Dwi Haryo Ismunarti
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

KAJIAN POTENSI ARUS LAUT SEBAGAI ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK DI SELAT LARANTUKA, FLORES TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR Syahputra, Hendry; Prasetyawan, Indra Budi; Ismunarti, Dwi Haryo; Adhitya, R Bambang
Buletin Oseanografi Marina Vol 3, No 1 (2014): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.91 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v3i1.11212

Abstract

Maraknya pemberitaan mengenai inovasi sumber energi terbarukan yang berasal dari laut berdampak terhadap banyaknya hasil studi yang mulai mengarah pada pengoptimalan energi non-konvensional dari laut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi potensi dari Perairan Selat Larantuka, besar daya rata ? rata yang dihasilkan setiap musimnya selama 1 tahun dan probabilitas energi dari arus laut setiap musimnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan penetuan lokasi dengan purposive sample. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap besar yaitu tahap survey lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan MIKE 21 flow model, flexible mesh serta dilanjutkan dengan perhitungan potensi energi arus laut. Berdasarkan hasil didapatkan Lokasi potensi yang ditentukan adalah pada -8o 18? 06.9? 123o01?20.1? dengan probabilitas potensi pada musim  timur sebesar 94.85%, pada musim peralihan II sebesar 95.73%, pada musim barat sebesar 96.84% dan pada musim peralihan I sebesar 96.77%. Kata kunci: probabilitas potensi, energi non-konvensional, Selat Larantuka
STUDI PENGGUNAAN MANNAN OLIGOSACCHARIDE (MOS) TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN ARTEMIA Indariyah, Indariyah; SPJ, Nur Taufiq; Ismunarti, Dwi Haryo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3131

Abstract

Artemia is the most enthused nature feed in the fish and crustaceans hatchery operations, which causing the increase of Artemia?s demand and the prices. Hence, we need to develop the Artemia production through aquaculture. The first larvae development are the crucial time which causes a big risk of death and the feed compositions still contain many harmful bacteria that can reduce the production of Artemia. By giving MOS for Artemia, can be expected to reduce mortality rates and accelerate the growth. The purpose of this research is to investigate the percentage of using MOS against the survival rate and growth of Artemia. The additional feeding treatments were 0% (A), 1% (B), 3% (C), and 5% (D) of MOS added to the amount of phytoplankton. ANOVA is used for analysing the data, then continued with Polinomial Ortogonal test. The Results showed that different treatment significantly different to the survival rate and growth of Artemia. The best survival rate (39,50%) was from the C treatment, indicated by the high weight (753,37 ?g), and longest growth length (9,0 mm). Water quality during the research is still in a decent range for the life of Artemia. This research can be concluded thah the best percentage of MOS given for bast survival rate growth by weight and length were 4,1%, 3,7% and 3,6% respectively.
PRAKIRAAN SIFAT HUJAN MENGGUNAKAN METODE POHON KLASIFIKASI Ismunarti, Dwi Haryo
Jurnal Statistika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Statistika
Publisher : Jurnal Statistika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pohon klasifikasi digunakan untuk menduga nilai variabel respon berjenis kategorik, sedangkan variabel bebasnya dapat berjenis kategorik, kontinu atau keduanya. Pohon dibentuk menggunakan algoritma pemilahan secara rekursif terhadap himpunan data pengamatan dan himpunan bagiannya. Pohon klasifikasi untuk prakiraan sifat hujan bulanan menghasilkan Pohon klasifikasi optimum dengan 22 buah simpul terminal dengan nilai harapan tingkat kesalahan pengklasifikasian sebesar 0,33. Variabel Kelembaman nisbi pada jam 13.00 merupakan variabel yang paling berpengaruh. Metode pohon klasifikasi memberikan ketepatan 80% untuk prakiraan sifat hujan.   Kata kunci : pohon klasifikasi. variabel kategorik.
PERBANDINGAN KURVA PADA DISTRIBUSI UNIFORM DAN DISTRIBUSI BINOMIAL Darsyah, Moh. Yamin; Ismunarti, Dwi Haryo
Jurnal Statistika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Statistika
Publisher : Jurnal Statistika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu percobaan dapat dikatakan menarik jika terlihat pada hasil percobaannya itu sendiri. Besaran – besaran yang menjadi perhatian dari hasil percobaan diperoleh berdasakan pengacakan data atau yang sering disebut peubah acak yang termasuk dalam sebaran peluang diskret. Nilai suatu peubah acak ditentukan oleh hasil percobaannya, sehingga dapat memberi peluang kepada berbagai kemungkinan nilai peubah acak. Salah satu contoh dari peubah acak adalah peubah acak binomial dan peubah acak uniform yang  merupakan sama – sama distribusi peluang diskret. Distribusi binomial merupakan pengembangan dari distribusi bernouli dimana dari suatu percobaan yang menghasilkan, sukses atau gagal, dengan peluang kejadian suksesnya pada setiap kejadian adalah konstant. Distribusi uniform yaitu peubah acaknya memperoleh semua nilainya dengan peluang yang sama, biasanya distribusi ini bergantung pada parameter k. Percobaan pada penelitian ini digunakan software minitab yang ada di Laboratorium Statistika untuk mendapatkan variabel acak binomial dan uniform. Tujuan yang akan dicapai dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui perbandingan  kurva hasil bangkitan data dan untuk mengetahui perbandingan nilai parameter hasil bangkitan data. Kata Kunci : Peubah Acak, Distribusi Diskret, Distribusi Binomial, Distribusi Uniform.
PEMODELAN ARIMA UNTUK PRAKIRAAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LUAS SEBARAN ROB TAHUN 2020 DI SEMARANG Ismunarti, Dwi Haryo; Satriadi, Alfi; Rifai, Azis
Jurnal Statistika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Statistika
Publisher : Jurnal Statistika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muka air laut dalam istilah pasang surut disebut  mean sea level (MSL) yaitu rata-rata jumlah seluruh ketinggian pasang yang diamati.  Pemodelan untuk membuat prakiraan kenaikan muka air laut di Semarang telah banyak dilakukan dengan pendekatan yang hanya mempertimbangkan pola trend yaitu jika terjadi kenaikan secara sekuler dalam jangka panjang dari data. ARIMA (autoregressive/integrated/moving average) adalah metode peramalan meliputi dua hal yaitu analisis pola deret data dan seleksi model yang paling cocok dengan data. Terdapat 4 pola data deret berkala yaitu : pola horisontal bila data berfluktuasi disekitar rata-rata, pola musiman bila  deret data dipengaruhi faktor musiman, pola dari deret berkala akan diulang-ulang dalam selang waktu yang tetap,  pola siklis jika deret data dipengaruhi oleh fluktuasi jangka panjang dan pola trend jika terjadi kenaikan atau penurunan secara sekuler dalam jangka panjang. Model ARIMA diturunkan berdasarkan SML sementara harian. Data diperoleh dari BMKG Semarang. Hasil menunjukkan tipe pasang surut di perairan Semarang  diklasifikasikan ke dalam tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dengan nilai Formzahl 1,12.  Elevasi muka air laut rata – rata (MSL) 59,9261 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 117,38 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) 24,71 cm. Model terbaik ARIMA (0,1,1) yaitu .  Hasil penghitungan deret waktu MSL sejati tahunan menunjukkan laju kenaikan MSL sejati tahunan di Kota Semarang sebesar 1,42 cm per tahun.
PENGARUH PENGGUNAAN PAKAN ALAMI TETRASELMIS CHUII DAN SKELETONEMA COSTATUM DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN KERANG TOTOK (EFFECT OF USING NATURAL FOOD TETRASELMIS CHUII AND SKELETONEMA COSTATUM WITH DIFFERENT DOSES ON THE GROWTH OF TOTOK ..) Supriyantini, Endang; Ismunarti, Dwi Haryo; Ridlo, Ali
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 17, No 2 (2012): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.472 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.17.2.81-86

Abstract

Pengetahuan tentang asupan nutrisi yang sesuai untuk kerang totok Polimesoda erosa sangat penting selain untuk meningkatkan kegunaan diet mikroalga juga untuk mengetahui dosis pakan alami Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum yang paling efisien terhadap pertumbuhan kerang totok. Biota yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang totok ukuran 3-4 cm yang diperoleh dari perairan sekitar P. Gombol, Segara Anakan, Cilacap. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 30x30x30 cm dengan volume media 2 liter. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap, 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu campuran T. chuii 36 x 104 sel/ml dan S. costatum 9 x 104 sel/ml (pakan T1); T. chuii 27 x104 sel/ml dan S. costatum 18 x 104 sel/ml (pakan T2) dan T. chuii 18 x 104sel/ml dan S. costatum 27 x 104 sel/ml (pakan T3). Pakan diberikan sekali sehari, pemeliharaan dilakukan selama 3 bulan. Pengukuran beratyang dilakukan seminggu sekali dan dianalisis Specific Growth Rate (SGR) dan Food Convertion Ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran pakan T. chuii dan S. costatum memberikan pengaruhpertambahan berat yang berbeda nyata (p< 0,05), tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap SGR dan FCR kerang Totok (p > 0,05). Pakan campuran T. chuii 27 x 104 sel/ml dan S. costatum 18 x 104 sel/ml meningkatkan nilai SGR namun mempunyai nilai FC yang besar.Kata kunci: Kerang Totok, Polimesoda erosa, Tetraselmis chuii, Skeletonema costatumKnowledge on ideal feeding dose for kerang totok P. erosa is needed to improved the use of microalgae diet and to investigate the most efficient natural feeding dose of T. chuii and S. costatum on growth of kerang totok (P. erosa). The organism used on this study was Kerang Totok size 3-4 cm which harvested from P. Gombol, Segara Anakan, Cilacap. Experiment was conducted in 30cm x 30cm x 30 cm aquarium filled with 2 liter of water each. A fully randomized design of laboratorium experimental method was applied for the study with three treatment i.e; 36 x 104 cell/ml T. chuii : 9 x 104 cell/ml S. costatum (T1); 27 x 104 cell/ml T. chuii : 18 x 104 cell/ml S. costatum (T2) and 18 x 104cell/ml T. chuii : 27 x 104 cell/ml S. costatum (T3), single feed dose per day at 08.00 WIB for 3 month period. Three replications were set up for each treatment. Parameter measured during the study were weight (weekly measurement), Specific Growth Rate (SGR) and Food Convertion Ratio (FCR). The result showed that feeding dose of T. chuii and S. costatum significantly affect the mean weekly weight gain (p< 0,05) but not to mean of SGR or FCR (p > 0,05). Mixture of 27 x 104 sel/ml T. chuii : 18 x 104 sel/ml S. costatum) tend toincrease the SGR values but give bigger FCR during the study period.Key words: Kerang Totok, Polimesoda erosa, Tetraselmis chuii, Skeletonema costatum
TINGKAT KEBERHASILAN PENETASAN DAN MASA INKUBASI TELUR PENYU HIJAU, CHELONIA MYDAS L PADA PERBEDAAN WAKTU PEMINDAHAN Rudiana, Esti; Ismunarti, Dwi Haryo; Nirwani, Nirwani
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 4 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.348 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.4.200-205

Abstract

Keberhasilan penetasan telur penyu hijau secara semi alami sangat rendah akibat faktor fertilitas sebagai sifat bawaan, predator, infeksi mikroba dan kerusakan lingkungan peneluran. Sebagai alternative perlu dipelajari faktor yang mempengaruhi telur selama masa inkubasi di sarang semi alami. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa pergerakan perpindahan telur sebagai penyebab rendahnya tingkat keberhasilan penetasan karena selama masa inkubasi telur sangat sensitif terhadap gerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerakan terhadap tingkatkeberhasilan penetasan telur penyu hijau, Chelonia mydas L. Penelitian dilakukan di Pantai Peneluran Pangumbahan, Sukabumi. Telur diambil dari sarang alami setelahoviposisi oleh induk. Masing-masing sarang semi alami berisi 50 butir telur dengan waktu pemindahan berbeda. Telur penyu hijau sangat sensitif terhadap gerakan mulai 48 jam dan mereda mulai 20 hari setelahoviposisi oleh induk. Pemindahan telur ke sarang semi alami tidak dipengaruhi gerakan (baik dilakukan) sebelum 48 jam dan setelah 20 hari oviposisi oleh induk dengan posisi telur tetap.Kata kunci : penyu hijau, Chelonia mydas L, daya tetas, telurThe natural hatch rate for green turtle to be low, and suggested inherent fertility factors, predators, microbial infection, and nest environtment damage as probable cause of loss. Until artificial incubation of green turtle studying necessary. Although several reports state that moving sea turtle eggs during incubations results in poor survival, the state time of onset of this sensitivity has varied. The research is ti investigation the effect of movement on hatchability of the green turtle, Chelonia mydas L. This research was conducted of the nest environtment Pangumbahan, Sukabumi. Eggs were taken from the nest immediately after cessation of laying. Each fifty eggs was layed in the nest on artificial incubation with the time different of movement. Sensitivity was greatest early in the incubation after 48 h and did not totally abate after 20 day. They should not be moved till at least 48 h until 20 day after oviposition.Key word : green turtle, Chelonia mydas L, hatchability, eggs
PENGUJIAN RELIABILITAS INSTRUMEN TERHADAP VARIABEL KONTINU UNTUK PENGUKURAN KONSENTRASI KLOROFIL- A PERAIRAN Ismunarti, Dwi Haryo; Zainuri, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho; Saputra, Suradi Widjaya
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i1.23924

Abstract

Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan secara sistematis untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian yang baik diperoleh jika instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Reliabilitas instrumen menunjukkan ketepatan atau sejauh mana hasil pengukuran instrumen dapat direplikasi. Reliabilitas menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan kualitas suatu instrumen. Penelitian ini bertujuan untuk memilih statistik uji yang paling tepat terhadap pengujian reliabilitas terhadap instrumen untuk konsentrasi klorofil-a perairan. Data konsentrasi klorofil-a perairan diperoleh dari dua instrumen yaitu : metode spektrofotometri dari 14 stasiun pengamatan di Teluk Semarang Jawa Tengah dan penginderaan jauh. Statistik uji yang paling tepat digunakan adalah Intraclass Correlation Coefficients (ICC). Nilai  ICC adalah rasio antara varians objek terhadap varians total. Hasil penelitian diperoleh nilai ICC = 0,83 artinya 83 % keragaman data disebabkan keragaman objek dalam hal ini stasiun penelitian. Tidak terdapat bias pengukuran konsentrasi klorofil-a dari kedua instrumen, karena reliabilitas kedua instrumen mendekati sempurna. A research instrument is a measuring tool used systematically to collect the data. A good result of the research is obtained if the instrument is reliable. The reliability of the instrument showed accuracy on instrument measurement could be replicated. Reliability is one of the important parameters in determining the quality of the device. This study is aimed at selecting the most appropriate test of statistics in the reliability of the instrument for chlorophyll-a water concentrations. The data of chlorophyll-a waters concentration is gained from two instruments called spectrophotometric method from 14 observation stations in Semarang Bay, Central Java, and remote sensing. The best test statistic is the Intraclass Correlation Coefficients (ICC). The value on ICC is the ratio between the variance of the object at total variance. The results showed that ICC = 0.83, meaning that 83% of a variety of data is due to the diversity of objects in these research stations. There is no bias in measuring the chlorofil-a concentration using the two instruments because the reliability of the two devices is closely perfect.
ANALISIS REFRAKSI GELOMBANG LAUT BERDASARKAN MODEL CMS-WAVE DI PANTAI KELING KABUPATEN JEPARA Ramdani, Diyan Muhamad; Ismunarti, Dwi Haryo; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGelombang merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat mempengaruhi kondisi pantai. Proses penjalaran gelombang menuju pantai akan mengalami deformasi berupa refraksi gelombang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses refraksi gelombang di Pantai Keling, Kabupaten Jepara dengan menggunakan software SMS (Surface Water Modelling System) Modul CMS-Wave. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16-19 Oktober 2013 di Pantai Keling, Kabupaten Jepara. Data primer yang digunakan adalah data gelombang sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data angin dan data batimetri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode SMB, sedangkan model penjalaran gelombang disimulasikan menggunakan software CMS-Wave. Dari hasil pengamatan gelombang diketahui gelombang di Pantai Keling yang terjadi pada tanggal 16 sampai 19 Oktober 2013, tinggi gelombang maksimum sebesar 0,95 meter dengan periode sebesar 6.8 detik. Tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 0.7 meter dengan periode (Ts) sebesar 5,69 detik. Tinggi gelombang minimum 0,18 meter dengan periode sebesar 2,30. Dari hasil pemodelan bahwa daerah barat dan timur tanjung keling merupakan daerah yang berpotensi mengalami kerusakan oleh gelombang.
STUDI TIPE PASANG SURUT DI PULAU PARANG KEPULAUAN KARIMUNJAWA JEPARA JAWA TENGAH Lisnawati, Lucy Amellia; Rochaddi, Baskoro; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi tipe pasang surut di Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa Jepara Jawa Tengah telah dilakukan pada tanggal 18 September ? 03 Oktober 2012. Parameter oseanografi yang diukur adalah data elevasi pasang surut selama 15 hari. Metode Admiralty digunakan untuk mengetahui tipe pasang surut. Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai Formzahl (F) = 2,52 sesuai dengan klasifikasi tipe pasang surut dimana nilai 1,5 < F ? 3 menunjukkan tipe pasang surut di Pulau Parang adalah campuran condong harian tunggal. Tunggang air yang terjadi berkisar antara 68 cm sampai dengan 150 cm dengan nilai HHWL = 157,28 cm dan LLWL = 46,52 cm. Pemodelan NAO Tide digunakan untuk memodelkan dan meramalkan selama 3 tahun (Oktober 2012- September 2015). Hasil peramalan selama bulan Oktober 2012 ? September 2015 menunjukkan nilai HHWL tertinggi 155 cm pada bulan Januari 2013 dan LLWL terendah pada bulan dan tahun yang sama sebesar 46 cm.