Articles

HUBUNGAN UMUR PEMBERIAN PERTAMA MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI ANAK 7-36 BULAN Kalsum, Ummi
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol 3 No 2 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.136 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v3i2.3093

Abstract

ABSTRACT One of health problem in Indonesia is malnutrition in under five children. Malnutrition appeared in rural areas caused by poverty, nutrition knowledge, complementary feeding and environmental sanitation. We studied whether the first ages of introduction complementary food (MP-ASI) is associated with nutritional status in 7-36 mo of children. It was a Case Control study. Data used came from Hearth/Positive Deviance Study Monitoring and Evaluation research conducted by SEAMEO TROPMED RCCN-UI. Children malnutrition (n=192) as research subject. Children with severe malnutrition (< -3 SD) as case group compared to moderate malnutrition (<-2 SD until -3 SD) with 1:1 comparison. Nutritional status counted by WAZ (WHO-NCHS). Main independent variable was first age of MP-ASI with covariate were children characteristics (age, sex, diarrhea, energy consumption, immediate breastfeeding); mother?s characteristics (education, knowledge, personal hygiene, and active feeding behavior) and family?s characteristics (number of children, family member, housing and sanitation facilities). The data analysis is done by chi-square and multivariate logistic regression. Results : the analysis shown significant association between first ages of MP-ASI (OR=0,187; 95% CI :0,052-0,673), personal hygiene (OR=2,053; 95% CI : 1,109-3,800) and number of underfive children (OR=2,067; 95% CI : 1,060-4,029) toward nutritional status. The study found protective effect to children with first age of MP-ASI < 6 mo compared to >= 6 mo although controlled by housing, diarrhea, mother?s education, family member, personal hygiene, immediate breastfeeding and number of underfive children (P=0,003). The first ages of introducing complementary food < 6 mo was protective effect to savere malnutrition in under five children compare to >= 6 mo, especially in low social economic status. Key Words : Feeding, breastfeed, nutritional status, malnutrition, underweight, underfive
Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Anak Suku Anak Dalam di Dusun Selapik, Kabupaten Muaro Jambi Asra, Revis; Naswir, Muhammad; Kalsum, Ummi; Lestari, A Puji
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Volume 2, No (issue) 1, Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.541 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5424

Abstract

Dusun Selapik merupakan salah satu dusun yang masuk ke dalam Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dusun ini merupakan tempat bermukimnya Suku Anak Dalam (SAD), yang hidup berdampingan dengan warga desa lainnya. Suku Anak Dalam di Dusun Selapik sudah bermukim permanen di kawasan dekat dengan pemukiman penduduk biasa, dan tidak berpindah-pindah, seperti kebiasaan SAD lainnya. Pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam yang berada di Dusun Selapik tidak mengikuti sekolah formal sama sekali, mereka hanya belajar di  sanggar belajar “Meraih Mimpi”. Sanggar Belajar ini dibina oleh Karang Taruna Setempat, dan waktu belajarnya hanya 3 kali seminggu, dengan fasilitas seadanya. Berdasarkan hasil survey pendahuluan dan wawancara langsung dengan kepala Dusun Selapik diperoleh informasi bahwa masalah biaya merupakan penyebab utama yang menyebabkan anak-anak SAD putus sekolah. Universitas Jambi sebagai salah satu Lembaaga Pendidikan dan merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Provinsi Jambi, melalui Pusat Sudi Pendidikan Masyarakat dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat turut terpanggil untuk melakasanakan program pendidikan untuk anak-anak SAD. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat.Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang  Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Suku Anak Dalam di Dusun Selapik dapat diambil kesimpulan: (1).Sosialisasi kepada Kepala Desa dan Aparat Desa telah dilakukan dalam upaya untuk mengetahui kondisi real masyarakat Dusun Selapik. (2). Penyuluhan kepada Orangtua SAD telah menggugah dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka, (3) Pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada anak-anak SAD  meningkatkan pemahaman anak-anak dalam belajar, mengaji dan praktek ibadah, (4) Kemajuan pendidikan anak-anak SAD di Dusun Selapik cukup signifikan dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.
GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMA NEGERI 1 POLEWALI Kalsum, Ummi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.342 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Polewali. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan adalah sebanyak 15 orang. Adapun kriteria informan yaitu siswa SMA Negeri 1 Polewali, siswa berperingkat I, II, atau III kelas XI. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui empat tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member chek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Polewali adalah bervariasi, tetapi yang paling dominan adalah gaya belajar konverger yaitu gaya belajar yang merupakan kombinasi dari kuadran pemikiran (thinking) dan kuadran tindakan (doing). Siswa berprestasi yang menggunakan gaya belajar tipe konverger mempunyai kemampuan yang baik dalam pemecahan dan pengambilan keputusan. Mereka menggunakan pendekatan logika agar mendapat solusi terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah, fikiran dan tindakan juga digunakan secara beriringan agar hasil yang dilakukan lebih maksimal. Menyukai hal-hal yang berhubungan dengan praktek sebagai langkah mudah dalam memahami pelajaran, turun kelapangan sebagai pengaplikasian, mencoba-coba sesuatu dengan langkah melakukannya. Merespon sebuah tantangan sebagai suatu kesempatan, apa yang di perbuat tetap melalui suatu pemikiran logis, dan objektif. Dalam melakukan sesuatu terlebih dahulu menyatukan hasil pengamatan, baik dari lingkungan sekitar atau fakta-fakta yang ada dan menjadikannya sebuah teori untuk melakukan sesuatu. Kata Kunci : Gaya Belajar, Siswa Berprestasi
STRATEGI MENURUNKAN PREVALENSI GIZI KURANG PADA BALITA DI PROVINSI JAMBI Kalsum, Ummi; Jahari, Abas Basuni
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol 3 No 1 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.942 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v3i1.2719

Abstract

ABSTRACT Malnutrition is a major cause of morbidity and mortality among children in developing countries. This study aims to examine strategies to reduce the prevalence of malnutrition (underweight) in an effort to achieve the target of MDG's in nutrition programs in Jambi by analyzing the magnitude of the problem of nutrition according to indicators of W/A, H/A and W/H in infants (children aged 0-60 months). The data analyzed in this study came from the Health Research Association (Riskesdas) 2007 held in Jambi Province. The number of samples in the study were as 2213 of underfive children. The analysis showed that 36.6% of underfive children were stunting (H/A), 19.6% of underfive children were underweight (W/A) and 17.3% wasting (W/H). There are 80% of the City and  District have malnutrition prevalence least not yet achieved the MDG's targets ranged from 15.9 to 26.3%. The proportion of infants not stunted (normal according to the W/A) but wasted were 5.3%, varies between 3.5% - 15.8% in the District/City. The proportion of not stunted (normal) but wasted (N-K) is what can be intervened by supplementary feeding (PMT) with immediately visible results. When all N-K children can be handled, the MDG's targets can be achieved in Jambi Province (14.3%). Strategies that can be done is to revitalize primary health centers and growth monitoring at integrated health post (Posyandu). Key Words : underweight, stunted, wasted, underfive children
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN Kalsum, Ummi
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAtribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di  daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode  deskripitif kualitatif dan  konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan. Kata Kunci : Rengginang Lorjuk, Atribut, Konjoin.ANALYSIS OF CONSUMER PREFERENCE IN BUYING RENGGINANG LORJUK AT KECAMATAN KAMAL BANGKALAN ABSTRACT Attribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.     Keyword : Rengginang Lorjuk, Attributes, Conjoint.
POLA PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN FAKTOR RISIKONYA PADA SUKU ANAK DALAM DI DESA NYOGAN KAB MUARO JAMBI, PROVINSI JAMBI Kalsum, Ummi
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15, No 4: DESEMBER 2019
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.502 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i4.7062

Abstract

Hipertensi dan Diabetes Mellitus (DM) semakin meningkat prevalensinya dan merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, juga di Jambi. Transisi lingkungan dan sosial yang terjadi pada Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nyogan sejak tahun 2004 mengakibatkan perubahan gaya hidup dan berdampak pada perubahan pola penyakit. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian Hipertensi dan DM pada SAD Desa Nyogan. Disain penelitian adalah cross sectional. menggunakan total sampel 193 orang SAD berusia ? 18 tahun yang tinggal di permukiman SAD Desa Nyogan. Pengumpulan data selama bulan April 2019. Variabel penelitian adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pola makan, merokok dan aktivitas fisik diperoleh dengan wawancara dan pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan Gula Darah. Analisis menggunakan uji Chi-Square  dan Regresi Logistik Ganda.  Penelitian menemukan prevalensi Hipertensi 4,32 % dan DM 0,72%. Faktor risiko Hipertensi adalah usia dan pola makan, sedangkan DM adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pola makan dan aktivitas fisik. Faktor paling dominan terhadap Hipertensi adalah usia (OR= 4,632; 95% CI = 1,579-13,675) dan terhadap penyakit DM adalah pola makan (OR= 11,23; 95% CI = 0,84-150,57). SAD perlu mengatur pola makan, terutama saat usia telah memasuki > 40 tahun dan bergaya hidup sehat.
PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN Kalsum, Ummi; Fauziyah, Elys; Adi Nugroho, Taufik Rizal Dwi
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAtribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripitif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan.Kata Kunci: Rengginang Lorjuk, Atribut, Konjoin.ABSTRACTAttribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.   Keyword: Rengginang Lorjuk, Attributes, Conjoint.
PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI MELALUI PEMIJATAN Kalsum, Ummi
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.002 KB) | DOI: 10.7454/jki.v17i1.371

Abstract

Pijat bayi merupakan tradisi lama yang digali kembali dengan sentuhan ilmu kesehatan dan tinjauan ilmiah para ahli neonatologi. Pijat merupakan terapi luar yang diandalkan dalam pengobatan berbagai penyakit namun belum banyak diketahui manfaatnya terhadap bayi baru lahir. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemijatan terhadap peningkatan berat badan bayi. Desain yang digunakan adalah eskperimental semu dengan jumlah sampel 30 responden. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan lembaran observasi dan dianalisis dengan uji statistik mann whitney test dengan tingkat kemaknaan p< ? (0,05). Uji statistik menggunakan uji mann-whitney test sebagai berikut pengaruh pemijatan terhadap peningkatan berat badan adalah p= 0,033; ?= 0,05. Dari hasil uji paired sampel t-test pada kelompok kontrol didapatkan nilai p= 0,0517; ?= 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pemijatan dengan peningkatan berat badan bayi. Abstract Improved Weight Infant by Massage. Infant massage is an old tradition that was dug up with a touch of health sciences and scientific review of Neonatology experts, massage therapy is a very effective outside and reliable in the treatment of various diseases. The study objective was to determine the effect of infant massage on the baby's weight gain. This study starts from the month of May-June 2010. Research design used is the number of samples found experimental 30 respondents. Data were collected from patients by using observation sheets, collected, and edited, coding, tabulation. Then conducted data analysis with statistical tests Mann-Whitney test with a significance level of p<? (0.05). Statistical tests using SPS program of Mann-Whitney test results following test massaging effect of weight gain is p= 0.033; ?= 0.05. From the test results of paired samples t-test in the control group p= 0.0517; ?= 0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship between a massage with baby weight gain. Keywords: body weight, massage
The Effects of Propolis Extract to Cellular Immune System of Rattus Norvegicus Strain Wistar Radiati, Lilik Eka; Al Awwaly, Khotibul Umam; Kalsum, Ummi; Jaya, Firman
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.513 KB)

Abstract

An experiment type of research was conducted to find out the effects of propolis extract dosage on the cellular immune system of Rattus norvegicus. The administration per oral of propolis extract was 40 days and given at different  levels of dosage for each group :  9 mg/day (1st group); 12 mg/day (2nd group) and 15 mg/day (3rd group). The results showed that the average level of leucocytes in the control group    (untreated one) was 3883,33 ± 1563,86 cell/mm3, which comprised of 75,17 ± 4,36 % lymphocytes,  6,67 ± 2,66 % monocytes and 18,17 ± 5,12 % granulocyte. The average level of leucocytes of the first group was 3616,67 ± 1085,20 cell/ mm3 (contained 75,67 ± 4,50 % lymphocytes, 10,50 ± 5,21 % monocytes and 13,83 ± 2,14 % granulocytes);  The second one was 4100 ± 551,36 cell/ mm3 leucocytes (containing 67,33 ± 8,57 % lymphocytes, 3,50 ± 1,38 % monocytes and 25 ± 5,48 % granulocytes), and the third one was 4383,33 ± 1121,46 cell/ mm3 which contained 70 ± 5,10 % lymphocytes, 1,83 ± 0,41 % monocytes and 28,17 ± 5,19 % granulocytes. It may be concluded that the propolis extract could increase the number of leucocytes that influential to response cellular immune system of Rattus norvegicus. The increase of propolis dosage concentration significantly not related each other because the lymphocytes and monocytes cell have a similar correlation.Key words: propolis extract, leucocytes, cellular immune system
PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN Kalsum, Ummi; Fauziyah, Elys; Adi Nugroho, Taufik Rizal Dwi
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Trunojoyo University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAtribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripitif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan. ABSTRACTAttribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.