Akyunul Jannah
Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

HIDROLISIS GUGUS METOKSIL PEKTIN AMPAS TEBU UNTUK MENGHASILKAN BIOMETANOL Jannah, Akyunul; Suryadinata, Arief
SAINSTIS SAINSTIS (Vol 1, No 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/sains.v0i0.2303

Abstract

Methanol is a potential in two areas, namely as fuel cells and biodiesel. Among the many biomass, pectin is one of the best for the production of methanol. The purpose of this study was to determine the influence of pectin methyl esterase enzyme  concentration  (PME)  group  metoksil  rough  on  pectin  hydrolysis  of bagasse to produce the highest levels of biometanol. Methods This study includes the preparation of the bagasse, further hydrolysis using crude extract of the enzyme pectin methyl esterase (PMEs) resulting from bacterial culture Bacillus subtilis at Borth Nutrient media (NB) with 1% pectin. Hydrolysis of Metoksil groups of poligalakturonat acid in the pectin bagasse to obtain the concentration of methanol to vary the enzyme crude extract PMEs. Concentration of crude enzyme extract PMEs used was 10%, 15%, 20% and 25% in 24-hour incubation with 2 repetitions performed. The resulting methanol levels were analyzed using GC (Gas Chromatography). The results of this study concluded that allowing the concentration used for hydrolysis of bagasse to produce methanol using crude enzyme from  Bacillus subtilis (PMEs) is 10% with a methanol content of 0.02%.
UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70 %, EKSTRAK DAN ISOLAT SENYAWA FLAVONOID DALAM UMBI BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Rizkia, Putri; Jannah, Akyunul; Hasanah, Hafidatul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.891 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i1.2917

Abstract

Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan. Salah satunya bagian umbi tanaman binahong. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Asy Syu?Araa?; 7, QS. Thaha; 53 dan QS. Luqman; 10 bahwasannya Allah menciptakan tumbuhan baik yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Salah satu pemanfaatan umbi binahong adalah sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dalam ekstrak etanol 70 %, ekstrak dan isolat senyawa flavonoid umbi binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.Ekstraksi senyawa aktif umbi tanaman binahong dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 %. Hasil ekstraksi dihidrolisis dengan HCl 2N dan dipartisi untuk mendapatkan ekstrak senyawa flavonoid. Ekstrak etanol 70 % dan ekstrak senyawa flavonoid umbi binahong diuji efektivitas antioksidannya menggunakan metode  DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan variasi konsentrasi. Identifikasi golongan senyawa aktif dilakukan dengan penambahan reagen dan diamati secara kualitatif. Ekstrak flavonoid dipisahkan dengan metode KLT menggunakan eluen n-butanol-asam asetat-air (4:1:5) selanjutnya isolat diuji antioksidan kembali.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ekstrak flavonoid memiliki efektivitas antioksidan lebih baik daripada ekstrak etanol 70 %. Nilai EC50 ekstrak flavonoid sebesar 178,60 mg/L dan ekstrak etanol 70 % umbi binahong sebesar 298,10 mg/L. Hasil pemisahan KLT Preparatif didapatkan empat isolat, efektivitas antioksidan fraksi aktif senyawa flavonoid tertinggi terdapat pada isolat ketiga sebesar 7,16 %.
FERMENTASI TETES TEBU DARI PABRIK GULA PAGOTAN MADIUN MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae UNTUK MENGHASILKAN BIOETANOL DENGAN VARIASI pH DAN LAMA FERMENTASI Hartina, Fitri; Jannah, Akyunul; Maunatin, Anik
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.246 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2907

Abstract

Tetes tebu merupakan limbah pengolahan gula yang mengandung gula cukup tinggi sehingga sangat potensial dimanfaatkan sebagai media fermentasi. Fermentasi tetes tebu untuk menghasilkan bioetanol menjadi salah satu upaya megurangi jumlah limbah dan memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan lama fermentasi terhadap produksi bioetanol dari tetes tebu (molase) dengan cara fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini meliputi proses fermentasi dan pemisahan bioetanol dari media fermentasi. Proses fermentasi dilakukan dengan variasi pH 4, 4,5, dan 5, sedangkan variasi lama fermentasi dilakukan selama 3, 4, 5, dan 6 hari. Bioetanol hasil fermentasi dipisahkan dari media fermentasi dengan metode destilasi fraksinasi dan untuk mengukur kadar bioetanol digunakan metode kromatografi gas. Data yang diperoleh pada setiap perlakuan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5 %. Kadar bioetanol tertinggi diperoleh sebesar 7,76 %, nilai yield tertinggi 89,89 %, dan nilai efisiensi 78,62 %. Hasil analisis menggunakan uji ANOVA (?=5 %) menunjukkan bahwa pH dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar bioetanol hasil fermentasi. Uji BNT menyatakan bahwa perlakuan A3T4 (pH 5 dan lama fermentasi 6 hari) dengan kadar bioetanol 7,76 % , nilai efisiensi 78,62 %, dan kadar gula sisa 5,52 %  merupakan perlakuan yang berbeda nyata.
Utilization of NaCl Solution of Moringa Oleifera Seed Extract as Natural Coagulant at Liquid Waste at PT. Cheil Jedang Indonesia – Jombang Rizqi, Wadziatir; Yulianti, Eny; Jannah, Akyunul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.4, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.004 KB) | DOI: 10.18860/al.v4i1.3141

Abstract

In this study, the coagulant from Moringa seeds extracted using NaCl solution. Early stages, Moringa seed powder was extracted using 1M NaCl solution. Variations in sample pH (pH 4, 5, 6, 7, 8, 9 and 10) and variations in coagulant dose (10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 and 80 mL / L) was conducted to determine the effectiveness of each coagulant at pH test parameters, Total Suspended Solids and Chemical Oxygen Demand-Permanganate method. Characterization of Moringa seed extract solutions include levels of carbohydrates, proteins, fats and amino acids. Characterization results, the carbohydrate content of Moringa seeds extracted with NaCl solution at 909 ppm, the protein 3348 ppm, fat content 800 ppm and it contains 14 kinds of amino acids. Concentration of most amino acids are lysine, which is 0.196%. Coagulant of Moringa seed extract solution of NaCl with an optimum pH of 10 can decreased levels of TSS by 82.3% at a dose of 80 mL / L. Coagulant solution of NaCl extract of Moringa seeds can not reduce levels of COD-Mn.Keywords: Chemical Oxygen Demand-Permanganate, Coagulant, Moringa oleifera, Total Suspended Solids
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ASAM SITRAT DALAM PEMBUATAN GELATIN TULANG IKAN BANDENG (CHANOS-CHANOS FORSKAL) Fatimah, Dewi; Jannah, Akyunul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.514 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1663

Abstract

Tulang ikan bandeng merupakan by-product perikanan yang dapat diperoleh dari industri  pengolahan ikan. Selama ini tulang ikan bandeng masih belum termanfaatkan. Guna meningkatkan nilai  ekonominya tulang ikan bandeng berpotensi sebagai bahan baku pembuatan gelatin halal. Gelatin merupakan hasil  hidrolisis parsial kolagen yang diperoleh melalui ekstraksi dalam air panas yang dikombinasikan dengan  perlakuan asam atau basa. Gelatin dapat berfungsi sebagai pengemulsi (emulsifier) dan penstabil  (stabilizer) dalam sistem emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari salah satu alternatif pembuatan gelatin halal dengan  pemanfaatan tulang ikan bandeng yaitu sebagai bahan baku dengan proses asam, serta mengetahui  konsentrasi asam sitrat dan lama perendaman optimum terhadap produksi dan karakteristik gelatin yang  dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah yang pertama penentuan konsentrasi asam sitrat  optimum dengan variasi konsentrasi 1 %, 3 %, 5 %, 7 % dan 9 %. Kedua adalah penentuan lama  perendaman optimum menggunakan konsentrasi optimum hasil penelitian dengan variasi waktu 12 jam,  24 jam, 32 jam, 48 jam dan 60 jam. Karakterisasi gelatin dilakukan dengan menentukan beberapa sifat  fisik maupun kimia gelatin. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kekuatan  gel, titik leleh, warna, aroma dan rasa. Identifikasi gugus fungsi gelatin dilakukan pada sample terbaik  menggunakan Spektroskopi FT-IR. Data hasil uji sifat-sifat gelatin yang diperoleh dianalisis secara  deskriptif. Untuk menentukan perlakuan terbaik dilakukan dengan menggunakan metode de garmo.  Konsentrasi optimum asam sitrat untuk ekstraksi gelatin adalah 9 % dengan lama perendaman 48  jam. Gelatin yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 6,68 %, kadar abu 0,033 %, kadar protein 9,56  %, titik leleh 71,83C, kekuatan gel 38,72 mm/g.dt, warna 4,23, aroma 3,0 dan rasa 2,88 dengan  rendemen sebesar 9,74 %. Berdasarkan spektra FT-IR gelatin tulang ikan bandeng, gugus fungsi yang  dapat diidentifikasi diantaranya adalah gugus O?H, N?H, C?N, C=O & C?H. 
Isolation and Characterization of Rice Bran Protein Using NaOH Solution Jannah, Akyunul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.4, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.156 KB) | DOI: 10.18860/al.v4i1.3160

Abstract

The high protein content in rice bran potential to be developed into food. The purpose of this study was to isolate the protein in rice bran using NaOH solution with various concentration of 0.05; 0.1; 0.15; 0.2 M and characterization of functional properties. The results showed the concentration of 0.2 M NaOH produced the best results. The protein content obtained was 82%, stability of  emulsion of 42% and 47% stabilty of foam. Keywords: NaOH, protein, rice bran
AKTIVITAS KOAGULASI EKSTRAK BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) DALAM LARUTAN NaCl TERHADAP LIMBAH CAIR IPAL PT. SIER PIER PASURUAN Aslamiah, Siti Suwaibatul; Yulianti, Eny; Jannah, Akyunul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2, No.3
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.855 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2891

Abstract

Proses koagulasi dapat menggunakan bahan koagulan sintetis dan alami. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah yang dikoagulasi dengan menggunakan koagulan biji kelor (Moringa oleifera L.) dan Tawas (aluminium sulfat). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas koagulan ekstrak NaCl biji kelor dan tawas terhadap parameter air limbah dan mengetahui karakterisasi koagulan biji kelor.Tahapan awal 1 gr biji kelor diekstrak menggunakan larutan NaCl dengan variasi konsentrasi (0,5; 1; 1,5 dan 2 M), hasil terbaik dilakukan proses karakterisasi larutan ekstrak NaCl biji kelor meliputi uji kadar karbohidrat, protein dan lemak, kemudian digunakan sebagai koagulan dan dibandingkan dengan tawas. Variasi dosis koagulan yang digunakan (10, 20, 40, 80 dan 160 mL/L) dilakukan analisis parameter pH, kadar nitrat dan kekeruhan untuk mengetahui efektifitas dari masing-masing koagulan. Nilai variasi konsentrasi NaCl sebagai larutan pengekstrak biji kelor paling optimum adalah 1 M yang dapat menurunkan kekeruhan sampel air limbah sampai 74 %. Larutan ini juga mengandung karbohidrat 831 ppm, protein 3348 ppm dan 800 ppm lemak. Penambahan koagulan tawas sebanyak 80 mL/L membuat pH sampel air limbah turun menjadi 6,33; kadar nitrat 0,66 ppm dan mampu menurunkan kekeruhan sampai 58 %. Penambahan koagulan biji kelor sebanyak 80 mL/L membuat sampel air limbah berada pada pH 7,34 dan mampu menurunkan nilai kekeruhan sebesar 80,7 % tetapi kurang efektif dalam penurunan kadar nitrat.
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KADAR ALKOHOL TAPE SINGKONG (Manihot utilissima Pohl). Hasanah, Hafidatul; Jannah, Akyunul; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2 No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.261 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2294

Abstract

Tape is one of the products of fermentation. Of the agreement MUI, foods and beverages containing alcohol should not exceed 1%, so the food / drinks that contain high levels of alcohol exceeding 1% are included in the category of haram for consumption. This study aimed to determine the effect of fermentation time on ethanol content of cassava (Monihotutilissima Pohl) tapai. The method that is used to separate the two or more component of volatile and non volatile from tapai is called distillation while to analyze an ethanol level used gas chromatography (GC) method. To examine the data which differentiate the base concentration of alcohol (%) in cassava tapai since fermentationprocess which were analyzed by variants analysis (ANOVA). In the next experiment, if there was different significant result, then continued by the test of BNT which the level for about 1%.The samples of cassava (Monihot utilissima Pohl) tapai fermented for about 24, 48, 72, 96 and 120 hours. Those tapai were mashed and added the aquades. The mixed materials were distillated, then entered into the bottle and considered as gram unit. The considered distillations were being analyzed used gas chromatography (GC) method.The result of the research showed that there is the influence of long fermentation to ethanol level?s of cassava (Manihot utilissima Phol) tapai. The level of cassava ethanol was 0.844%, 2.182%, 4.904%, 6.334% and 11.811%. The long fermentation was for about 120 hours and it was an indeed influence (p < 0,01) to the level of cassava?s ethanol among the period of long fermentation.
KINETIKA REAKSI ENZIMATIS EKSTRAK KASAR ENZIM SELULASE BAKTERI SELULOLITIK HASIL ISOLASI DARI BEKATUL Saropah, Dyah Ayu; Jannah, Akyunul; Maunatin, Anik
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2 No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.138 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2297

Abstract

Bran rice is a by-product of rice into rice milling process, the cellulose content of 40-60%, so the potential as a carbon source for the growth of microorganisms such as bacteria to produce enzymes particularly cellulolytic bacteria. The purpose of the study was to determine the diversity of the characters from the cellulolytic bacterial isolates and optimum conditions enzyme (cellulase enzymes rough) so that they can hydrolyze the cellulose to glucose with either rice bran. The characterization includes the determination of pH, temperature and time of optimum crude extract of bacterial cellulolytic enzyme cellulase, determination of Vmax and Km and molecular mass determination of cellulase.Research methods include making media, regeneration of isolates, bacterial growth curve manufacturing, production of cellulase enzymes from bacterial cellulolytic rough at the optimum conditions, the kinetics of enzymatic reaction: substrate concentration factor of the reaction rate (with variation of the concentration of 0.50%, 0.75%, 1 , 00%, 1.25% and 1.50% (w / v)) followed by calculating the Vmax and Km.The results showed that the enzyme cellulase of cellulolytic bacteria isolated from rice bran result that has optimum conditions at pH 7.5, temperature 50 ° C, 40 min incubation time to produce Vmax 0.0086 units / mL and Km 1.694%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA KATEKIN DARI DAUN TEH (Cameliasinensis L.var assamica) TERHADAP BAKTERI Micrococcusluteus Rustanti, Elly; Jannah, Akyunul; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.621 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2886

Abstract

Zat antibakteri merupakan suatu zat yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme bakteri, sehingga zat tersebut dapat menghambat pertumbuhanatau bahkan membunuh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan alam sebagai antibakteri alami. Penelitian ini ingin mengetahui bahwa daun teh (Camellia sinensis L. var assamica) yang efektif sebagai antibakteri alami dapat menghambat bakteri Micrococcus luteus. Penelitian ini meliputi ekstraksi yang dilakukan dengan metode maserasi menggunakansampel daun teh. Pemisahan ekstrak katekin dilakukan dengan KLT Analitik dengan variasi eluen yaitu etil asetat:air:asam format (18:1:1), toluena:aseton:asam format (3:3:1) dan kloroform:metanol:air (6,5:3,5:1), untuk mencari eluen terbaik yang selanjutnya digunakan untuk KLT Preparatif. Selanjutnya hasil dari KLT Preparatif digunakan untuk uji antibakteri.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  hasil ekstrak katekin dari daun teh ± 3,34 gram dari 50 gram sampel. Hasil KLT Analitik menunjukkan bahwa eluen terbaik untuk KLT Preparatif adalah etil asetat:air: asam format. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa isolat 5 dari ekstrak daun teh memberikan efektivitas terbaik sebagai antibakteri Micrococcus luteus.