Articles

Found 10 Documents
Search

METAMORFOSIS PESANTREN DI ERA GLOBALISASI Jamaluddin, Muhammad
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 20, No 1 (2012): Islam, Budaya dan Pesantren
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mendeskripsikan perkembangan peran dan fungsi pesantren sejak awal "kelahirannya" yang terjadi pada kehidupan masyarakat tradisional sampai pada perubahan model pesantren yang menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Model pendidikan pesantren menjamur jauh sebelum lembaga pendidikan formal didirikan di Indonesia, sehingga kontribusinya sangat besar dalam pembangunan bangsa ini. Mempertahankan eksistensinya di tengah tren perkembangan masyarakat modern tentunya tidak mudah. Karena pesantren, di satu sisi, merupakan lembaga penguatan keagamaan dan moral, tetapi di sisi lain ia harus mampu beradaptasi dan bermetamorfosis sesuai dengan perkembangan masyarakat modern. Tantangan besar dalam masyarakat modern adalah dekadensi moral dan agama, lambatnya laju perkembangan ekonomi masyarakat, dan tingginya angka konsumerisme masyarakat. Berdasarkan tantangan ini, pesantren dapat melakukan revitalisasi peran dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dan pusat pemberdayaan masyarakat.     Abstract: This paper describes the development of the role and function of pesantren starting from the beginning of "its birth"  in traditional society to model of pesantren the advancement of information technology. Pesantren has flourished long before the formal educational institutions established in Indonesia. Thus, it has great contribution to the development of this nation. Maintaining its existency  in the middle of the development trend of modern society is certainly not easy for pesantren. In one side, it is an institution for strengthening of religious and moral issues but on the other hand it must be able to adapt and metamorphose in accordance with the development of modern society. The major challenges in modern society is the moral and religious decadence, the slow pace of economic development, and the high rate of consumerism. For these challenges, pesantren can revitalize its role and function as educational institutions and community empowerment center.     Kata kunci: Metamorfosis, Pesantren, Globalisasi  
METAMORFOSIS PESANTREN DI ERA GLOBALISASI Jamaluddin, Muhammad
KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman Islam, Budaya dan Pesantren
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.846 KB) | DOI: 10.19105/karsa.v20i1.57

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mendeskripsikan perkembangan peran dan fungsi pesantren sejak awal "kelahirannya" yang terjadi pada kehidupan masyarakat tradisional sampai pada perubahan model pesantren yang menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Model pendidikan pesantren menjamur jauh sebelum lembaga pendidikan formal didirikan di Indonesia, sehingga kontribusinya sangat besar dalam pembangunan bangsa ini. Mempertahankan eksistensinya di tengah tren perkembangan masyarakat modern tentunya tidak mudah. Karena pesantren, di satu sisi, merupakan lembaga penguatan keagamaan dan moral, tetapi di sisi lain ia harus mampu beradaptasi dan bermetamorfosis sesuai dengan perkembangan masyarakat modern. Tantangan besar dalam masyarakat modern adalah dekadensi moral dan agama, lambatnya laju perkembangan ekonomi masyarakat, dan tingginya angka konsumerisme masyarakat. Berdasarkan tantangan ini, pesantren dapat melakukan revitalisasi peran dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dan pusat pemberdayaan masyarakat.     Abstract: This paper describes the development of the role and function of pesantren starting from the beginning of "its birth"  in traditional society to model of pesantren the advancement of information technology. Pesantren has flourished long before the formal educational institutions established in Indonesia. Thus, it has great contribution to the development of this nation. Maintaining its existency  in the middle of the development trend of modern society is certainly not easy for pesantren. In one side, it is an institution for strengthening of religious and moral issues but on the other hand it must be able to adapt and metamorphose in accordance with the development of modern society. The major challenges in modern society is the moral and religious decadence, the slow pace of economic development, and the high rate of consumerism. For these challenges, pesantren can revitalize its role and function as educational institutions and community empowerment center.     Kata kunci: Metamorfosis, Pesantren, Globalisasi  
Implementasi e-modul berbasis proyek untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa STKIP Qomaruddin Gresik Jamaluddin, Muhammad; Nisa', Roisatun
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.274 KB) | DOI: 10.33654/math.v4i0.288

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika  STKIP Qomaruddin Gresik bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa menggunakan e-modul berbasis proyek. Jenis penelitian ini adalah Action Research dengan subjek penelitian adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah sistem evaluasi pembelajaran matematika. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi dan tugas proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar mahasiswa meningkat. Peningkatan dapat diketahui dari perbandingan skor aktivitas belajar pada mahasiswa siklus I dan siklus II. Pada tahap tindakan siklus I, Sebanyak 64%  mahasiswa tergolong sangat aktif, 36% mahasiswa tergolong aktif, pada tindakan siklus II Sebanyak 73% mahasiswa tergolong sangat aktif, 27% mahasiswa tergolong aktif. Peningkatan penilaian hasil belajar dapat diketahui dari perbandingan skor hasil belajar pada siklus I dan siklus II. Pada tahap tindakan siklus I, sebanyak 55% mahasiswa tergolong sangat tuntas,  sebanyak 41% mahasiswa tergolong tuntas, dan  sebanyak 4% mahasiswa  tergolong tidak  tuntas. Pada tahap tindakan siklus II, sebanyak 64% mahasiswa tergolong sangat tuntas,  sebanyak 36% mahasiswa tergolong tuntas.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Proyek Pada Mata Kuliah Sistem Evaluasi Pembelajaran Matematika Jamaluddin, Muhammad; Nisa, Roisatun
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kualitas pendidikan didapatkan dari hasil proses evaluasi pembelajaran, maka diperlukan keterampilan dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang baik. Namun kenyatanya, menurut penelitan yang dilakukan ditemukan banyak guru yang kesulitan dalam melaksanakan penilaian di kurikulum 2013. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa sebagai calon guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran adalah dengan penerapan metode pembelajaran yang berbasis proyek untuk melatih kinerja. Metode pembelajaran tersebut dapat dikembangkan dengan mengubah penyajian bahan ajar, dalam hal ini modul cetak, menjadi modul yang dikemas dalam format digital atau modul elektronik (E-modul). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian didapatkan (1) uji kelayakan e-modul interaktif berbasis proyek pada mata kuliah sistem evaluasi pembelajaran matematika divallidasi oleh ahli media dan ahli desain termasuk pada kategori sangat valid dengan presentase 85, sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul layak untuk digunakan. Beberapa masukan dari ahli media pembelajaran adalah perhatikan ukuran font tertentu dan tambahkan fitur-fitur terbaru. Adapun  masukan dari ahli desain pembelajaran adalah perbaiki tata tulis terutama istilah asing. (2) Dari hasil perhitungan, 81,81% mahasiswa memberikan tanggapan sangat positif dan 18,18% mahasiswa memberikan tanggapan positif .     Kata kunci: E-modul Interaktif, Proyek, Evaluasi Pembelajaran
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ORANG TUA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) Jamaluddin, Muhammad; Rifa’i, Mohammad; Nisa’, Roisatun
PAMBUDI Vol 2 No 1 (2018): JPM PAMBUDI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.731 KB) | DOI: 10.33503/pambudi.v2i1.261

Abstract

This program began with the problems that arose in the community, especially parents in terms of nurturing their kids. Field surveys conducted in three villages in the sub-district of Bungah Gresik, these were Abar-Abir, Pegundan, and Indrodelik that commonly the parents got difficulties in teaching math and also did not use the media in teaching their kids. They commonly invite a tutor to teach their kids. This case becomes the main problem in education. To overcome this problem, the team held training and mentoring the parents in using instructional media with demonstration and direct practice method. The learning media used in this program were mathematical ladder snakes, mathematical quadratic multiplication, mathematical puzzles, and math games. In training and mentoring the parents the team was assisted by students to explain the role of parents in using mathematics learning media. After the training and mentoring the team made a questionnaire to know the parents' perception and response in the use of mathematics learning media. The questionnaire results shown that the ideal percentage achieved 72.46%, it concluded that the use of mathematics learning media for teaching and mentoring the kids were good or satisfactory.
Perbandingan Teori Struktur Kepribadian Sigmund Freud dan Imam Al-Ghazali Jamaluddin, Muhammad
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v14i2.6506

Abstract

Manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki potensi istimewa dibandingkan dengan makhluk lain. Oleh karena itu, manusia telah lama menjadi sebuah obyek kajian di kalangan psikolog dari berbagai aliran. Tiap aliran memandang manusia berdasarkan konsep dan metode yang diungkapkannya masing-masing. Hanya saja, aliran-aliran tersebut banyak yang mengkaji manusia terbatas pada aspek fisiologis dan psikologisnya saja. Salah satu alirannya adalah Psikoanalisa yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Aliran ini menganggap bahwa kepribadian itu terdiri dari id, ego dan super ego. Meskipun ketiga sistem itu memilki fungsi dan prinsip masing-masing, namun tingkah laku manusia sebenarnya merupakan hasil dari interaksi ketiga sistem tersebut. Selain itu, Freud juga membagi kesadaran manusia menjadi alam sadar (counsciousnes), alam pra sadar (pre-counsciousnes) dan alam tidak sadar (uncounsciousnes). Aliran psikologi ini lebih banyak pada membahas manusia dalam aspek jismiah (raga) dan nafsiah (jiwa) saja, tidak pernah menjangkau aspek manusia yang ketiga, yaitu aspek ruhaniah. Oleh karena itu, untuk melengapi kajian mengenai manusia secara sempurna, salah satu pemikir Islam, yakni Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa dua dimensi di atas (raga dan jiwa) hanya menjadi telaah psikologi saja, sementara dimensi ketiga (ruh) menjadi kajian utama tasawufnya dalam rangka menjadikan manusia sesuai dengan potensi dasarnya yang bersifat spiritual. Berdasarkan pembedaan dimensi-dimensi ini, Al-Ghazali membagi kualitas-kualitas manusia menjadi aspek kejiwaan dan daya-dayanya, maqamat, herarkhi (pola berjenjang) metode peningkatan diri dan metode perbaikan diri (behavior modification), diantaranya melalui tazkiyah al-nafs (penyucian jiwa) dengan cara takhalli (pengosongan jiwa dari sifat-sifat tercela), tahalli (mengisi jiwa yang telah kosong dan menghiasinya dengan akhlak yang terpuji), dan tajalli (ketersingkapnya penutup antara hamba dan Tuhannya).
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Rematik Pada Lansia di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang Jamaluddin, Muhammad; Nugroho, Alfian Haris
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.944 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.107

Abstract

Angka kejadian rematik pada tahun 2008 yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO adalah mencapai 20% dari penduduk dunia yang telah terserang rematik, dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 20% adalah mereka yang berusia 55 tahun. Dari hasil studi tentang kondisi sosial ekonomi dan kesehatan lanjut usia (Lansia) yang dilaksanakan Komnas Lansia di 10 propinsi tahun 2006, diketahui bahwa penyakit terbanyak yang diderita lansia adalah penyakit sendi (52,3%), hipertensi (38,8%), anemia (30,7%) dan katarak (23%). Untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik pada lansia. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia penderita rematik di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang sebanyak 75 lansia. Sampel sebanyak 63 lansia dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik. Analisis data adalah analisis univariat. Umur pada lansia rata-rata adalah 64,67 tahun, jenis kelamin pada lansia mayoritas laki-laki sebanyak 43 responden (68,3%), pendidikan terakhir pada lansia mayoritas SMP sebanyak 32 responden (50,8%) dan lama  menderita rematik rata-rata adalah 9,89 tahun. Tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik pada lansia di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang sebagian adalah pengetahuan baik sebanyak 28 responden (44,4%). Pengetahuan cukup sebanyak 27 responden (27%) dan pengetahuan kurang sebanyak 18 responden (28,6%). Kata Kunci           :               Tingkat pengetahuan, rematik, lansia
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ORANG TUA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) Jamaluddin, Muhammad; Rifa’i, Mohammad; Nisa’, Roisatun
JPM Pambudi Vol 2 No 1 (2018): JPM PAMBUDI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.731 KB) | DOI: 10.33503/pambudi.v2i1.261

Abstract

This program began with the problems that arose in the community, especially parents in terms of nurturing their kids. Field surveys conducted in three villages in the sub-district of Bungah Gresik, these were Abar-Abir, Pegundan, and Indrodelik that commonly the parents got difficulties in teaching math and also did not use the media in teaching their kids. They commonly invite a tutor to teach their kids. This case becomes the main problem in education. To overcome this problem, the team held training and mentoring the parents in using instructional media with demonstration and direct practice method. The learning media used in this program were mathematical ladder snakes, mathematical quadratic multiplication, mathematical puzzles, and math games. In training and mentoring the parents the team was assisted by students to explain the role of parents in using mathematics learning media. After the training and mentoring the team made a questionnaire to know the parents' perception and response in the use of mathematics learning media. The questionnaire results shown that the ideal percentage achieved 72.46%, it concluded that the use of mathematics learning media for teaching and mentoring the kids were good or satisfactory.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA Jamaluddin, Muhammad
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan didapatkan dari hasil proses evaluasi pembelajaran, maka diperlukan keterampilan dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang baik. Namun kenyatanya, menurut penelitan yang dilakukan ditemukan banyak guru yang kesulitan dalam melaksanakan penilaian di kurikulum 2013. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa sebagai calon guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran adalah dengan penerapan metode pembelajaran yang berbasis proyek untuk melatih kinerja. Metode pembelajaran tersebut dapat dikembangkan dengan mengubah penyajian bahan ajar, dalam hal ini modul cetak, menjadi modul yang dikemas dalam format digital atau modul elektronik (E-modul). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian didapatkan (1) uji kelayakan e-modul interaktif berbasis proyek pada mata kuliah sistem evaluasi pembelajaran matematika divallidasi oleh ahli media dan ahli desain termasuk pada kategori sangat valid dengan presentase 85, sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul layak untuk digunakan. Beberapa masukan dari ahli media pembelajaran adalah perhatikan ukuran font tertentu dan tambahkan fitur-fitur terbaru. Adapun masukan dari ahli desain pembelajaran adalah perbaiki tata tulis terutama istilah asing. (2) Dari hasil perhitungan, 81,81% mahasiswa memberikan tanggapan sangat positif dan 18,18% mahasiswa memberikan tanggapan positif
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH Jamaluddin, Muhammad; Laili, Moh.; Rosyid, Moh. Zaiful
JIE (Journal of Islamic Education) Vol 4 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : STITMUH BANGIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/jie.v4i1.114

Abstract

Education is a major milestone in advancing a nation, with a good nation's education will make a nation that is developed, peaceful and prosperous. Muhammad Abduh planned that there would be a concrete change in education at that time, he had an important role in an al-Azhar tertiary education. Muhammad Abduh slowly entered the education curriculum starting from the basic, secondary, upper and tertiary level curriculum, as well as the philosophy of education in the existing courses at al-Azhar higher education, not only stopped in the curriculum, Muhammad Abduh also made improvements to the methods learning method, because at that time the method applied was only focused on writing and memorizing, so according to Muhammad Abduh it was very difficult for students to progress and develop, so with that all Muhammad Abduh gave a new method, namely Discussion. Because the discussion learning method of a student will increase his scientific insight.