Articles

Found 39 Documents
Search

KONSISTENSI PEMAHAMAN SISWA SMA TERHADAP KONSEP HUKUM NEWTON UNTUK REPRESENTASI BERBEDA Nurhasnawati, Nurhasnawati; Wherdhiana, I Komang; Kade, Amiruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 6, No 3 (2018): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.292 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat konsistensi representasi pada siswa SMA Negeri 5 Palu terhadap konsep hukum Newton. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas x semester genap SMA Negeri 5 Palu yang terdiri dari 27 siswa. Tes terdiri dari 3 teori dasar hukum Newton yaitu hukum I Newton , hukum II Newton dan hukum  III Newton, tiap-tiap hukum terbagi atas 2 tema berbeda dan setiap tema dibuat 3 soal dengan representasi berbeda yaitu representasi verbal, grafik dan diagram sehingga jumlah soal keseluruhan adalah 18 butir soal. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Skor hasil tes kemudian dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah. Masing-masing dari kategori, diambil 2 siswa perwakilan untuk diwawancara guna menggali informasi yang lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tingkat konsistensi pemahaman siswa menghasilkan sebagian besar siswa tidak konsisten dalam mengerjakan soal multirepresentasi. Untuk siswa dengan kategori tinggi hanya mampu berada pada kategori kurang konsisten. Sedangkan untuk kategori sedang dan rendah berada pada kategori tidak konsisten. Kata Kunci: konsistensi, pemahaman konsep, representasi, hukum newton.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 7 PALU Amelia, Riski; Mansyur, Jusman; Kade, Amiruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 2 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Advance Organizer dengan menggunakan peta konsep terhadap pemahaman konsep siswa Kelas X di SMA Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini yaitu kuasi eksperimen dengan desain ?nonrandom control group pretest-postest design?. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas X SMA Negeri 7 Palu. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan Kelas X B  sebagai kelas eksperimen dan Kelas X A sebagai kelas kontrol. Instrumen tes yang digunakan berupa tes esai. Berdasarkan hasil pengolahan data, pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 8,59 dan ttabel = 1,67. Hal ini berarti Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Advance Organizer dengan menggunakan peta konsep terhadap pemahaman konsep siswa Kelas X di SMA Negeri 7 Palu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN ICT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP LABSCHOOL UNTAD PALU Nurliza, Nurliza; Kade, Amiruddin; Hatibe, Amiruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 5, No 3 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.943 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan ICT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan equivalent preetest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas VII B sebagai kelas kontrol dan kelas VII A sebagai kelas eksperimen. Instrumen hasil belajar fisika siswa adalah tes pilihan ganda yang telah divalidasi oleh validator dan telah di uji validitas item. Hasil analisa data diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 13,13 kelas kontrol 10,50 dengan. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh thitung  > ttabel = 3,16 > 2,04. Maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model  pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan ICT terhadap hasil belajar Fisika siswa kelas VII SMP Labschool Untad Palu.
ANALISIS KEBIJAKAN DAN KELAYAKAN MUTU TENAGA PENDIDIK DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Mahpudz, Asep; Kade, Amiruddin; Haerudin, Harudin
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.604 KB)

Abstract

Salah satu kebijakan pembangunan pendidikan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan. Studi analisis kebijakan yang akan dilakukan ini merupakan upaya untuk mengkaji beberapa aspek implementasi arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam aspek kelayakan mutu tenaga pendidik dan penyelenggaraan pendidikan dasar. Lingkup wilayah kegiatan ini adalah 7 (tujuh Kabupaten/Kota) di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yakni : Kabupaten Morowali, Poso, Tojo Unauna, Tolitoli, Donggala, Buol dan Kota Palu. Metode pelaksanaan studi ini dilakukan menerapkan pendekatan penelitian kualitatif secara deskriptif dalam perspektif emik alamiah, dengan menggunakan teknik survei, studi dokumentasi dan wawancara. Diperoleh informasi bahwa kompetensi pendidik di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya sudah baik, dengan indeks diatas 3 pada beberapa komponen aspek kompetensi. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih membutuhkan penguatan dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi, terutama pada aspek-aspek tertentu. Hal ini membawa konsekuensi dibutuhkannya pengembangan program dan dukungan secara sinergis pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah maupun di Kabupaten dan Kota dalam rangka mendukung peningkatan mutu pembangunan pendidikan dasar secara berkesinambungan.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA TINGKAT ANALISIS (C4) Afriani, Rifka; Kade, Amiruddin; Supriyatman, Supriyatman
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 7, No 2 (2019): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal fisika tingkat analisis (C4). Penelitian dilakukan di SMA Negeri di Kota Palu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 104 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes seleksi responden, tes essay, dan wawancara. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 9 orang siswa yang diperoleh dari hasil tes seleksi responden. Berdasarkan penelitian, hasilnya menunjukkan pencapaian kompetensi kognitif siswa pada tingkatan analisis belum memberikan hasil yang maksimal, dalam hal ini masih tergolong kategori sangat buruk. Pencapaian pada tingkatan analisis (C4) hanya sebesar  24,26 %. Adapun Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal  adalah kesalahan penafsiran 66.7% dengan kategori tinggi, kesalahan konsep 77.8% dengan kategori tinggi, dan kesalahan strategi 72.7% dengan kategori tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK PENGETAHUAN AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 PALU Setiani, Iin; Kade, Amiruddin; Lamba, Hendrik Arung
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 2 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan  pemahaman konsep fisika antara kelas yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kelas yang mendapat strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu (2) mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep fisika untuk kemampuan awal siswa yang tinggi dan yang rendah pada kelas VIII SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini menggunakan rancangan Prates-Pascates yang tidak  Ekuivalen, dengan desain faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sample. Sampel penelitian adalah kelas VIII-I sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-J kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan kelas yang mendapat model pembelajaran konvensional yang ditunjukan oleh uji hipotesis dengan nilai signifikan yang diperoleh 0,012 yang berarti tingkat signifikan 0,0012 < 0,05 (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa untuk tingkat pengetahuan awal yang tinggi dan yang rendah yang ditunjukan oleh uji hipotesis dengan nilai signifikan yang diperoleh 0,036 yang berarti tingkat signifikan 0,0036 < 0,05. Perbedaan ini terjadi karena model pembelajaraan kooperatif tipe jigsaw membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.  Pada tingkat pengetahuan awal yang tinggi siswa lebih mudah memahami materi.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN MAJEMUK DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI KOTA PALU Husni, Hiqmatiar; Kamaluddin, Kamaluddin; Kade, Amiruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 3 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.973 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kecerdasan Majemuk terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri di Kota Palu. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling yaitu cara pengambilan sampel dari wakil wilayah dalam populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang dipilih secara acak dari 4 SMP Negeri di Kota Palu yang keempatnya mewakili 4 wilayah di Kota Palu, yakni SMP Negeri 18, SMP Negeri 7, SMP Negeri 9, dan SMP Negeri 8. Seluruh kelas VII yang ada pada setiap sekolah diambil satu kelas secara acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket kecerdasan majemuk dan tes hasil belajar fisika. Dari hasil analisis korelasi diketahui bahwa Kecerdasan Majemuk memiliki hubungan positif dengan hasil belajar fisika siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,571. Dari perhitungan koefisien determinasi diperoleh bahwa Kontribusi Kecerdasan Majemuk terhadap hasil belajar fisika siswa adalah sebesar 32,66%, sisanya sebesar 67,34% dipengaruhi oleh faktor lain yang bukan menjadi objek kajian dalam penelitian ini. Dari hasil analisis uji t diperoleh nilai thitung sebesar 7,271 dengan ttabel pada taraf signifikasi 5% sebesar 1,980. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kecerdasan Majemuk dengan hasil belajar fisika siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN 2 Dolonga Sampede, Ainun; Jamhari, Mohammad; Kade, Amiruddin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata  pelajaran SAINS kelas V SDN Dolong A melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil analisis data guru dan siswa, dan analisis tes tindakan hasil belajar siswa. Subjek penelitian siswa kelas V SDN 2 Dolong A. Prosedur pelaksanaan tindakan meliputi: (1) Perencanaa, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Hasil penelitian siklus 1 dengan  presentase ketuntasan belajar klasikal 60% kategori kurang, hingga perlu dilakukan siklus II dengan hasil persentase ketuntasan belajar klasikal 86.66% kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang didapatkan disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meingkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SAINS Kelas V SDN 2 Dolong A.Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Stad; Hasil Belajar
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana Maula, Said; Rede, Amran; Kade, Amiruddin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri atas empat kegiatan yang dilakukan dengan siklus berulang yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Desain penelitian ini mengacu pada diagram yang dicantumkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sains siswa Kelas VI SDN 21 Ampana. Masalah yang akan diselidiki adalah kualitas proses pembelajaran yang terjadi di kelas VI SDN 21 Ampana pada pelajaran sains. Alternatif pemecahan masalah adalah melalui metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas VI SDN 21 Ampana, dengan jumlah siswa 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II baik dari hasil belajar maupun aktivitas belajar. Pada tes awal siswa yang tuntas 2 orang (persentase tuntas klasikal 13,33%) dan (daya serap klasikal 56%). Pada siklus I siswa yang tuntas 10 orang (persentase tuntas klasikal 66,67% dan daya serap klasikal 74%). Pada siklus II meningkat menjadi siswa yang tuntas 13 orang  atau persentase ketuntasan klasikal 86,67% dan daya serap klasikal 82,67%. Pada siklus II sudah memenuhi standar ketuntasan belajar, demikian pula dengan hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru. Aktivitas siswa meningkat dari siklus I ke siklus II yaitu 76,04%  dengan kategori cukup meningkat menjadi  85.41% dengan kategori baik. Sedangkan aktivitas pembelajaran guru juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu dari  76.56% dengan kategori cukup meningkat menjadi 82.03% dengan kategori baik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan metode pembelajaran eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN 21 Ampana. Kata Kunci: Hasil   Belajar, Metode Eksperimen.
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Gerak Benda dan Energi Dengan Menggunakan Metodeekpeerimen Pada Siswa Kelas III SDN 21 Ampana Farmawati, Farmawati; Kade, Amiruddin; Djirimu, Muchlis
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN 21 Ampana melalui metode eksperimen. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu apakah penggunaan metode pengamatan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas III SDN 21 Ampana?. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 21 Ampana dengan melibatkan 19 orang siswa terdiri atas 8 orang laki-laki dan 11 orang perempuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 57,89% dan daya serap klasikal 64,21%. Pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 100% dan daya serap klasikal 88,42%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai daya serap klasikal minimal 65% dan ketuntasan belajar klasikal minimal 80,00%. Berdasarkan nilai rata-rata daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode ekpserimen dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi pertumbuhan di kelas III SDN 21 Ampana Kata Kunci: Hasil belajar, Metode Eksperimen, dan Materi Pertumbuhan