p using Chemical Solution Deposition Method (CSD) with the spin coating technique at a speed of around 3000 rpm for 30 seconds. BST thin films made with 1 M concentration and annealing at a temperature of 850°C for Si Substrate. Thin film on silicon substrate type-p thickness characterization performed using the volumetric method and the characterization of electrical conductivity by using LCR meter. From the characterization results showed the thickness increases with the addition of ferium oxide dopant given. Electrical conductivity value of BST and BFST thin films are in the range semiconductor materials and electrical conductivity values obtained increased when the higher intensity light is used whereas resistance value could decrease if the light intensity is increased. The addition of ferium oxide dopant will increases electrical conductivity value of BST and BFST thin films.   Keywords : BFST, thin film, CSD, spin coating, electrical conductivity
DAMPAK KEGIATAN PELEDAKAN PERTAMBANGAN ANDESIT TERHADAP LINGKUNGAN PEMUKIMAN DI GUNUNG SUDAMANIK KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR Simbolon, Aljon Albertus Manotar; Yani, Muhamad; Irzaman, Irzaman
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Aspek lingkungan hidup kemungkinan terganggu akibat kegiatan eksploitasi sumber daya alam. Mineral dan batuan sebagai salah satu sumber daya alam pada umumnya tersebar di daerah terpencil yang masih memerlukan pengembangan. Pada sisi ini, kehadiran perusahaan pertambangan sangat penting peranannya bagi kemajuan dan pembangunan serta meretas keterisolasian suatu daerah. Wilayah sekitar Gunung Sudamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor tumbuh dan berkembang karena pertambangan andesit. Gunung Sudamanik telah dan masih dieksploitasi lima perusahaan tambang andesit yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas total Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) seluas 113 hektar. Pada tahun 2012, total produksi batuan kelima perusahaan adalah 3.984.785 ton atau rata-rata 332.065,4 ton per bulan. Produksi batuan tersebut dihasilkan dari peledakan yang dapat mencapai lima kali peledakan atau lebih setiap hari. Getaran dan bunyi ledakan yang disebabkan peledakan ini kemungkinan berdampak terhadap lingkungan hidup, terutama pada konstruksi rumah dan kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitar kaki Gunung Sudamanik. Pemukiman penduduk yang paling dekat lokasi peledakan andesit berada pada tiga kampung/dusun yaitu Kampung Kadaung, Lebakwangi Lapangan dan Lebakwangi Girang. Ketiga kampung tersebut secara administratif berada dalam Desa Rengasjajar. Rumah warga pada pemukiman yang paling dekat ke lokasi peledakan batuan andesit berjarak sekitar 337 – 616 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian 90,5 kg bahan peledak delay yang sama pada jarak 148 m mengakibatkan tingkat getaran tanah maksimum 7,71 mm/s yang telah melewati baku mutu kelas 3 SNI 7571 : 2010. Dan pemakaian bahan peledak mulai dari 77,4 kg sampai 1310,4 kg setiap peledakan tidak menimbulkan dampak kebisingan pada pemukiman warga
Simulation on the Use of LOSAT Data for Rice Field Mapping Trisasongko, Bambang H.; Panuju, Dyah R.; Tjahjono, Boedi; Barus, Baba; Wijayanto, Hari; Raimadoya, Mahmud A.; Irzaman, Irzaman
Makara Journal of Technology Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.915 KB) | DOI: 10.7454/mst.v14i2.187

Abstract

Since the launch of LAPAN-TUBSAT satellite in 2007, Indonesia has been developing mission on earth observation missions for various applications. The next generation mission, called LAPAN-ORARI Satellite (LOSAT), is currently under development and expected to be launched in 2011. In order to facilitate the applications, a thorough assessment of the sensor should be made. This paper presents an examination of simulated LOSAT data for rice monitoring and mapping purposes coupled with QUEST statistical tree. We found that three-band simulated LOSAT data were suitable for the task with reasonably high accuracy.
STUDI FOTODIODE FILMTIPIS SEMIKONDUKTOR BA0,6SR0,4TIO3DIDADAHTANTALUM Irzaman, Irzaman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 10, No 1: OKTOBER 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.433 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2008.10.1.4574

Abstract

STUDI FOTODIODE FILMTIPIS SEMIKONDUKTOR Ba0,6Sr0,4TiO3 DIDADAH TANTALUM. Telah dilakukan penumbuhan film tipis Ba0,6Sr0,4TiO3 (BST) murni dan yang didadah tantalum pentoksida 5% (BSTT) di atas substrat silikon (100) tipe-p dan di atas substrat Transparant Conductive Oxyde (TCO) tipe-7056 menggunakan metode Chemical Solution Deposition (CSD) dan spin coating pada kecepatan putar 3000 rpm selama 30 detik. Film tipis di atas substrat silikon dipanaskan pada suhu 850 oC, 900 oC dan 950 oC,sedangkan film tipis di atas substrat TCO tipe-7059 dipanaskan pada suhu 400 oC, 450 oC dan 500 oC. Darihasil karaktrisasi ketebalan menunjukkan ketebalan meningkat dengan naiknya suhu pemanasan dari 400 oCsampai 500 oC sedangkan pada suhu pemanasan 850 oC sampai 950 oC ketebalan turun. Energy gap film tipis naik dengan naiknya suhu pemanasan dari 400 oC sampai 500 oC, tetapi dengan penambahan doping dapatmenurunkan energy gap film tipis. Nilai koduktivitas listrik film tipis BST dan BSTT berada pada rentang material semikonduktor. Konduktivitas listrik film tipis secara umum turun dengan naiknya suhu pemanasan.Doping tantalum yang diberikan, secara umum dapat menaikkan konduktivitas listrik film tipis. Nilai konduktivitas ini berubah terhadap perubahan intensitas cahaya yang jatuh pada film tipis. Dengan demikian film tipis ini bersifat fotokonduktiv. Konstanta dielektrik film tipis turun jika suhu pemanasan dinaikkan,namun doping tantalumdapat menaikkan konstanta dielektrik filmtipis. Dari hasil karakterisasi arus-tegangan didapatkan film tipis BSTT bersifat fotodiode.
ETHOGRAM PERILAKU ALAMI INDIVIDU TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) DALAM LABORATORIUM Anggara, Agus Wahyana; Solihin, Dedy Duryadi; Manalu, Wasmen; Irzaman, Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merupakan respons senso-motorik makhluk hidup terhadap beragam stimulus dan fluktuasi kondisi lingkungan. Pengamatan terhadap perilaku alami tikus sawah yang ditangkap dari lapangan dilakukan pada kondisi di dalam laboratorium. Percobaaan bertujuan untuk memetakan dan mendeskripsikan perilaku alami tikus sawah. Hasil percobaan diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyusun metode manipulasi perilaku tikus sawah dalam rangka menyusun metode pengendaliannya. Semua aktivitas tikus percobaan dipantau kamera CCTV dan dilakukan pengamatan saksama untuk membuat ethogram. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas normal tikus sawah sepanjang periode aktifnya pada malam hari meliputi perilaku keluar-masuk lubang sarang, mengendus, mengawasi, menjelajah, makan dan minum, merawat diri, istirahat, dan menggali tanah. Sebagian besar aktivitas dilakukan pada pukul 17:30-22:00 WIB sehingga dapat dinyatakan bahwa puncak aktivitas tikus sawah berlangsung pada periode petang hari.Kata kunci:aktivitas harian, nokturnal, laboratorium, pengendalian
KAJIAN EFISIENSI ENERGI PROSES PENYULINGAN DAN SIFAT FISIK HASIL PENYULINGAN MINYAK SERAI DAPUR MENGGUNAKAN TUNGKU SEKAM DAN HEATING MANTEL Rohaeti, E.; Pamungkas, N. G.; Irzaman, Irzaman
BERKALA FISIKA Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.973 KB)

Abstract

Essential oil distillation has been carried out from the lemongrass material using two heaters there are rice husk and heating mantel. In comparison ingredients (lemongrass: water = 0.125 kg: 0.5 liters) distillation with rice husk heater requires energy 6022.5 kcal, 3660 second distillation time, costs Rp 912.5 with an average rendemen of oil produced 0.0635 %. Distillation with the same material amount using heating mantel requires the energy 832.143 Kcal, distillation time 6990 seconds, the cost Rp 608.6 and producing the rendemen 0.114%. Distillate debit is influenced by the heat generated which produced by the rice husk and heating mantel. The quality of lemongrass oil which produced by the rice husk heating is better than the heating mantel in term of the lemongrass oil color and oil refractive index. Lemongrass oil which is produced by the pale brown of heating rice husk and refractive index values were in the range of 1.4830 to 1.4890. Keywords: rice husk, heating mantel, distillation, lemongrass oil, energy.