Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH MUTAGEN KIMIA SODIUM AZIDA TERHADAP MORFOLOGI TANAMAN CABAI BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.) Yunita Sari, Ni Kadek; Pharmawati, Made; Junitha, I Ketut
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to examine the effects of sodium azide at concentration of 1 mM, 2 mM, 3 mM, 4 mM and 5 mM on the morphological characters of Capsicum annuum L. The method used for the observation of morphological characters was direct observation by measuring plant height, leaf length and width as well as counting the number of leaves. The results showed that effect of sodium azide at 3 mM caused an increase in plant height, while concentration of 1 mM, 2 mM, 4 mM dan 5 mM caused a decrease in plant height. Similar trends were found for number of leaf. Leaf length and width tended to increase in sodium azide treatments.
STRUKTUR GENETIK DAN RAGAM ALEL TIGA GENERASI MASYARAKAT BALI BERDASAR LIMA LOKUS PENANDA DNA MIKROSATELIT AUTOSOM Laksmita, Ayu Saka; Junitha, I Ketut; Watiniasih, Ni Luh
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2015.v02.i02.p02

Abstract

This research was aimed to find out the genetic structures of three generations of Balinese population, in order to determine the best loci used for paternity testing among this population, and observed the mutation rate of these loci. The DNA samples were taken from the epithelium cell of 25 families which were collected from the children, father, mother, grandfather and grandmother of the children, from both mother and father sides (family with three generations). The DNA was extracted in Phenol-Chloroform method with modifications. DNA amplification was conducted in PCR method using pairs of primer 5, namely: FGA, D18S51, D2S1338, TPOX, and D16S539, and its products were electrophoresed and visualized in 10% of PAGE, stained in silver nitrate. The genetic structures of the three family generations showed 30 variants with different frequencies in each locus. The highest heterozygosity value was detected in FGA (8 alleles), then followed by D18S51 (7 alleles), TPOX (6 alleles), D16S539 (5 alleles), and the lowest was in D2S1338 (4 alleles). The highest value of heterozigosity and Power of Discrimination were found in FGA, followed by TPOX, D18S51, D2S1338, and the lowest was in D16S539. Therefore, it can be concluded that out of five loci tested, 4 of them can be recommended to be used for paternity testing of Balinese population, except D16S539. Keywords: Paternity Testing, DNA Microsatellite, three generations, heterozygosity, Power of Discrimination
RAGAM ALEL DAN KEKUATAN PEMBEDA LIMA LOKUS MIKROSATELIT DNA AUTOSOM MASYARAKAT SUKU BATAK DI DENPASAR DAN BADUNG Junitha, I Ketut; Carolina, Yossy Carolina
Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS) Vol 6 (2016): Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences
Publisher : Penerbit, sejak 2012 : Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia dan UPT Lab. Forensik Sain dan Kriminilogi - Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Five loci of microsatellites DNA autosomal that is: D2S1338, D13S317, D16S539, D18S351, and D19S433 used to determination kind of allele and power of discrimination each locus of Batak ethnic in Denpasar and Badung. DNA sample were amplified used five pairs of primer  D2S1338, D13S317, D16S539, D18S351, and D19S433 loci  in  PCR machine used  PCR mix Invitrogen with annealing temperature  range of 48-56oC. The result of this research was found 54 alleles. The most allele was found on D2S1338 locus, 13 alleles followed by D18S351, 12 alleles, D13S317 and D19S433 locus each 10 alleles and the least one is 8 allele on D16S539 locus. The highest of power of discrimination   that is 0,984 D2S1338 locus followed by D18S351, D19S433, D16S539 and of D13S317 0,973, 0,956, 0,949, and 0,947 respectively. The five loci in this studied had many kind of alleles and high degree of power discrimination value so that loci is useful to forensic purpose for Batak society in Bali.
POLA PERTUMBUHAN BERDASARKAN BERAT DAN TINGGI BADAN SISWA PADA SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA DI KOTA DENPASAR, BALI DAMAYANTI, IDA AYU MANIK; JUNITHA, I KETUT; SUASKARA, IDA BAGUS MADE
Jurnal Biologi Udayana Vol 21 No 2 (2017): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2017.vol21.i02.p06

Abstract

This research aimedet al. to determine the pattern of growth in several primary schools and secondary public and private schools in Denpasar, Bali Province. Samples were determined using purposive sampling and data were collected by cross-sectional method. The pattern of growth of boys and girls at the age of 7-15 years at private schools in Denpasar shows that the average height and weight were greater than the boys and girls in public schools in Denpasar. The percentage of underweight category was higher at public school in Denpasar and the percentage of children with overweight and obese categories were higher in the private national plus school Denpasar.  
KUALITAS DAN KUANTITAS DNA DARAH KERING PADA BESI DAN KAYU YANG DISIMPAN DALAM KURUN WAKTU BERBEDA Putri, Ni Putu Puniari Eka; Junitha, I Ketut
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DNA merupakan materi genetik yang berfungsi untuk mengatur aktivitas biologis seluruh bentuk kehidupan. Darah merupakan salah satu sumber DNA yang sering digunakan sebagai barang bukti dalam bidang forensik.Kondisi darah sebagai barang bukti di TKP (tempat kejadian perkara) yang ditemukan diantaranya  pada besi, kayu, pakaian, tembok, lantai, kertas dan gunting dapat mempengaruhi hasil ekstraksi dan analisis DNA. Dalam ilmu forensik menerapkan prinsip Locard yaitu adanya pertukaran materi ketika terjadi kontak dari dua buah benda. Materi yang tertinggal akibat kontak dari dua buah benda tersebut akan menjadi barang bukti kuat yang sangat menentukan dalam penyelesaian suatu kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas DNA dari darah kering pada besi dan kayu yang disimpan dalam kurun waktu berbeda (satu, dua, tiga, dan empat bulan), kemudian diekstraksi dengan menggunakan metode fenol kloroform termodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DNA dari darah kering pada besi dan kayu masih dapat diekstraksi menggunakan metode fenol kloroform yang dimodifikasi sampai empat bulan penyimpanan, tetapi terjadi penurunan kuantitas DNA sejalan dengan lama waktu penyimpanan.
VARIASI ALEL DNA MIKROSATELIT AUTOSOM LOKUS D2S1338, D13S317 DAN D16S539 PADA MASYARAKAT DAYAK KAHARINGAN DI KOTA PALANGKA RAYA Emy Octavia, Lucia; Junitha, I Ketut; Narayani, Inna
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 2 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ragam alel masyarakat Dayak Kaharingan di Kota Palangka Raya.  DNA diekstraksi dari sel epitel mukosa mulut, dari 26 individu dengan metode fenol kloroform. DNA mikrosatelitautosom lokus D2S1338, D13S317 dan D16S539 diamplifikasi pada mesin PCR. Pengamatan hasil PCR dilakukan dengan Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE) dan visualisasi DNA hasil PCR dengan pewarnaan perak nitrat.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 29 alel dari ketiga lokus yaitu lokus D2S1338 sebanyak 11 alel, serta masing-masing sembilan alel pada lokus D13S317 dan lokus D16S539. Nilai heterozigositas tertinggi terdapat pada lokus D2S1338 yaitu 0,8971 dengan kekuatan pembeda (PD) 0,9682, diikuti lokus D13S317 dengan kekuatan pembeda 0,9339 dan lokus D16S539 dengan kekuatan pembeda 0,9226.
PREDIKSI LAMA KEMATIAN BERDASARKAN KEBERADAAN SERANGGA GENUS LUCILIA (CALLIPHORIDAE) PADA BANGKAI MENCIT (MUS MUSCULUS) DI LOKASI HUTAN MANGROVE Laksmita, Ayu Saka; Watiniasih, Ni Luh; Junitha, I Ketut
Jurnal Biologi Udayana Vol 17 No 1 (2013): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to investigate the presence of insects on mice carcasses in mangrove forest, the chronology of the insect presence and growth phase of the insects on estimating the time of death of the animal for the beneficial of forensic study. Collected insects were identified at The Laboratory of Animal Taxonomy and The Laboratory of Ecology, Department of Biology, Udayana University. The samples were divided into two based on the study areas: dry and watered areas. Five mice carcasses in three different spot were laid on each dry area. The data collected were analyzed descriptively. The differences of insect growths from egg to pupae and also the ex-pupae found on carcasses could be used to estimated the time of death of an animal.
RASIO JENIS KELAMIN PADA KELAHIRAN ANTARA BULAN DESEMBER 2010 SAMPAI NOVEMBER 2012 DI RSUD WANGAYA, DENPASAR DAN RSUD BANGLI, BANGLI DI PROVINSI BALI Poli, Victor Peter; Junitha, I Ketut; Suarni, Ni Made Rai
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang rasio jenis kelamin pada kelahiran dilakukan untuk memperoleh informasi tentang rasio jenis kelamin pada kelahiran di Indonesia khususnya di pulau Bali. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor suhu lingkungan terhadap konsepsi yang berdampak pada rasio jenis kelamin. Data kelahiran selama dua tahun diperoleh dari RSUD Wangaya Denpasar dan RSUD Bangli sejak bulan Desember 2010 hingga November 2012. Data suhu dan curah hujan didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah III di Denpasar. Data yang diperoleh diuji dengan chi-square test dan regresi linier. Rasio jenis kelamin pada kelahiran di RSUD Wangaya yaitu 108 kelahiran laki-laki per 100 kelahiran bayi perempuan dan di RSUDBangli yaitu 94 kelahiran bayi laki-laki per 100 kelahiran bayi perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsepsi penentuan jenis kelamin dengan suhu. Dapat disimpulkan rasio jenis  kelamin di RSUD Wangaya dan RSUD Bangli kemungkinan hanya  dipengaruhi oleh peluang.
VARIASI GENETIK SUKU BATAK YANG TINGGAL DI KOTA DENPASAR DAN KABUPATEN BADUNG BERDASARKAN TIGA LOKUS MIKROSATELIT DNA AUTOSOM UNADI, YOSSY CAROLINA; NARAYANI, INNA; JUNITHA, I KETUT
Jurnal Biologi Udayana Vol 14 No 2 (2010): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study of genetic variation on three microsatellite DNA loci D2S1338, D13S317 and D16S539 from 76 unrelated individuals of Batak ethnic who live in Denpasar city and Badung regency were analyzed by using PCR method (SuperMix Kit, Invitrogen). DNA samples were extracted from blood cell using phenol-chloroform method and ethanol precipitation. The result of this study found 14 alleles on D2S1338 locus, 10 alleles on D13S317 locus and eight alleles on D16S539 locus. The finding showed high genetic diversity on three loci as well as on three sub-ethnic Batak of Batak Toba, Karo and Simalungun which were 0.8637; 0.7314 and 0.7692 respectively.
EKSTRAKSI DNA SPERMA PADA KONDOM YANG DISIMPAN DALAM RENTANG WAKTU BERBEDA Lanang, A.A. Gde; Junitha, I Ketut; Suaskara, I.B. Made
Jurnal Biologi Udayana Vol 17 No 2 (2013): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sperma adalah bahan biologis yang sering digunakan sebagai bukti untuk kasus pemerkosaan. Penelitian ekstraksi DNA dari sperma dilakukan untuk mengetahui apakah DNA dapat diekstraksi dari sperma pada kondom yang tersimpan selama 15, 20, 25, 30, dan 35 hari serta untuk mengetahui keberhasilan amplifikasinya. Sampel sperma dari seorang probandus diteteskan ke dalam kondom 2000 µL, kemudian disimpan selama 15, 20, 25, 30, dan 35 hari. Ekstraksi DNA dilakukan dengan menggunakan metode fenol-klorofom yang sudah dimodifikasi dan amplifikasi DNA dengan menggunakan PCR Mastermix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA masih dapat diekstraksi dan diamplifikasi dari sperma dalam kondom yang tersimpan hingga 35 hari.