Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN KERINCI Ismanto, Hadi; Syofyan, Efrizal; Yulhendri, Yulhendri
Jurnal Kajian Ekonomi Vol 3, No 05 (2014): Kajian Ilmu EKonomi
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.292 KB)

Abstract

This study aims to analyze and determine the effect of: (1) working capitalto small industrial production in the Kerinci regency, (2) the raw material for theproduction of small industries in Kerinci regency (3) labor to the production ofsmall industries in the district of Kerinci (4) goverment policy to small industrialproduction in the Kerinci regency (5) working capital, raw materials, labortogether and goverment policy to yield a small industrial production in theKerinci regency. research data in the form of panel data from 2006 - 2010 with 12districts in Kerinci (n = 60). This research uses the methods of analysis toolsOrdinary Least Squared (OLS). The dependent variable in the study was smallindustrial production. While the independent variable in this study is workingcapital, raw materials labor and goverment policy. The research concludes thatthe working capital significantly influence the results of a small industrialproduction in the Kerinci regency. Then, the value of raw materials alsosignificantly influence the results of a small industrial production in the Kerinciregency. In addition, labor does not significantly influence the results of a smallindustrial production in the Kerinci regency. So, goverment policy alsosignificantly influence the results of a small industrial production in the Kerinciregency. Based on these results the policies can be suggested that employers mustincrease their working capital in order to smooth the production process so thatthe yield can always be improved. Particularly through local government to localgovernment Kerinci can simplify and guarantee the existence of raw materialssmall industries that exist in the Kerinci regency. In addition, small industrialentrepreneurs are expected to also have alternative raw materials to maintain theavailability of basic raw materials.Keywords: Small Industrial Production, Working Capital, Raw Materials andLabor
Pemberdayaan Ekonomi Kumpulan Pengajian Perempuan (KPP) Al Munajad Dan Baitul Muqorrobin Desa Tahunan Jepara Arifin, Noor; Ismanto, Hadi; Fuad, Eko Nur
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan KPP (Kelompok Pengajian Perempuan) tidak hanya mendapat pengetahuan religius tetapi lebih menerapkan penghematan syariah dan kegiatan pinjaman untuk anggota. Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah untuk memudahkan niat bagi KPP. Permasalahannya adalah: 1) tabungan dan sistem kredit masih manual dan tidak ada dukungan software, dan 2) bagaimana membangun sebuah klinik konsultasi bisnis bagi anggota KPP. Output kegiatan ini adalah tabungan Software syariah dan kredit dan software manual, klinik konsultasi bisnis dan buku panduan pedoman untuk bisnis. Metode kegiatan yaitu  sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Untuk menentukan efektivitas hasil pelatihan keterampilan dan kemampuan peserta dalam memahami operasional syariah simpan pinjam software, skor adalah 76%, nilai ini baik, karena lebih dari 75%. Hasil kemampuan akuntansi sebesar 4.15, berarti baik karena di atas 4, kemampuan manajemen akuntansi KPP katagori baik dann nilai tingkat kepuasan pelayanan kepada anggota rata-rata 4,4 berarti bahwa para pejabat KPP dalam melayani anggotanya dalam kategori memuaskan (skor> 4).Kata kunci:  Simpan Pinjam Syariah, klinik konsultasi bisnis
Analisis Efektivitas Pemberian Pinjaman Program Pembiayaan UMKM Oleh Koperasi Di Jepara (Studi Kasus UJKS Mitra Usaha Jepara) Ismanto, Hadi; Diman, Tohir
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara berkembang yang ekonominya sebagian besar didukung oleh usaha kecil dan keterbatasan kemampuan masyarakat Indonesia dalam mendirikan dan mengelola kegiatan usaha memimpin bisnis yang membentuk mayoritas di negeri ini usaha mikro, kecil dan menengah sering disingkat UKM. Perkembangan dan  kemajuan UKM sangat ditentukan oleh pemangku kepentingan UKM sendiri, tetapi dukungan dari pihak eksternal masih memainkan peran penting karena terbatasnya kapasitas dan kemampuan faktor-faktor lain yang mempengaruhi eksistensi dan kontinuitas. Faktor eksternal dukungan seperti salah satu dari Program Pendanaan oleh UJKS, namun seperti masalah lain yang dialami oleh Program Lembaga pembiayaan dari peminjam (sebagai penerima Program Pembiayaan) tidak selalu mulus. Banyak kasus penghambatan Program Pembiayaan pembayaran seperti pembayaran angsuran tunggakan bahkan kemacetan Program Pembiayaan. Hal ini menyebabkan perlunya penelitian untuk menentukan penyebab non-performing loan UJKS Program Pembiayaan yang diharapkan untuk menyusun strategi yang lebih baik dalam memilih calon peminjam kredit nomor begitu buruk bisa ditekan. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pengembalian pinjaman adalah: 1) karakteristik pribadi terdiri dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan dalam keluarga. 2) Karakteristik omset terdiri dari upaya panjang dan usaha. 3) Karakteristik pinjaman termasuk nilai langit-langit, payback period dan frekuensi pinjaman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM yang menjadi Peminjam (peminjam) Program pembiayaan UJKS Mitra Bisnis dan masih cukup aktif sampai November 2013, dan telah memperoleh fasilitas pembiayaan untuk setidaknya enam bulan berjalan. Jumlah anggota populasi ini sebanyak 157 debitur dibagi menjadi dua sub-populasi, yaitu peminjam dengan performing loan sebanyak 121 orang dan peminjam dengan non-performing loan sebanyak 36 orang. Olahan dan analisis bahwa faktor yang mempengaruhi relevansi nyata nyata dan harus tingkat pengembalian pinjaman (performing loan atau non-performing loan) adalah perputaran bisnis, bisnis lama dan nilai batas kredit. Ketiga variabel prediktor memiliki pengaruh positif dan hubungan dengan tingkat pembayaran. Artinya, semakin tinggi omset bisnis, semakin lama bisnis telah berjalan dan semakin besar nilai batas pinjaman peluang dan tren untuk dapat membayar kembali (kredit bermasalah) pinjaman yang lebih tinggi dan sebaliknya. Hal ini dapat dipertimbangkan untuk UJKS-Kop dalam menjalankan program sehingga menjadi pembiayaan yang lebih efektif.Kata kunci: UMKM, UJKS, Program Pendanaan, kredit bermasalah, dan non-performing loan..
Implementasi Kebijakan Publik Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Suneth, Ibnu Sulthan; Ismanto, Hadi
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 2, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.049 KB) | DOI: 10.21070/jkmp.v2i1.411

Abstract

The purposes of this research were to describe policy implementation of planning and empowering street vendors in Sidoarjo regency and its effects. Method of this research used qualitative approach. The results of this research showed that the Sanitation Department had many obstacles to implement this policy related with uncorporate between local government and many departments that involved in this policy implementation. So, there were problem still dicuss in local legislators in order to the mandate of Permendagri number 41 of 2012 on Structuring and Empowering of Street Vendors (PKL) can be realized particular in Sidoarjo Regency. Positive impact in this policy implementation for community could fulfill their needs, while negative impacts were uncomfortable condition when the street vendors sell in public area, highway, and sidewalk.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Utami, Amelia Tr; Ismanto, Hadi; Lestari, Yuni
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 1, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.527 KB) | DOI: 10.21070/jkmp.v1i1.429

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of service quality dimensions of service quality are tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy toward patient satisfaction. The sample used in this study is 100 respondents. The sampling method used purposive sampling and accidental sampling. Data collection used questionnaires. Data analysis method used quantitative analysis using validity and reliability test, F test, the coefficient of determination, t test and linear regression analysis. Based on the results of this study showed that the quality of service that consists of tangibles (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4) and empathy (X5) simultaneously significant effect on patient satisfaction. Partially, Tangibles variable (X1), Reliability (X2) and Empathy (X5) showed significant effect on satisfaction (Y). While, variable Responsiveness (X3), Assurance (X4) partially did not show significant effect on satisfaction (Y).
Analisis Pengaruh Ukuran Perusahan, Book-To-Market Value, dan Beta Terhadap Return Saham di BEI Ismanto, Hadi
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.555 KB) | DOI: 10.21831/jep.v8i2.795

Abstract

Banyak perdebatan yang terjadi di dunia akademis dalam menguji CAPM. Menurut Fama dan French Size merupakan faktor penting dalam penjelasan perbedaan return, dan antara beta (β) dan expected return tidaklah terdapat hubungan positif melainkan tidak berpola/tidak berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ukuran perusahan, book-to-market value, dan beta dapat mempengaruhi return saham di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder tentang harga saham bulanan dan data SBI tahun 2008-2010, pembentukan portofolio dengan menggunakan model fama dan french serta model empiris Michael E. Drew dan Madhu Veeraraghavan dan menggunakan regresi linier untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa beta secara individu mempengaruhi return saham dalam semua portofolio yang di bentuk. Sedangkan beta dan size secara individu mempengaruhi return saham hanya dalam portofolio yang dibentuk berdasarkan kategori pengelompokan saham, yaitu BL dan BH. Sedangkan beta, size, dan BMV secara bersama-sama tidak mempengaruhi return saham pada semua variabel return portofolio.
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERIAN PINJAMAN PROGRAM PEMBIAYAAN UMKM OLEH KOPERASI Ismanto, Hadi; Diman, Tohir
Jurnal Economia Vol 10, No 2: October 2014
Publisher : Faculty of Economics Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.235 KB) | DOI: 10.21831/economia.v10i2.7541

Abstract

Abstrak: Analisis Efektivitas Pemberian Pinjaman Program Pembiayaan UMKM Oleh Koperasi. Program Pembiayaan memiliki peran yang penting bagi UMKM, namun sering menghadapi masalah penunggakan dan kemacetan pembayaran angsuran. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui sebab-sebab tidak lancarnya pengembalian Program Pembiayaan UJKS sehingga diharapkan dapat menyusun strategi yang lebih baik lagi dalam menyeleksi calon peminjam agar angka pinjaman bermasalah dapat ditekan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua UMKM yang menjadi Peminjam (peminjam) program pembiayaan UJKS Mitra Usaha dan masih tergolong aktif hingga bulan November 2013 dan telah memperoleh fasilitas pembiayaan sekurang-kurangnya enam bulan berjalan. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap tingkat pengembalian pinjaman (lancar atau menunggak) adalah omzet usaha, lama usaha dan nilai plafon pinjaman. Hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi UJKS dalam menjalankan program pembiayaan sehingga menjadi lebih efektif dalam menjalankannya.   Kata Kunci: UMKM, UJKS, Program Pembiayaan, Lancar, dan Macet.   Abstract: Effectiveness Analysis of SMEs Financing Program by Cooperative. Financing programs have an important role to SMEs, but often face the problem of repayment failures and installment payments. This study examines the causes of saving and loan cooperatives? repayment problems. The population of this study is all SMEs borrowing from Mitra Usaha saving and loan cooperative. Furthermore these SMEs must be categorized as active SMEs until November 2013 and they had been receiving loan for at least six months. The study found that the variables such as: the length of the business, the business volume, and the value of the loan have a positive impact on repayment rate.   Keywords: SMEs, Saving and Loan Cooperative, Financing Program
ANALISIS PENGARUH DEWAN SENGKETA & ARBITRASE TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA KONSTRUKSI BERDASARKAN FIDIC CONDITION OF CONTRACT 2017 Ismanto, Hadi; Hardjomuljadi, Sarwono
Jurnal Konstruksia Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.10.1.73-86

Abstract

Abstrak : Proses penyelesaian beda persepsi yang berujung sengketa merupakan hal yang sangat mengganggu proses kegiatan konstruksi, sehingga pemilihan penyelesaian sengketa harus dicermati secara khusus untuk memperoleh hasil yang maksimal. Dewan sengketa maupun arbitrase menjadi pilihan dimana perselisihan yang berujung sengketa harus diselesaikan. Penyelesaian mengedepankan nilai ? nilai yang menjunjung tinggi hubungan baik, kepastian hukum, dan kepastian keberlangsungan proyek. Dari sudut pandang owner & kontraktor ternyata berbeda, disamping mereka mengutamakan kepastian hukum dari sebuah sengketa, ternyata dari sudut pandang mereka mempunyai kepentingan masing ? masing, owner memandang keberlangsungan proyek menjadi hal yang harus dipenuhi, sedangkan kontraktor beranggapan bahwa hubungan baik adalah hal yang harus dicapai pada saat terjadi sengketa, guna tetap menjaga peluang bisnis diproject selanjutnya. Hal ini dapat terakomodasi dengan baik oleh Dewan Sengketa, dengan berpedoman fidic conditions of contracts. Dengan sampel 100 responden dimana 47% Owner & Konsultan & 53% Kontraktor, mereka cenderung lebih menyukai Dewan Sengketa sebagai jalan untuk menyelesaikan sengketa konstruksi. Hasil yang didapat adalah       53,7% kontraktor & owner memilih dewan sengketa dengan mengedepankan kepastian hukum, keberlangsungan proyek & hubungan baik, sdangkan sisanya 29,6% memilih Arbitrase. Dari hasil tersebut penyelesaian sengketa menjadi hal yang terlihat sederhana dan friendly pada saat dalam sebuah kontrak konstruksi mencantumkan Dewan sengketa sebagai sarana untuk mengakomodasi jika terjadi sengketa. Kata Kunci : Sengketa, Dewan Sengketa, Arbitrase, Fidic Conditions Of Contracts Abstract : The process settling of the different perceptions that lead to dispute is very disruptive to the construction activities. Thus the election of dispute resolution must be observed specifically to obtain maximum results. Dispute council and arbitration council are the choice where disagreement that lead dispute must be resolved. Settlement prioritizes values that uphold good relationships, legal certainty and certainty of project sustainability. The assesment between  the owner and the contractor is different, besides they prioritize the legal certainty of a dispute, evidently they have their own respective interests, the owner priority is the sustainability of the project to be achieved amid a dispute, in order to keep the business opportunity in the next  project. This can be well accommodated by the dispute council by referring to the Fidic Conditions of Contracts. With a sample of 100 respondents in which 47% of Owners and Consultants, 53% of Contractors, they tend to prefer the Dispute Council as a way to resolve construction disputes. The result is 53.7% of the owner and the contractor chooses the dispute councils by prioritizing legal certainty, the sustainability of the project and good relations, while the remaining 29.6% chose Arbitration. From these results, dispute resolution becomes simple and friendly when a construction contract includes a Dispute Council as a means to accommodate in the event of a dispute. Keywords:  Dispute, Dispute Board, Arbitration, fidic conditions of contracts
PENGUATAN TATAKELOLA UKM TENUN IKAT TROSO Ismanto, Hadi
Journal of Dedicators Community Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.641 KB)

Abstract

Troso tie or Troso cloth is a Jepara weaving craft precisely from the village of Troso. Weaving craft is weaving from strands of threads of yarn or lint threads previously tied to form a particular motif and immersed in a natural dye. Until now weaving ikat troso has grown into a home industry that supports the economy of the troso village with a broader market in various regions in Indonesia, Malaysia and Brunei Darussalam. In running its business the craftsmen pay less attention to management aspect and also consistency aspect of product quality. Problems that exist in partner SMEs, among others; 1) SMEs today have difficulty recruiting employees and technology that still rely on human strength; 2) SMEs do not yet have a good financial administration system. From these problems then the solution offered as follows: 1) Modify Non-Engine Weaving Machine (ATBM) into a semi-machine loom (ATSM); 2) Developing the Financial Administration System. The solutions offered have a purpose: 1) Product Quality Improvement; 2) Minimizing the Dependency of Skilled Weaving and For Increasing Productivity of the Produce Cloth; 3) Facilitating the Craftsman in Preparing and Controlling the Work and Giving Ease In Taking Decision.
Pendampingan Usaha Kecil Dan Menengah Tenun Ikat Troso Dalam Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Produk Kain Ismanto, Hadi; Tamrin, Muhammad Husni; Pebruary, Silviana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.568 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i1.1881

Abstract

ABSTRAK                Kegiatan ini bertujuan untuk menigkatkan kuantitas dan kualitas produk kain yang dihasilkan oleh mitra, dan meningkatkan jalur pemasaran yang dapat digunakan oleh mitra dalam meningkatakan penjualan kain tenun ikat torso. Metode yang digunakan adalah penampingan, pelatihan, dan praktek langsung oleh mitra UMKM Tenun Ikat Troso Jepara. Capain kegiatan ini adalah dimilikinya alat tenun bukan mesin yang telah ditambah alat jangkar untuk memproduksi varian kain yang berbeda dengan kain yang selama ini diproduksi oleh mitra. Mitra memiliki standar operasi prosedur (SOP) produksi untuk menjaga kualitas kain yang diproduksi. Mitra memiliki jalur pemasaran baru melalui online marketing dengan memanfaatkan website dan social media guna meningkatkan daya saing UMKM. Kata kunci: Pendampingan, Pelatihan, UMKM, Tenun Ikat. ABSTRACT                This activity aims to improve the quantity and quality of woven fabric, and improve the marketing channels that can be used by partners in increasing sales. The method used is direct mentoring, training, and practice by SME's partners Tenun Ikat Troso Jepara.  Achievement this activity are owned ATBM that have been added jangkar tool to produce variants of different fabrics with fabric that had been produced by partners. Partners have standard operating procedure (SOP) production to maintain the quality of fabric produced. Partners have new marketing channels through online marketing by utilizing websites and social media to improve the competitiveness of SMEs. Keyword: Mentoring, Training, SME, Weaving ikat