Articles

PENYAJIAN PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG RINJANI BERBASIS PLATFORM ANDROID Wardana, Randy Alihusni; Kahar, Sutomo; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah pendaki gunung semakin lama semakin meningkat. Animo masyarakat terhadap pendakian gunung begitu besar. Kini pendakian gunung tidak terbatas pada penghobi saja, orang awam pun kini melakukan pendakian gunung untuk berwisata. Kegiatan outdoor ini dapat berubah menjadi berbahaya seketika. Minimnya informasi serta persiapan dan pengetahuan yang baik menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu diperlukan peta pendakian dan panduan sebagai sumber informasi mengenai gunung yang akan didaki. Aplikasi android dengan menerapkan mobile GIS (GeographicInformation System) merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan ini. Kegiatan pembuatan aplikasi ini bertujuan untuk menyediakan informasi yang lengkap, akurat dan sistematis tentang pendakian gunung Rinjani. Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung yang menjadi favorit wisatawan karena keindahannya yang begitu mempesona. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan memanfaatkan Android Studio. Sedangkan untuk pengembangan mobile GIS menggunakan libraryNutiteq 3D SDK sebagai alternatif lain selain menggunakan GoogleMaps. Pembuatan aplikasi berbasis platform android diharapkan dapat mempermudah pendaki gunung dalam mendapatkan informasi spasial maupun non-spasial. Dengan aplikasi ini pendaki gunung dapat memperoleh informasi karakteristik masing ? masing jalur pendakian gunung Rinjani sehingga dapat mengurangi resiko pendakian khususnya gunung Rinjani.Kata Kunci:Gunung Rinjani, Android, Mobile GIS, Nutiteq 3D SDK ABSTRACT Number of mountaineers progressively increasing. Public animo of hiking activity so great. Now mountaineering not only limited to any hobbyist, common people now also do hiking for a tour. This hiking activity can turn into dangerous instantly. The lack of information as well as a good preparation and knowledge is part of that. People required climbing maps and guides as a source of information on the mountain to be climbed. Android mobile applications by applying GIS (Geographic Information System) is one of the solutions to fulfill these needs. This application project is purposed to provide complete, accurate and systematic information about hiking to Mount Rinjani. Mount Rinjani is one of the mountains which became a favorite of tourists because of its landscape view so fascinating. Application development is done by utilizing the Android Studio. Mobile GIS development using Nutiteq 3D SDK library as alternatives to use Google Maps can be used to do it. Making the android platform-based applications are expected to facilitate the mountaineers in spatial information and non-spatial. With this application mountaineers can obtain the characteristic information of each Rinjani mountain climbing lane so can reduce the risk of hikinh Mount Rinjani in particular.Keyword: Rinjani Mountain, Android, Mobile GIS, Nutiteq 3D SDK
KAJIAN REGANGAN SELAT BALI BERDASARKAN DATA GNSS KONTINU TAHUN 2009-2011 Andriyani, Gina; Kahar, Sutomo; Awaluddin, Moehammad; Meilano, Irwan
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia bagian barat terdiri dari Sunda Shelf (landas kontinen Asia Tenggara), yang meliputi pulau-pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan barat daya bagian dari Sulawesi. Sunda Shelf adalah bagian dari lempeng Eurasia yang luas, tetapi tabrakan dari India dengan Asia Tengah memungkinkan terjadinya gerakan yang signifikan dari Asia Tenggara dan Sunda Shelf relatif terhadap Eurasia. Selat Bali teletak diantara pulau Jawa dan Bali yang termasuk ke dalam blok Sunda. Blok Sunda meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi bagian barat [Hamillton, 1979]. Saat Lempeng Indo-Australia bergerak kebawah Lempeng Eurasia, terjadi kontak bidang antar lempeng sehingga terakumulasi regangan. Regangan yang telah melewati batas elastisitas akan dilepaskan sebagai gempa bumi. Namun demikian berdasarkan Journal of Geophysical Research tahun 2003 hasil penelitian Bock mengenai Crustal motion in Indonesia from Global Positioning System Measurements disebutkan bahwa regangan yang terjadi di Blok Sunda adalah kecil yaitu 5 x 10-8 per tahun. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil pengamatan GNSS di Selat Bali menggunakan software Bernese versi 5 dapat diketahui bahwa Selat Bali mengalami pergeseran ke arah tenggara yang mengindikasikan adanya proses inter-seismic. Besar regangan (strain) yang terjadi di Selat Bali dihitung  menggunakan metode perhitungan regangan (strain) garis sehingga dapat di tentukan besar regangan antara ke dua titik pengamatan GNSS CORS yang digunakan pada penelitian ini.   Kata Kunci : Sunda Shelf, Selat Bali, Regangan (Strain), Pergeseran, Bernese
PENENTUAN KOMPONEN KOMPONEN PASANG SURUT DARI DATA SATELIT JASON DENGAN ANALISIS HARMONIK METODE KUADRAT TERKECIL Ningsih, Bernadet Srimurniati; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi satelit altimetri salah satunya adalah mengamati fenomena pasut laut. Teknologi satelit altimetri menjawab tantangan akan pemenuhan kebutuhan data pasut dalam skala yang luas. Tetapi dalam pengolahannya membutuhkan strategi yang tepat terutama yang berkaitan dengan koreksi-koreksi satelit altimetri seperti tidak diterapkannya koreksi pasut dalam penentuan komponen-komponen pasut. Dalam tugas akhir ini, akan dibahas penggunaan data satelit altimetri Jason dengan analisis harmonik teknik kuadrat terkecil untuk menentukan komponen-komponen pasang surut di perairan Indonesia.
PENGAMATAN LENDUTAN VERTIKAL JEMBATAN KALI BABON DENGAN METODE GNSS KINEMATIK ., Najamuddin; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Kali Babon adalah salah satu jembatan yang berada di jalan Pantai Utara Jawa tepatnya di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Jembatan Kali Babon ini dibangun pada tahun 2005 dengan panjang 33,5 meter. Sebuah jembatan akan mengalami dua macam deformasi, yaitu gerakan jangka panjang dan gerakan jangka pendek. Dalam penelitian ini, teknologi Topcon GNSS dual frukuensi akan digunakan untuk memantau besarnya deformasi yang terjadi pada Jembatan Kali Babon. Setiap titik pada jembatan menggunakan interval waktu (logging rate) sebesar 1 detik untuk pengambilan raw data. Hasil penentuan posisi titik pada penelitian ini didapatkan secara post-processing (sesudah pengamatan). Pemanfaatan GNSS secara kinematik ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan vertikal jembatan Kali Babon akibat satuan mobil penumpang yang melintasinya. Teknologi GNSS mampu mendeteksi lendutan vertikal jembatan Kali Babon. Hasil pengukuran metode GNSS kinematik jembatan Kali Babon diperoleh lendutan maksimal sebesar 0,187 meter dengan lama pengamatan 28 menit. Berdasarkan perhitungan teknis pembebanan jembatan dengan menggunakan data struktur dan bahan struktur Jembatan Kali Babon, secara teoritis lendutan yang terjadi adalah sebesar 0,239 meter. Hal ini menunjukan bahwa lendutan jembatan Kali Babon masih memenuhi standar. Kata kunci : Jembatan Kali Babon, GNSS, Lendutan vertikal
EVALUASI TATA LETAK BANGUNAN TERHADAP GARIS SEMPADAN JALAN DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT KOTA SEMARANG Putranindya, Erlangga; Kahar, Sutomo; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Central Business District (CBD) Kota Semarang yang terdiri dari Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Thamrin, dan Jalan Gajahmada yang terletak pada Bagian Wilayah Kota I (BWK I) merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai wilayah perkantoran, perdagangan, dan jasa. Dalam hal ini banyak bangunan atau kavling yang bangunan terluarnya (seperti pagar, dll) berdiri tidak sesuai dengan Perda No.14 Tahun 2011, maka dari itu menarik penulis untuk melakukan evaluasi bangunan-bangunan di kawasan tersebut yang melanggar/ tidak sesuai dengan Perda Kota Semarang No.14 Tahun 2011.            Evaluasi tata letak bangunan Garis Sempadan Jalan (GSJ) merupakan suatu proses penilaian tentang tata letak bangunan terluar dari kavling tersebut yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah yang diatur dengan jarak tertentu suatu bangunan terluar dengan as jalan/ tengah jalan. Dalam melakukan tugas akhir ini penulis memerlukan data yang berkaitan dengan penelitian tersebut seperti: Citra Satelit; Peta Jaringan Jalan. Untuk data sekunder penulis melakukan digitasi dari tiap-tiap kavling yang didapat dari interpretasi Citra Satelit resolusi tinggi, serta membuat garis evaluasi dengan jarak tertentu dari as jalan.            Hasil penelitian tersebut nantinya akan memberikan informasi bangunan-bangunan yang melanggar dengan luas-an (m2) pelanggaran di Jl. Pemuda; Jl. Pandanaran; Jl. Thamrin; Jl. Gajahmada yang diatur dalam Perda Kota Semarang.Kata Kunci : Citra Satelit, Central Business District, Garis Sempadan JalanAbstract             Central Business District (CBD) consisting of Semarang City Pemuda, Pandanaran, Thamrin and Gajahmada street is located in the Urban Area Part I  is an area that has a function as an office area, trade, and services. In this case many of the buildings or building plots outer (such as fences, etc.) don?t stand in accordance with Regulation No.14 of 2011, and therefore interesting authors to evaluate buildings in the region that violates / does not comply with regulation Semarang No.14 of 2011.            For secondary data, the authors conducted digitization of individual plots obtained from the interpretation of high-resolution satellite imagery, as well as making a line of evaluation with a certain distance from the axle path.            Evaluation of building layout Line Border Roads  is a process of assessment of the outer building layout of the plots that have been on the local regulation is governed by a certain distance to the outer buildings as road / middle of the road. In doing this thesis the author requires data related to the study such as: Satellite Imagery; Road Network Map.            The results of these studies will provide information that violates buildings with an area (m2) violations at Pemuda; Pandanaran; Thamrin; Gajahmada street set forth in the regulation of Semarang.Keywords: Satellite Imagery, Central Business District, Line Border Roads*)Penulis Penanggung Jawab
PETA SEBARAN GEDUNG-GEDUNG TINGGI UNTUK MENENTUKAN ZONA KAWASAN KOTA SEMARANG (STUDI KASUS : SEMARANG TENGAH, SEMARANG SELATAN DAN CANDISARI) Putra, M. Andu Agjy; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerbagai kemajuan pada ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh pada seluruh sektor keilmuan, tak terkecuali pada bidang keilmuan Teknik Geodesi. Disiplin ilmu yang mengkhususkan pada bidang survei dan pemetaan itu kini memiliki banyak alternatif, dimana salah satunya adalah teknik pemetaan dengan visualisasi 3D. Banyaknya Gedung-Gedung Tinggi di Kota Metropolitan membuat proses pemetaan berkembang sesuai dengan fungsinya, dimana dapat menjadi replika keadaan yang sesungguhnya. Gedung tinggi inilah yang menjadi bagian penting dalam proses visualisasi 3D. Kota Semarang sebagai salah satu dari beberapa kota metropolitan yang ada di Indonesia memiliki banyak sekali persebaran gedung tinggi. Dengan fungsi yang berbeda-beda, gedung tinggi dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kesesuaian persebaran zona kawasan yang terjadi di Kota Semarang dengan RDTR Kota Semarang. Tinggi Gedung juga dapat digunakan sebagai penelitian terhadap obstacle Kota Semarang terhadap KKOP Bandara Ahmad Yani Semarang. Pembuatan peta 3D ini menggunakan software ArcGIS. Serta penentuan zona kawasan pada persebaran gedung tinggi menggunakan metode density. Metode ini yang membagi kawasan setiap daerah yang ada di Kota Semarang. Tinggi gedung yang nantinya akan dilakukan validasi digunakan sebagai bagian KKOP Bandara Ahmad Yani. Hasil peta persebaran gedung tinggi diharapkan dapat memudahkan pemerintah maupun masyarakat dalam menenetukan kawasan di setiap daerahnya. Peta KKOP juga diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam memberikan ijin terhadap pembangunan gedung-gedung tinggi yang ada di Kota Semarang. Kata kunci :ArcGIS; Density; Gedung Tinggi; Visualisasi 3D; Zona Kawasan  AbstractDistribution maps of tall buildings to determine zone area in Semarang City. The development  of science  and  technological advances have  impact to all sector of scholarly,  without exceptions engineering geodesy. It specifically discuss  about  survey and distributions that has various alternative, such as 3D visualization. There are lots of tall buildings or sky scraper in metropolitan city impact process of distributions that developed based on its function. It can represent the real replica of tall buildings. This is the most important process of  3D visualization. Semarang is one of metropolitan city in Indonesia that has lots   distributions of tall buildings. With the various function, tall buildings can be a reference to determine suitability distributions of zone area in Semarang by  Semarang?s RDTR. Tall buildings can be used as research of obstacle Semarang to KKOP Ahmad Yani airport Semarang. This creation of 3D maps used software ArcGIS. The determination of zone area of tall building distributions uses density method. This method divides each area that located in Semarang. Validated tall buildings will be used as a part of KKOP Ahmad Yani airport. The distribution map of tall buildings is expected as a tools to ease government and society to determine region of their area. KKOP?s map is expected as consideration for government to give permission of development tall buildings in Semarang city.Key word :ArcGIS; Density method; Tall building; 3D Visualization; Zone are.
PEMBUATAN PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG MERBABU Lailissaum, Andriyana; Kahar, Sutomo; Hani'ah, Hani'ah
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendaki gunung adalah kegiatan yang cukup berbahaya. Tidak sedikit orang yang telah meninggal di gunung. Sebelum mendaki gunung kita harus mempersiapkan perlengkapan, fisik, mental dan informasi tentang gunung kita akan kita daki. Kegiatan pembuatan peta jalur pendakian gunung merbabu ini dilakukan untuk menyajikan informasi yang lengkap, akurat dan sistematis tentang pendakian gunung merbabu. Informasi ini akan ditampilkan dalam sebuah buku saku kecil yang mudah dibawa kemana-mana, termasuk mendaki gunung. Peta jalur pendakian gunung merbabu ini akan disumbangkan pada basecamp pendakian gunung setempat agar bisa digunakan sebaik mungkin untuk kegiatan pendakian gunungKata kunci : Mendaki Gunung, Gunung Merbabu, Peta jalur pendakian gunung merbabu, Buku saku pandukan mendaki gunung
KAJIAN TENTANG REDISTRIBUSI TANAH OBYEK LANDREFORM DI KABUPATEN REMBANG (STUDI KASUS : DESA BOGORAME KECAMATAN SULANG) Novprastya, Handy; Kahar, Sutomo; Sudarsono, Bambang
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah dan penggunaan lahan dapat mengembangkan potensi masyarakat khususnya para petani untuk mendapatkan manfaat dari redistribusi tanah sehingga pemanfaatan tanah mencapai hasil yang maksimal. Penguasaan dan kepemilikan tanah yang resmi merupakan hal yang terpenting, untuk menghindari berbagai macam masalah mengenai sengketa agrarian dengan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Dalam hal ini kebijakan pemerintah mengenai pembagian tanah bagi rakyat kecil adalah program landreform. Tujuan program landreform tersebut adalah untuk memproduktifkan penggunaan tanahtanah pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani serta tujuan-tujuan lain yang berdimensikan keadilan dan pemerataan dalam hal penguasaan sumber-sumber daya ekonomi seperti tanah pertanian. Berdasarkan penjelasan Undang-Undang No. 56 Prp Tahun 1960 tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian sebagai salah satu dasar hukum dari pelaksanaan redistribusi tanah.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan, manfaat serta kendala dalam redistribusi tanah obyek landreform di Desa Bogorame, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang yang dilengkapi dengan peta pendaftaran tanah yang di Overlay menggunakan citra Quickbird terektifikasi. Diharapkan dengan adanya penelitian ini masyarakat mengetahui tentang pentingnya pendaftaran tanah serta manfaat yang didapatkan dalam penelitian ini.Kata kunci : Redistribusi Tanah, Obyek Landreform. ABSTRACT            Land use and land be used to develop the potential of people, especially the farmers to benefit from land redistribution so that the use of land to achieve maximum results. Tenure and formal land ownership is paramount, to avoid all sorts of problems with the agrarian disputes regarding violations of human rights. In this case the government's policy regarding the distribution of land to poor people is a landreform program. The landreform program goal is to productive use of agricultural lands and improve the welfare of the farmers and other goals that berdimensikan fairness and equity in terms of control of economic resources such as agricultural land. Based on Law No. explanations. 56 Determination Prp/1960 on Agricultural Land as one of the legal basis of the implementation of land redistribution.            This study was conducted to determine the implementation, benefits and obstacles to reform in land redistribution object Bogorame Village, District Sulang, Rembang Regency equipped with cadastral maps and Overlay using Quickbird imagery corrected. The first goal of this research community is aware of the importance of land registration as well as the benefits gained in this study .Keywords : Land Redistribution, Object Landreform
KAJIAN AREA TERCEMAR PADA JARINGAN PEMBUANGAN LIMBAH BATIK KOTA PEKALONGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Meiyanti, Yanies; Nugraha, Arief Laila; Kahar, Sutomo
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah batik yang belum dikelola dengan baik di Kota Pekalongan Pembuangan limbah batik yang belum dikelola dengan baik di Kota Pekalongan khususnya di Kecamatan Buaran mengakibatkan pencemaran sungai yang berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Pembuatan jaringan pembuangan limbah batik dan permodelan secara spasial berfungsi sebagai basis data distribusi pembuangan limbah pabrik batik serta untuk mengetahui luasan area yang terkena pencemaran limbah cair yang berasal dari pabrik batik tersebut. Untuk mengetahui klasifikasi pencemaran yang terjadi di Sungai Pekalongan, digunakan Metode Indeks Pencemaran berdasarkan Kep-MENLH N0.115 tahun 2003. Selanjutnya untuk menganalisis area yang tercemar digunakan software ArcGIS sehingga mendapatkan area yang mengalami pencemaran. Data yang digunakan antara lain nilai BOD (Biochemical Oksigen Demand), dan COD (Chemical Oksigen Demand) insitu tahun 2010, 2011, 2012, 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi tingkat pencemaran yang terjadi dan memetakan sebaran spasial daerah yang mengalami pencemaran pada tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013.Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran pada tahun 2010 hingga tahun 2013, Sungai Pekalongan berada pada tingkat cemar ringan, dengan hasil sebaran tahun 2010 hingga 2013 nilai tertinggi untuk BOD berkisar antara 10-20 mg/L sedangkan untuk COD berkisar antara 60-98 mg/L dan daerah yang mengalami cemar ringan secara empat tahun berturut-turut adalah wilayah Kuripan Lor, Sapuro, dan Kaputran. Hasil klasifikasi tersebut akan disajikan sebagai model spasial dalam SIG (Sistem Informasi Geografis). Kata kunci: Jaringan Pembuangan Limbah Batik, Nilai Indeks Pencemaran, SIG
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH KAITANNYA DENGAN BANJIR DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Rahati, Mashita; Kahar, Sutomo; Subiyanto, Sawitri
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNilai tanah merupakan suatu kondisi ketersediaan dan kebutuhan tanah (supply and demand) di dalam kekuatan pasar tanah. Nilai biasanya diwujudkan dengan nilai jual pasar dalam situasi yang kompetitif antara penjual dan pembeli. Sedangkan Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. Zona Nilai Tanah di Kecamatan Pedurungan sendiri berbeda dengan daerah lain yang dipengaruhi oleh faktor penentu nilai dan harga tanah, tapi berkaitan dengan daerah banjir juga.Banjir merupakan genangan pada daerah datar yang biasanya tidak tergenang. Banjir dibagi menjadi 3 yaitu Banjir Rob, Banjir Lokal, dan Banjir Musiman. Banjir yang terjadi di Kecamatan Pedurungan disebabkan oleh banjir musiman, yaitu banjir yang terjadi saat musim penghujan tiba saja.Dalam penelitian dibentuk peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian massal menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar yang dioverlay dengan Peta Tata Guna Lahan, Peta Jaringan Jalan, Peta Daerah Genangan Banjir, Peta Administrasi Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang tahun 2010 dan dibandingkan dengan zona nilai tanah pada zona banjir. Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan software aplikasi pengolahan data spasial (ArcView) versi BPN, software SIG, dan Microsoft Office 2007.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 49 Zona Nilai Tanah berdasarkan Survei Transaksi Harga Tanah dan 70 Zona Nilai Tanah berdasarkan zona banjir di Kecamatan Pedurungan. Sedangkan dari analisis perubahan nilai tanah kaitannya dengan banjir perubahan nilai tanah tertinggi terletak pada zona 64 tepatnya di Kelurahan Gemah yaitu sebesar 203%.  Sedangkan zona yang mengalami perubahan nilai tanah terendah terletak pada zona 67 di Kelurahan Pedurungan Kidul yaitu sebesar 14%.Kata Kunci : Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah, Banjir, Metode Penelitian Tanah. ABSTRACTThe value of land is a land supply and demand conditions ( supply and demand ) in the market strength of the land . Value is usually realized by selling the market value in a competitive situation between the seller and the buyer . While the Land Value Zone ( ZNT ) is an area that illustrates the value of the land is relatively the same . Land Value Zone in District Pedurungan itself different from other regions that are affected by factors determining the value and price of land , but also related to the flooded areas .Flooding is a puddle on a flat area which is usually not flooded . Flood divided into 3 : Rob Flood , Local Flood and Seasonal Flood . Floods that occurred in District Pedurungan caused by seasonal flooding , its flooding that occurred during the rainy season arrives alone .In the study formed the map Zone Land Value ( ZNT ) based on the value of the land with a mass appraisal using the market price comparison approach overlay the Land Use Map , Map of the road network , Flood Inundation Map of Regions , Map Pedurungan Subdistrict Administration  Semarang in 2010 and compared with zone land values in the flood zone . In this study, data processing using spatial data processing application software ( ArcView ) version of BPN , GIS software , and Microsoft Office 2007 .The results showed there are 49 zones based on the Land Value Survey Transaction Price Land and Land Value 70 zones based on the flood zones in the District Pedurungan. While the analysis of changes in land value changes in relation to flood the highest land value lies in the zone 64 to be exact in the village Gemah that is equal to 203 %. While the zone change the value of the lowest land is located in zone 67 in the Village of the South Pedurungan at 14 % .Keywords : Land alteration, soil?s value