Articles

Found 16 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO FERMENTASI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PAKAN NABATI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TERNAK ENTOK (Cairina muschata) Kamelia, Marlina; Fathurohman, Fathurohman
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.373 KB)

Abstract

Abstrak: Kulit buah kakao merupakan hasil sampingan buah kakao yang sering tidak dimanfaatkan yang nantinya akan menjadi limbah sehingga dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Produktifitas kulit buah kakao cukup melimpah di Lampung, pada tahun 2012 kulit buah kakao yang dihasilkan mencapai 2.451,52 ton per tahun, di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2009 mencapai 4.308 ton, dan di Dusun Sumber Sari pada tahun 2013 mencapai 217 kg per bulan. Ketersedian kulit buah kakao yang banyak, perlu dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dengan cara difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai gizinya. Salah satu ternak yang dapat diberikan pakan ini adalah entok (Cairina muschata).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah kakaofermentasi terhadap pertumbuhan dan dosis penggunaan pakan yang tepat untuk ternak entok (Cairina muschata). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan kulit buah kakao fermentasi (K) dengan 4 taraf perlakauan dengan 5 kali pengulangan: K0 = Dedak 100% (kontrol), K1 = 75%/90 gr dedak dan 25%/30gr kulit kakao fermentasi, K2 = 50%/60 gr dedak dan 50%/60 gr kulit kakao fermentasi, dan K3 = 25%/30 gr dedak dan 75%/90 gr kulit kakao fermentasi. Parameter yang diamati adalah: tinggi tubuh entok, panjang tubuh entok, dan berat tubuh entok. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakanAnova dan  jika berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut LSD pada taraf 5%.Dari hasil analisis pakan kulit kakao fermentasi dosis yang paling baik pada semua parameter adalah perlakuan K2 dengan rata-rata 42,40 cm untuk tinggi entok, 47,40 cm untuk panjang entok dan 1596 gram untuk berat entok.
PENGARUH STRATEGI JOYFUL LEARNING DENGAN TEKNIK MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 6 BANDAR LAMPUNG Kamelia, Marlina; Ahmad, Ahmad; Novitasari, Yeni
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.163 KB) | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2303

Abstract

Pendidikan merupakan suatu modal penting bagi seseorang untuk menjalani kehidupannya. Penelitian pada kali ini juga dilatar belakangi oleh rendahnya rataan hasil belajar kognitif peserta didik. Hasil belajar yang rendah tersebut disebabkan karena tingkat pemahaman konsep yang kurang sehingga nilai yang diperoleh peserta didik banyak yang tidak memuaskan. Selain kemampuan untuk memahami, hubungan kerjasama dan tingkat kecerdasan antar peserta didik yang masih kurang tersebut bisa membuat proses pembelajaran menjadi kurang kondusif. Kecerdasan ini belum dimunculkan saat proses pembelajaran, karena salah satu contoh kecerdasan antar pribadi adalah kemampuan untuk memahami dan bekerjasama satu sama lain. Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah dengan menerapkan strategi joyfull learning atau pembelajaran yang menyenangkan menggunakan mind map.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh strategi joyfull learning dengan teknik mind map terhadap hasil belajar kognitif khususnya materi sistem ekskresi di SMA Negeri 6 Bandar Lampung. Jenis penelitian quasy eksperimental dengan jenis nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 6 Bandar Lampung dengan sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yang diperoleh menggunakan tehnik Cluster Random Sampling. Kelas eksperimen XI IPA 1 dan kelas kontrol XI IPA 3. Teknik pengumpulan data observasi, tes (pretest dan posttest) dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi diperoleh bahwa thitung =3,625 dan ttabel =2,001. Hal ini berarti bahwa thitung lebih besar dari ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi joyfull learning dengan teknik mind map terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 6 Bandar Lampung pada materi sistem ekskresi setelah diberi perlakuan. Peningkatan hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti penggunaan strategi pembelajaran juga disebabkan oleh faktor internal seperti kemampuan kognitif yang bisa mempengaruhi daya ingat pada peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung.
THE EFFECT OF MARIGOLD LEAVES (TAGETES ERECTA) EXTRACT TO AEDES SP.MOSQUITO MORTALITY FOR THE BIOLOGY LEARNING SOURCE OF MODULE FORM Kamelia, Marlina
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 1 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.293 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/4166-724873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh ekstrak daun Tahi Kotok (Tagetes erecta) terhadap mortalitas nyamuk Aedes sp. (2) mengetahui konsentrasi ekstrak daun Tahi Kotok (Tagetes erecta) yang dapat memberikan pengaruh terhadap mortalitas nyamuk Aedes sp. (3) menyusun bahan ajar dalam bentuk modul. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu memberikan perlakuan dan pengamatan terhadap nyamuk Aedes sp. dengan 3 perlakuan ekstraksi daun Tahi Kotok (Tagetes erecta) dan 1 perlakuan kontrol. Penelitian dilakukan dengan 4 kali ulangan, masing-masing: perlakuan 1 (0,5%), perlakuan 2 (1,3%), dan perlakuan 3 (2%). Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang sangat nyata terhadap mortalitas yang dihasilkan dari setiap konsentrasi ekstraksi yang diberikan. Berdasarkan penelitian pada konsentrasi 2% menghasilkan pengaruh mortalitas tertinggi dari nyamuk Aedes sp yaitu dengan rata-rata 92,5% dengan jumlah kematian 37 ekor dari 40 ekor nyamuk. Ekstraksi daun Tahi Kotok (Tagetes erecta) dapat dijadikan alternatif dalam pengendalian nyamuk Aedes sp. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam bentuk modul dan layak digunakan dengan hasil validasi 85,2%.  
ANALISIS KUALITAS ES BATU BERDASARKAN KANDUNGAN COLIFORM DI KANTIN UIN RADEN INTAN LAMPUNG Analysis Of Ice Cubes Quality Based On Coliform Content In Uin Raden Intan Lampung Canteen Kamelia, Marlina; Anggoro, Bambang Sri; Saadah, Farida Putri
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 1 (2018):
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.323 KB) | DOI: 10.24042/biosf.v9i1.2890

Abstract

Es batu yang pengolahannya kurang baik dapat terkontaminasi bakteri penyebab penyakit, salah satunya kelompok bakteri coliform. Bakteri Coliform sendiri adalah mikroba yang sering ditemukan pada kotoran manusia maupun hewan. UIN Raden Intan memiliki jumlah mahasiswa yang banyak dan sebagian besar pada siang hari pergi ke kantin untuk membeli minuman yang mengandung es batu. Es batu yang tercemar bakteri coliform akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare. Hal inilah yang mendasari mengapa perlu diketahui keberadaan bakteri coliform dalam es batu dari berbagai kantin yang ada di UIN Raden Intan Lampung. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Mei 2017. Seluruh kantin yang ada dan satu depot penjual diambil sampel es batunya. Sampel tersebut kemudian diuji kandungan bakteri coliformnya menggunakan dua jenis media diferensial, yaitu MacConkey serta Eosin Methylene Blue (EMB). Metode SPC (Standar Plate Count) digunakan untuk menghitung jumlah bakteri yang tumbuh pada media. Hasil perhitungan jumlah bakteri pada sampel yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 95% positif terkontaminasi bakteri coliform. Artinya hanya ada satu sampel saja yang bebas dari kontaminasi bakteri coliform.
ANALYSIS OF THE BACTERIA DIFFERENCE IN TILAPIA (OREOCHROMIS NILOTICUS) CULTIVATION Kamelia, Marlina; Widiani, Nurhaida; Adistyaningrum, Nurul
Biospecies Vol 11 No 2 (2018): Volume 11, No.2, July, 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.433 KB)

Abstract

Fish have good prospect to be developed because have high economic value. However, the percentage of bacterial fish diseases reached 33.9%.  Tilapia (O. niloticus) is one of the most common bacteria. The TPC results of tilapia ponds of I, II, and III cultivation are 1.32 X 105 Cfu/g; 1.7 X 105 Cfu/g; 1.14 X 105 Cfu/g.  From the results of physics measurement parameters of three ponds cultivation is still in accordance with the classification of water quality, but if viewed from the results of chemical measurement parameters pond culture II pertained water polluted.
RETRACTED: Isolasi dan Seleksi Enzimatis Bakteri Selulolitik Dari Limbah Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Berbahan Serbuk Gergaji Kayu Karet (hevea brasiliensismuell. Arg) Kamelia, Marlina; Anggoro, Bambang Sri; Novitasari, Deffi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 2 (2018): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v9i2.2382

Abstract

Jamur tiram putih termasuk dalam kelas Basidiomycetes yang banyak dibudidaya di Indonesia. Konsumsi terhadap jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) makin meningkat dikalangan masyarakat, sehingga menyisakan limbah berupa media bekas penanaman jamur. Media sisa budidaya jamur tiram sejauh ini belum banyak dimanfaakan dengan baik. Media pertumbuhan jamur disebut juga baglog akan berbahaya bagi lingkungan jika dibuang begitu saja. Pemanfaatan media sisa penanaman jamur tiram ini dapat digunakan untuk memproduksi gula pereduksi yang dihasilkan oleh aktivitas mikroorganisme yang melibatkan enzim selulase. Tujuan penelitian ini yakni melakukan isolasi dan seleksi secara enzimatis dari limbah media tanam jamur tiram putih berbahan serbuk gergaji kayu karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg). Dari hasil isolasi diperoleh 60 isolat bakteri yang berasal dari tiga jenis usia baglog yakni, 0, 2 dan 4 bulan. Isolat tersebut selanjutnya dikarakterisasi dengan screening pada media differensial CMC guna melihat aktivitas degradasi terhadap selulosa. Hasil screening diperoleh 23 isolat yang merupakan positif selulolitik ditandai dengan adanya zona bening yang terbentuk pada media CMC. Zona bening yang terbentuk merupakan indikasi aktivitas bakteri yang dapat mengunakan sumber karbon pada CMC dan mendegradasi komponen selulosa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa limbah media tanam jamur tiram putih berbahan kayu karet memiliki potensi selulolitik. Isolat yang mendominasi hasil pada penelitian ini memiliki bentuk undulate dengan tepi irreguler berwarna putih serta tekstur makrokopisnya yang licin. Sedangkan, hasil pengamatan mikrokopis menunjukkan bahwa bentuk sel coccus dengan jenis Grampositif mendominasi isolat bakteri.
Students' Critical Thinking Skills in Islamic Schools: The Effect of Problem-Based Learning (PBL) Model Kamil, Badrul; Velina, Yessy; Kamelia, Marlina
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.499 KB) | DOI: 10.24042/tadris.v4i1.4212

Abstract

Industrial Revolution 4.0 requires schools to produce graduates who are not only good in memorizing various materials, but also must have the skills to think critically. Problem-Based Learning (PBL) is one of the learning models that is deemed good in training students' critical thinking skills, including students in Islamic schools. The purpose of this research is to determine the effect of problem-based learning on students' critical thinking skills in Islamic schools. This type of research is a quasi-experimental with random sampling as the sampling technique. The research sample was 66 students. Data collection uses instruments in the form of description tests that are adjusted to the indicators of critical thinking skills. The research analysis technique used was the t-test to determine the effect of the problem-based learning model on students' critical thinking skills. The result of the research shows that the average score of the class where the critical thinking skills through PBL are applied is higher than the class that does not apply PBL. The result of the data analysis using the t-test obtained that the value of tcount bigger ttable is 4.119 > 1.997 with a significance level of 5 %, so it is said that the PBL model influences students' critical thinking skills. It is suggested to make PBL learning becomes a mandatory choice to be applied in the learning process with the learning steps that have an impact on the students' thinking process.
PERUBAHAN ANATOMI DAN MORFOLOGI DAUN KEDELAI (Glysin max L. (Merril), DAN ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L.) YANG TUMBUH DI TEMPAT TERBUKA DAN TERNAUNGI Saputri, Dwijowati Asih; Kamelia, Marlina; Almayra, Shinta; Fatayati, Siti
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10, No 1 (2019): BIOEDUKASI, MEI 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v10i1.2012

Abstract

This study aims to look at the anatomical and morphological changes of leaves in soybean (Glysin max L. (Merril) and reeds (Imperata cylindrica L)  in two places (open and shaded). Soybeans and reeds are grown on open land and shaded land. Shade treatment is designed with Complete Random Design. For reeds, sampling was carried out in two places, that are beside the Raden Intan Lampung UIN football field (open), and at PT. Perkebunan Nusantara VIII (shaded). The results showed that the number of stomata on soybean leaves in shaded areas was less, whereas those of reeds leaves showed the opposite results. Leaf width and leaf thickness in soybean and reed plants do not show different changes. but with a smaller thickness average. Changes in the number of stomata, thickness, and width of leaves are some of the morphological adaptations of soybean and reed plants that live in two different conditions. Kata Kunci:   Imperata cylindrica L., anatomi, morfologi, daun,  Glysin max L. (Merril).  
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO FERMENTASI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PAKAN NABATI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TERNAK ENTOK (Cairina muschata) Kamelia, Marlina; Fathurohman, Fathurohman
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.373 KB) | DOI: 10.24042/biosf.v8i1.1264

Abstract

Abstrak: Kulit buah kakao merupakan hasil sampingan buah kakao yang sering tidak dimanfaatkan yang nantinya akan menjadi limbah sehingga dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Produktifitas kulit buah kakao cukup melimpah di Lampung, pada tahun 2012 kulit buah kakao yang dihasilkan mencapai 2.451,52 ton per tahun, di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2009 mencapai 4.308 ton, dan di Dusun Sumber Sari pada tahun 2013 mencapai 217 kg per bulan. Ketersedian kulit buah kakao yang banyak, perlu dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dengan cara difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai gizinya. Salah satu ternak yang dapat diberikan pakan ini adalah entok (Cairina muschata).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah kakaofermentasi terhadap pertumbuhan dan dosis penggunaan pakan yang tepat untuk ternak entok (Cairina muschata). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan kulit buah kakao fermentasi (K) dengan 4 taraf perlakauan dengan 5 kali pengulangan: K0 = Dedak 100% (kontrol), K1 = 75%/90 gr dedak dan 25%/30gr kulit kakao fermentasi, K2 = 50%/60 gr dedak dan 50%/60 gr kulit kakao fermentasi, dan K3 = 25%/30 gr dedak dan 75%/90 gr kulit kakao fermentasi. Parameter yang diamati adalah: tinggi tubuh entok, panjang tubuh entok, dan berat tubuh entok. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakanAnova dan  jika berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut LSD pada taraf 5%.Dari hasil analisis pakan kulit kakao fermentasi dosis yang paling baik pada semua parameter adalah perlakuan K2 dengan rata-rata 42,40 cm untuk tinggi entok, 47,40 cm untuk panjang entok dan 1596 gram untuk berat entok.
ANALISIS KUALITAS ES BATU BERDASARKAN KANDUNGAN COLIFORM DI KANTIN UIN RADEN INTAN LAMPUNG Analysis Of Ice Cubes Quality Based On Coliform Content In Uin Raden Intan Lampung Canteen Kamelia, Marlina; Anggoro, Bambang Sri; Sa'adah, Farida Putri
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 1 (2018):
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.323 KB) | DOI: 10.24042/biosf.v9i1.2890

Abstract

Es batu yang pengolahannya kurang baik dapat terkontaminasi bakteri penyebab penyakit, salah satunya kelompok bakteri coliform. Bakteri Coliform sendiri adalah mikroba yang sering ditemukan pada kotoran manusia maupun hewan. UIN Raden Intan memiliki jumlah mahasiswa yang banyak dan sebagian besar pada siang hari pergi ke kantin untuk membeli minuman yang mengandung es batu. Es batu yang tercemar bakteri coliform akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare. Hal inilah yang mendasari mengapa perlu diketahui keberadaan bakteri coliform dalam es batu dari berbagai kantin yang ada di UIN Raden Intan Lampung. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Mei 2017. Seluruh kantin yang ada dan satu depot penjual diambil sampel es batunya. Sampel tersebut kemudian diuji kandungan bakteri coliformnya menggunakan dua jenis media diferensial, yaitu MacConkey serta Eosin Methylene Blue (EMB). Metode SPC (Standar Plate Count) digunakan untuk menghitung jumlah bakteri yang tumbuh pada media. Hasil perhitungan jumlah bakteri pada sampel yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 95% positif terkontaminasi bakteri coliform. Artinya hanya ada satu sampel saja yang bebas dari kontaminasi bakteri coliform.