Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL SIFAT-SIFAT AIR PADA ANAK KELOMPOK B TK TAMAN PUTERA MANGKUNAGARAN SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 Perdana, Yeyen Pristina Kusuma; Rintayati, Peduk; Istiyati, Siti
Kumara Cendekia Vol 3, No 2 (2015): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.457 KB) | DOI: 10.20961/kc.v3i2.34546

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengenal sifat-sifatair dengan penerapan metode eksperimen pada anak kelompok B TK Taman PuteraMangkunagaran Tahun Ajaran 2013/2014.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan,pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Taman PuteraMangkunagaran Surakarta yang berjumlah sepuluh anak. Teknik pengumpulan data yangdigunakan adalah observasi, wawancara, pemberian tugas, dan dokumentasi. Validitas datayang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yangdigunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimendapat meningkatkan kemampuan mengenal sifat-sifat air pada anak kelompok B TK TamanPutera Mangkunagaran Tahun Ajaran 2013/2014.Kata kunci: Metode eksperimen, Sifat-sifat air
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BERAT RINGAN DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA ANAK KELOMPOK B 1 TK PERTIWI PULOSARI KEBAKKRAMAT KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2013/2014 Kusumaswari, Yurizky Enis; Anitah, Sri; Istiyati, Siti
Kumara Cendekia Vol 3, No 3 (2015): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.223 KB) | DOI: 10.20961/kc.v3i3.34560

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep berat ringan dengan metode eksperimen pada anak kelompok B 1 TK Pertiwi Pulosari Kebakkramat Karanganyar Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B 1 TK Pertiwi Pulosari Kebakkramat Karanganyar yang berjumlah 21 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pemberian tugas, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep berat ringan pada anak kelompok B 1 TK Pertiwi Pulosari Kebakkramat Karanganyar Tahun Ajaran 2013/2014.Kata kunci: Pemahaman konsep berat ringan, Metode eksperimen
KEGIATAN COOKING CLASS SEBAGAI UPAYA PEMBIASAAN MENGONSUMSI MAKANAN SEHAT PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Maharani, Novita; Istiyati, Siti; Palupi, Warananingtyas
Kumara Cendekia Vol 7, No 3 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.388 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i3.37614

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan kegiatan  cooking  class sebagai upaya pembiasaan mengonsumsi makanan sehat pada kelompok A TK Gaya Baru III Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 16 anak pada kelompok A TK Gaya Baru III Surakarta tahun ajaran 2018/ 2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak dan guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian siklus I diperoleh sejumlah 7 anak sudah terbiasa mengonsumsi makanan sehat.Siklus II tingkat terbiasa mengonsumsi makanan sehat anak mencapai sebanyak 11 anak. Pada siklus III tingkat terbiasa mengonsumsi makanan sehat anak mencapai sebanyak 16  anak. Peningkatan tersebut ditandai dengan anak sudah terbiasa mengonsumsi daging dan sumber protein lainnya, mengonsumsi sayuran dan mengonsumsi buah-buahan. Berdasarkan uraian diatas, hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan kegiatan cooking class dapat digunakan sebagai upaya untuk pembiasaan mengonsumsi makanan sehat pada anak.usia 4-5 tahun.Kata kunci: Cooking class, pembiasaan mengonsumsi makanan sehat, anak usia dini
PANDANGAN MASYARAKAT TANI MENGENAI SEX EDUCATION UNTUK ANAK USIA DINI DI DESA SAMIRAN KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI Kurniasari, Meiga; Istiyati, Siti; Kartono, Kartono
Kumara Cendekia Vol 7, No 1 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.309 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i1.35630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kepedulian masyarakat tani di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mengenai Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatis dengan metode penelitian studi kasus. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 27 orang partisipan, yakni 9 orang petani yang memiliki anak berusia dini sebagai responden, 9 orang petani yang pernah atau belum pernah memiliki anak sebagai Informan 1, dan 9 anak usia dini sebagai Informan 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini secara deskriptif yang didasarkan pada analisis interaktif data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 63,8% dari petani yang memiliki anak usia dini telah menerapkan pendidikan usia dini kepada anaknya meski tanpa mengenal istilah pendidikan seksual untuk anak usia dini, dan 65,15% masyarakat yang tidak memiliki anak juga telah sadar akan pentingnya pendidikan seksual untuk anak usia dini. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pandangan tabu masyarakat tani disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor pribadi, keluarga, mata pencaharian, usia, dan faktor social yang menimbulkan kesalahan persepsi sehingga pendidikan seksual untuk anak usia dini dianggap sama halnya dengan mengajarkan kegiatan seksual layaknya orang dewasa. Meski demikian, masyarakat tani telah mengajarkan pendidikan seksual untuk anak usia dini dengan cara yang sederhana dan dimengerti oleh kalangan mereka.Kata kunci : pendidikan seksual untuk anak usia dini, anak usia dini.
PENGARUH BOARD GAMES TERHADAP MATHEMATIC ABILITY DALAM PENGENALAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Septiyani, Fitrianna Kultum; Rintayati, Peduk; Istiyati, Siti
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.085 KB) | DOI: 10.20961/kc.v6i4.35358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Board Games terhadap mathematic ability dalam pengenalan konsep penjumlahan dan pengurangan pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi experimental design dengan tipe non equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah 38 anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Sukoharjo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur kemampuan penjumlahan dan pengurangan anak. Analisis data menggunakan independent sample t-test dan paired sample t-test dengan SPSS 15 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Board Games terhadap mathematic ability dalam pengenalan konsep penjumlahan dan pengurangan pada anak usia 5-6 tahun.Kata kunci: board games, mathematic ability, penjumlahan dan pengurangan.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS Istiyati, Siti
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Dasar, Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of research is to improve the Social Science subject learning activeness of the V Graders of SD Negeri Doplang 02 Karangpandan  by applying the cooperative learning model of jigsaw type. This study belongs to a Classroom Action Research (CAR) with 2 cycles. Each cycle consisted of 4 stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subject of research was the V Graders of SD Negeri Doplang 02 Karangpandan in the school year of 2011/2012 consisting of 22 students: 8 boys and 12 girls. Techniques of collecting data used in this research were observation, questionnaire, and documentation. The data validity test used was source and method triangulations. Technique of analyzing data used was an interactive analysis model having three components: data reduction, data display and conclusion drawing or verification and reflection. Considering the classroom action research conducted in two cycle, it can be concluded that the use of cooperative learning model of jigsaw type can improve the students learning activeness in the Social Science subject in V Graders of SD Negeri Doplang 02 Karangpandan  in the school year of 2011/2012. The improvement of student learning activeness in Social Science subject can be evidenced from the data obtained in the research conducted. From the data procession conducted, it can be found that the mean prior condition of overall student learning activeness in learning is 55,81 or belongs to poor category, increasing to 74,05 or in good category in cycle I. And in cycle II, the mean overall student learning activeness increases to 82.87 or belonging to very good category. Such learning activeness increase had included 8 existing aspects: visual, oral, listening, writing, drawing, motor, mental and emotional aspects. Thus, the application of cooperative learning model of jigsaw type in Social Studies learning in IV grade can be conducted to improve the students learning activeness. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan Ilmu Sosial subjek keaktifan belajar dari V Grader SD Negeri Doplang Karangpandan 02 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini milik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah V Grader SD Negeri Doplang Karangpandan 02 pada tahun ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 22 siswa: 8 laki-laki dan 12 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan dokumentasi. Data uji validitas yang digunakan adalah sumber dan metode triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang memiliki tiga komponen: reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi dan refleksi. Mengingat penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Sosial V Grader SD Negeri Doplang Karangpandan 02 pada tahun ajaran 2011 / 2012. Peningkatan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran IPS dapat dibuktikan dari data yang diperoleh dalam penelitian yang dilakukan. Dari prosesi data yang dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi sebelum rata-rata siswa secara keseluruhan keaktifan belajar dalam pembelajaran adalah 55,81 atau termasuk kategori miskin, meningkat menjadi 74,05 atau dalam kategori baik pada siklus I. Dan pada siklus II, siswa secara keseluruhan rata-rata keaktifan belajar meningkat menjadi 82,87 atau termasuk kategori sangat baik. Peningkatan pembelajaran keaktifan tersebut sudah termasuk 8 aspek yang ada: visual, lisan, mendengar, menulis, menggambar, motorik, mental dan aspek emosional. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran Ilmu Sosial di kelas IV dapat dilakukan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa.   Kata kunci: kooperatif tipe Jigsaw, aktivitas belajar, IPS
Hubungan gaya hidup dengan anemia pada siswa-siswi kelas VIII SMPN 01 Wates Kulon Progo Apriliani, Yunita; Arisjulyanto, Dedy; Istiyati, Siti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.749 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37689

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang secara global banyak ditemukan di berbagai negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Prevalensi anemia gizi besi pada remaja putri tahun 2012 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) umur 12-19 tahun yaitu 36,00%. Gambaran grafis memperlihatkan bahwa di kabupaten Sleman (18,4%), Gunung Kidul (18,4%), Kota Yogyakarta (35,2%), Bantul (54,8%), Kulonprogo (73,8%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian anemia pada siswa-siswi Kelas VIII di SMP Negeri 01 Wates Kulon Progo tahun 2018. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional. Alat pengumpul data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Selain itu dilakukan pemeriksaan hemoglobin menggunakan hemoglobin digital, dan data pada penelitian ini di analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil dari analisis statistic di dapatkan nilai p-value 0,000 dan lebih kecil dari α = 0,05. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan Chi Square menunjukan hasil yang signifikan dan dapat kita simpulkan ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian anemia pada siswa-siswi kelas VIII di SMP Negeri 01 Wates Kulon Progo. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pemberian konseling dan promosi kesehatan tentang gaya hidup yang sehat sehingga siswa dapat menerapkan dan memodifikasi gaya hidup yang tidak sehat menjadi lebih sehat.
THE NHT COOPERATIVE LEARNING MODEL TO IMPROVE PUPILS LEARNING MOTIVATION IN PRIMARY SCHOOL Istiyati, Siti; Dakir, A; Poerwanti, Jenny Is
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.587 KB) | DOI: 10.26858/ijes.v16i1.3976

Abstract

The purpose of this study are to improve students? motivation by using model of NHT cooperative learning in the grade students? of grade IV SDN 02 Doplang,   through the use of NHT type cooperative model. The form of the research is action research. Data collection used questionnaires and observation techniques. The data analysis technique used is an interactive model of Miles and Huberman. Based on the results of this study concluded that the using of cooperative learning model NHT type can increase the motivation of students. In the pre-action obtain by the average students? motivation 60,88, cycle first for 72,80, cycle II for 84,20.
KEGIATAN MOZAIK DENGAN BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 4-5 TAHUN Cahyaningrum, Annisa; Istiyati, Siti; Palupi, Warananingtyas
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i1.34112

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan mozaik dengan bahan alam. Berdasarkan obsevasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan, sehingga perlu adanya peningkatan kreativitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Desa Plumbon II Mojolaban tahun ajaran 2018/2019 yang berusia 4-5 tahun dengan jumlah 14 anak terdiri dari 12 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat melalui kegiatan mozaik dengan bahan alam. Hasil peningkatan persentase kreativitas setelah diterapkan kegiatan mozaik dengan bahan alam pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 50%. Peningkatan persentase pada siklus II yaitu menjadi sebesar 76%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mozaik dengan bahan alam dapat meningkatkan kreativitas anak. Kata kunci: Kreativitas anak, kegiatan mozaik, bahan alam, anak usia dini ABSTRACTThe aim of this study was to improve the creativity of children with age 4-5 years through activities of mosaics with natural materials. Based on the observations that have been made, it shows that the creativity of children has not yet developed according to expectations, so there needs to be an increase in creativity. The type of this research was classroom action research with qualitative and quantitative approaches, carried out in two cycles that each cycle consisted of three meet. The subjects in this research were group A children in TK Desa Plumbon II Mojolaban in the academic year 2018/2019 with age 4-5 years with a total of 14 children consisting of 12 girls and 2 boys. Data collection techniques in this research were using test, observation, interviews, and documentation. The data validity test technique used in this study was triangulation technique. The results of this class action research showed that children?s creativity increases through mosaic activities with natural materials. The result showed increase in the percentage  creativity after applied mosaic activities with natural materials in the first cycle acquired 50%. The percentage in the second cycle was 76%. Based on these results, it can be concluded that through mosaic activities with natural materials can increase the creativity of children. Keywords: Children's creativity, mosaic activities, natural materials, early childhood
FINDING HOTS-BASED MATHEMATICAL LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Surya, Anesa; Sularmi, Sularmi; Istiyati, Siti; Prakoso, Rahmat Fajar
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v1i1.24308

Abstract

Pendekatan pembelajaran pada era sekarang ini sudah bergeser pada pembelajaran yang aktif, kreatif, kritis dan menyenangkan, sehingga akan tercipta pembelajaran yang bermakna. Hal tersebut dilandasi oleh tantangan pendidikan abad 21, yang menuntut siswa agar memiliki keterampilan berkomunikasi dan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi melalui proses pembelajaran. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengarah pada tantangan abad 21, hal tersebut dibuktikan dari diterapkannya Kurikulum 2013 yang menekankan pada proses pembelajaran. Kendala yang ditemukan selama ini adalah masih sulit sekali melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa. Hal tersebut tidak hanya ditemui pada tingkatan sekolah lanjut, akan tetapi dari tingkatan sekolah dasar. Pentingnya melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa sejak tingkatan sekolah dasar adalah untuk mengembangkan pola pemikiran berkelanjutan pada siswa. Namun, kecenderungan pembelajaran matematika yang diajarkan saat ini masih menekankan pada keterampilan berpikir tingkat rendah. Indikasinya bisa dilihat dari pembelajaran selalu menggunakan metode menghafal dari buku. Selain itu, kebanyakan guru masih sulit mengajarkan dan membiasakan cara berpikir tingkat tinggi pada peserta didiknya. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pengetahuan guru mengenai implementasi pembelajaran HOTS. Pada dasarnya untuk melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi diperlukan keterampilan berpikir tingkat rendah sebagai dasar, tetapi akan lebih baik keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dilatih sejak siswa tingkat sekolah dasar. Keterampilan berpikir tingkat tinggi ini akan membuat siswa mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan penguasaan ilmu pengetahuan sesuai dengan tantangan pendidikan abad 21.