Articles

Found 10 Documents
Search

Layanan Komplementer di Klinik Universitas Mulawarman pada Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus Ismail, Sjarif; Paramita, Swandari; Aminyoto, Meiliati; Kosala, Khemasili; Bakhtiar, Rahmat
Jurnal SOLMA Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v7i2.2119

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah dilaksanakan di Universitas Mulawarman dengan dibentuk Layanan Komplementer di Klinik Universitas Mulawarman. Tujuan kegiatan PPUPIK ini adalah diversifikasi usaha di Klinik Universitas Mulawarman untuk meningkatkan perolehan pendapatan secara mandiri dan bermanfaat untuk masyarakat, serta memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada  mahasiswa dengan memberikan layanan komplementer di Klinik Universitas Mulawarman. Sebelum dibukanya layanan komplementer dilakukan analisis SWOT untuk mendapatkan gambaran keberhasilan, dan hasil analisis disimpulkan layak untuk dibuka. Layanan komplementer meliputi akupunktur (tusuk jarum) dan jamu (herbal), resmi dibuka tanggal 02 Mei 2018. Jumlah kunjungan sampai akhir bulan Agustus adalah 110 dan jumlah pasien yang berobat 47 orang dengan total pendapatan sebesar Rp. 3.777.900,-. Karakterisik pasien yang berobat perempuan (88,2%) dan pria (11,8%), sebagian besar berhubungan dengan kelainan muskuloskeletal diikuti obesitas, dan dispepsia, hampir semua menyukai jamu dan lebih dari 50% mendapat terapi jamu. Pada pasien yang kontrol ulang telah merasakan manfaat dari pengobatan komplementer yang didapatkan baik yang mendapat pengobatan jamu, akupunktur dan gabungan akupunktur dan jamu. Mahasiswa Fakultas Kedokteran juga telah dilibatkan untuk membantu pelayanan dalam hal pemeriksaan fisik tekanan darah. Luaran PPUPIK yang telah dicapai adalah jasa layanan komplementer di Universitas Mulawarman telah diterapkan dan menghasilkan pendapatan, publikasi di jurnal nasional (accepted) dan buku pedoman pengobatan herbal (draf), dua paten sederhana telah didaftarkan dan satu granted paten hasil mediasi.
Aktivitas Vasodilatasi Pembuluh Darah secara in vitro dan Uji Toksisitas Akut Minuman Fungsional Herbal Kaltim Ismail, Sjarif; Yuniati, Yuniati
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.477 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.107

Abstract

Latar belakang:  pangan fungsional dapat berupa makanan atau minuman. Pangan fungsional lebih bersifat pencegahan terhadap penyakit, sedangkan obat lebih bersifat menyembuhkan penyakit. Minuman Fungsional Herbal Kaltim (MFHK) yang diracik dari bahan-bahan tumbuhan yang ada di Kaltim telah diketahui memiliki citra rasa yang enak dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat tetapi belum diketahui aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Tujuan: mengeksplorasi MFHK pada kontraktilitas tonus pembuluh darah secara in vitro dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Metode: MFHK dikeringkan lalu diuji kontraktilitas pada pembuluh darah dengan menggunakan organ terpisah aorta tikus dengan endotel, hasil dinyatakan dalam bentuk persen tonus kontraktilitas aorta. Uji toksisitas akut peroral menggunakan tikus Wistar dan mencit Balb/c jenis kelamin jantan dan betina. Hasil: pada uji kontraktilitas aorta didapatkan secara berurutan dalam persen tonus kontraktilitas aorta pada konsentrasi ekstrak MFHK 0,04 mg/mL adalah (1,02 + 1,43) % dan kontrol (3,27 + 1,00) % dengan p>0,05; pada 0,08 mg/mL didapatkan (-1,39 + 1,41) % dan (4,50 + 1,14) % dengan p<0,05; 0,16 mg/mL didapatkan (-5,36 + 1,40) % dan (8,42 + 2,00) % dengan p<0,05. Dosis tunggal ekstrak 2 g/kgBB yang diberikan secara oral tidak didapatkan kematian pada tikus dan mencit jenis kelamin jantan dan betina. Kesimpulan: ekstrak MFHK memiliki aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah secara in vitro dan tidak toksik pada pemberian akut secara oral. Kata kunci: Minuman Fungsional Herbal Kaltim – Vasodilatasi – Toksisitas Akut
UJI AKTIVITAS TRAKEOSPASMOLITIK EKSTRAK ETANOL Centella asiatica (L.) URB. PADA ORGAN TERPISAH TRAKEA MARMUT UNTUK MELIHAT EFEK ANTIASMA Bachtiar Moerad, Emil; Paramita, Swandari; Iskandar, Abdillah; Ismail, Sjarif; Pratiningrum, Moriko; Irawiraman, Hadi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.429 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v4i2.139

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran nafas yang ditandai dengan terjadinya hiperesponsif saluran nafas dan penyempitan saluran nafas secara reversibel. Asma hingga kini masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Pemberian obat-obatan anti asma merupakan penatalaksanaan penyakit tersebut. Namun demikian terdapat masalah efek samping obat dan masalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian obat tersebut, apalagi asma merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Dengan demikian maka perlu pengembangan obat antiasma berbasis tumbuhan obat dengan biaya yang lebih terjangkau dan efek samping yang lebih sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi ekstrak etanol Centella asiatica (L.) Urb. yang secara tradisional digunakan etnis Dayak sebagai obat batuk. Penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas trakeospasmolitik ekstrak etanol C. asiatica pada organ terpisah trakea marmut untuk melihat efek antiasma. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak C. asiatica memiliki aktivitas trakeospasmolitik yang signifikan jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Meskipun nilai E maks C. asiatica lebih rendah daripada aminofilin, namun nilai EC50 tidak jauh berbeda dengan aminofilin sebagai kontrol positif. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol C. asiatica memiliki efek antiasma berdasarkan aktivitas trakeospasmolitiknya.   Kata kunci: Centella asiatica, spasmolitik, organ terpisah trakea
MECHANISM OF VASORELAXATION INDUCED BY Coptosapelta flavescens STEMS EXTRACT IN RAT THORARIC AORTA Ismail, Sjarif; Kosala, Khemasili; Fikriah, Ika; Magdaleni, Agustina Rahayu
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.693 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v4i2.146

Abstract

Coptosapelta flavescens Korth. is a liana plant from the Rubiaceae family. In East Kalimantan, it is also known as “Akar Tambolekar” or “Merung”, it is called “akar” or root as its trunk spreads like a root. The plant’s stems are used by ethnic Dayak in East Kalimantan to overcome high blood pressure and it has been proven to induce vasorelaxation on blood vessels, but the its action mechanism in the endothelial or vascular smooth muscle cells (VSMC) are unknown. Vasorelaxation on the blood vessels could be mediated by endothelial or by the VSMC. This research aims to study in vitro which of them is the mechanism of action of Coptosapelta flavescens Stems (CFS) extract. CFS were taken from the secondary forest in Paser Regency, East Kalimantan Province. Its simplicia were macerated with methanol solvent for three days and twice repeated. Vasorelaxation activity of the blood vessels was tested with rats’ isolated thoracic aorta with endothelial and with the endothelial removed (endothelium-denuded). Both aorta of 3 mm length were soaked into Krebs-Henselheit solution at 37°C, pH 7.4 and aerated with carbogen gas. After they have acclimatized, both aortas were contracted with phenylephrine solution, after reaching peak contraction and plateau, the solution of extract or its solvent (Control) was administered in cumulatively increasing doses. The results show that CFS extracts induce vasorelaxation both in the endothelial-intact aorta and in the endothelial-denuded aorta. At high concentrations, the vasorelaxation activity in the endothelial-intact aorta was weaker than that on endothelial-denuded aorta. This study proves that action mechanism of blood vessels’ vasorelaxation induced by the methanol extract of CFS were more dominantly mediated by the blood vessels smooth muscle; and at high concentrations the endothelial actually weakened the VSMC vasorelaxation activity. Further study is necessary on the mechanism of  action vasorelaxation through the modulation of intracellular or extracellular calcium ion channels of VSMC   Keywords: Coptosapelta flavescens, vasorelaxation, extract, aorta, in vitro
EVALUATION OF SYNERGISTIC EFFECT OF Kaempferia galanga L. RHIZOME EXTRACTS ON THE ANTIBIOTIC ACTIVITY ANTIBIOTICS AGAINST BACTERIAL PATHOGENS Fahrinda, Almira; Ismail, Sjarif; Kosala, Khemasili; Fikriah, Ika; Yuniati, Yuniati
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.004 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v4i3.148

Abstract

Background: aromatic ginger rhizome (Kaempferia galanga L.) is a member of Zingiberaceae family, has been known to have an antibacterial effect is used for everyday cooking spices, but the synergistic effect on broad spectrum antibiotics was unknown. Objective: this research was conducted to find out the synergistic effect of Kaempferia galanga L. Rhizome extract (KGR) on some broad-spectrum antibiotics against gram positive and negative bacterial pathogens in vitro. Method: KGR was taken from farmers in Samarinda City, East Kalimantan Province, Indonesia. Extraction by maceration with ethanol solvent. Antibacterial activity test of KGR ethanol extract, antibiotic and synergistic effect using Mueller-Hinton agar, Kirby-Bauer disc diffusion method on ampicillin, cefuroxime, chloramphenicol, ciprofloxacin, and meropenem antibiotics against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Results were expressed in percentage increase of the inhibition zone. Statistical test with t-test, significantly different if p<0.05. Results: KGR ethanol extract showed increase the percentage of antibiotic inhibition zone, ampicillin being the highest and the weakest of ciprofloxacin in E. coli; meropenem being the highest and the weakest of ciprofloxacin in S. aureus, statistically significant different tests on antibiotic ampicillin (E. coli), meropenem and cefuroxime. Conclusion: KGR ethanol extract showed synergistic effect on antibiotic ampicillin (E. coli), meropenem and cefuroxime in S. aureus and E. coli.
APHRODISIAC ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF Cratoxylum sumatranum (JACK) BLUME STEMS ON ISOLATED RAT CORPUS CAVERNOSUM Ismail, Sjarif; Aminyoto, Meiliati
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.93 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v4i3.150

Abstract

Cratoxylum sumatranum (Jack) Blume of the Hypericaceae family is known as “Bentaleng” by Dayak Benuaq. In ethnobotany, Cratoxylum sumatranum stems (CSS) is used as energy drink or aphrodisiac, but its effect has not been scientifically proven. Research objective to study the aphrodisiac activity of CSS extract by screening the aphrodisiac activity in vitro. Method: CSS was collected from Kutai Kertanegara Regency, East Kalimantan Province. Extraction was by maceration with ethanol solvent for three days. Re-maceration was done twice. In vitro screening of aphrodisiac activity used isolated rat corpus cavernosum. The organ was placed into a 10 mL chamber containing Krebs-Henselheit solution at pH 7.4, 37°C and aerated with carbogen gas. After acclimation, a contraction test was performed with phenylephrine solution and after reaching the peak of contraction at plateau the Control (solvent extract) or CSS ethanol extract was administerd at cumulatively increased concentration. Vasodilation activity was known if the contraction response was decreased after the extract’s administration and expressed in percent contraction with negative value. Results: CSS ethanol extract induce vasodilatory response on rat Corpus cavernosum blood vessels. Vasodilation activity is increasing with increasing concentration of extract given compared to Control. Conclusion the aphrodisiac activity of CSS ethanol extracts is directly through the vasodilation action mechanism on blood vessels in the rat corpus cavernosum.  
EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF Eleutherine bulbosa (MILL.) URB ON ANAEROBIC BACTERIAL Prophyromonas gingivalis IN VITRO Azizah, Siti Nur; Yani, Sinar; Ismail, Sjarif; Masyudhi, Masyudhi; Sawitri, Endang
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.331 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v4i3.151

Abstract

Periodontitis is an inflamation of supporting tissues on teeth that became the main cause of Prophyromonas gingivalis (P. gingivalis) bacteria. Treatment of periodontitis is by giving antibacterial agent therapy. Plants that have antibacterial effects one are Eleutherine bulbosa (UEB) bulbs from the Iridaceae family. This plant has been used for ethnobotany boils drugs and has been known to have antibacterial activity toward against intestinal pathogen bacteria that is anaerobic Gram Negative, but still unknown its activity against on oral pathogenic bacteria such as P. gingivalis. The purpose of this study was to know the effect of UEB extract on the growth of P. gingivalis bacteria as in vitro. UEB is taken from agriculture center in Samarinda city. UEB Simplisia was tested for antibacterial activity using Kirby-Bauer disc diffusion method on BHI-A media supplemented with vitamin K and hemin. The bacteria which used were P. gingivalis ATCC® 33277. Blank disc 6 mm with nine concentrations attached to BHI-A medium, incubated for 24 hours at 37 °C in an anaerobic atmosphere, then sprayed MTT (3-[4,5-Dimethylthiazole-2-yl]-2,5-diphenylttetrazoliumbromide) reagent and read a few moments later. For comparison, then used Chlorhexidine gluconate (CHX) 2 mg/ml. The statistical analysis with t-test and there was significant different if  p<0.05. The result showed that the higher concentration of UEB ethanol extract will increase the growth inhibition zone of P. gingivalis bacteria and reach maximum at 10 mg/ml concentration. The result of t-test showed no difference significant of P. gingivalis bacterial inhibition zone in the treatment group of 7.5 mg/ml and 10 mg/ml concentration on CHX group. This study proves UEB ethanol extract can inhibit the growth of P. gingivalis bacteria.  
In vitro Exploration of Vasodilation Activity of the Methanol Extract of the Coptosapelta flavescens Korth stem Kosala, Khemasili; Ismail, Sjarif; Fikriah, Ika; Magdalena, Agustina Rahayu
JIMR - Journal of Islamic Medicine Research Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Published by Faculty of Medicine Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.843 KB)

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Coptosapelta flavescens Korth is a liana plant of the Rubiaceae genus. In East Kalimantan it is known as Akar Tambolekar or Merung. Its stem is ethnobotanically used as herbs to treat high blood pressure but it has not been scientifically proven yet.Method: This study aims to prove the activity of Coptosapelta flavescens stem (BCF) extract as an antihypertensive by using a blood vessels isolated organ model through the action mechanism as a vasodilator. BCF was taken from Paser Regency, East Kalimantan Province. The extraction was macerated using methanol solvent, then concentrated using a vacuum rotavapour at the temperature of 50C. Vasodilator activity was tested using a 3 mm long rat aorta isolated organ with endothel put into Krebs Henselheit solution at 37C, pH 7.4 and fed by carbogen gas. The aorta is contracted using a phenylephrine solution, after the contraction reached its peak and plateaued, the extract solution or the extracts solvent solution (as control) was added cumulatively and the aortic tone activity was observed. The results were expressed in percent of aortic contractility.Results: The results showed that BCF extract caused an increase in the reduction of aortic contractility percentage as extract concentration increase. Conclusion: This proves that BCFs methanol extract can cause vasodilation in blood vessels with endothelium.Keyword: Coptosapelta flavescens, antihypertensive, extract, isolated aorta, vasodilator
OPTIMALISASI POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA LOA KUMBAR, KECAMATAN SUNGAI KUNJANG, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Paramita, Swandari; Ismail, Sjarif; Nuryanto, M. Khairul; Putro, Trijono Patono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2888.991 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.792

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah makin meningkatnya kasus PTM atau Penyakit Tidak Menular. PTM merupakan penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. PTM mempunyai durasi yang panjang dan umumnya berkembang lambat. PTM juga merupakan masalah utama di Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Walaupun berstatus ibukota propinsi, namun masih ada daerah yang terisolir selama puluhan tahun di Samarinda, yaitu Desa Loa Kumbar di Kecamatan Sungai Kunjang. Warga yang ingin menjangkau daerah lainnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, harus menggunakan jalur sungai. Salah satu strategi dalam meningkatkan pembangunan kesehatan adalah pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Hasil program yang telah dilakukan adalah mitra dalam hal ini pihak Puskesmas telah memulai pembentukan Posbindu PTM melalui sosialisasi program, serta melakukan pelaporan ke Dinas Kesehatan Kota Samarinda terkait kegiatan Posbindu PTM. Luaran pengabdian masyarakat yang telah tercapai adalah telah mulai dilakukan penerapan iptek kepada masyarakat, terutama penggunaan alat kesehatan untuk skrining faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya tekanan darah tinggi dan kencing manis.
LAYANAN KOMPLEMENTER DI KLINIK UNIVERSITAS MULAWARMAN PADA PENGEMBANGAN USAHA PRODUK INTELEKTUAL KAMPUS Ismail, Sjarif; Paramita, Swandari; Aminyoto, Meiliati; Kosala, Khemasili; Bakhtiar, Rahmat
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v7i2.2119

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah dilaksanakan di Universitas Mulawarman dengan dibentuk Layanan Komplementer di Klinik Universitas Mulawarman. Tujuan kegiatan PPUPIK ini adalah diversifikasi usaha di Klinik Universitas Mulawarman untuk meningkatkan perolehan pendapatan secara mandiri dan bermanfaat untuk masyarakat, serta memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada  mahasiswa dengan memberikan layanan komplementer di Klinik Universitas Mulawarman. Sebelum dibukanya layanan komplementer dilakukan analisis SWOT untuk mendapatkan gambaran keberhasilan, dan hasil analisis disimpulkan layak untuk dibuka. Layanan komplementer meliputi akupunktur (tusuk jarum) dan jamu (herbal), resmi dibuka tanggal 02 Mei 2018. Jumlah kunjungan sampai akhir bulan Agustus adalah 110 dan jumlah pasien yang berobat 47 orang dengan total pendapatan sebesar Rp. 3.777.900,-. Karakterisik pasien yang berobat perempuan (88,2%) dan pria (11,8%), sebagian besar berhubungan dengan kelainan muskuloskeletal diikuti obesitas, dan dispepsia, hampir semua menyukai jamu dan lebih dari 50% mendapat terapi jamu. Pada pasien yang kontrol ulang telah merasakan manfaat dari pengobatan komplementer yang didapatkan baik yang mendapat pengobatan jamu, akupunktur dan gabungan akupunktur dan jamu. Mahasiswa Fakultas Kedokteran juga telah dilibatkan untuk membantu pelayanan dalam hal pemeriksaan fisik tekanan darah. Luaran PPUPIK yang telah dicapai adalah jasa layanan komplementer di Universitas Mulawarman telah diterapkan dan menghasilkan pendapatan, publikasi di jurnal nasional (accepted) dan buku pedoman pengobatan herbal (draf), dua paten sederhana telah didaftarkan dan satu granted paten hasil mediasi.