Herman J. Waluyo
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

RELEVANSI NOVEL RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA GUNA MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Perdana, Riza; J. Waluyo, Herman
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.295 KB)

Abstract

Bahasa Indonesia dewasa ini sangat diminati di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut dapat dilihat dari sekurangnya 73 negara mengangkat pembelajaran bahasa Indonesia di universitas-universitas mereka. Selain itu, banyak warga asing, khususnya pelajar dan pekerja, yang jauh-jauh pergi ke Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang artinya warga negara seluruh Asia Tenggara bebas bekerja di seluruh negara di Asia Tenggara. Tetapi pada kenyataannya, para pekerja asing yang bekerja di Indonesia masih kesulitan dalam berkomunikasi. Hal tersebutlah yang membuat pembelajaran BIPA jadi sangat penting. Pembelajaran BIPA terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat dasar, tingkat madya, dan tingkat mahir. Sebagai pembelajaran, BIPA memerlukan bahan ajar yang update dan relevan dengan kehidupan serta budaya bangsa Indonesia. Realitanya, bahan ajar BIPA, khususnya sastra, masih perlu ditambah. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom adalah salah satu novel yang memiliki ciri-ciri tersebut, mengangkat tema tentang budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan relevansi novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom sebagai bahan ajar BIPA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berbentuk kajian pustaka. Hasilnya adalah novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi relevan sebagai bahan ajar BIPA tingkat madya dan mahir karena kental mengandung unsur budaya bangsa Indonesia yang luhur.Kata Kunci: novel, bahan ajar, bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), masyarakat ekonomi ASEAN (MEA)
PEMANFAATAN SASTRA SEBAGAI BAHAN AJAR PENGAJARAN BIPA Nurhuda, Teguh Alif; J. Waluyo, Herman; Suyitno, Suyitno
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.61 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini berkaitan dengan pemilihan bahan ajar dalam pembelajaran BIPA. Pemilihan bahan ajar yang sesuai dapat memengaruhi minat pelajar BIPA. Sastra jelas dapat digunakan sebgai bahan ajar atau materi dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dan kualitatif deskritif yaitu mencari referensi teori yang relefan dan selanjutnya menjelaskan temuan dari penelitian. Studi literatur didapat dari pelbagai sumber seperti jurnal, buku dan, pustaka. Hasil dari penelitian ini berkaitan dengan tujuan, materi, dan bahan ajar dalam pembelajaran BIPA. Tujuan pelajar asing belajar BIPA adalah untuk memperlancar berbahasa Indonesia dan mengenal budaya Indonesia dari dekat. Muatan budaya dapat dikaitkan dengan sastra sebagai materi pembelajaran. Materi yang dikembangkan harus dikaitkan  dengan konteks agar bermakna. Pengajaran sastra pada peserta didik BIPA dapat dikaitkan dengan program pengetahuan budaya. Pada pembelajaran sastra di dalam pengajaran BIPA usahakan peserta didik untuk mencoba membuat sebuah karya sastra sendiri dengan kreativitas mereka masing-masing dengan mengambil tema dari Indonesia dan selanjutnya melakukan kegiatan apresiasi pada karya mereka.Kata kunci: sastra, bahan ajar, dan pembelajaran BIPA
BIPA (BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING) SEBAGAI UPAYA INTERNASIONALISASI UNIVERSITAS DI INDONESIA Ningrum, Rifqia Kartika; J. Waluyo, Herman; Winarni, Retno
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.068 KB)

Abstract

Keeksistensian bahasa Indonesia di kancah internasional sudah tidak dapat diragukan lagi. Terdapat beberapa universitas di wilayah Asia dan daratan Eropa mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh. Upaya untuk membawa bahasa Indonesia di kancah Internasional salah satunya yaitu melalui pengajaran BIPA. Penggunaan bahasa Indonesia dalam pendidikan di Indonesia telah diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009, khususnya pasal 29 ayat (1). Hal tersebut berlaku pula pada program pengajaran BIPA di Indonesia. Oleh karena itu mahasiswa asing yang belajar atau menuntut ilmu bahkan bekerja di Indonesia, harus mampu menguasai penggunaan bahasa Indonesia tersebut. salah satu cara agar mahasiswa asing tersebut dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya yaitu melalui program BIPA. Sebelumnya BIPA memang dijadikan salah satu ajang untuk internasionalisasi bahasa Indonesia. Jadi, selain dapat membawa bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, program BIPA juga dapat dimanfaatkan dalam upaya internasionalisasi universitas-universitas di Indonesia pada era globalisasi ini. Bertambahnya pelajar BIPA dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan bahasa Indonesia bagi pelajar asing lain agar tertarik untuk mempelajarinya.Kata Kunci: BIPA, internasionalisasi, globalisasi, universitas
KONDISI BUKU TEKS APRESIASI PUISI DI PERGURUAN TINGGI Puspita, Oktaviani Windra; Andayani, Andayani; J. Waluyo, Herman; Rohmadi, Muhammad
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.029 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi buku teks apresiasi puisi yang digunakan di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif. Hasil survei buku teks apresiasi puisi yang digunakan perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat disimpulkan bahwa belum ada buku teks yang ditulis oleh dosen pengampu. Buku teks yang digunakan di Universitas Widya Dharma Klaten yaitu Pengkajian dan Apresiasi Puisi, Pengkajian Puisi, Puisi Lama dan Puisi Baru, Krikil Tadjam dan Jang Terempas dan Jang Putus, Laut Biru, O Amuk Kapak, Simphoni, Wajah Tak Bernama karya Sitor Situmorang; Universitas Muhammadiyah Purworejo adalah  Pengkajian dan Apresiasi puisi, Pengkajian Puisi, Puisi Lama dan Puisi Baru, Wacana Musikalisasi Puisi, Kitab Bahasa Indonesia; Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo adalah Pengkajian dan Apresiasi Puisi; Universitas Sebelas Maret Surakarta adalah Pengkajian dan Apresiasi Puisi, Berkenalan dengan Puisi, Stilistika; Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta adalah Pengkajian dan Apresiasi Puisi, Berkenalan dengan Puisi, Pengkajian Puisi; Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta adalah Pengkajian dan Apresiasi puisi, Pengkajian Puisi. Buku yang digunakan enam universitas tersebut adalah buku teks apresiasi puisi yang isi dan kajiannya sudah baik tetapi buku apresiasi puisi belum mengaitkan kajian pendidikan karakter di dalamnya, karena pembelajaran apresiasi puisi cocok dikaitkan dengan pendidikan karakter guna mencetak mahasiswa yang berkarakter unggul. Kata kunci : Kondisi, Buku Teks, Apresiasi Puisi
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (Studi Kasus Kelas X di SMA Negeri 1, 2, dan 1 Bae Kudus) Solikhah, Amaliya; J. Waluyo, Herman; Rohmadi, Muhammad
MAGISTRA Vol 29, No 102 (2017): Magistra Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.198 KB)

Abstract

The curriculum and learning are two inseparable things. As a program, the curriculumwill not be meaningful when not implemented in the form of learning. Along with the development of thetimes and demands of the community, then the world of Indonesian education needs to innovate, realizedwith the implementation of the curriculum 2013. Responding to the challenge made the curriculum 2013to be interesting to study. This study aims to determine and describe: (1) Indonesian language teachers’perceptions of the Curriculum 2013 Implementation; (2) the process by planning and course of learningwith the Curriculum 2013 Implementation; (3) obstacles encountered in learning with the Curriculum2013 Implementation; (4) problem solving in learning with Curriculum 2013 Implementation. Based ondata analysis, obtained some conclusions related to the teacher’s role in the implementation of Curriculum2013.Keywords: kurikulum 2013, persepsi, perencanaan, pelaksanaan
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SIMPLE MIRACLES KARYA AYU UTAMI SERTA RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Nurhuda, Teguh Alif; J. Waluyo, Herman; Suyitno, Suyitno
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Agustus 2017
Publisher : State Islamic University (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jid.v18i1.3090

Abstract

This study aims to describe the content of Ayu Utamis Simple Miracles novel in terms of literary sociology and character education. Besides this research also see its relevance to the learning of literature in high school grade 12. This research uses qualitative descriptive method with the subject of Simple Miracles novel. Ayu Utamis novel tells about the life of one family and about the deaths of several family members. The results of this study indicate a social relationship between the characters both in one family member and outside family members. In addition, the results of this study can be deduced from 18 things that are characterized by the characters in this novel, religious, honest, tolerant, independent, democratic, curiosity, friendly, reading, social, and responsibility. This novel also has local cultural features known, religious, and social so that it can be a teaching material in high school grade 12 in accordance with KD 4.1.
KARAKTERISTIK DAN MODAL HEGEMONIK TOKOH DALAM NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI Agnibaya, Rangga; Suyitno, Suyitno; J. Waluyo, Herman
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.45 KB)

Abstract

Korelasi antara literatur dan kenyataan sangat dekat. Keadaan ini tak lepas dari fakta bahwa tokoh sastra sebagai produsen sastra tinggal di tengah masyarakat dengan berbagai masalah. Bekisar Merah, sebuah novel karya Ahmad Tohari adalah sebuah literatur yang dekat dengan fakta masyarakat. Salah satu faktanya adalah interaksi antar karakter yang mewakili situasi sebenarnya di masyarakat. Pola interaksi yang terbentuk di Bekisar Merah memiliki karakteristik unik tersendiri, tergantung pada siapa yang berinteraksi. Artikel ini mencoba membahas dan menganalisis karakter masing-masing tokoh, terutama yang mengakibatkan adanya ketidaksetaraan sosial. Karakter itu membawa modal hegemonik yang berbeda.
REPRESENTATION OF SOCIAL EDUCATION VALUE OF TRANSGENDER CHARACTER IN THE NOVEL OF CALABAI BY PEPI AL-BAYQUNIE AS STIMULUS OF CHARACTER BUILDING IN PROSE APPRECIATION LEARNING IN STKIP PONOROGO Aji Kusuma, Krisna; J. Waluyo, Herman; EKo Wardani, Nugraheni
Journal of Education Research and Evaluation Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.541 KB) | DOI: 10.23887/jere.v2i2.13807

Abstract

This research is a qualitative descriptive research that aimed to understand the life of the transgender figure in the novel of Calabai, analyzing the values of social education reflected through the example of calabai attitude, and analyzing the integration of social education values of calabai figures as a stimulus to build character in learning of prose appreciation in STKIP PGRI Ponorogo. The source of data used in this research is Calabai novel document by Pepi Al-Bayqunie, while the data collected in the form of the result of the study note of the novel. Data collecting technique uses non-interactive technique by doing intensive reading on the novel and do recording actively by content analyzing method. Validity of this research uses data triangulation technique and method of triangulation. Data analysis techniques using interactive analysis model, which is data reduction, presentation, and conclusion. The results of this research show that the sensitivity and the concern of transgender characters in the novel of Calabai to fellows is a representative value of social education model to the younger generation. The value of social education reflected through the transgender figure in the novel of Calabai includes the social attitude of caring family, caring friend, and caring for the community. Social care is manifested in the form of obedience, patience, sacrifice, sincerity, religious, sympathy and empathy, gratitude, and compassion. The values of social education represented by transgender figures in the novel Calabai can be used as a stimulus to build character in prose appreciation learning in STKIP PGRI Ponorogo.
TRADITIONAL THEATER MENDU OF WEST KALIMANTAN AS A MEDIUM FOR PUBLIC EDUCATION Wirawan, Gunta; J. Waluyo, Herman; Suwandi, Sarwiji; Widodo, Sahid Teguh
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1629

Abstract

Traditional theater has various functions in society, a part from being an entertainment also as an education media, an explication, communication, social integration, aesthetic expression, and artistic expression. Even in the early days of its appearrance, traditional theater mendu  performances were precisely as a religious facilities. Therefore, it can be said that traditional performances are able to become archives for storing the noble values of local wisdom. This research aims to describe the function of the traditional theater mendu of West Kalimantan especially as an educational medium for the supporting community. This function could be in the form of scenes or dialogs during the show, either to the form of advices, religion advices, or inserted in jokes played by Khadam (Adam) and Mak Miskin from the common people. For the people of West Kalimantan, especially Mempawah district which is undergoing transition to modern society, the function of the performing arts should  still be very dominant in influencing the community. Therefore, the traditional theater of mendu deserves to be maintained from the threat of extinction.