Articles

Found 9 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Ips Mengenai Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas V SD Inpres 5 Kalsum, Kalsum; Imran, Imran; Kapile, Charles
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 7 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam kelas adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Dimana mengatasi masalah ini peneliti menerapkan pendekatan dengan media gambar sehingga di harapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres 5 Palasa dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan alur perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Inpres 5 Palasa. Materi yang diajarkan pada siklus I yaitu Aneka Ragam Suku Bangsa, dan siklus II yaitu Keanekaragaman Budaya. Pengumpulan data dilakukan dalam setiap siklus. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data dikumpulkan dengan tiga cara yakni tes, observasi, wawancara. Hasil yang diperoleh pada siklus I yaitu dari 20 orang siswa 14 siswa mengalami ketuntasan belajar dengan persentase ketuntasan klasikal 70% dan persentase daya serap klasikal 77,75%, hasil ini masih dalam kategori cukup sehingga masih ada kekurangan-kekurangan yang harus di perbaiki.  Hasil yang diperoleh pada siklus II mengalami peningkatan, semua siswa mengalami ketuntasan belajar, dengan  persentase tuntas klasikal 100 % dan persentase daya serap klasikal 86 %. Nilai rata-rata aktivitas guru pada siklus I masih berada pada kategori baik dan siklus II sangat baik, serta nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I cukup dan siklus II berada pada kategori baik. Berdasarkan indikator yang telah ditentukan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model belajar kelompok penguasaan siswa terhadap materi terus meningkat sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar IPS siswa kelas V SD Inpres 5 Palasa. Kata Kunci: Meningkatkan Hasil Belajar, Media Gambar, Pembelajaran IPS
Penggunaan Media Charta dan LKS Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan pada Siswa Kelas VIII C di SMP Negeri Model Toniasa Parigi Kalsum, Kalsum
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 11 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan media charta diharapkan dapat membantu memberikan gambaran tentang struktur jaringan tumbuhan yang tentunya sulit untuk dilihat dengan mata telanjang pada benda aslinya. Sedangkan penggunaan media LKS diharapkan dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar konsep IPA tentang struktur dan fungsi tubuh tumbuhan dengan menggunakan media charta dan LKS. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) sebanyak dua siklus. Setiap putaran terdiri dari 5 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri Model Toniasa Parigi. Data yang diperoleh berupa hasil pengamatan dan hasil test ulangan harian kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 71,88% dan pada siklus II sebesar 81,25%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media charta dan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII C di SMP Negeri Model Toniasa Parigi, serta pemebelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembe.Kata kunci: Media Charta, LKS, Hasil Belajar
Kearifan Lokal dalam Wawacan Sulanjana: Tradisi Menghormati Padi pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia Kalsum, Kalsum
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tradisi tentang menghormati padi, sebagai bagian dari tradisi tentang kearifan lokal, tidaklah berdiri sendiri, melainkan ianya diungkapkan dalam perilaku masyarakat Sunda yang diturunkan dari masa ke masa. Hal itu nampak dengan adanya ritual, mantra untuk siklus penanaman padi, dan sejumlah keharusan serta tabu. Semuanya itu merupakan mata rantai yang saling berkaitan dan diusung oleh budaya masyarakat yang dilapisi oleh agama dan kepercayaan nenek-moyang. Tulisan ini akan mengkaji tentang tradisi menghormati padi pada masyarakat Sunda, khususnya yang ada di Jawa Barat dan Banten, sebagaimana nampak dalam ”Wawacan Sulanjana”. Penghormatan terhadap padi itu – yang dilambangkan sebagai Dewi Sri – dilakukan sedemikian rupa mulai dari proses menanam, memelihara, memanen, dan menyimpan hingga menggunakan padi. Mengenai kearifan lokal pada masyarakat Sunda – utamanya dalam menghormati padi, beras dan nasi – yang fenomenanya masih tampak tidak hanya pada masa dulu tetapi juga pada masa kini, seyogyanyalah dipelihara dan dijaga. Walaupun perkembangan industri dan teknologi sangat pesat, khususnya dalam bidang pertanian dan proses pengerjaan dari padi ke beras dan cara memasaknya, namun padi sebagai makanan pokok tetap tidak tergantikan. Ini bermakna bahawa pemerintah pun harus meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dengan cara melakukan pembangunan yang benar dalam bidang pertanian, khususnya tanaman padi.Kata-kata kunci: tradisi menghormati padi, karya satra ”Wawacan Sulanjana”, masyarakat Sunda, dan kearifan lokal.About the Author: Dr. Kalsum adalah Dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Sunda, Fakultas Sastra UNPAD (Universitas Padjadjaran); dan Ketua Konsentrasi Filologi Program Ilmu Sastra, Pascasarjana UNPAD Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, beliau boleh dihubungi dengan alamat e-mail: kalsum_pratoyo@yahoo.comHow to cite this article? Kalsum. (2010). “Kearifan Lokal dalam Wawacan Sulanjana: Tradisi Menghormati Padi pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.79-94. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 7, 2010); Revised (March 10, 2010); and Published (May 20, 2010).   
"KEHILANGAN" DALAM BEBERAPA PUISI TEDDY A.N. MUHTADIN DALAM KUMPULAN SAJAK BERBAHASA SUNDA NING Kalsum, Kalsum
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.28-35

Abstract

Sejumlah 17 dari 34 buah kumpulan sajak Ning menyajikan rasa kehilangan nilai-nilai yang telah tumbuh subur pada masa lampau. Rasa kehilangan ini, antara lain adalah pemandangan kota yang kehilangan kearifan masa lalu dan menjadi “gunungan sampah kemanusiaan”, peringatan dan perayaan yang kehilangan tujuan hakiki, hanyalah kepura-puraan mengenai masa lampau yang tak berpengaruh pada sikap hidup, kehilangan kesadaran akan ajal, yakni kepastian dari kodrat yang pasti akan dijalani, kaum miskin yang kehilangan cinta kasih dari masyarakat, pelaku kezaliman yang kehilangan rasa kemanusiaan, kehilangan keasrian, kedamaian,keaslian, dan rasa memiliki terhadap alam.
Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajar IPS di Kelas IV SD Inpres Dongkas Kalsum, Kalsum; Imran, Imran; Rizal, Rizal
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 10 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan kondisi yang diamati selama ini pada kelas IV SD Inpres Dongkas, sebagian besar siswa terlihat pasif, beberapa siswa cenderung lebih bersifat non kooperatif dan bermain, berbicara dengan siswa lain dalam mengikuti mata pelajaran IPS yang terkesan berisi materi yang cukup banyak. Metode pembelajaran IPS yang umumnya digunakan oleh guru kelas selama ini adalah metode konvensional yang mengandalkan ceramah dan alat bantu utamanya adalah papan tulis.Kurangnya inovasi media penunjang pembelajaran merupakan kendala dalam proses pembelajaran sebab guru hanya mengandalkan buku ajar dalam menyampaikan materi dan konsep, guru jarang  menggunakan alat atau media untuk memperlihatkan secara konkret tentang materi yang telah dipelajari. Hal tersebut dapat mengakibatkan hasil belajar yang relatif rendah. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 60% atau belum mencapai 65% berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal di SD Inpres Dongkas yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa, serta mengetahui kemampuan pengelolaan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SD Inpres Dongkas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan berakhir pada siklus II karena dinyatakan telah berhasil, dimana tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Inpres Dongkas berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 laki-laki dan 17 perempuan. Hasil data yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II dengan menerapkan pembelajaran dengan penggunaan media gambar maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD Inpres Dongkas. Hal ini terlihat aktivitas siswa dan guru yang mengalami peningkatan yang cukup berarti dari siklus I ke siklus II, dengan media gambar yang diterapkan oleh peneliti. KBK siklus I adalah 62,07% dan siklus II sebesar 93,10%. Sedangkan DSI siklus I adalah 69,24% dan siklus II sebesar 80,28%. Kata Kunci:  Media gambar, Hasil Belajar, Pembelajaran IPS.
TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI KANTOR SEKTOR DAN PUSAT LISTRIK PAYA PASIR PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN MEDAN TAHUN 2013 Hutasoit, Novtalin; Kalsum, Kalsum; Salmah, Umi
Lingkungan dan Kesehatan Kerja Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Lingkungan & Keselamatan Kerja
Publisher : Lingkungan dan Kesehatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fires can occur anywhere and anytime without being noticed so can cause much harm either material or fatalities. Fires can occur in a place that has the potential dangers, one of which in Sector Office and Central Electricity Paya Pasir PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Medan. Losses caused by fire can be minimized by implementing emergency response programs in place that has the fire risk of fire. The purpose of this study is to investigate the implementation of fire emergency response program in Sector Office and Central Electricity Paya Pasir PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Medan. This study used a inductive approach with interviews of five repondents from emergency response teams in the company to collect information on the implementation of fire emergency response program in the company then will be analyzed with inductive approach. The results showed that the implementation of fire emergency response program include active fire protection equipment, life  saving tool, and fire emergency response management in Sector Office and Central Electricity Paya Pasir PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Medan is in conformity with the references used in the company in implement the fire emergency response program. The case is expected to be maintained and even enhanced by the company in order to create a safe and comfortable working environment for workers.
PENGOLAHAN KAKAO BUBUK DARI BIJI KAKAO FERMENTASI DAN TANPA FERMENTASI SEBAGAI SEDIAAN BAHAN PANGAN FUNGSIONAL Kasim, Rosniati; kalsum, kalsum
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.433 KB) | DOI: 10.33104/jihp.v13i2.4157

Abstract

Penelitian pengolahan kakao bubuk dari biji kakao fermentasi dan tanpa fermentasi sebagai sediaan bahan pangan fungsional telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  kandungan senyawa fungsional (polifenol dan asam amino) dari biji kakao fermentasi, tanpa fermentasi, kakao bubuk yang diolah dari biji kakao (fermentasi – sangrai) serta dari biji kakao (tanpa fermentasi - tanpa sangrai). Penelitian  ini terdiri  dari  4 perlakuan  yaitu :   A  (biji kakao fermentasi), B  (biji kakao tanpa  fermentasi),  C (Kakao bubuk tanpa fermentasi – tanpa sangrai), dan D (Kakao bubuk fermentasi – sangrai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan biji kakao tanpa fermentasi mempunyai kandungan polifenol  lebih tinggi yaitu 15,09 % dibanding biji kakao fermentasi yaitu 13,95 %. Demikian pula perlakuan kakao bubuk dari (biji kakao tanpa fermentasi – tanpa sangrai)  mempunyai   kandungan    polifenol lebih tinggi yaitu 14,03 % dibanding kakao bubuk dari (biji kakao efermentasi – sangrai)  yaitu 11,60 %. Sedangkan perlakuan biji kakao tanpa fermentasi mempunyai kandungan asam amino  lebih rendah yaitu 8,55 % dibanding biji kakao fermentasi yaitu 9,26 %. Demikian pula perlakuan kakao bubuk dari (biji kakao tanpa fermentasi – tanpa sangrai) mempunyai   kandungan asam amino lebih rendah yaitu 16,81 % dibanding kakao bubuk dari (biji kakao fermentasi – sangrai)  yaitu 21,99 %. Kata Kunci : Biji kakao fermentasi dan tanpa fermentasi, kakao bubuk, polifenol, dan asam amino. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 006 RAJA BEJAMU KECAMATAN SINABOI KABUPATEN ROKAN HILIR Kalsum, Kalsum; Noviana, Eddy; Alpusari, Mahmud
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): WISUDA APRIL 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstratc: This research is motivated by the fact that science student learning outcomes appear to be low and there are still many student who have reached the KKM. Of the 25 student only 12 students (48%) , which reached in Class IV SD Negeri 006 Raja Bejamu. Research instruments consisted of a learning Tool used in this research is guided by the Education Unit Level Curriculum (SBC), known as Curriculum 2006 learning device consists of a syllabus, lesson plans, student worksheets and observation sheet. The first meeting for the first cycle of activity the teachers with an average teacher activity was observed on the second cycle increased compared with the cycle I. At the first meeting I cycle average teacher activity 79,2% in category good, at the second meeting of the average activity teachers increased to 83,3% also in the category of good. At the third meeting of the second cycle the average activity of 87,5% of teachers with very good category and the fourth meeting with an average activity of 91,7% in category very good. Thie first meeting of the first cycle an average 79,2% of student activity with good categaries, at the second meeting of the average activity increased to 87,5% in very good categories. At the third meeting of the second cycle an average of 87,5% of student activity in the very good category and the fourth meeting increased compared with the previous meeting by an average of 91,7% of student activity with very good category. Student learning outcomes after initial data of students worth over KKM only 12 people (48%) after the first cycle an increase of up to 15 people (60%) after the second cycle to be increased up to 21 people (84%). Similarly the average value average student classically obtained at baseline and after just 57,56 and I cycle to increase by an average of 63,60 and in the second cycle to be increased to 74,6. This means that the classical value obtained student has above KKM has been determined.Keywords: Learning Model of Student Teams Acvievement Divisions (STAD),learning outcomes IPS
STRUKTUR NARATIF SYAIR RIWAYAT NABI MUHAMMAD KARYA KIAI AFIFUDDIN DARI DESA BAKOM KECAMATAN DARMA KUNINGAN (THE NARATIVE STRUCTURE OF KIA AFIFUDDIN’S SYAIR RIWAYAT NABI MUHAMMAD FROM BAKOM VILLAGE DARMA KUNINGAN DISTRICT) Fauziah, Fauziah; Kosasih, Ade; Kalsum, Kalsum
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.81-90

Abstract

Syair Riwayat Nabi Muhammad (kemudian disingkat SRNM) adalah salah satu dari sekian banyak  karya sastra lama yang berbentuk syair. SRNM yang ditemukan di Kabupaten Kuningan ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Di dalam naskah SRNM disisipkan beberapa unsur cerita naratif yang sifatnya mengisi dan melengkapi teks SRNM sehingga membentuk sebuah alur cerita yang utuh. Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif  dalam SRNM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif dengan pendekatan struktural. Dari hasil penelitian diketahui bahwa SRNM termasuk puisi tradisional yang memiliki pola khusus, tetapi struktur naratifnya cukup menonjol. SRNM menarasikan sejarah kehidupan Nabi Muhammad. SRNM juga mengandung data berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia dan Sunda pada tahun 1947-an. Bila dikaji lebih mendalam, dapat dikatakan bahwa naskah SRNM dipandang sebagai sesuatu yang bernilai dan penting untuk dikaji terutama dari segi bahasa. Bahasa dalam naskah SRNM sarat dengan kebahasaan yang memiliki makna dan bernilai tinggi untuk dijadikan kerangka referensial dalam keilmuan bahasa.Abstract:Syair Riwayat Nabi Muhammad (SRNM) is one of old literary works in the form of poem. SRNM found in Kuningan district was written in both of Indonesian and Sundanese. In the SRNM’s manuscript, there are some narrative stories completing the SRNM ‘s  in order to form a storyline intact. The present research attempts to describe the narrative structure in SRNM. The applied method in the research is descriptive method by using structural approach.  The results of the research show that SRNM including traditional poetry contains a specific pattern, yet the narra- tive structure is quite prominent. SRNM narrated the history of the life of Prophet Muhammad. The SRNM also consists of  the data that was related to the use of Indonesian and Sundanese in the 1947’s. When studied more deeply, it can be said that the SRNM manuscript is seen as something that is both valuable and important to study, especially in the term of language perspective. Lan- guage in the SRNM’s manuscript loaded with meaningful and highly valued form in order to be used as  a referential framework in  linguistics.