Samsul Kamal
Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin-Industri FI UGM Jl. Grafika No.2 Yogyakarta, Indonesia, 55281

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BILANGAN REYNOLDS PADA KEEFEKTIFAN DAN KOEFISIEN TEKANAN PENUKAR PANAS BERKAS PIPA ELIPTIK SUSUNAN BERSELING Kukuh Widodo, Budi Utomo; Kamal, Samsul; ., Suhanan; Suardjaja, I Made
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Experimental studies have been conducted on the elliptic tube bundle with a diameter equivalent to 0.75inches and the aspect ratio (AR) = 2.Tube bundle arranged alternate with 4-3-4 configuration and pitchlateral (SL) = 1.5 X axis major axis. Meanwhile pitch transverse (ST) varied 1.5 and 2 X minor axis. TheTesting was carried out in a subsonic wind tunnel with wind speeds of 1 m / s - 12.6 m / s resultingReynolds number Reb = 346-6904 and operating temperature 49 oC, 59 oC and 69 oC. Seven tubesinserted an electric heater produces uniform heat flux 3718 W/m2 - 3751 W/m2. The results show that theeffectiveness of the heat exchanger (Q / P) varied from 3799 to 15, decreases exponentially at lowReynolds number and tends to asymptotic at Reynolds number above 1000. Meanwhile, the valuepressure coefficient (?p/0.5?V2) with value 3.4-10 decreased continuously at low Reynolds numbers andasymptotic at high Reynolds number. In general, a bundle with a smaller ST has greater effectiveness andthe pressure coefficient ranges is wider. Changes in operating temperature conseqwenly no effect on theeffectiveness and the pressure coefficient at high Reynolds number.
STUDI EKSPERIMENTAL KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR ALIRAN GELEMBUNG UDARA-AIR SEARAH DALAM PIPA KOIL HELIK VERTIKAL Arnandi, Wandi; Kamal, Samsul
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan kecepatan superfisial air dan udara terhadap koefisien perpindahan kalor aliran gelembung udara-air searah dalam pipa koil helik vertikal. Seksi uji berupa penukar kalor pipa koil helik jenis shell and tube aliran berlawanan arah. Air panas dialirkan dibagian shell dan campuran air dan udara pada pola aliran gelembung dialirkan dibagian tube. Pipa koil dibuat dari pipa tembaga berdiameter dalam 7,02 mm, panjang 1700 mm, diameter koil 150 mm, jarak koil 30 dan 50 mm . Kecepatan superfisial air divariasi 0,302 m/s dan 0,388 m/s, dan kecepatan superfisial udara 0 – 0,0694 m/s. Laju aliran massa air panas dipertahankan konstan pada 0,05 kg/s dan temperatur masuk 40oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien perpindahan kalor naik dengan bertambahnya kecepatan superfisial air dan udara dan turun dengan bertambahnya jarak koil.Kata kunci : Koefisien perpindahan kalor, aliran gelembung udara-air, pipa koil helik
FENOMENA HYDRAULIC JUMP LOOK LIKE DAN ONSET OF FLOODING DALAM PIPA VETIKAL Mahmuddin, M; Kamal, Samsul; Indarto, Indarto; Purnomo, P
Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 2 (2011): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1661.251 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol12.No2.182-191

Abstract

Experiments have been conducted on countercurrent flow of air and water in pipe of 24 mm diameter. Flow patterns observations, measurement of the pressure gradient and film thickness conducted at water Reynolds numbers (ReL) are varied 322, 465, 630 and 709 combined to injected air with velocity from 1.845 m/s to 6.148 m/s at a distance of 400 mm, 1600 mm and 2200 mm from the water inlet. The data showed that the pressure gradient and film thickness did not increase appreciably until just before the onset of flooding. Otherwise, when flooding conditions wave propagation in surface the film flow from the bottom of air inlet, increasing film thickness gradually and pressure gradient also increase quickly. Increasing film thikcness gradually indicated as phenomenon hydraulic jump look like.
REEVALUASI KELUARAN DAYA DAN OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID DI KAWASAN PANTAI BARU PANDANSIMO usman, mukhamad khumaidi; Kamal, Samsul; Setiawan, Ahmad Agus
ASEAN Journal of Systems Engineering Vol 2, No 2 (2014): ASEAN Journal of Systems Engineering
Publisher : Master Program of Systems Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.054 KB)

Abstract

pemerintah kabupaten bantul dan kemenristek membuat pembangkit listrik tenaga angin 60 kW dan pembangkit listrik tenaga matahari 27 kW di kawasan pantai Baru Pandansimo, pemanfaatan pembangkit listrik tersebut digunakan diantaranya untuk penrangan jalan, pembuatan es, dan warung kuliner.penelitian ini bertujuan untuk merancang model sistem pembangkit listrik tenaga hibrid dengan menggunakan software Homer dan Tora, menganalisa hasil simulasi dengan membandingkan prosentase kontribusi pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit  listrik tenaga matahari, dan menganalisa keekonomian dari embangkit  listrik tenaga hibrid.model pembangkit listrik yang optimal untuk software Homer  adalah kapasitas 2,5 kW dengan jumlah 24 unit untuk turbin angin dan 27 kW untuk solar sel, sedangkan untuk software Tora didapatkan model yang optimal dengan kapasitas masing-masing 1 kW, 2.5 kW dan 10 kW untuk turbin angin dan solar sel masing-masing berkapasitas 100 WP, 180 WP dan 220 WP. Hasil prosentase energi listrik yang dihasilkan dari simulasi Homer didapatkan PLTS sebesar 33 % dan PLTB sebesar 67 % dengan total energi yang dihasilkan sebesar 117.681 kW/tahun, sedangkan dari hasil simulasi Tora didapatkan prosentase PLTS sebesar 49 % dan PLTB sebesar 51 % dengan total energi yang dihasilkan sebesar 109.360 kW/tahun. Dari hasil perhitungan keekonomian proyek PLTH untuk harga jual di Pantai Baru Pandansimo yang ideal sebesar U$ 45 Sen/kWh, sedangkan harga jual di Pantai Baru Pandansimo sekarang sebesar U$ 3 Sen/kWh dengan nilai BCR sebesar 0.04 dengan demikian maka proyek PLTH dikatakan tidak layak dibangun. 
EVALUASI UNJUK KERJA TURBIN AIR PELTON TERBUAT DARI KAYU DAN BAMBU SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PEDESAAN Kamal, Samsul; Prajitno, Prajitno
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Pemanfaatan energi air di Indonesia, khususnya untuk pembangkit listrik skala kecil di pedesaan masih perlu diprioritaskan untuk ditingkatkan dalam program memperoleh energi bersih yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tersebut masih terkendala oleh biaya investasi yang relatif tinggi serta teknologi yang sesuai. Pemerintah mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan melalui program Desa Mandiri Energi dengan menggunakan potensi dan sumber daya yang tersedia di pedesaan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi unjuk kerja turbin air Pelton untuk pembangkit listrik skala kecil dengan sudu terbuat dari bambu dan roda turbin dari kayu. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa efisiensi pembangkitan mampu mencapai sekitar 28% untuk debit aliran 28 liter/detik dan tinggi jatuh efektif 7 m menggunakan nosel berpenampang empat persegi panjang. Walaupun dari aspek teknik dan lingkungan penggunaan bambu sebagai sudu turbin adalah baik dan sesuai untuk digunakan di pedesaan, namun unjuk kerja yang diperoleh masih perlu ditingkatkan dibanding dengan umumnya turbin Pelton yang terbuat dari logam. Hal ini diperkirakan karena bentuk alamiah lengkung bambu yang tidak optimum untuk sudu serta bentuk penampang nosel yang masih harus disesuaikan.
STUDI POTENSI ENERGIANGIN DAERAH PANTAI PURWOREJO UNTUK MENDORONG PENYEDIAAN LISTRIK MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI TERBARUKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Kamal, Samsul
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 14, No 1 (2007)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Pemanfaatan energi angin di Indonesia, khususnya untuk pembangkit listrik masih berskala sangat kecil. Penggunaan energi angin saat ini masih terbatas terutama untuk tujuan penelitian yang sifatnya sporadis. Pemanfaatan energi angin untuk pembangkit listrik guna keperluan masyarakat, masih terkendala oleh tidak cukupnya pengetahuan tentang sejauh mana teknologi turbin angin telah berkembang hingga sekarang, serta masih sangat terbatasnya pengetahuan dan informasi akan tempat-tempat yang mempunyai potensi energi angin yang tinggi. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo merencanakan untuk mendorong penggunaan energi yang bersih atau bersahabat dengan lingkungan untuk penyediaan energi listrik yaitu menggunakan sumber energi angin. Studi ini bertujuan untuk mencari daerah dengan potensi energi angin yang tinggi. Berdasar pada pengukuran kecepatan, arah dan pola angin di Kertojayan yang berlokasi di 67"4949,5" LS dan 1094945,6" BT, menunjukkan bahwa angin di daerah tersebut mempunyai prospek yang baik untuk sumber energi listrik. Data yang terkumpul menunujukkan bahwa energi angin yang tersedia di daerah tersebut mempunyai potensi yang baik untuk menjadikannya sebagai daerah pembangkit energi listrik tenaga angin. Kecepatan angin rerata tahunan tercatat 6,06 m/dtk. yang memberikan rerata rapat daya sebesar 300,045 W/m2. Berdasar pada data yang ada dianjurkan untuk menggunakan mesin turbin angin berskala medium 100 kW setiap mesinnya dengan konstruksi arah tetap, guna memanfaatkan energi angin yang tersedia secara ekonomis. 
ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI KERIPIK NENAS DAN KERIPIK NANGKA DI DESA KUALU NENAS KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR Kamal, Samsul; Tety, Ermi; Tarumun, Suardi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the income of pineapple chips and jackfruit chips agroindustrial besiness in Kualu Nenas Village Tambang District Kampar Regency. Datas which used in thid research are primary data and secondary data. Method which used in this research was census method with 11 respondents. This research used descriptive analysis, cost and income analysis, break-even point (BEP) analysis, and business efficiency (RCR) analysis. The result showed that pineapple chips and jackfruit chips agroindustrial business already profitable. An average of 11 businessman ear net income of pineapple chips and jackfruit chips each of Rp. 6.471.896,32 per month and Rp. 1.289.921,91 per month. The processing efficiency of pineapple and jackfruit into pineapple chips and jackfruit chips each of 1,36 dan 1,90. The agroindustrial business experienced a break-even point (BEP) in production unit when producing 96,15 kg pineapple chips per month and break-even point (BEP) in sale unit equal to Rp. 10.838.301,59. While the break-even point (BEP) in production unit of jackfruit chips experienced when producing 6,33 kg jackfruit chips per month and break-even point (BEP) in sale unit equal to Rp. 915.321,50.   Keywords : Agroindustry, Break Event Point, Business Efficiency, Income
Spesies Mollusca di Ekosistem Mangrove Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar sebagai Referensi Pendukung Materi Keanekaragaman Hayati Idris, Aisyah; Novita, Miszora; Kamal, Samsul
Biotik Vol 6, No 2 (2018): JURNAL BIOTIK
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v6i2.5612

Abstract

Mollusca is the second largest phylum of invertebrate animals that has high adaptability. One of Mollusca's habitats is the mangrove ecosystem in Baitussalam District, Aceh Besar. There were very little data regarding the type and diversity of Mollusca in the mangrove ecosystem area of Baitussalam Subdistrict, Aceh Besar, after the tsunami in 2004. A study is needed considering that the data can be used as a database and supporting reference for biodiversity material in schools. This study was carried out to; 1) Identifies the types of Mollusca in the mangrove ecosystem in Baitussalam District, Aceh Besar; 2) Determines the output of this study as a reference for supporting biodiversity learning; and 3) Finds out the feasibility of the output as supporting reference for biodiversity material. Data collection was performed by line transect and quadrant transect method with purposive sampling. Data was analyzed with qualitative and quantitative analysis. The results of the study revealed that there are 29 types of Mollusca consisting of Gastropods and Bivalves. The output is in the form of a national standard textbook that can be used as a reference for supporting biodiversity learning. The book feasibility test obtained a total score of 95.6%. The conclusion is that there are 29 types of Mollusca and the output is a national standard textbook that are very feasible to be recommended as a supporting reference for biodiversity material.
Keanekaragaman Rhopalocera di Pegunungan Mata Ie Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Kamal, Samsul; Hasanuddin, Hasanuddin; Wardani, Hayatul
Biotik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Biotik
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v2i2.246

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman Rhopalocera di pegunungan Mata Ie Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman Rhopalocera yang terdapat di pegunungan Mata Ie dan kawasan wisata Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode transek area. Data dianalisis dengan cara deskriptif. Analisis data indeks keanekaragaman dicari dengan menggunakan persaman Shannon Wienner. Hasil penelitian diperoleh 26 spesies Rhopalocera yang tergolong kedalam, 1 ordo dan 6 famili yang paling banyak ditemukan adalah famili Nympalidae dengan jumlah 9 spesies. Spesies yang paling banyak ditangkap adalah Colias phiodice dan Danaus plexipples yang masing-masing berjumlah 10 spesies. Indeks Keanekaragaman Rhopalocera tertinggi terdapat pada stasiun III dengan nilai 2,642, sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat pada stasiun II dengan nilai 1,468. Kata Kunci: Keanekaragaman, Rhapalocera, Pegunungan Mata Ie Kabupaten Aceh Besar. Research on Diversity Rhopalocera Mountains District of Darul Emirate Mata Ie , Aceh Besar district aims to determine the diversity index Rhopalocera contained in Mata Ie mountains and Tourism Region District of Darul Emirate Aceh Besar district. Data collected by using transect area. Data were analyzed by descriptive. Analysis of diversity index data found using the equation Shannon Wienner, and the similarity index found using equation Sorensen. The results were obtained 26 species were classified into Rhopalocera, 1 orders and 6 families are most commonly found are family Nympalidae the number 9 species. The most abundant species caught are Colias phiodice and Danaus plexipples each totaled 10 species. Rhopalocera diversity index is highest at the third station with a value of 2.642 , while the lowest diversity index are at station II with a value of 1.468. Keyword: Diversity, Rhapalocera, Mountains Mata Ie Aceh Besar District.
Population Density and Habitat Shingle Urchin Preferences (Colobocentrotus atratus) On The Rieting Beach Leupung District Of Aceh Azmi, Luthfi; Sarong, M Ali; Kamal, Samsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Pebruari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.042 KB)

Abstract

The Information about the presence and density data of Shingle urchin Colobocentrotus atratus in Rieting Beach, Leupung is minimal, so it is necessary to conduct research that aims to determine the population density and habitat preferences of Shingle urchin C. atratus in Rieting Beach, Leupung, Aceh Besar. This study use a quantitative approach (measure with instruments and calculating using the formula) with descriptive research. The data of Population density obtained by survey methods, with using purposive sampling technique. The results were obtained C. atratus population density in Rieting Beach Leupung, Aceh Besar amounted to 2 ind/m2. while the population density in each of the station is the first station to has the density of population is 1 ind/m2. The second station has population density of 3 ind/m2Habitat conditions attached to the substrate C. atratus rocks with the state of heavy waves at a depth of less than 1 meter with a temperature range 26-29°C, 28-32‰ salinity, water pH 6.5-7.6. The conclusions of this study population densities C. atratus in Rieting Beach, Leupung,  Aceh Besar, are 2 ind/m2. C. atratus habitat preferences atratus in Rieting  Beach is the topography of rock cliffs with 1.5 meters in height with a temperature of 28°C, salinity values 30‰ and pH value 7.Keywords: Density population, Habitat preferences, Colobocentrotus atratus